Home » ASI (Air Susu Ibu) » Teknik Pelekatan Menyusui yang Benar

Teknik Pelekatan Menyusui yang Benar

Posisi dan pelekatan menyusui yang benar menjadi salah satu prinsip keberhasilan/kegagalan proses menyusui. Untuk itu, agar proses menyusui berhasil penting megetahui teknik pelekatan yang benar dan tepat.

Terkadang ketika menyusui bayi, ibu hanya menganggap sebagai kegiatan untuk memberikan ASI dan tidak memperhatikan berbagai hal yang akan menyukseskan proses menyusui, salah satunya yaitu pelekatan atau latch on. Bahkan tidak sedikit ibu yang menganggap bahwa pelekatan saat menyusui tidak penting dan tidak perlu dipelajari.

Selain posisi menyusui, pelekatan merupakan salah stau hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap ibu menyusui. Posisi menyusui dan pelekatan merupakan salah satu prinsip penting yang menentukan keberhasilan atau kagagalan menyusui bayi berdasarkan WHO.

Pelekatan Menyusui yang Benar

Menyusui dengan pelekatan yang tepat akan membantu bayi mendapatkan ASI secara efektif. Selain itu, ibu tidak akan merasa sakit pada bagian puting payudara pada saat si kecil menghisap. Berikut ini teknik pelekatan menyusui yang benar.

Teknik Pelekatan Menyusui yang Benar

Pertama, anda bisa menggendong bayi dengan posisi perut menempel dengan perut bayi.
Posisikan tubuh bayi dengan tepat yakni telinga, bahu dan pinggulnya sejajar. Ini dilakukan agar si kecil mudah menelan ASI yang dihisapnya.

Kemudian sangga payudara dengan menggunakan tangan. Dekatkan payudara ke mulut bayi hingga si kecil membuka mulutnya. Setelah mulutnya terbuka, anda dapat mendekatkan si kecil ke tubuh anda.
Ketika menyusu pastikan mulutnya terbuka lebar. Sehingga dengan begitu, bagian areola payudara anda, terutama areola bagian bawah masuk ke dalam mulut si kecil.

Selama proses menyusui berlangsung dagu bayi harus menempel ke payudara, sehingga hidung bayi tidak akan menempel. Anda harus menjaga supaya dagu bayi tidak menempel pada dadanya.
Selama menyusui sangga tubuh bayi anda, terlebih lagi pada badan dan bokongnya. Penggunaan bantal atau bantal khusus menyusui dapat membantu memudahkan anda dalam menyangga tubuh si kecil.

Seperti apa pelekatan yang baik?

  • Pelekatan yang baik harus memenuhi 4 kriteria seperti berikut:
  • Areola payudara ibu bagian atas harus lebih banyak terlihat.
  • Mulut bayi terbuka dengan lebar.
  • Dagu menempel pada payudara ibu.
  • Bibir bagian bawah terputar keluar.

Tips Menemukan Posisi Menyusui yang Benar dengan Mudah

Apabila saat menyusui anda merasa lebih nyaman, tidak merasa sakit, bayi menyusu dengan rileks tanpa ada masalah, serta terdengar suara bayi menelan ASI, maka posisi menyusui bayi sudah tepat.
Untuk membantu menemukan posisi menyusui yang benar lebih mudah, beberapa hal seperti berikut ini dapat anda perhatikan:

  • Sebelum mulai menyusu anda dapat mencari tempat duduk yang nyaman, baik intuk ibu atau untuk si kecil. Dengan posisi menyusui yang nyaman maka anda tidak perlu lagi mengganti-ganti posisi menyusui.
  • Ketika menyusui bayi, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman dan memudahkan akses untuk menyusui bayi. Sehingga dengan begitu ibu tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu mempersiapkan sebelum menyusui bayi.
  • Gendong si kecil dengan posisi yang dapat membuatnya lebih nyaman. Sehingga akan membuat ia lebih mudah meraih atau melepaskan puting dari mulutnya.
  • Selama menyusui, kontak kulit antara ibu dan bayi akan membuat bayi merasa lebih nyaman. Kontak kulit juga akan membantu tubuh mengeluarkan hormon yang akan memperlancar pengeluaran ASI.
    Jika payudara terasa sakit saat proses menyusui pada menit pertama, anda dapat segera melepaskan puting dari mulut si kecil dengan hati hati dan perlahan. Cara yang dapat anda lakukan yaitu dengan menyelipkan jari di antara payudara dan mulut bayi dengan lembut. Kemudian anda dapat kembali mencoba memposisikan bayi anda agar dapat menyusu dengan benar.
  • Sebelum memasukan puting payudara ke dalam mulutnya, sebaiknya tunggu hingga mulutnya membuka lebar. Untuk memudahkan anda dapat menstimulasinya, caranya yaitu dengan menekan jari pada bibir atau dagu si kecil dengan lembut. Untuk menghindari trauma, sebaiknya jangan paksa si kecil untuk membuka mulutnya.

Nah, berikut ini merupakan posisi menyusui bayi yang biasanya dipilih oleh para ibu.

Posisi Menyusui Bayi

Cradle Position

Posisi seperti ini biasanya digunakan setelah beberapa minggu bayi dilahirkan. Dengan posisi ini ibu akan lebih mudah dalam mengontrol tubuh sendiri atau tubuh bayinya.

Cross-cradle position

Posisi ini adalah posisi menyusui yang merupakan variasi antara posisi cradle.

Clutch/Football position

Posisi ini dapat dipilih oleh ibu yang melahirkan bayinya dengan operasi caesar. Dengan posisi ini maka ibu dapat menjaga bayi agar tidak terlalu dekat dengan bekas jahitan.

Side-lying position

Posisi ini biasanya sering dilakukan ketika ibu terlalu lelah dan ingin beristirahat.

Laid-back breastfeeding position

Di Indonesia posisi ini sering disebut dengan IMD atau inisiasi menyusui dini. Posisi ini dapat dilakukan saat awal-awal kelahiran atau ibu memiliki masalah dengan pelekatan saat menyusui.

Apapun posisi menyusui yang dipilih, anda harus bisa memastikan bahwa bayi menyusu dengan efektif dan ia mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya.

Menyusui bayi seharusnya menjadi momen yang menyenangkan untuk setiap ibu. Dengan menyusui diharapkan mampu membantu mempererat ikatan antara ibu dan bayi. Apabila ibu selalu merasa kesakitan ketika menyusui bayi, sebaiknya konsultasikan dengan ahli laktasi.