Home » ASI (Air Susu Ibu) » Tanda Bayi Kurang ASI dan Penyebabnya

Tanda Bayi Kurang ASI dan Penyebabnya

ASI penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Oleh karena itu anda harus memperhatikan kecukupan ASI pada si kecil. Selain mengenal tanda bayi cukup ASI, anda juga harus mengetahui tanda bayi kurang ASI.

Kecukupan ASI pada bayi adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua. Orang tua harus mengetahui tanda bayi cukup ASI, serta tanda bayi kurang ASI untuk memastikan kebutuhan ASI si kecil terpenuhi.

Beberapa keadaan bayi dapat menjadi tanda bayi kurang ASI seperti berikut:

Tanda Bayi Kurang ASI

  • Frekuensi buang air kecil menjadi kurang yang ditandai dengan jarang mengganti popok selama sehari atau kurang dari 6 kali. Selain itu, air seni yang dikeluarkan sedikit.
  • Payudara tidak terasa lunak setelah anda selesai menyusui.
  • Warna air seni bayi kemerahan.
  • BAB tidak lancar.
  • Bayi kurang ASI akan lebih sering rewel dan mengalami kesulitan ketika tidur.
  • Berat badan bayi mengalami penurunan.

Tanda Bayi Kurang ASI

Biasanya, sebagian besar bayi akan kehilangan berat badannya sekitar 5-10% dari berat lahir pada hari ke tiga atau hari ke empat awal kehidupannya. Setelah ASI transisi keluar, maka kenaikan berat badan akan didapatkan. Bayi yang terlahir cukup bulan biasanya akan mendapatkan kembali berat badannya pada hari ke 10 atau ke 14.

Akan tetapi, apabila berat badan bayi tidak sesuai dengan pedoman yang sudah dijelaskan, ASI yang anda produksi mungkin tidak cukup. Karena seperti itu penting untuk melakukan beberapa upaya guna meningkatkan produksi ASI demi buah hati.

Kenaikan berat badan bayi tidak selamanya disebakan karena produksi ASI yang tidak memadai, tetapi bisa juga disebabkan karena bayi tidak mampu menghisap ASI.

Ketika bayi kurang ASI maka beberapa gejala akan terlihat di antaranya:

  • Tubuh bayi terlihat lemas dan ia enggan menyusu.
  • Bayi terus menerus lapar dan menangis.
  • Bibir bayi terlihat mengering.
  • Kulit bayi tidak elastis dan kering.
  • Beberapa bagian tubuh bayi menjadi kuning seperti mata bayi  kuning , dada, wajah, kaki dan perut.

Apabila bayi anda menunjukan beberapa gejala atau salah satu gejala seperti di atas, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Penyebab Bayi Kurang ASI

Bayi kurang ASI disebabkan oleh beberapa faktor seperti berikut:

Posisi Mulut Bayi Tidak Efektif

Posisi mulut bayi harus diperhatikan saat ia menyusu. Apabila bayi tidak mampu menempelkan mulutnya dengan baik pada payudara ibunya, maka bayi tidak akan mendapatkan ASI dengan maksimal. Ibu menyusui sebaiknya harus belajar seperti apa cara menyusui yang baik dan benar.

Bayi Hanya Menyusu Pada Satu Payudara

Seringkali ibu menyusui bayinya hanya pada satu payudara saja. Menyusui pada satu payudara tidak efektif karena akan menyebabkan produksi ASI menjadi berkurang. Selain itu, jumlah susu yang diterima oleh bayi akan terbatas. Sebaiknya setiap kali menyusu gunakan kedua payudara. Jika bayi sudah selesai menyusu pada payudara yang satu, setelah menyendawakannya anda dapat menyusuinya kembali pada payudara yang satunya.

Jadwal Menyusui

Bayi, khususnya bayi baru lahir dan bayi yang pertumbuhannya terhambat seharusnya disusui lebih sering . Namun, terkadang ibu menerapkan jadwal dalam menyusui bayinya. Menjadwal pemberian ASI pada bayi bukanlah cara yang tepat. Susui bayi anda ketika ia menginginkannya. Ketika diberlakukan jadwal menyusui, anda jangan merasa heran apabila pertumbuhan bayi terhambat.

Bayi Terlalu Lama Tidur

Biasanya sebagian besar orang tua akan senang ketika bayinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan yang lainnya. Bagi bayi, tidur memang memiliki banyak manfaat, namun terlalu banyak tidur justru tidak baik. Ketika bayi menghabiskan waktunya untuk tidur, maka ia akan kurang menyusu akibatnya ia tidak akan mendapatkan cukup ASI. Sebaiknya bangunkan bayi anda setiap 2 sampai 4 jam sekali untuk menyusu.

Produksi ASI dan Persediaan ASI Tidak Memadai

Penting bagi seorang ibu untuk menyediakan ASI yang cukup dan berkualitas untuk bayinya. Ketika produksi ASI terhambat, maka persediaan ASI menjadi tidak memadai. Akibatnya bayi akan kurang mendapatkan ASI.

Ketika pasokan ASI kurang, beberapa langkah dapat anda lakukan seperti berikut ini:

  • Hindari membatasi pemberian ASI pada bayi anda
  • Menyusui lebih sering, setidaknya susui bayi anda sekitar 8 sampai 12 jam sekali

Ibu Menerapkan Gaya Hidup Tidak Sehat

Tidak sedikit ibu menerapkan gaya hidup tidak sehat meskipun sedang dalam masa menyusui. Perlu diketahui, gaya hidup tidak sehat yang diterapkan oleh ibu menyusui menjadi salah satu penyebab bayi tidak cukup ASI. Gaya hidup tidak sehat yang dimaksud di antaranya yaitu mengkonsumsi alkohol, kafein, merokok, kurang olahraga serta nutrisi ibu yang tidak dijaga.

Tips Memenuhi Kebutuhan ASI

  • Untuk memenuhi kebutuhah ASI pada bayi, penting bagi anda untuk mengatur gaya hidup dan menerapkan gaya hidup sehat.
  • Mengkonsumsi makanan pelancar ASI seperti sayuran dan buah-buahan yang direkomendasikan dapat menjadi langkah tepat yang dapat dilakukan.
  • Hindari mengkonsumsi obat pelancar ASI tanpa anjuran dari dokter.

ASI sangat penting bagi bayi untuk kesehatan dan menunjang tumbuh kembangnya. Maka dari itu, sebagai orang tua anda harus selalu memperhatikan kecukupan ASI buah hati tercinta. Jangan sampai si kecil kurang ASI yang akan menyebabkan berbagai keadaan dan menghambat tumbuh kembangnya.

Apabila bayi anda kurang ASI yang disebabkan karena ia tidak mau menyusu, anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter dalam menentukan penanganan yang tepat dan terbaik.
Demikian beberapa tanda bayi kurang ASI dan penyebabnya. Semoga bermanfaat.