Nutrisi yang tepat membantu terhadap perkembangan otak bayi. Karenanya, penting mengetahui apa saja nutrisi untuk perkembangan otak bayi.

Anak merupakan segalanya untuk orang tua, oleh karena itu orang tua akan memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya. Orang tua akan merawat dan membesarkan anaknya dengan sebaik mungkin. Anak yang tumbuh dengan sehat dan cerdas adalah harapan semua orang tua.

Pada dasarnya kecerdasan atau kesehatan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari banyaknya faktor pendukung, salah satu faktor yang memiliki peran penting yaitu nutrisi. Oleh karena itu, kecukupan dan kualitas nutrisi merupakan faktor penting. Sudah menjadi tugas orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi untuk buah hati tercintanya.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Supaya anak cerdas dan sehat, maka orang tua perlu memberikan nutrisi pada sang buah hati ketika masih berada di dalam kandungan atau ketika masa kehamilan. Tidak hanya itu, pemberian nutrisi ketika awal kehidupan dan masa tumbuh kembangnya sangat penting. Nutrisi yang seimbang dan tepat pada periode awal kehidupan bayi sangat menunjang dan membantu perkembangan otak si kecil agar tumbuh cerdas seperti yang diharapkan oleh orang tua.

Jika bayi kekurangan nutrisi, maka akibatnya akan menyebabkan berbagai dampak negatif. Dimana risiko kekurangan nutrisi itu sendiri berbeda-beda pada bayi, tergantung dari jenis nutrisi dan keadaan fisik bayi anda. Lantas apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi? Untuk mengetahuinya lebih jelas anda bisa simak pada pembahasan di bawah ini.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Protein

Protein memiliki peran penting terhadap perkembangan otak bayi. Protein berperan dalam mengarahkan sel saraf, serta memindahkan pada tempat yang tepat di otak. Dimana saraf tersebut merupakan saraf yang membuat si kecil bisa berpikir, serta membuat persepsi dari dunia yang ada di sekitarnya. Selain itu, protein membantu dalam mengoptimalkan perkembangan indera bayi. Jika bayi belum mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka ibu menyusui dapat mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung protein seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, daging, ikan dan telur. Makanan tersebut merupakan sumber protein yang baik untuk bayi.

Kolin

Kolin dibutuhkan oleh bayi, terlebih lagi ketika ia masih berada di dalam kandungan dan ketika usia dini pasca melahirkan. Kolin itu sendiri memiliki fungsi untuk membentuk tulang belakang bayi, serta mendukung perkembangan sel otak bayi. Berdasarkan penelitian membuktikan bahwa kolin dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif bayi. Untuk mendapatkan asupan kolin yang seimbang, bayi bisa mendapatkannya dari ASI. Oleh karena itu, penting memberikan ASI yang cukup pada bayi. Sedangkan untuk ibu menyusui alangkah lebih baik untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang menjadi sumber kolin seperti misalkan kacang kedelai, susu dan telur.

DHA atau Omega 3

Untuk mengoptimalkan perkembangan otak, bayi membutuhkan Docosahexaenoic Acid (DHA). DHA ini membantu meningkatkan perkembangan mental bayi dan perkembangan psikomotorik. Dimana ASI atau air susu ibu mengandung DHA yang dibutuhkan oleh bayi.

Vitamin B6

Vitamin B6 merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan. Dimana vitamin B6 penting untuk perkembangan dan pertumbuhan sistem saraf pusat janin. Sedangkan dalam masa perkembangan bayi, vitamin B6 ini dibutuhkan untuk perkembangan kemampuan si kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Makanan sumber vitamin B6 yaitu daging, ikan tuna, roti, kacang-kacangan atau sereal.

Asam Folat

Untuk perkembangan otak bayi, asam folat penting dan dibutuhkan, terutama ketika bayi berada di dalam kandungan. Asam folat itu sendiri dapat membantu dalam mencegah risiko terjadinya cacat tabung saraf, serta tumor otak pada bayi. Ibu hamil direkomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 600 mcg asam folat.

Vitamin B12

Vitamin B12 membantu dalam pembentukan myelin yang terdapat pada jaringan saraf bayi. Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dan manfaatnya dari daging kambing, daging sapi, daging ayam dan ikan.

Seng

Seng membantu dalam mengoptimalkan kinerja dan fungsi otak bayi. Seng itu sendiri memiliki peran dalam pembentukan sel darah putih supaya tubuhnya dapat melawan infeksi. Selain itu, seng berfungsi untuk memastikan sel tubuh selalu berkembang serta memperbaiki kerusakan yang terjadi. Makanan sumber seng di antaranya yaitu daging ayam dan daging sapi.

Zat Besi

Zat besi dibutuhkan oleh bayi supaya otaknya dapat berkembang dengan maksimal. Zat besi adalah mineral yang mana tubuh membutuhkannya untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Anda bisa mendapatkan zat besi dari asupan sayuran, sereal, telur dan daging.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi bisa dijumpai dalam menu makanan sehari-hari. Makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi tersebut sederhana, mudah didapatkan dan tergolong murah.

Selain beragam nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi, untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi pemberian ASI eksklusif harus dilakukan, terlebih lagi pada masa awal kehidupan bayi, yakni sekitar usia 0 sampai 2 tahun. ASI merupakan asupan bayi yang mengandung nutrisi komplet dan bermanfaat untuk bayi.

Itulah nutrisi untuk perkembangan otak bayi yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif sebenarnya tidak terlalu membutuhkan vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi, karena ASI sudah memenuhi semuanya. Akan tetapi vitamin dan nutrisi tambahan bisa diberikan pada bayi dengan berat badan berada di bawah level normal.

Vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi bukan salah satu hal penting untuk menunjang kesehatannya selama bayi masih mengkonsumsi ASI atau air susu ibu. Pasalnya, di dalam ASI terkandung beragam jenis nutrisi dan vitamin yang diperlukan oleh bayi. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi tidak diperlukan apabila bayi masih mengkonsumsi ASI dari ibunya. Akan tetapi vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi bisa diberikan apabila berat badan bayi berada di bawah keadaan normal. Di samping itu dokter anak menyarankan untuk memberikan vitamin dan nutrisi tambahan guna kesehatan dan daya tahan tubuh bayi.

Air susu ibu merupakan makanan utama yang menjadi sumber nutrisi untuk bayi hingga usianya 6 bulan. Pemberian makanan padat atau makanan pendamping ASI bisa dilakukan pada bayi saat usianya 6 bulan. Meskipun bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI, tetapi pemberian ASI tetap harus dilakukan hingga usia bayi 2 tahun.

Vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa vitamin, zat besi, flouride, nutrisi, air dan konsumsi padat hanya menyumbangkan sedikit manfaat untuk kesehatan bayi apabila bayi dalam kondisi menyusu pada ibunya pada saat usianya 6 bulan pertama. Tambahan vitamin dan nutrisi untuk bayi memang diperlukan untuk keadaan tertentu, akan tetapi bukanlah suatu keharusan.

Apabila bayi lahir prematur, dimana ia mengalami kekurangan berat badan, pemberian vitamin, nutrisi dan mineral bisa ditambahkan dari luar dengan cara ditambahkan pada ASI atau air susu ibu yang sudah diperah terlebih dahulu.

Berikut ini beberapa vitamin dan mineral yang dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Vitamin dan Nutrisi Tambahan Untuk Bayi

Vitamin A

ASI atau air susu ibu merupakan sumber vitamin A yang terbaik dan sempurna. Vitamin A berguna untuk perkembangan mata bayi, juga untuk fungsi tubuh yang lainnya. Selain itu, vitamin A juga dapat membantu perkembangan sistem imun tubuh bayi dan menunjang kemampuan penglihatan bayi ketika malam hari. Untuk pemberian vitamin A itu sendiri, anda bisa memberikannya dengan diteteskan secara langsung. Vitamin A juga bisa anda dapatkan dari makanan lain seperti sayuran hijau tua, sayuran berwarna kekuningan, buah-buahan, susu, hati dan telur ayam.

Vitamin B

Vitamin B merupakan vitamin penting yang dibutuhkan bayi. Vitamin B mengandung sub vitamin yang disebut dengan vitamin B kompleks. Ketika ibu masih mengandung, sangat disarankan untuk mengkonsumsi vitamin B dengan cukup. Vitamin B kompleks itu sendiri bermanfaat untuk perkembangan bayi, dan mampu menjaga keadaan tubuh ibu. Salah satu bagian dari vitamin B yaitu vitamin B2. Akan tetapi, vitamin ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Vitamin B1, B6 dan B12 adalah vitamin B yang dibutuhkan oleh ibu mengandung. Vitamin B kompleks dapat menunjang sistem metabolisme tubuh bayi terhadap protein dan karbohidrat, pembentukan sel darah merah untuk menyerang bakteri, pemeliharaan sistem nerves, dan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh.

Vitamin C

Vitamin C bermanfaat untuk penyembuhan luka, menambah kekuatan terhadap infeksi, menjaga kolagen, untuk kesehatan gigi dan gusi serta pembuluh darah. Vitamin C bisa anda dapatkan dari beragam jenis buah-buahan. Beberapa buah yang dimaksud di antaranya yaitu buah tomat, jeruk, buah beri, buah melon dan sayuran brokoli. Selain itu, vitamin C juga bisa didapatkan dalam bentuk tablet. Dimana kadarnya bisa disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi.

Vitamin D

Apabila konsumsi ASI atau air susu ibu dalam setiap harinya kurang dari 17 ons, The American Academy of Pediatrics menyarankan untuk memberikan vitamin D sebanyak 200 IU pada bayi dalam setiap harinya. Di dalam ASI atau air susu ibu terkandung banyak vitamin D. ASI mengandung 400 IU vitamin G, ini merupakan jumlah yang sama dengan 33 ons susu formula untuk bayi. Oleh karena itu, usahakan bayi anda mendapatkan 1000 IU vitamin D dalam setiap harinya.

Vitamin K

Vitamin K merupakan salah satu jenis vitamin yang sangat penting untuk bayi. Suntikan vitamin K biasanya akan diberikan pada bayi saat ia baru dilahirkan. Suntikan vitamin K ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya perdarahan internal pada tubuh bayi yang baru dilahirkan. Vitamin K itu sendiri bisa menghentikan perdarahan dan menjaga kerusakan tubuh bayi yang bisa saja terjadi.

Vitamin E

Untuk pemberian vitamin E itu sendiri, anda bisa memberikannya dalam bentuk tetes atau pil. Ini dikenal juga sebagai Tocopherol. Vitamin E itu sendiri dapat membantu dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi.

Selain vitamin yang dibutuhkan, mineral juga merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Zat besi, zink dan flouride memberikan manfaat yang banyak untuk kesehatan bayi serta perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.

Asam Lemak Omega 3

Asam lemak omega 3 atau DHA merupakan nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak bayi anda. Dimana asam lemak omega 3 ini bisa anda peroleh dari beberapa sumber makanan seperti ikan tuna, ikan salmon, buah alpukat, kacang kedelai dan telur.