Keadaan tertentu memaksa ibu harus memberikan ASI perah pada bayinya. Pemberian ASI perah dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi selama ibu berada jauh dari bayi karena sibuk bekerja atau hal lainnya. Cara memberikan ASI perah pada bayi harus dilakukan dengan benar dan tepat agar berjalan dengan lancar.

Kelahiran buah hati merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Mengapa tidak, bayi yang selama ini dinanti-nanti akan segera hadir melengkapi keluarga.

Namun, meskipun belum lepas dari rasa bahagia karena kelahiran buah hati, tidak sedikit ibu yang justru merasa kebingungan, terlebih lagi jika ibu wanita karir. Hal yang dipikirkan oleh ibu yaitu tentang bagaimana caranya mencukupi ASI pada buah hatinya.

Cara Memberikan ASI Perah Pada Bayi

Seperti yang kita ketahui semua, air susu ibu atau ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang mengandung berbagai komponen yang bermanfaat. ASI dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Bahkan diketahui, bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian pada tahun pertama kehidupannya.

Bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan awal kehidupannya atau dari usia 0-6 bulan. Pada usia tersebut bayi tidak mendapatkan asupan makanan apapun selain ASI.

Meskipun ibu seorang wanita karir, tetapi tidak menutup kemungkinan ibu tetap dapat memberikan ASI eksklusif pada buah hati tercinta. Banyak cara yang dapat ditempuh agar buah hati tercinta mendapatkan cukup ASI, dimana salah satunya yaitu dengan memberikan ASIP atau ASI perah.

Tips Menyusui Bagi Ibu yang Bekerja

  • Meskipun anda bekerja, tetapi anda tetap dapat menyusui bayi seperti biasanya. Tinggalkan ASI perah yang sudah anda siapkan di rumah sebagai persediaan.
  • Agar produksi ASI anda tetap terjaga, anda dapat memerah ASI setiap 3-4 jam sekali di kantor dengan teratur.
  • Jika memerah ASI menggunakan peralatan, maka gunakanlah peralatan yang steril dan bersih. Setelah digunakan sebaiknya segera bersihkan peralatan tersebut.
  • ASI perah dapat anda simpan dalam lemari pendingin atau freezer.
  • Ketika ibu sedang bekerja, ASI perah tersebut dapat diberikan dengan memanfaatkan media seperti cangkir dan sendok.
  • Dalam memerah ASI sebaiknya pilihlah tempat yang benar-benar nyaman untuk anda agar anda dapat merasa lebih rileks ketika proses memerah ASI berlangsung.
  • Ketika berada di rumah, ibu dapat memberikan ASI lebih sering atau sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika memungkinkan anda dapat mengganti jadwal menyusui agar anda dapat menyusui lebih sering ketika malam hari.
  • Selama menyusui bayi penting bagi ibu untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi agar dapat memberikan ASI yang berkualitas untuk buah hati tercinta.

Cara Memberikan ASI Perah Pada Bayi

ASI perah biasanya disimpan dengan dibekukan. Dimana ASI beku yang akan digunakan sebelumnya harus dipindahkan ke lemari pendingin terlebih dahulu supaya mencair. Jika ASI sudah mencair anda dapat mengambil ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Hangatkan ASI yang sudah anda ambil tersebut sebelum diberikan pada bayi.

ASI perah tidak boleh dimasak atau dipanaskan. Untuk menghangatkannya cukup dengan merendam botol berisi ASI dalam wadah berisi air hangat. Jika ASI yang diminum oleh bayi tidak habis, jangan menyimpannya anda harus langsung membuangnya.

Dalam memberikan ASI perah sebaiknya hindari menggunakan dot atau botol. Penggunaan dot berdampak buruk pada bayi, dimana salah satunya akan menimbulkan bingung puting pada bayi. Akibatnya bayi anda enggan menyusu langsung dari payudara ibunya karena ia sudah terbiasa dengan mekanisme atau kinerja dot.

Sebaiknya gunakan cangkir atau sendok untuk memberikan ASI perah pada si kecil. Ini dilakukan agar bayi tidak menolak menyusu langsung dari payudara ibunya. Pemberian ASI dengan menggunakan cangkir akan lebih cepat dan dapat memuaskan dahaga bayi dibandingkan dengan menggunakan sendok. Jika bayi merasa kesulitan mendapatkan ASI dengan menggunakan cangkir sebaiknya anda berikan dengan menggunakan sendok dengan penuh kesabaran dan perlahan agar ASI yang didapatkan si kecil cukup sesuai dengan kebutuhannya.

Langkah Memberikan ASI Perah dengan Cangkir

Berikut ini cara memberikan ASI perah yang benar dan tepat:

  • Orang yang akan memberikan ASI perah pada bayi harus duduk dengan posisi yang nyaman sambil memangku bayi.
  • Kemudian, pegang punggung bayi menggunakan lengan.
  • Letakan cangkir pada bibir bawah bayi.
  • Lidah bayi akan berada di atas pinggir cangkir tersebut. Saat cangkir dimiringkan biarkan si kecil menghisap ASI.
  • Setiap bayi anda menelan ASI tersebut, anda dapat memberikan jeda.
  • Berikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi atau tanpa dijadwal.

Selain memanfaatkan cangkir, anda dapat memberikan ASI dengan menggunakan botol susu yang dilengkapi dengan sendok dengan cara seperti berikut:

  • Suapkan ASI perah menggunakan botol yang dilengkapi dengan sendok. Memberikan ASI dengan menggunakan botol bersendok akan lebih efektif karena dapat memuaskan rasa dahaga bayi dibandingkan dengan mengambil ASI menggunakan sendok satu demi satu dari cangkir.
  • Agar bayi anda tidak tersedak, suapkan ASI perah dengan perlahan dan sedikit demi sedikit.

Demikian cara memberikan ASI perah pada bayi yang benar dan tepat. Dengan ASI perah, bayi anda tetap mendapatkan cukup ASI sesuai dengan kebutuhannya meskipun anda sibuk bekerja atau berada jauh darinya.

Bayi rewel saat menyusu merupakan salah satu keadaan yang menghambat proses pemberian ASI. Untuk meminimalisir keadaan ini penting mengetahui penyebab dan cara mengatasi bayi rewel saat menyusu.

Ketika menyusui bayi, terkadang ibu kewalahan ketika menghadapi bayi yang sering rewel. Bayi rewel saat menyusu menjadi salah satu hambatan sehingga proses menyusui bayi tidak berjalan dengan baik, akibatnya bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Sebisa mungkin seorang ibu akan meminimalisir kendala atau hambatan saat menyusui agar buah hatinya tetap mendapatkan asupan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, termasuk ketika bayi rewel saat menyusu.

Bayi Rewel Saat Menyusu

Bayi rewel saat menyusu disebabkan oleh beberapa hal. Agar dapat meminimalisir keadaan ini, penting mengetahui apa saja penyebab bayi rewel saat menyusu seperti berikut ini.

Penyebab Bayi Rewel Saat Menyusu

Suplai Air Susu yang Terlalu Banyak atau Sedikit

Salah satu keadaan yang menjadi penyebab bayi sering rewel saat menyusu yaitu keadaan dimana suplai air susu ibu terlalu deras. Keadaan ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman ketika menyusu karena kemampuan menyusu bayi masih terbatas.

Selain suplai air susu yang deras, kemungkinan penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena kurangnya suplai susu sehingga bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Oleh karena itu, pastikan suplai air susu anda terjaga.

Hanya Mau Menyusu Pada Satu Payudara

Pada saat bayi terbiasa menyusu hanya pada satu payudara, kemudian dialihkan pada payudara yang satunya akan membuat bayi rewel. Keadaan ini disebabkan karena perbedaan suplai air susu di antara kedua payudara ibu. Untuk mengatasi masalah seperti ini anda bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Rasa ASI yang Tidak Sesuai

Ibu menyusui tidak disarankan mengkonsumsi makanan yang dapat mempengaruhi ASI. Beberapa makanan yang dapat mempengaruhi ASI di antaranya yaitu makanan bercita rasa pedas, alkohol dan lain sebagainya. Selama menyusui, ibu disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya. Makanan sehat seperti itu akan membuat kualitas dari ASI tetap terjaga.

Perhatian Bayi Teralihkan

Anda jangan terlalu merasa khawatir karena bisa saja penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena perhatian bayi teralihkan. Untuk mengatasi keadaan ini anda dapat mencoba untuk menyimpan kain pada dada bayi kemudian tepuk-tepuk dengan lembut. Ini dilakukan untuk membuat bayi kembali tenang.

Keadaan sekitar dapat mempengaruhi proses menyusui. Mungkin saja bayi merasa tidak nyaman karena lingkungan tempat menyusui terlalu ramai atau gelap sehingga ia akan cenderung lebih rewel. Untuk itu, penting memperhatikan keadaan sekitar saat menyusui bayi.

Ketika bayi anda rewel saat menyusu dan membuat anda kewalahan, cara menyusui bayi agar tidak rewel seperti di bawah ini dapat membantu anda.

Cara Menyusui Bayi Agar Tidak Rewel

  • Langkah pertama kali yang harus anda lakukan sebelum menyusui bayi agar bayi tidak rewel dan merasa lebih nyaman, serta menikmati proses menyusui yaitu dengan memperhatikan keadaan payudara. Sebelum menyusu pastikan anda membersihkan payudara terlebih dahulu. Membersihkan payudara dapat dilakukan sekitar 5 atau 10 menit sebelum anda menyusu.
  • Jika sudah, anda dapat mengangkat bayi dan memposisikannya pada posisi yang tepat, posisi yang nyaman baik untuk bayi maupun untuk anda. Kemudian, posisikan mulut bayi pada payudara anda. Usahakan pelekatan dilakukan dengan baik dan benar. Posisikan mulut bayi anda tepat pada areola atau area hitam payudara. Ini dilakukan agar seluruh bagian puting masuk ke dalam mulut bayi sehingga ibu tidak akan merasa sakit dan bayi mendapatkan cukup ASI.
  • Anda dapat memerah payudara saat menyusui bayi dengan menggunakan satu tangan yang tidak digunakan untuk memeluk bayi anda. Langkah ini dilakukan agar ASI yang keluar lebih banyak.
    Biarkan bayi menghisap ASI sesuai dengan kebutuhannya. Hindari mencabut payudara saat bayi sedang menyusu atau menghisap ASI. Lepaskan payudara dari bayi saat bayi sedang tidak menghisap atau ketika bayi berhenti menghisap. Hindari menarik puting susu langsung dari mulut bayi. Namun, alangkah lebih baik menariknya dengan pelan dan perlahan guna kembali merangsang hisapan bayi.
  • Apabila bayi sudah benar-benar kenyang, anda dapat menghentikan proses menyusui bayi. Sesudah menyusu biarkan si kecil beristirahat terlebih dahulu. Kemudian setelah 2 jam menyusu yang pertama, anda dapat kembali menyusui si kecil dengan payudara yang satunya lagi agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi untuk menunjang tumbuh kembangnya.
  • Jika sudah selesai, sebaiknya bersihkan mulut bayi. Anda dapat membersihkan mulut bayi dengan menggunakan air putih. Air putih digunakan hanya untuk membasuh mulut bayi bukan diberikan untuk minum. Selalu menjaga kebersihan mulut bayi setelah menyusu akan menghindari bayi dari masalah kesehatan seperti sariawan. Pasalnya, apabila bayi mengalami sariawan maka akan mengganggu ketika menyusu, akibatnya bayi lebih rewel.

Dengan demikian, setelah mengetahui beberapa penyebab bayi rewel saat menyusu anda dapat menghindarinya. ASI penting untuk menunjang proses tumbuh kembang bayi, sehingga memaksimalkan pemberian ASI pada bayi penting dilakukan agar bayi mendapatkan cukup ASI. Agar proses pemberian ASI maksimal, maka meminimalisir keadaan yang mempengaruhi proses menyusui penting dilakukan.

Penting melakukan persiapan sebelum menyusui bayi agar proses menyusui bayi berjalan lancar.

Menyusui adalah kewajiban seorang ibu dan mendapatkan ASI eksklusif merupakan hak setiap anak. Memberikan ASI merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi asupan gizi bayi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara bayi yang mendapatkan ASI cukup dan bayi yang tidak mendapatkan ASI atau tidak cukup ASI. Bayi ASI memiliki sistem imun yang lebih kuat, serta perkembangan otak menjadi lebih maksimal.

Agar proses menyusui bayi berjalan lancar, tanpa ada hambatan apapun, ibu sebaiknya melakukan persiapan sebelum menyusui bayinya. Persiapan yang dilakukan berupa persiapan fisik atau psikologis.
Persiapan menyusui bayi dapat dilakukan sedini mungkin, yakni sejak kehamilan kemudian dilanjutkan setelah kalahiran.

Persiapan Sebelum Menyusui Bayi

Persiapan Sebelum Menyusui Bayi

Persiapan Sejak Kehamilan

  • Mencari Tahu Informasi Menyusui Bayi

Sebelum menyusui bayi, ibu harus mencari informasi tentang menyusui bayi sejak kehamilan. Informasi tersebut bisa didapatkan dari ahli laktasi atau lain sebagainya. Sebaiknya konsultasikan informasi yang diterima pada dokter kandungan yang anda pilih.

  • Perawatan Puting Payudara

Perawatan puting payudara penting dilakukan sejak dini. Ketika membersihkan puting sebaiknya hindari menggosok puting dengan terlalu keras. Ini dilakukan agar puting tidak terluka dan tidak akan membuat sakit saat proses menyusui bayi nanti. Ketika membersihkan puting sebaiknya bersihkan puting dengan lembut dan hati-hati.

  • Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi dapat dilakukan ibu hamil untuk mempersiapkan proses menyusui bayinya. Teknik relaksasi yang dilakukan yaitu dengan mengatur pernafasan. Teknik ini bermanfaat untuk proses menyusui bayi. Pada masa awal menyusui bayi, ketenangan harus ibu miliki untuk menenangkan bayi, serta menuntun bayi untuk menyusu atau mendapatkan air susu ibu.

  • Menyiapkan Perlengkapan Menyusui

Menyiapkan perlengkapan menyusui sesuai dengan yang dibutuhkan dapat ibu lakukan. Meskipun perlengkapan menyusui tidak wajib dimiliki, akan tetapi dengan adanya perlengkapan ini akan memudahkan ibu dalam menyusui bayinya. Perlengkapan yang dapat ibu persiapkan untuk menyusui bayi di antaranya yaitu bra khusus menyusui. Bra khusus menyusui tentunya berbeda dengan bra biasanya. Bra khusus menyusui umumnya memiliki bentuk yang besar sehingga mampu mendukung payudara ibu saat masa menyusui nanti. Bra khusus menyusui dilengkapi dengan bagian yang dapat dibuka dan ditutup pada bagian depannya sehingga akan memudahkan proses menyusui.

Selain bra, perlengkapan lain yang dapat ibu siapkan yaitu baju yang dilengkapi dengan kancing di bagian depan. Selain itu, bantal menyusui dapat ibu beli agar proses menyusui dapat berjalan lancar.

  • Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Salah satu faktor pendukung kesehatan ibu hamil yaitu asupan nutrisi yang tepat. Selain itu, nutrisi yang tepat selama kehamilan akan membantu menyiapkan kualitas ASI. Agar semua kebutuhan nutrisi terpenuhi, anda dapat membuat daftar menu sehat selama kehamilan.

  • Persiapkan Produksi Kolostrum

Kolostrum merupakan sebutan untuk susu pertama bayi yang diproduksi saat ibu hamil. Produksi kolostrum akan mempengaruhi ukuran payudara ibu. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan produksi kolostrum disarankan untuk tidak menggunkan bra yang terlalu ketat.

  • Meminta Dukungan Dari Pasangan

Meminta dukungan dari pasangan dapat anda lakukan sebagai langkah persiapan menyusui bayi. Pasangan anda yang kelak akan menjadi ayah ASI, adalah salah satu bagian penting yang dapat menentukan kesuksesan menyusui bayi. Bagi ibu menyusui yang mendapatkan dukungan dari pasangannya akan memungkinkan menyusui bayi dalam waktu lama sesuai dengan kebutuhan bayi.

Persiapan Menyusui Bayi Setelah Kelahiran

  • Persiapan menyusui bayi dilakukan tidak hanya saat kehamilan saja. Setelah kalahiran, saat pertama kali menyusui dan seterusnya ibu perlu melakukan persiapan untuk mendukung keberhasilan proses menyusui. Berikut ini persiapan menyusui bayi yang dapat anda lakukan:
  • Setiap akan menyusu disarankan untuk selalu menyiapkan mental dan fisik dengan baik supaya proses menyusui bayi dapat dilakukan dengan baik dan tenang.
  • Untuk membantu ibu lebih rileks, mandi dengan menggunakan air hangat sebelum menyusu dapat dilakukan. Mandi dengan air hangat pun dapat membuat aliran darah ibu menjadi lebih lancar, sehingga akan mempengaruhi sirkulasi air susu yang dihasilkan.
  • Sebelum menyusui, pastikan fisik ibu dalam keadaan bersih terutama tangan. Sebelum menggendong bayi disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih. Selain itu, payudara ibu sudah dalam keadaan bersih yang sebelumnya sudah dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan kapas yang sudah direndam dalam air hangat.
  • Siapkan tempat dan beberapa perlengkapan menyusui yang dibutuhkan. Siapkan kursi yang dilengkapi dengan sandaran, bantal untuk menyangga tangan dan untuk menopang tubuh bayi. Saat menyusui bayi, hindari posisi duduk yang membuat kaki ibu menggantung.
  • Untuk membantu memperlancar aliran darah dan produktivitas susu, mengompres payudara merupakan pilihan yang dapat dilakukan.
  • Agar proses menyusui lebih maksimal, penting untuk membuat pelekatan mulut bayi dan payudara ibu dilakukan dengan baik.

Dengan demikian, persiapan menyusui bayi penting dilakukan baik selama kehamilan atau setelah kelahiran, setiap kali menyusui bayi. Persiapan yang dilakukan akan memperlancar proses menyusui bayi sehingga bayi mendapatkan ASI yang cukup sesuai dengan kebutuhannya. Jangan segan-segan untuk meminta informasi dan saran dari teman atau saudara yang sudah berpengalaman, serta ahli laktasi jika diperlukan.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur – Bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Ketika tidur pada waktu menyusu, anda dapat membangunkannya agar si kecil tetap menyusu atau mendapatkan ASI.

Menyusui bayi penting dilakukan oleh ibu untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi. Selain asupan bayi yang terpenuhi, ASI atau air susu ibu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bayi. Selain bayi yang mendapatkan manfaatnya, ibu pun akan merasakannya. Memberikan ASI eksklusif disarankan hingga bayi berusia minimal 6 bulan. ASI eksklusif akan secara tidak langsung akan memberikan imunitas alami pada bayi.

Proses menyusui bayi dapat dilakukan dengan berbagai cara, maupun posisi sesuai dengan kenyamanan ibu dan bayi. Serta dari payudara mana saja atau tidak menitik beratkan hanya pada satu payudara saja.

Menyusui bayi sebaiknya dilakukan sejak bayi lahir. Pada bayi baru lahir ibu disarankan untuk menyusui bayi dengan intensitas yang lebih sering karena bayi baru lahir membutuhkan ASI lebih banyak. Pada bayi baru lahir, pemberian ASI atau menyusui dilakukan sebanyak 8 sampai 12 kali dalam sehari. Dimana untuk waktunya sendiri bisa diatur setiap 2 sampai 3 jam sekali.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur

Namun, bayi baru lahir biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Meskipun begitu sebaiknya anda jangan membiarkan si kecil terus tidur sehingga tidak mendapatkan ASI. Anda dapat membangunkan si kecil untuk menyusu.

Lantas seperti apa cara menyusui bayi yang sedang tidur? Perlu diketahui, memberikan ASI ketika si kecil sedang tertidur tidak disarankan karena akan menyebabkan masalah. Oleh karena itu, sebelum menyusuinya sebaiknya bangunkan terlebih dahulu dan hindari menyusuinya sambil tiduran.

Bahaya Menyusui Bayi Sambil Tiduran

Terkadang setelah bayi bangun tidur untuk memudahkan, ibu menyusui bayinya sambil tiduran. Namun, menyusui bayi sambil tiduran justru berbahaya untuk bayi. Berikut ini bahaya menyusui bayi sambil tiduran:

Bayi Tersedak

Menyusui bayi sambil tiduran dapat meningkatkan risiko bayi tersedak ASI. Penyebab bayi tersedak saat tiduran yaitu karena aliran ASI yang terlalu deras saat posisi ibu tidur miring. Ketika tersedak, tentunya bayi akan batuk. Akan menjadi masalah besar apabila ASI yang membuat bayi tersedak masuk ke dalam paru-parunya sehingga akan mengakibatkan si kecil sulit bernafas. Keadaan akan semakin parah apabila ASI masuk ke dalam paru-paru, si kecil akan mengalami batuk kronik.

Infeksi Telinga

Selain tersedak, menyusui bayi sambil tiduran akan membahayakan telinganya. Ketika menyusu bisa saja ASI masuk ke dalam telinga bayi. Meskipun ASI tidak mengandung zat yang berbahaya, tetapi ASI yang masuk ke dalam telinga bayi akan menyebabkan infeksi telinga. Tanpa disadari ASI yang masuk ke dalam telinga bayi akan menumpuk, sehingga akan menyebabkan munculnya kotoran pada telinga bayi. Apabila tidak segera diatasi, maka keadaan ini akan menimbulkan iritasi dan infeksi telinga.

Bayi Sulit Bernafas

Selama masa menyusui, ukuran payudara ibu tentunya akan lebih besar dari sebelumnya. Ini akan berbahaya jika ibu menyusui bayi sambil tiduran. Posisi menyusui sambil tiduran akan membuat bayi sulit bernafas karena tertutup oleh payudara ibu. Bahkan tidak menutup kemungkinan ibu akan ketiduran sehingga tidak sengaja menindih bayi.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur

Cara menyusui bayi yang sedang tidur dapat anda lakukan dengan tepat. Berikut ini cara menyusui bayi yang sedang tidur.

Bangunkan Dengan Lembut

Apabila bayi terlelap tidur saat waktu menyusu, anda dapat membangunkan si kecil dengan lembut dan perlahan. Tunggu beberapa saat hingga si kecil memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia sudah terbangun seperti gerakan mata, atau ia merengek. Ketika itu terjadi anda dapat langsung merengkuh bayi. Usap tubuh bayi dengan lembut, kemudian ajak si kecil berbincang hingga pada akhirnya ia terbangun. Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk mengganti popok hingga si kecil benar-benar terbangun.

Rubah Posisi Menyusu Apabila Bayi Tertidur

Ketika menyusu, bayi biasanya sering tertidur karena terlalu mengantuk. Apabila ini terjadi anda jangan membiarkannya. Agar si kecil terbangun dan kembali menyusu, anda dapat merubah posisi menyusui dengan lembut dan perlahan. Dengan gerakan yang anda lakukan ketika merubah posisi menyusui, si kecil akan terbangun dan langsung kembali menyusu.

Tenangkan Bayi Ketika Menyusu Setelah Tidur

Pada saat si kecil sudah terbangun, ada saatnya dimana ia tidak bisa diam atau bahkan menjadi rewel. Si kecil yang terlalu banyak bergerak akan membuat ibu kesulitan ketika menyusuinya. Jika ini terjadi, maka anda dapat membuka pakaiannya. Kemudian dekap si kecil dan ayunkan dengan perlahan dan hati-ati. Anda dapat mengajak si kecil berbicara atau bersenandung. Dengan cara seperti ini si kecil akan menjadi lebih tenang dan akan memudahkan dalam menyusuinya.

Dengan demikian, bangunkan terlebih dahulu bayi saat tidur sebelum menyusuinya. Setelah si kecil bangun, anda dapat menggendongnya kemudian menentukan posisi menyusui yang tepat. Namun, hindari menyusui dengan posisi miring atau tiduran guna menghindari bahaya yang akan terjadi. Itulah cara menyusui bayi yang sedang tidur. Semoga bermanfaat.

Bayi umumnya akan sering terbangun dan meminta ASI ketika malam hari. Agar proses menyusui berjalan lancar, anda bisa memperhatikan tips menyusui bayi malam hari.

ASI atau air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi. Karena begitu pentingnya ASI untuk bayi, maka dari itu menyusui bayi merupakan tugas wajib yang harus dilakukan oleh setiap ibu. Pemberian ASI eksklusif dilakukan minimal hingga usia bayi 6 bulan.

Ibu yang baru saja melahirkan buah hatinya tidak akan merasakan tidur nyenyak ketika malam hari. Di sela-sela tidurnya, ibu harus bangun untuk memberikan ASI pada buah hatinya yang memanggil dengan tangisan yang menggemaskan. Kebiasaan ini biasanya akan berlangsung hingga bayi berusia 3 bulan, karena setelahnya rutinitas tidur bayi akan mulai terlihat.

Tips Menyusui Bayi Malam Hari

Karena sudah menjadi tugas seorang ibu untuk menyusui bayinya, dimana pun dan kapan pun ketika bayi membutuhkan, maka dari itu ibu harus siap menanggung segala resiko termasuk rasa kantuk yang mendera ketika malam hari. Menyusui bayi di malam hari memiliki banyak manfaat yang tidak ternilai.
Simak alasan mengapa penting menyusui bayi di malam hari seperti berikut ini.

Ketika malam hari ASI mengandung banyak triptofan

Di malam hari, ASI atau air susu ibu mengandung banyak asam amino esensial atau disebut dengan triptofan. Dimana triptofan dibutuhkan oleh bayi untuk mendukung pertumbuhannya secara normal. Triptofan di dalam tubuh memiliki peran untuk membantu produksi hormon serotonin dan memiliki dampak positif untuk kualitas tidur.

Cara Alami Menidurkan Bayi

Ketika sudah selesai menyusu, dimana si kecil sudah merasa kenyang, biasanya ia akan langsung tertidur di dekapan ibunya. Dan berdasarkan fakta, menyusui bayi menjadi salah satu cara untuk menidurkan bayi. Pada masa awal kehidupannya, bayi akan tertidur apabila ia sudah puas atau kenyang menyusu. Bahkan bayi selalu meminta menyusu di awal malam agar ia bisa tertidur.

Anda bisa menyusui si kecil di awal malam sampai ia tertidur. Kemudian, anda bisa kembali menyusui bayi di tengah malam hingga si kecil kembali tidur. Pada pukul 22:00 sampai 00:00 anda bisa membangunkan si kecil untuk menyusu. Akan tetapi, jangan biarkan si kecil benar-benar terjaga. Biarkan bayi anda dengan keadaan setengah tidur, serta masih bisa menyusu. Cara menyusui seperti ini akan membantu bayi anda tidur lebih lama. Jika anda hendak melakukan cara menyusui seperti ini, maka anda bisa memberikan jarak sekitar 3 sampai 4 jam dari waktu menyusui sebelumnya.

Butuh Disusui Lebih Sering

Pada umumnya, baik di siang atau di malam hari, bayi membutuhkan menyusu setiap 1,5 sampai 2,5 jam. Akan tetapi, pada minggu awal kehidupannya bayi menyusu sekitar 6 sampai 8 kali dalam sehari dan jeda waktunya tidak menentu. Untuk itu, anda harus bisa beradaptasi dengan kebutuhan bayi anda. Sebaiknya, kapan pun bayi anda ingin menyusu, anda harus bersedia memberikannya tanpa terpaku pada jadwal.

Bayi perlu disusui sesering mungkin karena ASI mudah dicerna. Tidak hanya itu, bayi membutuhkan suplai susu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

  • Jika anda sering menyusui bayi anda, maka anda dan bayi anda akan mendapatkan manfaat berikut ini:
  • Berat badan si kecil akan bertambah dengan cepat.
  • Ikatan antara anda dan bayi akan terjalin dengan baik.
  • Kegelisahan yang dialami bayi akan berkurang.
  • Resiko bayi terkena penyakit kuning pada bayi akan berkurang.
  • Untuk ibu, menyusui bayi lebih sering akan menurunkan resiko payudara membesar.

Ketika menyusui bayi di malam hari, anda harus memperhatikan aturannya. Untuk melancarkan proses menyusui di malam hari, simak tips menyusui bayi malam hari seperti berikut ini.

Tips Menyusui Bayi Malam Hari

Biarkan Lampu Tetap Padam

Untuk memberitahu pada bayi anda bahwa ia sedang menyusu di malam hari, maka ketika menyusuinya jangan menghidupkan lampu. Anda bisa tetap membiarkan kamar tidur gelap. Jika membutuhkan cahaya anda bisa menggunakan lampu tidur yang redup.

Hindari Menyusui Apabila Si Kecil Tidak Lapar

Apabila bayi anda tidak merengek meminta disusui, anda jangan membangunkannya. Biarkan si kecil terbangun sendiri. Bayi biasanya akan terbangun setiap 2-3 jam sekali. Ketika si kecil terbangun dan merengek minta disusui, baru anda bisa menyusuinya. Akan tetapi, untuk bayi yang memiliki masalah dengan berat badannya, ia perlu dibangunkan untuk disusui secara berkala. Untuk memastikan kondisi bayi anda, anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Hindari Berinteraksi

Berinteraksi atau mengajaknya berbicara hanya akan membuat si kecil terbangun. Apabila anda melihat si kecil gelisah setelah menyusu, anda bisa membiarkannya dan tunggu hingga ia benar-benar tenang. Untuk menenangkannya kembali anda bisa mengusap dahinya untuk membantu ia tertidur. Hindari menggendong bayi anda, terkecuali jika popoknya basah atau bayi anda menangis.

Sendawakan Setelah Menyusu

Seperti menyusui di siang hari, menyendawakan bayi ketika malam hari setelah menyusui perlu dilakukan. Ketika ada udara yang terperangkap di dalam perut, maka ia tidak akan merasa nyaman, bahkan mungkin akan menangis. Anda bisa menyusui bayi di sela waktu pemberian ASI atau setelah selesai menyusui dan si kecil merasa kenyang.

Dekatkan Bayi Anda

Apabila bayi anda tidur di ranjang bayi, maka usahakan posisi ranjang tersebut berada dekat dengan tempat tidur anda, agar anda bisa lebih mudah untuk menyusui. World Health Organization (WHO) menyarankan agar bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tuanya pada 6 bulan awal kehidupannya.

Persiapkan Segala Kebutuhan

Selama anda menyusui bayi di malam hari, maka alangkah lebih baik untuk menyiapkan semua kebutuhan di kamar agar lebih mudah.

Sembunyikan Jam

Ketika ada jam di kamar, anda akan terus menerus tergoda untuk memperhatikan jam selama menyusui bayi anda. Sebaiknya sembunyikan jam tersebut, karena terus menerus melihat jam tidak akan membantu, justru hanya akan menghambat. Anda akan tergesa-gesa ketika menyusui bayi karena terpaku pada jam yang sudah larut malam. Akibatnya, bayi anda tidak akan mendapatkan cukup ASI.

Jangan Sungkan Meminta Bantuan

Ketika anda merasa kerepotan ketika harus menyusui bayi anda di malam hari, anda jangan merasa segan untuk meminta bantuan suami anda. Jika anda memutuskan untuk menyusui si kecil dengan ASIP atau ASI perah, anda dapat meminta suami anda memanaskan ASIP tersebut. Jika tidak, anda bisa meminta bantuan suami untuk menenangkan si kecil setelah selesai menyusu.

Tidur Siang

Agar anda tidak kekurangan waktu istirahat, anda bisa tidur ketika siang hari. Masalah menjaga si kecil, anda bisa meminta bantuan suami atau anggota keluarga yang lainnya.

Demikian aturan menyusui bayi malam hari. Agar bayi anda mendapatkan manfaat dari ASI, maka anda harus bersedia untuk menyusuinya kapan pun, meskipun ketika malam hari. Semoga bermanfaat.