Tidur nyenyak dan berkualitas memiliki banyak manfaat untuk bayi. Agar bayi mendapatkan manfaatnya, ketahui tips menerapkan rutinitas malam agar bayi tidur nyenyak dan berkualitas.

Membuat bayi tidur nyenyak dan berkualitas penting dilakukan karena memiliki banyak manfaat. Manfaat tidur berkualitas bagi bayi di antaranya yaitu, dapat mendorong pertumbuhan, kesehatan jantung, kebal melawan infeksi dan penyakit, perkembangan otak menjadi optimal dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun, tidak sedikit bayi yang tidak bisa mendapatkan tidur berkualitas karena mengalami masalah atau gangguan tidur. Masalah tidur yang dialami bayi, selain dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi, juga dapat menyebabkan masalah perilaku kemudian hari.

rutinitas malam agar bayi tidur nyenyak

Agar bayi anda mendapatkan tidur yang berkualitas, maka masalah tidur yang dialami oleh bayi harus diatasi. Anda dapat menciptakan rutinitas malam hari sebelum tidur untuk membentuk pola tidur si kecil dan membuatnya tidur berkualitas. Terapkan rutinitas tidur yang konsisten pada anak anda setiap malam seperti misalkan, mandi menggunakan air hangat, melakukan pijatan, membaca cerita atau lain sebagainya.

Dengan rutinitas yang dilakukan setiap malam, akan membuat bayi menjadi lebih rileks dan nyaman. Bayi akan mengetahui kegiatan apa yang akan dilakukan setelah melakukan rutinitas tersebut. Apabila bayi merasa nyaman dan rileks, maka ia akan lebih mudah tidur.

Berikut ini tips menerapkan rutinitas tidur malam agar bayi dapat tidur nyenyak.

Tips Menerapkan Rutinitas Malam Agar Bayi Tidur Nyenyak

Mandi

Selain menyegarkan, mandi diyakini dapat membuat tubuh menjadi lebih nyaman dan rileks sehingga dapat lebih siap untuk beristirahat. Waktu mandi dapat menjadi momen yang mampu mempererat hubungan bayi dan orangtua.

Usapan tangan orangtua yang lembut dan senyum yang penuh dengan cinta akan membuat bayi merasa lebih dicintai dan disayangi. Sehingga hal ini dapat membantu mengoptimalkan perkembangan psikologis bayi. Waktu mandi dapat dijadikan momen bagi bayi dalam melatih keterampilan motorik dan kemampuan sensoriknya.

Agar mandi menjadi lebih menyenangkan dan si kecil merasa lebih nyaman, anda dapat melakukan beberapa langkah seperti berikut ini:

Langkah awal

Siapkan semua perlengkapan mandi bayi yang dibutuhkan. Jika semuanya sudah siap, anda dapat mengajak bayi anda ke tempat mandi. Kemudian, dengan perlahan-lahan masukan bayi anda ke dalam bak mandi, gunakan satu tangan untuk menopang kepala dan tubuh. Sedangkan tangan yang lainnya digunakan untuk menyangga tubuh bayi bagian bawah.

Bersihkan wajah

Sebelum membersihkan bagian tubuh yang lainnya, bersihkan terlebih dahulu bagian wajah bayi yang diawali dengan membersihkan area mata menggunakan waslap yang sudah dibasahi air tanpa menggunakan sabun. Kemudian anda dapat melanjutkannya ke area wajah yang lainnya.

Bersihkan Tubuh

Bersihkan seluruh bagian tubuh bayi anda dengan lembut dan hati-hati. Untuk membersihkan area kelamin, gunakan waslap yang berbeda dari waslap yang digunakan untuk membersihkan bagian tubuh yang lainnya.

Membilas

Bilas tubuh bayi anda dengan lembut. Bagian tubuh bayi yang harus anda perhatikan yaitu bagian lipatan. Jika sudah, anda dapat mengeringkan tubuh bayi anda dengan menggunakan handuk lembut. Keringkan tubuhnya dengan cara ditepuk-tepuk lembut. Pastikan bagian lipatan tubuh bayi anda benar-benar kering .

Memijat Bayi

Pijatan lembut dapat anda lakukan sebagai rutinitas tidur bayi. Pijatan lembut dari tangan orangtua akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan rileks. Bayi akan merasakan kasih sayang dan cinta yang besar dari sentuhan tangan orangtuanya.

Lakukan pijatan pada bayi dengan cara memijat bayi yang baik dan benar. Pastikan anda memijat bayi dengan lembut dan hati-hati.

Ciptakan Suasana Nyaman dan Tenang

Rutinitas yang anda lakukan bersama dengan bayi sebelum tidur harus menjadi momen yang menyenangkan bagi bayi anda. Jangan memaksa bayi untuk tidur sehingga membuat bayi rewel dan menangis, karena hal seperti itu justru hanya akan mengganggu tidur bayi dan mengakibatkan tidurnya tidak berkualitas. Cobalah untuk menciptakan suasana yang tenang setiap malam sebelum tidur. Dalam menciptakan suasana seperti itu, anda dapat mencoba beberapa langkah seperti berikut ini:

Ciptakan ruangan yang nyaman dan tenang

Jika sudah waktunya tidur, anda dapat membawa si kecil ke kamarnya. Ciptakan agar suasana kamar atau ruangan tempat si kecil tidur dalam keadaan nyaman dan tenang. Anda dapat meredupkan lampu kamar si kecil dan hanya menyalakan lampu khusus tidur, mengatur suhu ruangan agar si kecil lebih nyaman.

Putar musik

Sebelum menyimpan si kecil di tempat tidurnya, anda dapat mencoba untuk menimang. Agar si kecil lebih mudah tidur, anda dapat mencoba untuk menyanyikan sebuah lagu anak sebagai pengantar tidurnya. Jika tidak, anda dapat memutar musik yang menenangkan.

Apabila bayi anda sudah benar-benar lelap, anda dapat membaringkannya di tempat dengan perlahan agar ia tidak kembali terbangun.

Hal yang Harus Dihindari Agar Bayi Tidur Nyenyak

Beberapa hal yang dilakukan oleh orangtua tanpa disadari dapat membuat tidur bayi menjadi tidak nyenyak. Agar tidur bayi anda nyenyak, hindari beberapa hal seperti berikut ini:

Memberi makan bayi

Tidak sedikit orangtua memberi makan bayi sebelum tidur. Umumnya, bayi memang harus mendapatkan asupan makanan setiap 2-3 jam sekali. Keadaan ini normal terjadi pada bayi baru lahir. Namun, membiasakan hal seperti ini hingga bayi beranjak besar rasanya tidak baik. Saat bayi menginjak usia 4 bulan, ada baiknya jika anda membentuk rutinitas tidur. Apabila sebelum tidur bayi diberi makan, maka ia akan terbiasa terbangun dan anda harus melakukan rutinitas yang sama.

Menggendong setiap menangis

Saat bayi menangis, untuk menghentikan tangisannya orangtua akan menggendongnya. Menggendong bayi ketika menangis dianggap sebagai langkah paling efektif untuk menghentikan tangisan bayi. Akan tetapi, untuk bayi yang usianya sudah lebih dari 6 bulan, sebaiknya hindari terlalu memanjakannya dengan menggendong setiap kali ia menangis. Anda dapat sedikit membiarkan bayi anda menangis.

Semakin lama, anda dapat mengatur waktu sehingga bayi anda dapat mengatur waktu untuk menenangkan dirinya sendiri. Bayi menangis ketika tidur tidak selamanya karena popoknya penuh atau lapar. Namun, anda harus lebih waspada jika tangisan bayi anda menandakan kesakitan.

Menyusui bayi lebih lama ketika malam hari

Ketika sudah berusia 6 bulan, bayi tidak terlalu membutuhkan makanan di tengah malam. Semakin usia bayi beranjak dewasa, sebaiknya jangan biasakan menyusuinya di tengah malam. Selain hanya mengganggu waktu tidur, menyusui bayi ketika malam hari dapat mempengaruhi porsi makannya ketika pagi atau siang hari.

Membiarkan bayi terjaga hingga malam

Bayi tidak akan tidur berkualitas dan nyenyak apabila anda tidak dapat membiasakan jadwal tidur yang tepat atau membiarkan bayi terjaga sampai larut malam. Pastikan anda membuat jadwal tidur yang baik untuk bayi anda. Sebaiknya, anda terapkan rutinitas malam untuk membiasakan pola tidurnya yang baik.

Jika tidak bisa tidur nyenyak dan berkualitas, bahkan waktu tidurnya kurang, maka dapat menimbulkan efek buruk bagi bayi. Karena seperti itu, penting untuk membuat tidur bayi berkualitas, salah satunya dengan cara menerapkan rutinitas sebelum tidur seperti di atas.

Melatih bayi tidur sendiri sejak dini sangat bermanfaat untuk kemandiriannya kelak. Untuk itu, penting mengetahui cara melatih bayi tidur tanpa digendong dan disusui.

Memiliki seorang bayi tentunya akan begitu menyenangkan. Namun, di sisi lain tugas berat harus diemban oleh seorang ibu. Selain mengurus keperluan rumah tangga, seorang ibu harus berusaha merawat dan membesarkan bayinya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Mengurus dan merawat bayi bukanlah kegiatan yang mudah untuk dilakukan. Selain membutuhkan tenaga ekstra, ibu harus berhati-hati dan teliti ketika merawat buah hati tercinta, pasalnya bayi masih sangat lemah dan rapuh.

cara melatih bayi tidur tanpa digendong

Agar ibu dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu dan istri dengan baik, maka salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu dengan mensiasati waktu. Ibu dapat mengatur waktu dalam merawat dan mengurus bayi dengan tugas rumah tangga yang lainnya. Ibu dapat mengerjakan tugas rumah tangga dengan memanfaatkan waktu tidur bayi. Agar waktu lebih efektif, ada baiknya jika ibu melatih bayi tidur sendiri tanpa harus digendong atau disusui.

Waktu yang biasanya digunakan untuk menimang bayi atau menyusui bayi bisa digunakan untuk mengurus hal yang lainnya. Akan tetapi, melatih bayi tidur tanpa digendong dan disusui tidak mudah. Ibu harus melakukannya dengan penuh kesabaran dan konsisten. Lantas bagaimana cara melatih bayi tidur tanpa digendong dan menyusu? Untuk mengetahuinya anda dapat simak pembahasan di bawah ini.

Cara Melatih Bayi Tidur Tanpa Digendong dan Disusui

Pisahkan Waktu Menyusui dan Tidur

Langkah pertama yang dapat anda lakukan untuk melatih bayi tidur tanpa digendong dan disusui yaitu dengan memisahkan waktu menyusu dan waktu tidur si kecil. Anda harus membuat batasan antara dua kegiatan tersebut. Hindari membiasakan bayi anda menyusu sebelum atau sambil tidur.

Apabila anda mendapati bayi terbangun ketika malam hari karena lapar, maka anda dapat memberikannya susu. Jika sudah selesai biarkanlah ia untuk tertidur kembali. Begitu seterusnya, ketika si kecil bangun lagi anda dapat kembali memberinya susu hingga kenyang kemudian biarkan ia tertidur kembali.

Akan tetapi apabila bayi anda hanya terlihat mengantuk, anda dapat menggendongnya dengan berjalan-jalan dan diayun sedikit dibandingkan dengan memberinya susu. Hal penting pada langkah pertama ini yaitu memberikan pilihan pada si kecil selain menyusu agar ia dapat dengan mudah tertidur.

Ada baiknya jika anda melakukan cara ini dengan berulang-ulang sampai bayi terbiasa tidak menyusu agar ia dapat kembali tertidur.

Langkah seperti ini dapat anda lakukan setelah bayi anda berusia lebih besar. Hindari melakukan cara ini ketika usia bayi anda masih kecil atau sedang dalam masa growth spurt atau percepatan pertumbuhan. Bayi yang usianya masih kecil atau bayi baru lahir membutuhkan lebih banyak asupan susu, ia pun akan lebih mudah merasa lapar. Bayi baru lahir harus disusui minimal setiap 2-4 jam sekali.

Menidurkan Bayi Tanpa Harus Diayun

Apabila bayi anda sudah terbiasa tidur tanpa menyusu, maka untuk langkah yang selanjutnya yaitu anda dapat membiasakan bayi anda tidur tanpa diayun-ayun meskipun ia perlu digendong.

Cara yang dapat anda lakukan yaitu dengan menggendong si kecil. Kemudian ayunkan ia hingga terlihat mengantuk dan hampir terlelap untuk tidur. Akan tetapi hal yang harus anda ingat sebelum bayi benar tidur yaitu berhenti diayunkan dan anda bisa duduk. Namun jika si kecil terbangun saat ayunan dihentikan, anda dapat kembali mengayunnya dengan perlahan hingga akhirnya si kecil kembali tertidur.

Cara ini dilakukan dengan berulang-ulang agar berhasil, yakni hingga bayi mengantuk dan ketika hampir tertidur tidak perlu diayun.

Semakin lama, maka waktu mengayun bayi untuk bisa tidur semakin berkurang, sehingga pada akhirnya si kecil dapat tertidur digendongan namun tanpa diayun.

Memindahkan Bayi ke Tempat Tidurnya

Apabila cara yang kedua sudah berhasil, maka anda dapat melakukan langkah yang selanjutnya. Pertama tunggu si kecil tertidur ketika anda menggendongnya atau tidur sendiri tanpa harus diayun meskipun masih dalam gendongan.

Saat si kecil hampir tertidur dan anda dalam posisi duduk, maka anda dapat mencoba berdiri kemudian diam sejenak. Ketika si kecil terbangun, kembali ayunkan sedikit. Jika sudah hampir tertidur, anda dapat meletakan si kecil ke tempat tidurnya dengan perlahan dan hati-hati.

Sebelum dibaringkan ke tempat tidur biasanya si kecil akan menangis dan terbangun. Apabila hal tersebut terjadi, maka anda dapat kembali menggendongnya dan mengayunnya pelan. Kemudian ulangi atau tidurkan kembali di tempat tidurnya saat si kecil akan tertidur pulas.

Agar cara ini dapat berhasil anda perlu mengulanginya beberapa kali. Intinya hal yang harus anda lakukan pada langkah ini yaitu memindahkan ke tempat tidur saat si kecil hampir tertidur, bukan setelah ia tidur pulas dalam gendongan.

Berikan Sentuhan Lembut, Bukan Gendongan

Jika langkah sebelumnya sudah berhasil, maka anda dapat kembali melanjutkan pada langkah yang terakhir ini. Saat ini bayi anda sudah bisa tidur tanpa harus diayun dan digendong. Sebelum tidur anda dapat memberikan sentuhan lembut dengan memeluknya atau anda dapat menggendongnya sebentar. Anda boleh mengayun si kecil sebentar hingga terlihat mengantuk, kemudian letakan ia di tempat tidurnya dengan terus menyentuh dahinya, tangan atau dada.

Anda dapat terus melakukan kegiatan ini hingga bayi anda mengerti bahwa ini merupakan rutinitas barunya. Lama kelamaan dengan seperti ini si kecil dapat tertidur sendiri.

Posisi tidur bayi akan menunjang kualitas tidurnya. Anda harus memilih posisi tidur yang aman dan terbaik untuk bayi.

Tidur akan memberikan banyak manfaat bagi bayi, selain merangsang perkembangan otak si kecil, tidur juga akan membantu mengeluarkan hormon pertumbuhan. Ketika bayi tidur nyenyak, maka pertumbuhan otak bayi akan berjalan dengan optimal sehingga kelak si kecil akan tumbuh cerdas dan tentunya tumbuh sesuai dengan yang anda harapkan. Akan tetapi, hal tersebut juga harus diiringi dengan stimulasi atau rangsangan yang diberikan dalam proses belajar.

Ketika memperhatikan bayi tidur, banyak orang tua yang bertanya-tanya posisi seperti apa yang terbaik untuk bayi tidur? Setiap bayi biasanya menunjukan posisi yang berbeda-beda ketika tidur. Berikut ini beberapa posisi tidur bayi.

Posisi Tidur  Bayi

Posisi Tidur Bayi

Posisi Telentang

Posisi tidur telentang merupakan posisi yang sangat umum kita lihat. Bayi yang umumnya sering tidur dengan posisi telentang yaitu bayi berusia 0 sampai 3 bulan. Dalam usia itu bayi masih belum bisa berguling, sehingga posisi ini dikatakan sebagai posisi tidur bayi yang baik dan aman. Tidur dengan posisi telentang diketahui akan mengurangi kematian yang diakibatkan oleh Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS hingga 50%. Biasanya banyak orang tua memilih posisi tidur seperti ini untuk menghindari kematian akibat SIDS.

Posisi Tidur Miring

Posisi tidur miring ke kanan biasanya banyak dipilih oleh bayi prematur. Terlebih lagi jika bayi minum dengan menggunakan selang atau masih memakai alat bantu untuk pernafasan. Ini bertujuan agar proses pengosongan di dalam lambung menjadi lebih mudah. Bahkan ketika si kecil sudah bisa pulang, biasanya dokter tetap menganjurkan untuk tidur dengan posisi miring guna mencegah terjadinya gumoh yang lebih banyak.

Dalam menerapkan bayi tidur dengan posisi miring, hal yang harus anda lakukan yaitu tetap mengawasinya dan lakukan pergantian posisi. Usahakan untuk tidak menerapkan pada satu sisi saja melainkan bergantian, baik sisi kiri maupun sisi kanan. Hal ini dilakukan untuk menghindari bentuk kepala bayi yang tidak proposional.

Posisi Tidur Tengkurap

Tidur dengan posisi ini akan membuat bayi tidur dalam waktu yang lama. Beberapa pihak mengatakan bahwa tidur dengan posisi ini akan membuat bayi lebih nyenyak, lebih nyaman, tidak banyak menangis dan gerak pernafasan serta perkembangan motorik bayi menjadi lebih baik. Dalam posisi ini mungkin si kecil akan merasa seperti dipeluk oleh ibunya dan perut akan terasa lebih hangat karena menempel pada tempat tidurnya.

Akan tetapi, tidur dengan posisi ini hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Berdasarkan data statistik, sindorm kematian mendadak atau SIDS banyak terjadi pada bayi dengan posisi tidur tengkurap. Posisi tidur ini tidak disarankan untuk bayi berusia di bawah 1 tahun karena akan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak.

Jika bayi suka dengan posisi tidur ini, anda tetap harus mengawasinya dan batasi dalam jangka waktu tertentu saja. Selain itu, usahakan mulut dan hidung bayi anda tidak terhalangi oleh benda apapun yang akan menyulitkannya ketika bernafas.

Tips Aman Menidurkan Bayi

Selain posisi tidur bayi yang harus anda perhatikan, beberapa hal lain perlu anda perhatikan guna mencegah sindrom kematian mendadak. Berikut ini upaya menidurkan bayi agar terhindar dari sindrom kematian mendadak.

  1. Anda harus memastikan kasur bayi tidak terlalu empuk dan pakailah sprei yang pas. Hindari menidurkan bayi pada tempat tidur air, sofa, kursi, bantal atau permukaan yang empuk lainya.
    Ketika tidur pakaikan ia pakaian yang nyaman dan tidak berlebihan. Untuk suhu ruangan, sebaiknya sesuaikan jangan terlalu hangat maupun terlalu dingin.
  2. Jangan menyimpan bantal terlalu banyak, boneka, selimut dan hindari pula menggunakan pelapis di pinggiran box.
  3. Jangan biarkan siapa pun merokok di dekat atau di sekitar bayi anda. Usahakan ruangan bayi terbebas dari asap rokok dan asap lainnya.
  4. Upayakan untuk menyusui bayi, karena manfaat ASI eksklusif sangat banyak. Berdasarkan bukti ilmiah, sindrom kematian mendadak akan menurun dengan proses ini. Menurut para ahli ASI atau air susu ibu dapat melindungi bayi dari infeksi yang akan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak atau SIDS.
  5. Selain menidurkan bayi di tempat yang aman, anda juga harus menidurkan bayi di ruangan yang sama atau tempat tidur yang sama dengan anda setidaknya hingga usia si kecil 12 bulan. Karena dengan menidurkan bayi dekat dengan anda, anda bisa merespon kebutuhan si kecil dengan cepat. Tidak hanya itu, bayi juga akan merasa lebih nyaman ketika berada dengan ibunya. Berdasarkan penelitian, ketika bayi tidur di ruangan yang sama dengan ibunya, resiko bayi meninggal akibat sindrom kematian mendadak atau SIDS dapat berkurang hingga 50 persen.
  6. Jika bayi anda memiliki gangguan asam lambung atau GERD, anda bisa konsultasikan mengenai posisi tidur yang tepat untuk bayi anda.

Sebagai orang tua yang bijak sebaiknya anda bisa membaca posisi tidur yang disenangi oleh bayi anda. Ketika tidur buatlah si kecil merasa nyaman sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak. Akan tetapi anda tetap harus memperhatikan posisi tidur si kecil.