Stimulasi Agar Anak Lancar Belajar Berbicara – Proses belajar berbicara anak akan menjadi lancar dengan dibarengi stimulasi. Beberapa stimulasi diketahui dapat membantu proses belajar anak.

Setiap anak memiliki kemampuan perkembangan berbicara yang berbeda-beda. Beberapa anak mengalami perkembangan bicara yang cepat, namun beberapa anak yang lainnya mengalami perkembangan berbicara yang lambat. Bahkan untuk membantu mereka berbicara dibutuhkan stimulasi yang berulang-ulang.

Berdasarkan penelitian, anak sudah mulai belajar berbicara saat usianya 7 bulan. Meskipun setiap anak memiliki perkembangan berbicara yang berbeda, tetapi tidak ada salahnya jika anda memberikan stimulasi untuk memperlancar proses bicara anak.

Stimulasi Untuk Memperlancar Anak Berbicara

Beberapa stimulasi mudah dan sederhana dapat anda lakukan bersama dengan si kecil sambil bermain seperti berikut ini. (baca juga: Stimulasi Melatih Bayi Merangkak)

Stimulasi Agar Anak Lancar Belajar Berbicara

Meminta Pendapat Si Kecil

Pada saat anda mengajak berbicara pada anak anda, maka anda dapat memberikan jeda pada si kecil agar ia dapat membalas kata-kata yang anda lontarkan untuknya. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan pada anak anda tentang ritme percakapan. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mendorong si kecil agar berpartisipasi. Meskipun si kecil belum bisa berbicara, tetapi si kecil dapat membalasnya dengan gumaman. Anda juga harus merespon hal tersebut.

Baca Buku Bersama

Membaca buku bersama dengan si kecil merupakan stimulasi yang tepat dan dapat anda lakukan untuk memperlancar proses belajar bicara anak anda. Banyak hal yang dapat dipelajari dari stimulasi seperti ini. Berdasarkan penelitian menyatakan, bahwa anak-anak belajar dengan mendengar, maka akan banyak kata yang baru dan berbeda yang ia dapatkan. Tidak hanya itu, si kecil pun akan belajar untuk mengaitkan antara ojek dengan kata. Pada saat memberikan stimulasi dengan membaca bersama, maka si kecil akan belajar untuk membuka halaman dan memegang buku. Anak anda akan belajar mengenai pola membaca yang bermanfaat kelak di masa depan.

Matikan Televisi

Sebaiknya matikan televisi saat anda mengobrol atau berbicara dengan anak anda. Suara bising dari tv, beserta dengan gambar yang ditampilkan akan memperpendek waktu mengobrol anak bersama dengan orangtua. Selain itu, waktu bermain anak pun akan menjadi singkat. Matikan tv dan habiskan waktu dengan mengobrol bersama dengan si kecil.

Bicara dengan Bahasa yang Baik dan Benar

Penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi dengan bicara menggunakan bahasa yang baik dan benar. Anak belajar dengan meniru kata-kata dari orang yang ada di dekatnya. Anda dapat berbicara pada si kecil dengan bahasa yang seharusnya, hindari meniru gaya bahasa si kecil atau mencadelkannya. Karena hal seperti ini justru hanya akan membuat si kecil merasa bingung. Anda harus menggunakan intonasi yang lembut. Hindari mengucapkan kata-kata kasar atau kotor karena dapat terekam dalam memori si kecil.

Ajak Anak Bernyanyi

Ajaklah si kecil untuk bernyanyi. Anda dapat menyanyikan lagu anak-anak yang riang dan memiliki syair yang pendek. Nyanyikan lagu tersebut secara berulang agar mudah diingat oleh si kecil. Pastikan bahasanya sederhana agar mudah ditiru.

Ajukan Pertanyaan

Ajukan pertanyaan pada si kecil. Ajukan pertanyaan yang berupa pilihan. Tanyakan padanya apakah ia ingin buah jeruk atau pisang. Jika anak anda tidak menjawabnya, namun hanya menunjuknya, maka sebaiknya jangan memberikan apa yang diinginkan. Anda dapat mengatakan padanya akan buah atau benda yang dipilihnya. Dengan seperti ini maka kosakatanya akan semakin bertambah, bahkan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat si kecil menjawab pertanyaan anda.

Ajak Anak Berbicara Pada Suasana yang Menyenangkan

Agar lebih mudah untuk dimengerti, maka anda dapat mengajak berbicara atau mengobrol si kecil pada suasana menyenangkan. Sebagai contoh, jika anda berbicara mengenai hujan, maka anda bisa memperbolehkan si kecil untuk menadahkan tangannya merasakan air hujan. Selain itu, anda juga bisa menyanyikan lagu-lagu tentang hujan. Dengan seperti ini, kemampuan bicara anak anda akan semakin terasah.

Berikan Pujian Pada Anak

Pada saat anak anda telah berhasil mengucapkan kosa kata, meskipun kosa kata yang diucapkan sederhana, maka anda bisa tetap memberikan pujian. Dengan seperti itu anak anda akan merasa dihargai, sehingga ia akan berusaha untuk mengeluarkan kosa kata yang lainnya.

Itulah beberapa stimulasi yang dapat anda lakukan agar proses belajar berbicara anak menjadi lancar. Namun, jika anak anda mengalami keterlambatan berbicara, sebagai orangtua anda harus lebih tanggap.
Sebelum anda menyatakan si kecil mengalami keterlambatan berbicara, penting mengetahui tahapan berbicara normal yang dilalui oleh seorang anak seperti berikut:

  • Usia 1 sampai 6 bulan : Dapat merespon suara orang lain dengan bergumam atau bunyi yang lainnya yang di keluarkan.
  • Usia 6 sampai 9 bulan: Bayi dapat mengoceh atau bisa disebut dengan bahasa bayi.
  • Usia 10 sampai 11 bulan: Dapat mengikuti suara orang lain. Ia dapat berbicara “mama” atau “papa” tanpa tujuan.
  • Usia 12 bulan: Berbicara “mama” atau “papa” dengan tujuan, atau mengikuti 2 sampai 3 kata.
  • Usia 13 sampai 15 bulan: Anak dapat berbicara 4 sampai 7 kata, namun isi dari pembicaraan anak belum dapat dimengerti.
  • Usia 16 sampai 18 bulan: Anak dapat berbicara 10 kata dan ia dapat mengulang kata yang diucapkan oleh oranglain.
  • Usia 19 sampai 21 bulan: Anak sudah mampu berbicara 20 kata dan bicaranya sudah mulai dimengerti orang lain.
  • Usia 22 sampai 24 bulan: Anak mampu berbicara 50 kata, ia mampu membuat kalimat dengan 2 buah kata. Sebagian kalimatnya dapat dimengerti oleh orang lain.
  • Usia 2 sampai 2,5 tahun: Anak mampu berbicara lebih dari 400 kata, termasuk nama. Ia dapat membuat kalimat dengan 2-3 kata. Isi pembicaraan anak sudah mulai dapat dimengerti.
  • Usia 2,5 sampai 3 tahun : Anak mengetahui usia dan jenis kelamin. Ia sudah mampu menghitung sampai dengan 3. Menggunakan 3-5 kata dalam satu kalimat, serta isi pembicaraannya sudah mulai dimengerti.
  • Usia 3 sampai 4 tahun : Dalam setiap kalimat ia menggunakan 3 sampai 6 huruf. Ia sudah mampu membentuk kalimat tanya dan membuat cerita.
  • Usia 4 sampai 5 tahun : Dalam setiap kalimat ia menggunakan 6 sampai 8 huruf, ia sudah mengenali warna dan sudah mampu menghitung sampai angka 10.

Hal yang Harus Dilakukan Jika Anak Terlambat Berbicara

Beberapa hal harus anda perhatikan apabila anak anda mengalami keterlambatan berbicara seperti berikut:

  • Segera konsultasikan pada dokter mengenai apa yang seharusnya dikuasai oleh si kecil pada usianya tersebut.
  • Jangan terlalu lama membiarkan anak anda menonton TV. Pasalnya, hal ini dapat berdampak tidak baik pada perkembangan anak. Ketika si kecil sedang menonton TV, maka ia akan merasa nyaman. Tayangan gambar yang bergerak dan penuh warna akan memanjakan matanya. Dengan seperti itu, maka anak akan kurang tertarik terhadap obyek yang statis dan kurang berwarna yang berada pada lingkungan di sekitarnya. Akibat dari keadaan ini, anak akan menjadi kurang peka, serta kurang fokus pada saat berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan yang dibutuhkan oleh si kecil agar dapat mengadopsi kata-kata yang diucapkan oleh orang lain yaitu dengan cara meniru. Dalam proses ini diperlukan keaktifan, sensitifitas dan konsentrasi.
  • Anda harus tetap memberikan stimulasi pada anak anda. Selalu stimulasi dengan mengajaknya berkomunikasi dengan cara berkomunikasi dengan bayi yang benar meskipun ia belum dapat berbicara dengan baik. Apabila anda dengan intens mengajak si kecil berbicara, maka kosa kata yang dimiliki anak akan semakin banyak.
  • Sediakan waktu agar anak anda dapat berinteraksi dengan teman yang usianya sebaya. Dengan hal seperti ini maka anak anda akan terangsang, ia akan termotivasi untuk belajar berbicara. Pasalnya bermain dengan anak-anak yang lainnya membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.
    Ajarkan kata yang jelas pada anak anda dengan intonasi, bentuk bibir dan mulut saat mengucapkannya.

Merangsang otak bayi dapat dilakukan sejak dini dengan aktivitas sederhana. Untuk mengoptimalkan otak bayi anda, penting mengetahui cara merangsang otak bayi.

Memiliki anak yang sehat dan cerdas merupakan harapan semua orang tua. Orang tua percaya bahwa kemampuan atau bakat yang dimiliki anak merupakan warisan dari orangtuanya. Kemampuan tersebut akan semakin optimal apabila didukung sejak usia anak masih dini.

Otak bayi baru lahir terdiri dari 100 milyar sel. Dimana sebagian dari sel tersebut sudah terhubung sejak lahir, dan akan berakhir ketika si kecil berusia 3 tahun. Hingga bayi berusia 6 bulan, maka otaknya 75% besar otak dewasa dan hingga bayi berusia 8 bulan, otak bayi cukup dalam menanggapi kejadian di sekitarnya.

Cara Merangsang Otak Bayi

Untuk mengoptimalkan kemampuan otak bayi, anda dapat merangsang atau menstimulasinya. Dimana rangsangan yang diberikan dapat anda lakukan sejak usia dini.

Melatih Kemampuan Otak Bayi

Stimulasi dapat anda lakukan dengan merangsang motorik kasar dan motorik halus pada bagian kaki, jari-jari dan tangan, mengajak si kecil berkomunikasi, membuatnya merasa bahagia dan hindari stres saat anda mengasuh si kecil.

Rangsangan yang dilakukan sejak dini atau sejak si kecil lahir, yang mana rangsangan tersebut dilakukan dengan konsisten, bervariasi dengan kasih sayang, maka dapat membantu dalam memacu berbagai aspek kecerdasan anak seperti misalkan kecerdasan emosional, kecerdasan matematis, kecerdasan musikal, gerak, seni rupa, komunikasi bahasa dan lain sebagainya.

Cara Merangsang Otak Bayi

Pijat bayi

Pijat bayi dilakukan untuk merangsang otaknya. Anda dapat melakukan pijat bayi dengan santai. Setiap pijatan yang anda lakukan dapat membantu merangsang sel saraf otak bayi anda untuk saling terhubung.

Senam ringan

Selain pijat bayi, senam ringan dapat membantu merangsang otak bayi. Lakukan senam ringan untuk bayi anda. Gerakan senam ringan yang dapat anda lakukan di antaranya yaitu dengan melakukan gerakan tangan menyilang di depan dada sebanyak 4 kali, gerakan kaki si kecil seperti mengayuh sepeda, sebanyak 4 hitungan. Bayi akan menikmati gerakan senam ringan ini, yang terpenting hindari melakukannya terlalu lama.

Berkomunikasi

Apapun yang sedang dilakukan, anda dapat berbicara atau berkomunikasi dengan bayi anda. Bayi akan belajar bahasa dan berbicara. Ketika berbicara dan memberikan jeda pada akhir kalimat, berarti anda sudah mengajarkan pola berbicara kepada anak anda.

Untuk merangsang otak bayi anda, anda dapat berbicara dengan intonasi yang berubah ekstrem.

Nyanyikan lagu yang sama

Cobalah untuk menyanyikan lagu yang sama setiap hari untuk bayi anda. Bayi akan belajar memprediksi dan menghafal lagu yang anda nyanyikan tersebut.

Permainan sederhana

Untuk mengajarkan bayi anda pada objek permanen, anda dapat mengajaknya bermain ciluk ba. Ini akan memberikan landasan kepercayaan si kecil kepada anda.

Anda dapat menunjukan gambar dari buku bayi dengan warna yang mencolok. Agar bayi tidak bingung, hindari menunjukan gambar lebih dari 2.

Anda dapat mencoba untuk bertepuk tangan atau bernyanyi di hadapan si kecil. Ini dilakukan agar bayi anda dapat menirukan apa yang anda lakukan. Tepuk tangan sangat penting untuk koordinasi kedua belah otak bayi.

Merubah posisi bayi

Setiap 30 menit, anda dapat merubah posisi bayi anda agar ia dapat melihat keadaan di sekelilingnya dari beberapa sudut pandang. Tengkurap, berdiri tegak, menggendong di pangkuan, menggoyang kaki anda ketika si kecil berada di pangkuan dapat dilakukan untuk mengajarkannya gerak.

Ajak bayi ke luar rumah

Ajaklah bayi anda ke luar rumah. Kemudian, anda dapat menunjukan berbagai benda yang berada di luar rumah kepada bayi anda. Selain itu, anda juga dapat menunjukan berbagai makhluk hidup.
Ketika mengajak bayi ke luar rumah, anda dapat mengenalkannya pada anak-anak lainnya. Ajaklah bayi anda untuk melihat anak yang usianya lebih tua darinya bermain. Anda juga dapat mengenalkan si kecil kepada saudaranya.

Memeluk dan menunjukan rasa cinta

Salah satu rangsangan yang tidak kalah penting yaitu dengan memeluk bayi anda. Memeluk bayi dapat memberikan rangsangan, sekaligus mengenalkan rasa kasih sayang dan cinta.

Benda aneka tekstur

Berikan benda dengan berbagai tekstur pada bayi anda untuk disentuh.

Menguji pendengaran

Untuk menguji pendengaran bayi anda, anda dapat membunyikan rattle dekat telinga si kecil. Arahkan rattle ke belakang. Hal seperti ini dilakukan untuk melatih bayi memusatkan pendengarannya terhadap bunyi-bunyian yang ia dengar.

Tips Memberikan Rangsangan Pada Bayi

Rangsangan atau stimulasi dapat anda berikan setiap ada kesempatan untuk berinteraksi dengan bayi anda. Lakukan stimulasi ini dengan konsisten, secara terus menerus, bervariasi disesuaikan dengan perkembangan kemampuannya. Pastikan stimulasi dilakukan oleh keluarga. Ketika hendak melakukan stimulasi, pastikan suasana menyenangkan dan gembira agar si kecil merasa senang dan nyaman.

Hindari merangsang atau memberikan stimulasi pada si kecil dengan terburu-buru. Jika si kecil menolak, hindari untuk memaksanya. Pastikan berikan rangsangan dengan memperhatikan keinginan atau minat si kecil. Ketika melakukan stimulasi, hindari menunjukan sikap marah, sebal, bosan atau sikap negatif yang lainnya karena akan merangsang emosi negatif pada bayi anda.

Intinya, apa yang anda lakukan, ucapkan ketika sedang berinteraksi dengan bayi anda adalah stimulasi yang akan diingat, direkam kemudian ditiru oleh si kecil.

Anda dapat melakukan stimulasi untuk melatih bayi merangkak di rumah dengan mudah dan sederhana.

Sebelum bayi belajar berjalan, ia akan melalui beberapa tahapan salah satunya merangkak. Usia bayi berbeda-beda ketika ia mulai merangkak. Bahkan karena seperti itu, terkadang orang tua merasa cemas akan kemampuan merangkak buah hatinya. Usia yang seharusnya sudah bisa merangkak, justru tidak terlihat tanda-tanda bayi belajar merangkak. Umumnya bayi sudah mulai belajar merangkak saat usianya 6 atau 7 bulan.

Sebelum belajar merangkak, tahapan yang dilalui bayi yaitu tengkurap yang memanfaatkan kedua tangan sebagai topangannya. Hal ini bukanlah kegiatan yang mudah untuk bayi, sehingga diperlukan stimulasi agar bayi dapat merangkak.

Melatih Bayi Merangkak

Selain sebagai pertumbuhan bayi, merangkak pun memiliki manfaat penting untuk tumbuh kembangnya yakni berhubungan dengan perkembangan fisik, serta kognitif bayi itu sendiri.

Manfaat Merangkak Untuk Bayi

  • Merangkak akan membuat kekuatan anggota tubuh bayi semakin terlatih. Anggota tubuh yang dimaksud di antaranya yaitu tangan, leher, sendi, otot besar dan otot kecil.
  • Gerakan menyilang saat merangkak dapat mengintegrasi dan memperkuat belahan otak atau area lainnya yang berbeda pada otak. Sekaligus dapat mengoordinasi penggunaan telinga, mata, kaki dan tangan secara simultan.
  • Merangkak dapat membantu bayi dalam pemahaman dan perkembangan bahasa. Pasalnya, bayi dapat terangsang untuk menggunakan telinganya, serta mengembangkan kemampuan mendengar kedua telinga bayi. Selain itu, kepekaan bayi terhadap sentuhan dan visual akan terangsang sehingga akan lebih peka, baik itu terhadap jarak jauh atau dekat.
  • Merangkak dapat membantu meningkatkan produksi myelin di otak. Myelin itu sendiri merupakan zat yang melapisi sel saraf dan berperan dalam membantu otak untuk mengirim dan menerima informasi atau pesan lebih jelas dan cepat. Gerakan menyilang pada saat merangkak akan membuat kedua belah otak berbagi, menyimpan serta mengeluarkan informasi dengan lebih cepat. Selain itu merangkak dapat merangsang bagian otak ekspresif dan reseptif.

Nah, mengingat tahapan merangkak pada bayi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, maka anda dapat memberikan stimulasi untuk melatih bayi merangkak. Apalagi jika bayi anda sudah berusia 7 bulan, namun kemampuan merangkaknya belum juga terlihat baik yang disebabkan karena obesitas, malanutrisi, adanya keterlambatan dalam perkembangan atau mengalami kelainan gerakan kasar.

Lantas seperti apa stimulasi untuk melatih bayi merangkak? Berikut ini langkah yang dapat anda lakukan untuk menstimulasi bayi agar cepat merangkak.

Stimulasi Untuk Melatih Bayi Merangkak

Lakukan Tummy Time

Anda dapat merangsang bayi anda agar dapat mengangkat kepala, perut dan tubuhnya dengan memberikan stimulasi dengan memposisikan bayi tengkurap lebih sering atau tummy time. Tummy time ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk merangsang bayi agar cepat merangkak. Kegiatan tummy time ini dapat anda lakukan ketika sore hari atau setelah bayi selesai mandi saat usia si kecil 2 bulan. Lakukan kegiatan ini dengan hati-hati dan penuh pengawasan.

Hindari Baby Walker

Untuk menstimulasi si kecil merangkak, sebaiknya jangan gunakan baby walker dan turunkan ia dari stroller atau gendongan. Anda dapat meletakan si kecil di ruangan yang luas namun tetap bersih agar si kecil terangsang untuk merangkak. Anda dapat menyediakan karpet atau matras sebagai alas. Jauhkan ia dari benda-benda berbahaya dan pastikan anda tetap mengawasi si kecil.

Bermain dengan Benda Favorit Bayi

Meskipun usia bayi anda masih terbilang muda, tetapi ketertarikan terhadap benda atau mainannya sudah ada. Anda dapat mengajak bermain si kecil dengan benda atau mainan favoritnya tersebut. Mainkan mainan tersebut agar si kecil tertarik untuk meraihnya. Meskipun si kecil belum bisa menggeser tubuhnya tetapi anda tetap harus memberikannya pujian dengan memberinya tepuk tangan. Ketika si kecil berhasil meraih mainannya, anda dapat kembali memberikannya pujian.

Berikan Contoh Merangkak Pada Bayi

Bayi dapat merekam apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Karena seperti itu, anda dapat memberikan contoh merangkak pada si kecil. Ikutlah merangkak bersama dengan bayi anda. Anda harus memastikan bayi anda merangkak pada tempat yang aman dan pastikan tidak ada benda-benda yang berbahaya di sekitarnya.

Sediakan Mainan yang Dapat Membuat Bayi Tertarik Merangkak

Anda dapat menyediakan mainan yang dapat membuat bayi tertarik untuk merangkak seperti misalkan bola atau drum yang dapat menggelinding. Ketika benda tersebut dapat menarik perhatian bayi, maka biasanya ia akan mengejarnya.

Terapi Pijat

Jika bayi anda kesulitan mendapatkan stimulasi maka anda dapat melakukan terapi pijat. Anda dapat merencanakan untuk melakukan terapi pijat seperti misalkan senam atau fisioterapi, okupasi. Namun, alangkah lebih baik jika anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Jika anda sudah berhasil melakukan stimulasi merangkak pada si kecil, maka sebaiknya anda perhatikan kemampuan merangkak bayi anda dengan kedua kaki diluruskan kemudian dikoreksi.

Namun jika bayi anda hanya dapat mengesot dan tidak dapat mengangkat perutnya maka keadaan ini dapat disebabkan karena otot bayi yang masih lemah. Jika seperti ini, anda dapat membantu si kecil dalam meningkatkan kemampuan motorik kasarnya dengan cara khusus atau anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Demikian stimulasi melatih bayi tengkurap. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.