Sayuran merupakan makanan sehat yang memiliki banyak manfaat untuk anak. Kenali apa saja manfaat sayuran untuk anak yang menakjubkan.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak, orangtua harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh buah hati. Makanan yang mengandung gizi dan nutrisi seimbang baik untuk pertumbuhan anak. Beberapa jenis makanan bermanfaat untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak. Salah satu makanan sehat yang baik dikonsumsi oleh anak yaitu sayuran.

Sudah menjadi rahasia umum, sayuran terkadang tidak disukai oleh anak-anak. Meskipun begitu, bukan berarti orangtua menyerah dan berhenti memberikan sayuran pada anaknya. Membiasakan memberikan sayuran sejak dini merupakan langkah tepat supaya anak dapat membiasakan mengkonsumsi makanan sehat ini.

Manfaat Sayuran Untuk Anak

Sayuran mengandung zat gizi yang sangat baik, serta memiliki banyak manfaat. Beberapa manfaat bisa didapatkan anak ketika ia mengkonsumsi sayuran. Lantas apa saja manfaat sayuran untuk anak?

Ketahui manfaat menakjubkan sayuran untuk anak seperti di bawah ini.

Manfaat Sayuran Untuk Anak

Membantu Pertumbuhan Anak

Vitamin dan mineral penting terkandung dalam sayuran seperti misalkan, vitamin A, vitamin C, vitamin E dan kalsium. Dimana kandungan dalam sayuran tersebut berperan untuk meningkatkan pertumbuhan sel dan membangun jaringan tubuh.

Dapat Melindungi Anak Dari Penyakit

Penyakit yang umum menyerang anak-anak yaitu diabetes tipe 2. Sayuran dan buah-buahan sangat penting karena terdapat kandungan yang bisa melindungi si kecil dari penyakit tersebut. Penting bagi anak untuk membiasakan makan sayuran agar ia bisa mendapatkan manfaat yang menakjubkan dari sayuran. Selain melindungi anak dari penyakit diabetes tipe 2, sayuran juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit kanker, penyakit jantung, darah tinggi dan beberapa penyakit lainnya.

Membantu Mencegah Dehidrasi

Di dalam sayuran terkandung banyak cairan, sehingga konsumsi sayuran dapat membantu anak terhindar dari dehidrasi.

Mencegah Obesitas

Sayuran merupakan makanan sehat yang rendah akan kalori dan lemak, sehingga sayuran baik untuk mencegah obesitas atau kelebihan berat badan pada anak. Di dalam sayuran terkandung nutrisi tinggi yang dapat dengan sempurna diserap oleh tubuh. Anak yang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan tidak dapat diragukan lagi memiliki berat badan yang lebih rendah.

Sayuran Kaya Akan Serat

Dalam sayuran terkandung serat tinggi sehingga akan membuat anak merasa kenyang. Sayuran dapat membantu anak mencegah sembelit. Selain itu, konsumsi sayuran dapat menurunkan risiko anak mengalami penyakit jantung dan kolesterol ketika mereka beranjak dewasa nanti.

Mengandung Mineral yang Dibutuhkan Tubuh

Sayuran mengandung mineral yang dibutuhkan anak untuk membantu pertumbuhannya seperti kalsium dan zat besi. Kalsium berperan penting untuk pertumbuhan gigi dan tulang si kecil. Selain itu, kalsium dapat membantu keseimbangan cairan tubuh dan mengoptimalkan perkembangan sel syaraf dan otak anak.

Mengandung Pro-vitamin A

Sayuran berwarna memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan sayuran yang tidak berwarna. Sayuran berwarna memiliki beta karoten yang berperan untuk mengubah Pro-vitamin A dalam sayuran menjadi vitamin A.

Pro-vitamin A yang terkandung dalam sayuran bermanfaat untuk pertumbuhan mata, tulang, rambut dan kulit bayi. Tidak hanya itu, kandungan Pro-vitamin A bermanfaat untuk menggantikan sel tubuh, mengganti selaput lendir mata, serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi.

Mengandung Vitamin B Kompleks

Di dalam sayuran terkandung vitamin B kompleks yang dapat membantu proses metabolisme pembentukan sel darah merah dan membantu meningkatkan nafsu makan anak, menjaga sistem syaraf, membantu proses perubahan karbohidrat menjadi energi dan membantu tubuh menggunakan oksigen.
Mengetahui begitu menakjubkannya manfaat sayuran untuk anak, maka ada baiknya jika anda mengenalkan sayuran pada anak sejak usia dini. Usai ASI eksklusif atau saat bayi berusia 6 bulan, ia sudah dapat dikenalkan pada makanan pendamping ASI. Saat mengenalkan makanan pendamping, sebelum mengenalkan buah-buahan alangkah lebih baik untuk mengenalkan terlebih dahulu sayuran. Pasalnya, buah-buahan memiliki rasa manis alami yang mana bayi akan menyukainya, lain halnya dengan sayuran yang memiliki rasa hambar. Jika bayi mengenal buah-buahan terlebih dahulu maka ia akan menolak sayuran.

Semua sayuran sehat dikonsumsi oleh si kecil. Namun, beberapa sayuran diketahui baik dikonsumsi bayi saat usia 6-12 bulan adalah seperti berikut ini:

Jenis Sayuran Untuk Bayi Usia 6-12 Bulan

Bayam

Sayuran hijau ini memiliki peran penting untuk perkembangan otak bayi karena bayam kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin B, serta vitamin C, asam folat, mineral, kalsium, mangan fosfor, dan zat besi.

Seledri

Seledri digunakan biasanya untuk menambah cita rasa makanan, seperti bahan tambahan membuat sup. Namun, seledri juga dapat dijadikan sebagai tambahan dalam membuat nasi tim atau bubur bayi. Di dalam seledri terkandung fosfor dan kalsium, dimana untuk 110 gram seledri mengandung sebanyak 50 gram kalsium dan 40 gram fosfor.

Wortel

Wortel baik untuk kesehatan mata karena wortel kaya akan vitamin A.

Labu Siam

Labu siam baik untuk bayi karena kaya akan kalsium dan fosfor. Di dalam 100 gram labu siam terkandung 25 mg fosfor, serta 14 mg kalsium.

Tomat

Di dalam tomat terkandung vitamin C yang cukup banyak, sebanyak 40 mg dalam setiap 100 gram tomat. Di dalam buah tomat terkandung zat yang bernama likopen. Dimana zat ini memberi warna merah pada tomat yang memiliki sifat antioksidan.

Brokol

Brokoli baik untuk bayi dan memiliki banyak manfaat. Brokoli memiliki tekstur yang cukup keras, namun dapat diolah dengan cara yang tepat sebelum diberikan pada bayi. Di dalam brokoli terkandung zat yang kaya akan asam folat dan kalsium.

Sayuran Pertama Untuk MPASI Bayi – Ahli gizi menyarankan untuk mengenalkan sayuran sebelum buah. Beberapa jenis sayuran baik untuk makanan pendamping ASI Bayi karena memiliki nutrisi dan gizi yang baik.

Setiap ibu akan memberikan semua yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk memberikan asupan makanan untuk sang anak. Makanan pertama dan utama bayi yaitu ASI, dimana ASI diberikan dari awal kehidupan bayi atau dari usia 0 sampai berusia 6 bulan. Di dalam ASI terkandung nutrisi dan gizi komplit untuk memenuhi semua kebutuhan bayi, sehingga pada usia tersebut bayi tidak membutuhkan asupan makanan lagi selain ASI.

Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia bayi, dimana usianya sudah menginjak usia 6 bulan, perkembangan dan pertumbuhannya sudah semakin menakjubkan. Dimana semua itu harus didukung dengan asupan makanan yang tepat. Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI yang selama ini menjadi asupan satu-satunya bayi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Maka dari itu, pada usia 6 bulan bayi harus mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI sebagai pelengkap nutrisi yang dibutuhkannya.

Sayuran Pertama Untuk MPASI

Perlu anda ketahui, bayi yang sudah siap mendapatkan makanan pendamping ASI menunjukan beberapa tanda seperti berikut:

  • Kepala bayi sudah mampu berdiri tegak
  • Meskipun sudah diberi ASI bayi masih terlihat kelaparan
  • Bayi tertarik dengan makanan yang ada di sekitarnya
  • Sudah mampu duduk dengan bersandar
  • Bayi mampu mendorong makanan keluar dari mulut dengan menggunakan lidah

Makanan pendamping ASI diberikan pada bayi secara bertahap sesuai dengan usianya. Dimana makanan padat pertama bayi harus mengandung nutrisi dan gizi yang cukup serta mudah dicerna oleh si kecil sebagai tahap adaptasi dengan makanan baru selain ASI.

Namun, ketika memberikan atau mengenalkan makanan pendamping ASI pada buah hati, tidak sedikit ibu yang masih merasa bingung. Apalagi ibu baru yang belum memiliki pengalaman dalam membesarkan dan merawat bayi.

Makanan pendamping ASI untuk bayi, alangkah lebih baik sayuran masuk ke dalam nutrisi wajib harian. Sayuran merupakan jenis makanan yang kaya akan mineral dan vitamin yang baik untuk memenuhi asupan nutrisi dan gizi harian bayi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Dibandingkan dengan buah-buahan, sayuran biasanya kurang disukai oleh bayi karena memiliki rasa yang hambar. Oleh karena itu, agar bayi anda terbiasa, memperkenalkan sayuran sebaiknya dilakukan sejak dini. Berikut ini sayuran yang bisa anda pilih sebagai MPASI untuk bayi.

Jenis Sayuran Pertama Untuk MPASI Bayi

Bayam

Bayam adalah sayuran hijau yang baik untuk mendukung perkembangan otak si kecil. Bayam mengandung banyak vitamin dan mineral di antaranya yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin B, kalsium, asam folat, zat besi, fosfor dan mangan.

Selain bayam hijau, bayam merah mengandung kalsium yang tinggi. Kandungan kalsium yang terdapat dalam 100 gram bayam merah yaitu sebanyak 368 miligram. Selain itu, bayam merah juga kaya akan vitamin A, vitamin B1, vitamin C dan zat besi.

Brokoli

Brokoli merupakan sayuran dengan segudang nutrisi seperti misalkan beta-karoten, vitamin C, zat besi, asam folat, fitonutrien antikanker dan kalium.

Wortel

Wortel sangat baik dan bermanfaat untuk kesehatan mata bayi. Anda bisa mengolah wortel yang sudah diparut halus untuk dicampurkan ke dalam bubur halus bayi anda.

Kentang

Sayuran yang kaya akan karbohidrat ini dapat memasok energi untuk buah hati anda yang kini sudah mulai bergerak aktif. Kentang mengandung vitamin C, potassium, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, zat besi dan protein yang baik dan bermanfaat untuk bayi.

Zucchini

Zucchini merupakan sayuran yang mirip dengan terong dan baik dijadikan sebagai makanan pendamping ASI bayi. Sayuran yang satu ini kaya akan serat dan mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin K, magnesium dan fosfor. Sayuran ini adalah antioksidan yang baik dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan kulit.

Labu Siam

Labu siam merupakan sayuran yang kaya akan kalsium dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan gigi dan tulang bayi.

Ubi Jalar

Ubi jalar terbagi ke dalam dua jenis yakni umbi berwarna krem dan umbi berwarna jingga. Kedua ubi jalar tersebut sama-sama memiliki kulit berwarna merah serta sama mengandung vitamin C, potassium, dan serat. Akan tetapi, umbi yang memiliki warna jingga dianggap sebagai sumber beta-karoten yang baik, sehingga banyak ibu yang memilih umbi berwarna jingga dibandingkan dengan yang lainnya. Betakaroten yang terkandung di dalam umbi ini baik untuk menangkal radikal bebas dan mencegah beberapa jenis kanker.

Jagung Manis

Olahan makanan pendamping ASI bayi bisa dibuat dari jagung manis seperti misalkan bubur atau sup. Jagung merupakan jenis sayuran yang kaya akan serat, protein, kerbohidrat, vitamin A, vitamin C, kalium, fosfor, asam folat, asam lemak omega 3 dan 6, kholin dan magnesium.

Tips Memberikan Sayuran Sebagai MPASI

Apabila anda memulai dengan pengenalan buah, alangkah lebih baik jika anda segera beralih setelahnya pada sayuran. Bayi akan lebih mudah dalam menolerir sayuran ketika proses awal pemberian makanan. Bahkan, pola makan bayi seperti ini bisa menjadi kebiasaannya yang berlangsung lama sesuai dengan pertambahan usia si kecil.

Hal yang harus anda perhatikan yaitu, apabila bayi anda pada awalnya tidak menerima sayuran baru, hindari memaksa ia untuk mengkonsumsi sayuran tersebut. Karena jika terjadi suasana makan akan menjadi merepotkan dan si kecil justru akan menjadi rewel. Penolakan yang dilakukannya disebabkan karena si kecil membutuhkan waktu dalam mengenal rasa atau makanan baru. Apabila bayi anda tidak tertarik dengan makanan baru, anda bisa mengeluarkannya dalam menu makanan selama 1 atau 2 hari, kemudian bisa dicoba kembali.

Apabila bayi anda benar-benar tidak menyukai sayuran, sebagai gantinya anda bisa memperkenalkan sayuran manis seperti misalkan ubi.

Apabila anda ingin si kecil mengkonsumsi sayuran yang berwarna hijau gelap, maka dalam penyajiannya anda bisa mencampur dengan sayuran umbu-umbian yang memiliki rasa manis. Selain itu, anda bisa mencampurkan makanan rasa baru dengan makanan yang disukai oleh bayi anda. Lakukan ini secara bertahap meningkatkan porsi makanan baru tersebut.

Anda harus bersabar dalam mengenalkan makanan baru pada si kecil. Berikan banyak kesempatan pada bayi anda untuk mengenal atau mencoba sesuatu yang baru. Sebelum bayi anda menerima makanan baru, anda perlu menawarkan tekstur dan rasa baru sebanyak delapan kali dalam beberapa minggu.
Ketika bayi anda mengeluarkan ekspresi aneh ketika mencoba makanan baru, bukan berarti ia tidak senang dengan makanan yang baru saja diterimanya, karena mungkin saja ia terkejut terhadap rasa baru yang ia terima.

Itulah beberapa jenis sayuran pertama untuk MPASI bayi, beserta dengan tips memperkenalkan sayuran pada bayi. Semoga bermanfaat.