Seberapa Sering Bayi Perlu Mandi dan Keramas? – Kegiatan memandikan bayi baru lahir seringkali menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendebarkan untuk setiap ibu baru. Tak jarang, hal ini membuat mereka meminta bantuan orang lain untuk dapat melakukannya. Termasuk pada saat mencuci rambut bayi. Namun sebenarnya, apakah memandikan bayi dan mengeramasi rambutnya perlu dilakukan tiap hari? Simak jawabannya dibawah ini.

Sama halnya dengan orang dewasa bayi baru lahir akan perlu untuk dibersihkan tubuhnya dari kotoran dan debu. Oleh karenanya, mandi menjadi kegiatan penting pada bayi yang seringkali dilakukan oleh orangtuanya.

Untuk ibu baru dengan pengalaman yang minim kegiatan memandikan bayi bisa menjadi ritual yang menakutkan. Mereka khawatir tubuh bayi yang masih kecil berdekatan dengan sabun akan membuat si kecil tergelincir saat dimandikan. Tak heran hal ini membuat ibu baru lebih memilih mempercayakan memandikan bayi pada orang lain.

Akan tetapi, ketika anda sudah menguasai hal ini dengan baik mungkin kegiatan yang satu ini bisa sangat menyenangkan untuk dilakukan. Membasahi tubuh si kecil dengan air hangat, memberikan shampo pada rambut halusnya dan lain sebagainya. Nah, dari rangkaian kegiatan ini anda mungkin bertanya-tanya apakah bayi perlu dimandikan dan dikeramas setiap hari? Mari kita simak jawabannya dibawah ini.

Seberapa Sering Bayi Perlu Mandi dan Keramas?

Seberapa Sering Bayi Perlu Mandi dan Keramas?

Bila orang dewasa aktif melakukan rutinitas dan kegiatan yang membuat mereka sering berkeringat. Maka lainnya halnya dengan bayi yang masih belum aktif bergerak. Hal ini mungkin membuat tubuh bayi tidak akan memproduksi banyak kotoran.

Selain itu, bayi yang ada didalam ruangan seringkali tidak terpapar dengan debu sebanyak orang dewasa. Masalah ini mungkin membuat sebagian ibu bertanya-tanya seberapa sering bayi perlu mandi dan keramas?

Nah, jawaban ini dikemukakan oleh dokter Margareta Komalasari SpA dari Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Brawijaya Women & Children Hospital. Pernyataan ini sebagaimana dikutip dari tribunnews.com mengatakan bahwa bayi harus mandi dan keramas setiap hari.

Meskipun bayi tidak melakukan banyak aktivitas dan tubuhnya tidak sekotor orang dewasa. Namun memandikan bayi dan mengeramasnya menjadi kegiatan yang penting.

Mengapa Bayi Perlu Mandi dan Keramas Setiap Hari?

Sang dokter menjelaskan meski tubuh bayi tidak terpapar dengan bakteri dan debu yang banyak. Akan tetapi kelenjar keringatnya sudah mulai bekerja pada usia ini. Lalu, ada juga kegiatan menyusui yang penting untuk diperhatikan dengan baik. Bila tidak bersih pada saat menyusui kondisi ini akan membuat kulit bayi mengalami gatal-gatal.

Sementara itu, untuk anak balita yang sudah mulai aktif bergerak. Orangtua cukup memandukan dan mengeramasi merak dua kali dalam sehati. Takaran ini tentunya dapat anda seusaikan dengan kebtuuhan. Selain itu, tingkat keaktifan si balita pun dapat mempengaruhi seberapa sering anda perlu memandikan mereka.

Ketika si balita aktif bergerak dan seringkali terlibat dengan permainan yang kotor atau berlumpur. Maka penting sekali untuk ibu dapat memperhatikan masalah ini dengan baik. Bersihkan putra putri anda dengan memandikannya dengan rutin minimal 2 kali dalam satu hari.

Sementara itu, untuk bayi baru lahir sebenarnya memandikan dan mengeramasi rambutnya cukup dilakukan satu kali dalam satu hari saja. Hal ini hanya bertujuan untuk membersihkan debu dan bakteri yang mungkin menempel pada tubuhnya saja.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu ibu mengetahui jawaban dari seberapa sering bayi perlu mandi dan keramas dengan baik.

Diperlukan persiapan khusus untuk perencanaan kamar bayi. Ketahui, beberapa tips mempersiapkan kamar bayi yang aman dan tepat.

Dalam menyambut kelahiran sang buah hati, banyak hal yang perlu dipersiapkan, salah satunya yaitu kamar bayi. Pemilihan atau perencanaan kamar tidur yang tepat adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi anda. Pertumbuhan dan perkembangan bayi akan berlangsung saat tidur. Untuk itu, penting membuat tidurnya berkualitas. Dimana salah satu cara agar tidur bayi berkualitas yaitu dengan memperhatikan kenyamanan kamar tidurnya.

Kamar untuk bayi baru lahir sebaiknya tidak terpisah dengan kamar tidur anda. Apabila ruangan atau kamar tidur anda cukup luas, maka anda dapat menempatkan tempat tidurnya di pinggir tempat tidur anda. Ini dilakukan agar anda dapat menjaga keamanan bayi anda sepenuhnya ketika malam hari.
Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan untuk melatih kemandiriannya, maka anda bisa mempersiapkan tempat tidur bayi anda dengan ruangan yang berbeda dengan ruangan tempat tidur anda.

Tips Mempersiapkan Kamar Bayi

Tips Mempersiapkan Kamar Bayi

Berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk merencanakan kamar bayi:

Mempertimbangkan Lokasi

Dalam mempertimbangkan lokasi kamar bayi, maka sebaiknya pilihlah lokasi yang dekat dengan kamar tidur anda. Sehingga akan memudahkan anda menghampiri si kecil ketika malam hari. Anda harus memastikan bahwa ruangan yang dijadikan untuk kamar tidur bayi anda memiliki ventilasi yang baik, memiliki pencahayaan alami saat pagi hari dan memiliki pertukaran udara.

Dekorasi

Desain kamar untuk bayi anda baiknya disesuaikan dengan gaya rumah anda. Anda dapat mendesain kamar bayi anda yang mencerminkan kepribadian anda agar anda merasa lebih nyaman dan tenang ketika berada di kamar si kecil.

Tema

Tentukan tema sesuai dengan jenis kelamin anak anda.

Buat Kamar Bayi Menjadi Nyaman dan Simple

Anda dapat menentukan apakah kamar baik untuk si kecil atau tidak sesuai dengan suasana yang anda rasakan. Siapkanlah kamar untuk bayi anda yang nyaman dan simple. Hal ini berkaitan dengan tambahan aksesoris yang mungkin akan mendukung kamar bayi anda. Hindari terlalu banyak menggunakan aksesoris karena hanya akan membuat ruangan terkesan sempit, serta tidak akan membuat ruangan terasa nyaman. Pilihlah tambahan aksesoris sesuai dengan usia bayi anda.

Warna Kamar Bayi

Ada baiknya jika anda memilih warna yang menenangkan untuk kamar bayi anda. Biasanya seiring dengan pertumbuhan anak anda, ia sudah memiliki warna favorit, ia akan menentukan warna kamarnya sendiri. Warna yang menenangkan untuk bayi yang bisa anda jadikan pilihan di antaranya yaitu merah muda, cream atau biru muda.

Dekorasi Sesuai dengan Pertumbuhan Bayi

Dalam mendekorasi kamar untuk bayi anda, maka anda harus mempertimbangkan berapa lama dekorasi tersebut dapat diminati oleh bayi anda. Untuk perencanaan kamar bayi baru lahir, alangkah lebih baiknya jika anda menggunakan dekorasi yang simple. Anda dapat memilih dinding stiker yang bisa dengan mudah diganti. Selain itu, harganya pun relatif murah.

Ciptakan Kamar yang Aman Untuk Bayi

Sebisa mungkin ciptakan kamar untuk bayi anda yang aman dan nyaman. Keamanan kamar bayi biasanya memiliki hubungan dengan aksesoris. Pastikan kamar bayi anda aman dari benda-benda atau aksesoris yang dapat membahayakannya.

Perhatikan Keseimbangan Bentuk dan Fungsi

Dalam pemilihan benda-benda untuk kamar bayi anda, ketahui apa saja fungsi dari benda-benda tersebut sehingga anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang menunjang perkembangannya. Hindari pemilihan benda-benda yang anda rasa tidak memiliki fungsi yang optimal.

Anda dapat merencanakan atau mempersiapkan kamar bayi anda sesuai dengan keinginan anda. Persiapkanlah kamar bayi yang aman dan nyaman, serta tetap mempertimbangkan kesehatannya.

Tips Memilih dan Mempersiapkan Tempat Tidur Bayi

Selain perencanaan kamar, tempat tidur bayi perlu diperhatikan. Berikut ini, tips memilih tempat tidur bayi:

  • Anda dapat memilih tempat tidur bayi atau ranjang bayi yang terbuat dari bahan stainles, bukan besi. Ini dilakukan untuk mencegah karat yang dapat membahayakan kesehatan bayi anda.
    Sebaiknya sesuaikan ukuran tempat tidur bayi anda dengan usianya. Hindari memilih tempat tidur bayi yang terlalu luas atau terlalu sempit.
  • Pilihlah ranjang bayi dengan matras yang mudah diatur. Ini dilakukan agar dapat disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan bayi anda. Matras bisa sedikit ditinggikan untuk bayi baru lahir. Saat usia bayi semakin besar, maka posisi matras bisa direndahkan sebagai upaya untuk mencegah agar si kecil tidak terjatuh.
  • Anda harus memastikan tidak ada celah di antara ranjang dan kasur bayi anda untuk menghindari bayi terjepit.
  • Periksalah dengan berkala baud-baud yang menyangga ranjang bayi anda. Pastikan baud tidak longgar dan berada pada kondisi yang benar.
  • Hindari memilih ranjang bayi yang dilengkapi pintu di bagian samping karena akan meningkatkan risiko bayi terjatuh.
  • Untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk, maka anda dapat menggunakan kelambu untuk menutupi ranjangnya. Pilih kelambu yang ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan ranjang agar dapat menutupi semua bagian tempat tidur bayi.
  • Dalam memilih perlengkapan tidur si kecil seperti misalkan sprei dan selimut, maka sebaiknya pilihlah yang berbahan katun yang lembut. Hindari memilih selimut berbulu karena akan meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

Tidak sedikit orangtua melakukan kesalahan mencuci botol susu bayi. Agar tidak terulang, penting mengetahui apa saja kesalahan mencuci botol susu bayi.

ASI atau air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi. Nutrisi terbaik berada dalam ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Mengetahui seperti itu, seorang ibu akan berusaha memberikan ASI yang berkualitas untuk bayinya.

Namun, terkadang pemberian ASI pada bayi terhambat karena berbagai sebab. Karena alasan tersebut membuat ibu tidak bisa menyusui atau memberikan ASI langsung pada buah hatinya. Sehingga memaksa ibu untuk memberikan ASI perah atau susu formula dengan memanfaatkan botol susu dan dot sebagai medianya.

Kesalahan mencuci botol susu bayi

Memberikan ASI atau susu formula dengan botol susu pada bayi harus memperhatikan beberapa hal, dimana salah satunya yaitu kebersihan dari botol susu itu sendiri. Mencuci botol susu harus dilakukan dengan benar dan teliti agar tidak ada kotoran tersisa yang akan menyebabkan masalah kesehatan pada bayi.

Namun, ketika mencuci botol susu bayi tidak sedikit orangtua yang melakukan kesalahan. Kesalahan mencuci botol susu akan berakibat fatal untuk bayi. Dari banyaknya masalah kesehatan yang rentan dialami oleh bayi, diare pada bayi merupakan salah satunya. Berdasarkan data dari WHO, terdapat sekitar 1,5 juta balita di dunia yang meninggal dalam setiap tahunnya karena diare. Sehingga diare dianggap menjadi penyebab kematian anak balita paling besar kedua.

Diare dapat disebabkan karena banyak kuman dan virus berbahaya yang masih tertinggal dalam botol susu, sehingga akhirnya akan menyebabkan bayi jatuh sakit. Sistem imun bayi masih belum sempurna sehingga wajar saja jika ia mudah sakit, dan sudah menjadi tugas orangtua untuk selalu menjaga kesehatannya dengan memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengannya salah satunya dot dan botol susu bayi.

Untuk menghindari kesalahan mencuci dot bayi dan botol susunya yang mungkin tidak anda sadari, simak beberapa kesalahan seperti berikut ini.

Kesalahan Mencuci Botol Susu Bayi

Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan tidak disadari orangtua ketika mencuci dot bayi:

Tidak Mencuci Tangan

Sebelum mencuci dot dan botol susu bayi penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu, karena bisa saja bibit penyakit berasal dari tangan anda. Kuman penyebab penyakit dari tangan bisa berpindah ke dalam dot dan menjadi sumber penyakit untuk si kecil. Namun, tidak sedikit orang tua yang mengabaikannya atau lupa tidak mencuci tangan terlebih dahulu.

Tidak Membersihkan Dot dengan Tepat

Ketika mencuci dot bayi, mungkin sebagian orangtua hanya fokus saja pada bagian dalam dot dan dot itu sendiri. Hal seperti ini seringkali membuat bagian-bagian yang lainnya tidak diperhatikan, seperti misalkan gelang dot atau leher pengencang dot pada botol. Seharusnya saat membersihkan dot dan botol susu bayi, semua bagian harus dibersihkan dengan menyeluruh, dilepas untuk kemudian dibersihkan satu persatu agar kotoran dapat dibersihkan dengan tuntas.

Tidak Teliti

Seringkali orang beranggapan bahwa dengan merendam botol susu di dalam air panas kuman dan bakteri di dalamnya sudah hilang. Namun faktanya tidak seperti itu, karena bisa saja pada bagian tertentu masih terdapat bakteri dan kuman, namun tidak terlihat oleh kasat mata. Untuk itu, ketika mencuci dot bayi diperlukan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Mencuci Tidak Menggunakan Air Mengalir

Mencuci botol susu seharusnya dilakukan di bawah air mengalir. Pasalnya, hanya merendam botol susu saja tidak akan membuat bakteri atau kotoran dalam dot hilang. Bahkan hal tersebut justru hanya akan membuat kotoran dan bakteri menempel kembali pada dot.

Setelah Disterilisasi Botol Susu Direndam Lama

Merendam botol susu cukup lama setelah dilakukan sterilisasi tidak disarankan. Karena hanya akan membuat sterilisasi yang dilakukan menjadi percuma karena akan membuat bakteri dan kuman kembali menempel pada botol. Setelah dilakukan sterilisasi sebaiknya botol susu ditiriskan terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dengan menggunakan lap khusus botol susu dan simpan di tempat yang bersih.
Itulah kesalahan yang sering dilakukan ketika mencuci dot bayi. Simak cara aman mencuci botol susu bayi di bawah ini:

Cara Aman Mencuci Botol Susu Bayi

  1. Cuci tangan sampai bersih dengan menggunakan sabun sebelum mencuci botol.
  2. Lepaskan seluruh bagian botol, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus pada tiap-tiap bagian botol. Agar proses mencuci menjadi lebih mudah, anda dapat menambahkan sedikit air.
  3. Bersihkan dasar botol susu menggunakan sikat halus dengan arah atau gerakan memutar. Untuk membersihkan sisi dalam botol, anda dapat menggerakan sikat dengan arah naik turun. Kemudian lanjutkan pada bagian bibir dalam botol. Anda dapat menggunakan sikat kecil sehingga dapat menjangkau setiap celah pada tutup botol agar kotoran dapat dibersihkan dengan tuntas.
  4. Jika seluruh bagian botol sudah anda bersihkan, maka anda dapat melanjutkan ke bagian lainnya, yakni bagian gelang dot. Untuk membersihkan seluruh bagian gelang dot, anda dapat memanfaatkan sikat kecil, terlebih lagi untuk bagian ulir di dalamnya yang biasanya sering terlupakan. Bersihkan dot dengan menggunakan sikat yang sama. Saat membersihkan dot, pastikan bahwa tidak ada sisa susu atau kotoran lainnya yang masih tertinggal.
  5. Untuk bagian tutup botol susu, anda dapat mencucinya dengan menggunakan spons pembersih. Bersihkan hingga bagian dalamnya.
  6. Untuk botol yang sudah dibersihkan dengan menggunakan sabun, anda dapat membilasnya dengan menggunakan air. Pastikan gunakan air mengalir untuk membilas botol susu tersebut. Hindari kesalahan mencuci botol susu dengan merendamnya dalam wadah karena akan membuat kotoran kembali menempel.

Proses sterilisasi botol susu bayi:

  1. Jika proses mencuci botol susu sudah selesai, anda dapat melanjutkan pada proses sterilisasi. Cara mensterilkan botol susu bayi bisa dilakukan dengan beberapa metode. Namun, cara paling sederhana yang biasanya digunakan yaitu dengan metode perebusan. Pertama, rebus air dalam panci hingga mendidih. Kemudian, matikan api kompor dan diamkan setiap bagian botol susu yang sudah dicuci dalam panci selama kurang lebih 15 menit. Jika anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal, maka anda dapat memanfaatkan air mineral. Pasalnya, kualitas air keran dalam setiap rumah tidak sama. Jika proses sterilisasi tidak dilakukan dengan perebusan, anda dapat menggunakan alat sterilisator.
  2. Jika sudah, angkat botol susu dengan menggunakan penjepit, lalu tiriskan. Keringkan botol susu dan perlengkapan yang lainnya dengan menggunakan handuk atau lap khusus. Simpan botol susu yang sudah dibersihkan dalam tempat yang bersih. Hindari merendam botol terlalu lama dalam panci, terutama jika air kembali dingin karena hanya akan membuat kuman kembali menempel.

Mencuci botol susu dengan cara yang aman dan tepat akan mengurangi risiko si kecil mengalami masalah kesehatan yang disebabkan karena kurang terjaganya kebersihan botol susu. Untuk itu, hindari kesalahan mencuci botol susu bayi dan cucilah dengan cara yang aman dan tepat.

Waspada Peralatan yang Sering Sebabkan Bahaya Pada Bayi – Anak-anak bayi berusia lebih besar akan senang mengeksplor banyak hal dirumah dan dimana saja. Tidak sigap dalam menangani kondisi ini maka akan fatal akibatnya. Nah, waspadai beberapa peralatan yang sering sebabkan bahaya pada bayi dibawah ini.

Anak-anak senang melakukan suatu kegiatan yang sebut dengan bermain. Mereka bisa bermain seorang diri atau bermain dengan ditemani oleh orang dewasa. Selain itu, permainan yang dilakukanpun bisa dijalankan tanpa adanya alat bermain atau diberikan jenis mainan yang banyak. Contohnya, seperti boneka, bola, mainan susun puzzle dan masih banya lagi. Anak-anak pun dapat bermain dengan segala jenis barang yang baru mereka temukan, seperti kayu, daun, batu dan segala hal yang mereka jumpai.

Memang menyenangkan melihat si kecil dapat asyik bermain tanpa rewel atau terlihat murung. Belum lagi, anak-anak yang aktif bermain dan terlihat ceria umumnya akan membuat orangtua tidak perlu merasa khawatir dengan kesehatannya. Kondisi tubuh yang fit dan bugar pada anak bayi adalah modal keceriaannya saat ini. Jadi demikian, kita tidak perlu mengkhawatirkan kondisi kesehatan anak yang aktif bermain.

Selain itu, melihat anak-anak yang asyik bermain sendiri tentu membuat orangtua akan merasa tenang melakukan kegiatan lainnya. Termasuk pada saat memiliki pekerjaan rumah tangga yang masih belum terselesaikan. Melihat kondisi si kecil yang aktif dan senang main sendiri tentu akan memberikan kesempatan untuk orangtua dapat melakukan tugasnya yang lain.

Akan tetapi, kecenderungan anak-anak yang belum mampu membedakan mana bahaya dan mana yang tidak. Umumnya membuat kita akan merasa khawatir bila ia mendekati sumber bahaya yang akan mencelakai tubuhnya. Hal inilah yang seringkali membuat dilema yang begitu besar. Di satu sisi anda dituntut untuk bisa menyelesaikan pekerjaan anda dan disisi yang lain kewajiban menjaga anak pun menjadi tugas yang penting.

Nah, kondisi seperti inilah yang pada akhirnya membuat peran anda menjadi seorang ibu dan istri menjadi terbelah. Alhasil, pekerjaan rumah tangga menjadi terbengkalai dan anda memilih untuk terus mendampingi si kecil karena khawatir bila mereka mendekati sumber bahaya.

Waspada Peralatan yang Sering Sebabkan Bahaya Pada Bayi

Namun, sebenarnya kondisi seperti ini bisa ditanggulangi dengan baik apabila orangtua dapat mengetahui trik dalam mensiasati kondisi ini. Salah satunya adalah dengan memperhatikan beberap hal yang akan menjadi sumber bahaya untuk buah hat anda.

Umumnya kondisi bermain pada si kecil membuat mereka senang menyentuh segala hal, termasuk benda-benda bahaya. Bahaya tersebut bisa berasal dari benda-benda yang ada didalam rumah atau pada saat diluar rumah. Pikiran anak-anak yag masih begitu polos mungkin membuat mereka belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah sebagai penyebab timbulnya bahaya tersebut. Dari sini, menjadi tanggung jawab orangtua untuk dapat mencegah dan mengawasi buah hatinya dari sumber bahaya tersebut.

Untuk itu, saat si kecil mulai menginjak usia 4 bulan, sebaiknya ibu dan orangtua sudah menyiapkan lingkunga rumah yang child proof. Artinya rumah anda haruslah menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk si buah hati. Hal ini dikarenakan, pada saat mereka belum dapat berjalan, rumah adalah satu-satunya tempat bermain untuk mereka.

Jadi demikian, pastikan bila anda mendukung hal ini dengan memastikan rumah anda bersih dan aman dari benda-benda tajam yang berbahaya. Menutup beberapa lubang stop kotak dirumah bukanlah satu-satunya hal yang perlu untuk dilakukan. Sebab pada kenyataannya, meski hal tersebut sudah dilakukan. Masih saja ada sumber bahaya yang dapat mengancam keselamatan buah hati anda.

Nah, dibawah ini menurut beberapa dokter terdapat beberapa benda yang paling mereka hindari dirumah. Sebab benda-beda tersebut dapat menyebabkan timbulnya masalah atau kecelakaan pada anak-anak. Apa sajakah peralatan tersebut? Simak dibawah ini.

Waspada Peralatan yang Sering Sebabkan Bahaya Pada Bayi

Mewaspadai beberapa sumber bahaya dirumah atau ditempat bermain si kecil adalah hal yang penting untuk dilakukan. Dengan begini orangtua dapat membiarkan buah hatinya bermain dengan ceria tanpa dibayang-bayangi ketakutan jiwanya terancam. Lalu apa sajakah peralatan yang penting diperhatikan selama berada dirumah ketika menjaga si kecil? Ini dia daftarnya.

Baterai Kancing

Terkadang perhatian kita hanya terfokus pada benda-benda yang terlihat dengan ukuran yang besar. Tanpa kita sadari barang-barang yang kecil justru menjadi sumber bahaya yang tidak terlihat. Seperti misalkan kehadiran baterai kancing. Jenis benda yang satu ini biasanya tanpa kita sadari selalu berserakan dimana saja. Dan pada saat yang tidak terduga si kecil memungutnya lalu memasukkannya kedalam mulut.

Kondisi ini seperti inilah yang akan dapat menimbulkan masalah yang besar. Anak bayi yang menelan benda kecil seperti baterai kancing (baterai lithium) seringkali dijumpai. Ketika baterai tersangkut pada bagian kerongkongan, acid atau zat asam yang terdapat didalamnya akan membahayakan si buah hati.

Zat acid yang bercampur dengan air liur akan dapat menimbulkan luka pada bagian kerongkongan si kecil. Akibatnya akan sangat fatal, yakni membuat tali pita suara rusak seumur hidup. Kondisi seperti ini tentu akan menjadi mimpi buruk untuk semua orangtua. Dengan demikian, sebaiknya hindari meletakkan bahan ini dimana saja.

Tangga Lipat

Banyak rumah tangga yang memiliki peralatan ini sebagai alat yang penting. Fungsi dari tangga lipat memang dapat bermanfaat banyak. Seperti membenarkan genting yang bocor, menjangkau barang yang tinggi dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, manfaat ini akan dapat menimbulkan masalah apabila ibu atau ayah lengah. Tangga lipat yang terpasang dimana saja dan tersenggol oleh si kecil akan mungkin mencelakai tubuhnya. Pada saat tangga tersebut goyah dan terjatuh. Kondisi seperti ini tentu akan menjadi hal yang sangat fatal, apalagi berat tangga benar-benar tinggi.

Mie Instan dalam Cup

Saat ini kemasan mie instan sudah semakin beragam, salah satunya adalah jeni mie instan dalam cup. Jenis mie yang satu ini memungkinkan anda untuk dapat makan mie dalam wadah sterofoam tersebut. Hanya saja, kondisi ini akan dapat berbahaya untuk si kecil. Pada saat anda meletakkan mie instan cup seduh dimana saja. Lalu si kecil berjalan dan lantas berusaha menggapainya maka kondisi ini akan fatal. Si kecil bisa saja terkena dengan tumpahan air seduhan mie yang masih panas dan membuat kulitnya melepuh. Untuk itu, sebaiknya tempatkan makanan yang satu ini di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh buah hati anda.

Kursi Makan Bayi

Kursi makan bayi memang membantu si kecil dapat duduk dengan nyaman ketika makan. Hanya saja, kehadiran alat yang satu inipun dapat berbahaya untuk keselamatan si buah hati. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan si kecil umumnya sering menendang bagian meja dan membuatkursinya terjungkal ke belakang. Jatuh dari ketinggian tersebut akan membuat tengkoraknya menjadi retak. Kasus seperti ini menjadi masalah pada bayi yang umum terjadi. Apalagi jika orangtua seringkali lengah. Untuk itu, sebaiknya waspada saat si kecil menggunakan peralatan ini.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker – Banyak orangtua masih dihinggapi keraguan pada saat hendak menggunakan baby walker pada bayinya. Banyak yang mengatakan baby walker memberikan manfaat untuk si kecil. Hanya saja, sebagian lain menyatakan alat yang satu ini berbahaya untuk si buah hati. Lalu benarkah demikian?

Bayi berusia 6 bulan keatas sudah mulai mengembangkan banyak kemampuan baru. Pada usia ini anda sudah mulai dapat memberikan mereka makanan pendamping ASI untuk pertama kalinya. Selain itu, kemampuan lain yang juga dipelajari si kecil adalah kemampuan untuk merangkak. Dimana kemampuan ini adalah cikal bakalnya untuk bisa berdiri dan berjalan. Dukung terus perkembangan ini dengan baik pada si kecil sebab beberapa bulan selanjutnya mereka akan dapat melangkah dan mulai belajar berjalan.

Nah, ketika ibu sudah mendapati si kecil mulai berusaha berdiri dengan perlahan. Maka sudah saatnya anda bisa memberikan stimulasi untuk mereka dapat berjalan dengan lebih cepat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menstimulasi agar bayi dapat berjalan. Selain membiarkan si kecil menjangkau apa yang diinginkannya, stimulasi lain adalah dengan memanfaatkan penggunaan baby walker.

Ya, pada saat ini baby walker telah menjadi trend yang cukup menyerebak pada diri masyarakat. Banyak yang menganggap, peranan peralatan yang satu ini benar-benar membantu tugas orangtua dalam merawat bayi. Selain itu, banyak yang menganggap bahwa baby walker adalah solusi yang baik untuk membuat si kecil mempelajari kemampaun belajarnya dengan lebih cepat.

Oleh karenanya, tidak heran bila banyak orangtua memilih membelikan perlengkapan bayi yang atu ini agar anak bayinya bisa segera berjalan. Sebagian lain bahkan membelikan anak-anaknya peralatan ini dengan alasan kepraktisan. Daripada pusing mengawasi si kecil merangkak dan merayap kesana kemari. Penggunaan baby walker dianggap sebagai alat bantu mereka dan membuat orangtua tak lagi khawatir.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker

Sayangnya, dari menyeruaknya kabar ini, sebagian masyarakat lain menyatakan kekhawatirannya terhadap penggunaan baby walker untuk buah hatinya. Banyak yang mengatakan penggunaan baby walker dapat membuat si kecil berada dalam bahaya. Kondisi semacam ini tentu memberikan keraguan yang besar pada beberapa ibu baru yang hendak menggunakan baby walker untuk buah hatinya. Lantas benarkah demikian? Amankan penggunaan baby walker untuk anak? Simak dibawah ini.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker: Mengenal Baby Walker

Baby walker merupakan peralatan bayi yang dlengkapi dengan tempat duduk dan empat roda dengan dua lubang kaki. Alat ini memungkinkan si kecil dapat menggerakan kedua kakinya dan mengeksplor kemampuan berjalannya.
Pemakaian baby walker memang diharapkan agar kemampuan berjalan pada si kecil dapat dipercepat. Dengan demikianlah, tidak heran bila alat ini seringkali dianggap sebagai alat bantu bayi untuk berjalan. Selain itu, penggunaan baby walker pun dianggap sebagai alat yang akan membantu orangtua dalam hal merawat dan menjaga bayinya.

Adanya baby walker membuat orangtua dapat berpaling sebentar sewaktu ada hal yang membutuhkan perhatian mereka. Dengan begini, maka pekerjaan rumah orangtua atau dalam hal ini ibu dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Hanya saja, baby walker tentunya bukanlah penjaga bayi. Penggunaan baby walker untuk bayi berusia 4 sampai dengan 6 bulan atau lebih akan dapat berbahaya.
Nah, untuk lebih jelasnya lagi berikut ini kami jelaskan beberapa dampak positif dan negatif dari penggunaan baby walker.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Baby Walker

Bayak ibu yang menghadapi dilema pada saat hendak menggunakan baby walker. Sebagian menyatakan alat yang satu ini memberikan manfaat. Namun sebagian lain mengatakan penggunaan baby walker akan berbahaya untuk si kecil. Untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.
Manfaat Baby Walker

Ada beberapa manfaat dari penggunaan baby walker untuk bayi. Hal inilah yang seringkali menjadi alasan untuk orangtua memakaikan baby walker untuk anak-anaknya. Diantaranya manfaat yang bisa dirasakan adalah:

  • Membantu si kecil bergerak kesana-kemari dengan lebih mudah
  • Mengalihkan perhatian bayi agar tidak teru-terusan ingin bersama dengan orangtuanya
  • Menanangkan bayi yang bosan bermain dilantai
  • Media bermian yang menyenangkan untuk anak

Apakah Baby Wakler Membantu Anak Lebih Cepat Berjalan?

Baby walker merupakan alat yang dapat digunakan untuk anak bayi yang belum dapat berjalan bisa berpindah kesana-kemari dan berpindah dari satu tempat ke tampat lainnya. Akan tetapi demikian, baby walker bukanlah alat yang dapat membantu si kecil berjalan dan tidak pula berfungsi mempercepat kemampuan berjalannya.

Baby walker hanya berfungsi mempermudah bayi untuk berjalan dan bergeser kesana kemari. Bahkan dilihat dari kemungkinannya, alat yang satu ini dapat memperlambat kemampuan berjalan pada bayi.

Didalam baby walker, kaki si bayi umumnya akan menggantung dan hanya sedikit yang menyentuh lantai. Bahkan kondisi ini cenderung membuat kaki si kecil jinjit pada saat mereka berusaha untuk menggerakan baby walkernya. Selain itu, bayi umumnya tidak perlu menjejakan kakinya untuk dapat berjalan.

Cukup hanya dengan mengayunnya saja alat ini akan dapat bergeser dan bergerak. Kondisi seperti inilah yang pada akhirnya akan dapat membuat si kecil malas dan tidak termotivasi berjalan dengan kedua kakinya sendiri. Karena dengan baby walkernya saja ia sudah cukup dapat mengeksplor sekelilingnya.

Selain itu, lebih lanjutnya berjalan dengan menggunakan baby walker hanya akan memperkuat tungkai bawah. Sementara untuk kekuatan tungkai atas yakni paha dan pinggulnya yang sangat dibutuhkan untuk dapat berjalan menjadi tidak terlatih.

Disamping iutpun, penggunaan baby walker mmebuat anak tidak mampu melihat kakinya dan tidak membuat anak belajar bagaimana menyeimbangkan tubuh sewaktu berjalan. Untuk itulah, daripaa memberikan si kecil baby walker, ada baiknya memberikan mereka mainan dorong yang dapat menstimulasi kemampuan belajarnya.

Bahaya Penggunaan Baby Walker

Bila diatas kita sudah membahas mengenai dampak positif mengenai penggunaan baby walker. Kali ini kita bahas dampak negatif atau bahaya dari penggunaan baby walker untuk si kecil. Simak dibawah ini.

Membuat Bayi Mudah Celaka

Penggunaan baby walker memang membuat si kecil mudah mengeksplor sekelilingnya. Cukup dengan mengayunkan kedua kakinya, maka kereta baby walkernya akan berjalan dengan sendirinya. Akan tetapi, ketidak mampuan si kecil untuk mengontrol kecepatan. Akan mungkin membuat si kecil mudah celaka. Terlalu kuat mendorong baby walker akan membuatnya mengarah kemana saja. Pada saat orangtua lengah maka si kecil akan mudah selaka dan terguling. Untuk itulah, penggunaan baby walker ini sebaiknya diperhatikan dengan baik.

Resiko Bahaya Untuk Tumbuh Kembangnya

Penggunaan baby walker pun dpat menimbulkan kelainan fisik pada si kecil. Dada datar, paru-paru terhambat, cacat tulang kaki dan perubahan tulang punggung adalah beberapa akibat dari penggunaan baby walker pada bayi. Hal ini dikarenakan pada masa ini tulang bayi masih lentur dan lunak. Akibatnya jika pada usia sedini ini si kecil sudah diberikan alat antu yang bisa menopang berat tubuhnya maka tubuh si kecil akan mengalami masalah.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari dampak positif dan negatif penggunaan baby walker pada bayi. Semoga bermanfaat dan membuat anda menjadi orangtua yang bijak dalam menentukan pilihan untuk buah hatinya.