Penyebab Mata Bayi Kuning – Mata kuning pada bayi dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang serius pada tubuh. Oleh karena itu, penting untuk selalu mewaspadai keadaan mata kuning pada bayi.

Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh sehat. Karena seperti itu orang tua akan selalu memperhatikan kondisi kesehatan buah hatinya. Setiap ada masalah kesehatan yang menimpa buah hatinya, orang tua akan memberikan perawatan yang terbaik.

Masalah kesehatan biasanya rentan dialami oleh bayi. Salah satu masalah yang bisa menimpa bayi dan membuat orang tua merasa khawatir yaitu kondisi dimana mata bayi menjadi kuning.

Penyebab Mata Bayi Kuning

Mata kuning pada bayi bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius pada tubuh. Mata kuning pada bayi sebenarnya kerap terjadi pada bayi. Biasanya selain mata menjadi kuning, air seni dan kulit bayi pun menjadi kuning.

Masalah mata kuning pada bayi bukan berarti seluruh bagian mata bayi menjadi kuning. Pada mata terdapat bagian putih yang disebut dengan sklera. Perubahan wana yang terjadi pada mata bukanlah bagian putih mata atau sklera, akan tetapi konjungtiva yakni lapisan mata bagian terluar yang tipis, Dalam bahasa medis mata kuning disebut dengan scleral icterus.

Mata kuning sebenarnya dapat terjadi pada setiap orang, baik bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Penyebab mata kuning pun biasanya berbeda-beda. Namun, pada bayi mata kuning disebabkan karena beberapa hal seperti berikut ini:

Penyebab Mata Bayi Kuning

  • Umumnya penyebab mata kuning yang dialami oleh bayi yaitu karena penyakit kuning pada bayi. Pada bayi baru lahir, penyakit kuning adalah masalah kesehatan yang umum terjadi yang disebabkan karena pemecahan darah merah yang terjadi seelah bayi dilahirkan.
  • Organ hati pada bayi baru lahir masih bekerja lambat dalam memproses bilirubin, akibatnya bayi akan mengalami penyakit kuning.
  • Selain bayi baru lahir, bayi yang mendapatkan ASI dapat mengalami penyakit kuning, yang mana penyebabnya yaitu karena tidak memadainya asupan ASI.
  • Selain masalah tersebut, pada kasus yang lebih jarang mata bayi kuning disebabkan karena infeksi pada darah bayi, kerusakan hati, infeksi virus atau bakteri, bayi kekurangan enzim, perdarahan internal, sel darah merah bayi abnormal, serta terdapat ketidakcocokan antara status rhesus dan golongan darah yang terjadi pada ibu dan bayi. Risiko bayi kuning akan semakin meningkat apabila bayi terlahir prematur.
  • Apabila dalam darah kadar bilirubin tinggi, keadaan ini sangat berbahaya karena dapat menembus ke otak bayi, kemudian akan menjadi racun untuk sel otak, sehingga akan menyebabkan bilirubin ensefalopati akut, dimana gejala yang akan ditunjukan bayi seperti bayi cenderung rewel, demam, muntah, gelisah, lesu, serta refleks hisap bayi menjadi buruk. Selain itu, bayi juga akan menjadi malas bangun, serta badan dan leher bayi melengkung ke belakang.

Cara Mengatasi Mata Bayi Kuning

Beberapa langkah dapat anda lakukan untuk mengatasi mata bayi kuning di antaranya seperti berikut:

  • Untuk mencegah terjadinya peningkatan bilirubin pada bayi yang menjadi salah satu penyebab mata bayi kuning, langkah yang dapat anda lakukan yaitu dengan memberikan asupan ASI atau air susu ibu yang cukup pada bayi. Asupan yang didapatkan oleh bayi mampu membantu bayi dalam mengatasi atau mengeluarkan bilirubin yang terdapat dalam tubuhnya. Agar bayi anda memperoleh asupan ASI yang cukup, maka anda harus menyusuinya dengan rutin. Usahakan untuk menyusui bayi anda sekitar 8 sampai 12 kali dalam sehari. Jika menggunakan susu formula, maka anda dapat memberikannya sekitar 6 sampai 10 botol dalam sehari.
  • Anda harus selalu memperhatikan keadaan mata bayi anda. Selalu perhatikan warna mata dan kulit bayi anda. Setidaknya anda harus memeriksa bagian putih mata bayi dan kulitnya sesering mungkin untuk memastikan apakah keadaannya menjadi bertambah parah atau justru sudah kembali normal.
  • Apabila keadaannya semakin parah, sebaiknya anda segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.
  • Jika mata bayi kuning disebabkan karena penyakit kuning, untuk mengatasinya sebaiknya hindari menjemurnya di bawah terik matahari. Menjemur bayi yang bertujuan untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi saat ini tidak direkomendasikan lagi. Meskipun begitu bukan berarti menjemur bayi adalah kegiatan yang buruk dan tidak bermanfaat. Menjemur bayi masih bermanfaat untuk membantu pembentukan provitamin D menjadi viamin D. Namun, penjemuran harus dilakukan ketika pagi hari atau dari jam 7 hingga 8 pagi selama kurang lebih 15 menit. Itupun tanpa harus membuka kain atau baju yang melapisi bayi.
  • Ketika keadaan bayi anda semakin kuning, segera bawa ke dokter guna mendapatkan penanganan lebih cepat agar bayi anda tehindar dari keadaan yang akan menyebabkan kerusakan pada otak yang permanen.

Sebagai orang tua yang bijak anda harus selalu waspada akan kondisi atau perubahan kondisi yang dialami oleh buah hati tercinta. Apabila anda merasa ada yang tidak beres dengan keadaan bayi anda, jangan tunggu lama lagi sebaiknya segera bawa bayi anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat berdasarkan kondisi yang dialaminya. Semoga bermanfaat.

Kelainan atau masalah mungkin saja akan muncul pada bayi baru lahir. Penyakit yang umum dan sering terjadi pada bayi baru lahir yaitu penyakit kuning. Penyakit kuning pada bayi adalah umum terjadi dan tidak membahayakan. Namun, dalam kondisi tertentu bisa saja membahayakan. Oleh karena itu, pahami dan ketahui setiap tanda-tanda penyakit kuning pada bayi.

Penyakit kuning pada bayi muncul dengan diikuti tanda-tanda pada tubuhnya. Beberapa tanda yang mungkin muncul ketika bayi mengalami penyakit kuning yaitu kulit dan bagian matanya berwarna kuning. Urinenya pun berwarna kuning pekat padahal sebenarnya urine bayi baru lahir tidak berwarna, telapak kaki dan tangan menguning dan tinja berubah warna menjadi pucat. Penyakit kuning pada bayi biasanya bisa pulih dengan sendirinya hanya dalam hitungan minggu saja.

Sebagian dari anda mungkin bertanya-tanya apa penyebab penyakit kuning pada bayi? Untuk mengetahuinya simak penjelasan di bawah ini.

Penyakit Kuning Pada Bayi

Penyebab Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Penyakit kuning bisa terjadi pada bayi baru lahir disebabkan karena ia memiliki kelebihan bilirubin atau unsur kuning dalam darahnya. Kadar sel darah pada bayi baru lahir tinggi sehingga dengan begitu produksi bilirubin akan terpicu. Bilirubin itu sendiri terbentuk ketika sel darah merah yang tua dihancurkan.

Bayi sebenarnya memiliki bilirubin semenjak ia masih berada di dalam kandungan. Namun, ketika mengandung ibu mengeluarkan bilirubin untuk bayi melalui plasenta. Nah, setelah bayi lahir ke dunia, ia tidak bisa melakukannya karena organ hati bayi baru lahir belum bisa berkembang sempurna. Keadaan seperti ini akan membuat pembuangan bilirubin menjadi terhambat, yang mana seharusnya dikeluarkan pada saat bayi buang air besar maupun buang air kecil. Keadaan ini bisa dikatakan sebagai penyakit kuning fsiologis. Ketika itu bayi anda akan menguning setelah 24 jam ia dilahirkan, bahkan keadaannya akan bertambah buruk setelah usianya empat hari. Keadaanya akan kembali membaik setelah usianya satu minggu.

Selain itu, penyebab bayi kuning bisa saja karena beberapa faktor di bawah ini, meskipun jarang terjadi.

  • Adanya infeksi karena bakteri atau virus.
  • Terjadi infeksi pada darah bayi.
  • Kerusakan hati.
  • Adanya pendarahan internal.
  • Sel darah bayi tidak normal sehingga akan mudah mengalami kerusakan.
  • Kekurangan enzim.
  • Terjadi masalah pada sisten pencernaan bayi.
  • Adanya ketidakcocokan status rhesus serta golongan darah antara ibu dan bayi.

Biasanya bayi yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami penyakit kuning yaitu bayi yang dilahirkan prematur atau lahir sebelum 37 minggu, bayi yang mengalami kesulitan menkonsumsi ASI, bayi yang lahir dengan kondisi memar.

Apa yang Akan Terjadi Apabila Bilirubin Tinggi?

Apabila kadar bilirubin pada darah bayi terlalu tinggi, maka akibatnya akan menembus sampai ke otak dan akan menjadi racun untuk sel otak. Yang mana keadaan seperti ini disebut dengan bilirubin ensefalopati akut.

Berikut ini beberapa gejala yang mungkin akan muncul.

  • Bayi mengalami demam, muntah dan lesu.
  • Kemampuan dalam mengisap menjadi buruk.
  • Sulit untuk bangun tidur.
  • Kulitnya akan semakin menguning.
  • Leher dan tubuh melengkung ke belakang.
  • Sering gelisah dan rewel.

Apabila gejala gejala di atas dialami oleh bayi anda, maka jangan tunggu waktu lagi, segeralah pergi ke dokter agar bayi anda mendapatkan penanganan dan terhindar dari kerusakan permanen yang terjadi pada otak.

Perawatan Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Penyakit kuning pada bayi bisa diatasi dengan penanganan medis menggunakan fototerapi. Namun, selain itu kenaikan bilirubin bisa dicegah dengan memberikannya asupan yang cukup. Asupan tersebut bisa membantu bayi anda dalam mengeluarkan bilirubin pada tubuhnya. Disarankan untuk memberikan ASI sekitar 8 kali sampai 12 kali tiap 24 jam. Jika anda memberikan susu formula, maka pastikan anda memberikannya sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Susu formula yang diberikan pada bayi biasanya sebanyak 6 sampai 10 botol dalam setiap 24 jam.

Anda harus lebih ekstra dalam merawat bayi anda yang mengalami penyakit kuning. Disarankan untuk selalu cek bola mata bagian putihnya atau kulitnya sebanyak dua kali dalam sehari. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah keadaan bayi anda sudah kembali normal atau justru semakin parah.

Biasanya cara mudah menangani penyakit kuning pada bayi yaitu dengan menjemurnya di bawah matahari. Anda bisa menjemur bayi anda dengan meletakannya di bawah sinar matahari. Waktu yang disarankan untuk menjemur bayi yaitu dimulai pukul 8 sampai 9 pagi. Hindari menjemur bayi lebih dari jam 9 atau jam 10 pagi karena tidak baik untuk kesehatan kulit bayi itu sendiri. Dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari akan membuat tingkat bilirubinnya menjadi menurun. Jika anda ingin bayi anda mendapatkan penanganan yang terbaik anda bisa melakukannya di rumah sakit oleh ahlinya. Apabila keadaannya semakin parah setelah beberapa hari dilahirkan, anda bisa segera menghubungi dokter untuk memastikan keadaannya.

Demikian beberapa penjelasan mengenai penyakit kuning pada bayi. Meskipun dikatakan sebagai keadaan normal, tetapi sebagai orang tua yang bijak anda harus tetap melakukan penanganan dan perawatan terbaik pada bayi anda yang menderita kondisi seperti ini. Semoga bermanfaat.