Terdapat beberapa kebutuhan gizi bayi dan balita yang harus dipenuhi agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan optimal. Ketahui apa saja kebutuhan gizi bayi/balita dan sumber makanan yang dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan.

Diketahui, kurang gizi menjadi penyebab 3,1 juta kematian anak dalam setiap tahunnya. Untuk memperbaiki kelangsungan hidup anak, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada setiap anak, maka pemberian makanan yang tepat pada bayi merupakan salah satu kuncinya.

Periode yang penting pada kehidupan anak yaitu saat dua tahun kehidupan pertamanya. Pasalnya, asupan nutrisi yang optimal pada periode ini mampu menekan angka kematian anak, serta mampu mengurangi angka kesakitan dan mendukung agar pertumbuhan serta perkembangan anak berjalan dengan optimal.

Kebutuhan Gizi Bayi dan Balita

Kebutuhan Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan

Penting memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia bayi 6 bulan karena ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi dan ibu. Pada 6 bulan awal kehidupan bayi, tidak ada makanan apapun yang diberikan selain ASI. Pasalnya, perut bayi masih belum siap untuk mencerna makanan. ASI sudah memenuhi gizi bayi yang dibutuhkan pada usia ini.

ASI yang keluar untuk pertama kalinya disebut dengan kolostrum. Kolostrum ini memiliki banyak manfaat untuk kekebalan tubuh bayi. Setelah bayi dilahirkan penting untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Jangan biarkan bayi anda tidak mendapatkan kesempatan mengkonsumsi ASI pertama ini. ASI pertama ini mengandung zat gizi dan kekebalan tubuh yang diperlukan oleh bayi.

Kebutuhan Gizi Bayi dan Balita

Saat bayi berusia 6 bulan, maka kebutuhan nutrisi dan energi bayi semakin meningkat. Oleh karena itu diperlukan makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Dari makanan pendamping ASI, penting bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi atau balitanya. Orang tua harus memperhatikan makanan atau pandai-pandai memilih makanan untuk buah hati tercinta. Lantas apa saja kebutuhan gizi bayi dan balita yang harus dipenuhi? Untuk mengetahuinya anda bisa simak langsung pembahasan di bawah ini.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu kebutuhan gizi bayi yang harus dipenuhi. Karbohidrat menjadi sumber energi utama yang dibutuhkan. Anda dapat memberikan sumber karbohidrat dari beberapa bahan makanan. Bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat di antaranya yaitu beras merah, beras, tepung roti, kentang, tepung maizena, pasta, havermut dan lain sebagainya. Dalam memilih sumber karbohidrat pastikan anda memilih bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh bayi atau balita anda.

Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dimana protein ini bermanfaat untuk memelihara jaringan dan sel dalam organ tubuh. Selain itu, protein juga memiliki peran dalam perkembangan otak. Sumber protein dapat anda temukan dari bahan makanan seperti misalkan, tahu, tempe, telur, kacang-kacangan, susu dan olahannya seperti misalkan krim, keju dan yoghurt.

Lemak

Lemak merupakan kompenan utama yang berperan dalam membentuk membran sel otak bayi. Selain itu, lemak merupakan bahan utama sebagai sumber energi, serta dibutuhkan oleh zat-zat tertentu seperti misalkan vitamin A agar dapat diserap oleh tubuh dengan mudah. Sumber lemak bisa anda dapatkan dari bahan makanan seperti misalkan santan, margarin, mentega dan minyak sayur seperti minyak wijen, minyak jagung dan minyak bunga matahari.

Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral dibutuhkan oleh tubuh guna memperlancar metabolisme dalam tubuh. Selain itu, untuk proses pengantaran perintah antara sel saraf. Sumber vitamin dan mineral bisa anda dapatkan dari bahan makanan yang mudah sekali ditemui seperti buah dan sayuran. Buah dan sayuran yang menjadi sumber vitamin dan mineral di antaranya yaitu labu kuning, brokoli, jagung, buncis muda, kacang kapri, jamur merang, wortel, tomat, jeruk, alpukat, pepaya, semangka, pir, melon, apel, pisang dan lain sebagainya.

Air

Kebutuhan air bayi dan balita penting untuk dipenuhi. Air dapat menghilangkan rasa dahaga bayi dan balita, serta berperan dalam melancarkan kerja sistem pencernaan. Untuk memenuhi kebutuhan air untuk buah hati tercinta, anda bisa mendapatkannya dari ASI, air mineral, makanan berkuah, sari buah dan lain sebagainya.

Kalori

Bayi, khususnya bayi yang sudah bergerak aktif atau balita yang sudah bisa merangkak, serta memiliki keinginan untuk meraih benda-benda tertentu kebutuhan kalorinya harus terpenuhi. Energi bisa didapatkan dari makanan yang mengandung kalori, seperti misalkan karbohidrat komplek, protein dan lemak sehat. Untuk bayi, kalori yang dibutuhkan biasanya sekitar 1300-1500 kkal dalam perharinya.

Zat Besi

Zat besi diperlukan tubuh untuk membantu meningkatkan oksigen dalam darah, sehingga dengan begitu kesehatan dan perkembangan bayi dapat terjaga.

Itulah kebutuhan gizi bayi dan balita. Dengan demikian untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati tercinta, anda harus memenuhi semua kebutuhan gizi yang diperlukan. Anda dapat memenuhi kebutuhan gizi buah hati tercinta dari makanan sumber gizi seperti yang sudah disebutkan di atas. Perhatikan dalam setiap memilih makanan sebagai sumber gizi untuk bayi dan balita sesuai yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Nutrisi yang tepat membantu terhadap perkembangan otak bayi. Karenanya, penting mengetahui apa saja nutrisi untuk perkembangan otak bayi.

Anak merupakan segalanya untuk orang tua, oleh karena itu orang tua akan memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya. Orang tua akan merawat dan membesarkan anaknya dengan sebaik mungkin. Anak yang tumbuh dengan sehat dan cerdas adalah harapan semua orang tua.

Pada dasarnya kecerdasan atau kesehatan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari banyaknya faktor pendukung, salah satu faktor yang memiliki peran penting yaitu nutrisi. Oleh karena itu, kecukupan dan kualitas nutrisi merupakan faktor penting. Sudah menjadi tugas orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi untuk buah hati tercintanya.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Supaya anak cerdas dan sehat, maka orang tua perlu memberikan nutrisi pada sang buah hati ketika masih berada di dalam kandungan atau ketika masa kehamilan. Tidak hanya itu, pemberian nutrisi ketika awal kehidupan dan masa tumbuh kembangnya sangat penting. Nutrisi yang seimbang dan tepat pada periode awal kehidupan bayi sangat menunjang dan membantu perkembangan otak si kecil agar tumbuh cerdas seperti yang diharapkan oleh orang tua.

Jika bayi kekurangan nutrisi, maka akibatnya akan menyebabkan berbagai dampak negatif. Dimana risiko kekurangan nutrisi itu sendiri berbeda-beda pada bayi, tergantung dari jenis nutrisi dan keadaan fisik bayi anda. Lantas apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi? Untuk mengetahuinya lebih jelas anda bisa simak pada pembahasan di bawah ini.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Protein

Protein memiliki peran penting terhadap perkembangan otak bayi. Protein berperan dalam mengarahkan sel saraf, serta memindahkan pada tempat yang tepat di otak. Dimana saraf tersebut merupakan saraf yang membuat si kecil bisa berpikir, serta membuat persepsi dari dunia yang ada di sekitarnya. Selain itu, protein membantu dalam mengoptimalkan perkembangan indera bayi. Jika bayi belum mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka ibu menyusui dapat mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung protein seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, daging, ikan dan telur. Makanan tersebut merupakan sumber protein yang baik untuk bayi.

Kolin

Kolin dibutuhkan oleh bayi, terlebih lagi ketika ia masih berada di dalam kandungan dan ketika usia dini pasca melahirkan. Kolin itu sendiri memiliki fungsi untuk membentuk tulang belakang bayi, serta mendukung perkembangan sel otak bayi. Berdasarkan penelitian membuktikan bahwa kolin dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif bayi. Untuk mendapatkan asupan kolin yang seimbang, bayi bisa mendapatkannya dari ASI. Oleh karena itu, penting memberikan ASI yang cukup pada bayi. Sedangkan untuk ibu menyusui alangkah lebih baik untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang menjadi sumber kolin seperti misalkan kacang kedelai, susu dan telur.

DHA atau Omega 3

Untuk mengoptimalkan perkembangan otak, bayi membutuhkan Docosahexaenoic Acid (DHA). DHA ini membantu meningkatkan perkembangan mental bayi dan perkembangan psikomotorik. Dimana ASI atau air susu ibu mengandung DHA yang dibutuhkan oleh bayi.

Vitamin B6

Vitamin B6 merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan. Dimana vitamin B6 penting untuk perkembangan dan pertumbuhan sistem saraf pusat janin. Sedangkan dalam masa perkembangan bayi, vitamin B6 ini dibutuhkan untuk perkembangan kemampuan si kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Makanan sumber vitamin B6 yaitu daging, ikan tuna, roti, kacang-kacangan atau sereal.

Asam Folat

Untuk perkembangan otak bayi, asam folat penting dan dibutuhkan, terutama ketika bayi berada di dalam kandungan. Asam folat itu sendiri dapat membantu dalam mencegah risiko terjadinya cacat tabung saraf, serta tumor otak pada bayi. Ibu hamil direkomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 600 mcg asam folat.

Vitamin B12

Vitamin B12 membantu dalam pembentukan myelin yang terdapat pada jaringan saraf bayi. Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dan manfaatnya dari daging kambing, daging sapi, daging ayam dan ikan.

Seng

Seng membantu dalam mengoptimalkan kinerja dan fungsi otak bayi. Seng itu sendiri memiliki peran dalam pembentukan sel darah putih supaya tubuhnya dapat melawan infeksi. Selain itu, seng berfungsi untuk memastikan sel tubuh selalu berkembang serta memperbaiki kerusakan yang terjadi. Makanan sumber seng di antaranya yaitu daging ayam dan daging sapi.

Zat Besi

Zat besi dibutuhkan oleh bayi supaya otaknya dapat berkembang dengan maksimal. Zat besi adalah mineral yang mana tubuh membutuhkannya untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Anda bisa mendapatkan zat besi dari asupan sayuran, sereal, telur dan daging.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi bisa dijumpai dalam menu makanan sehari-hari. Makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi tersebut sederhana, mudah didapatkan dan tergolong murah.

Selain beragam nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi, untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi pemberian ASI eksklusif harus dilakukan, terlebih lagi pada masa awal kehidupan bayi, yakni sekitar usia 0 sampai 2 tahun. ASI merupakan asupan bayi yang mengandung nutrisi komplet dan bermanfaat untuk bayi.

Itulah nutrisi untuk perkembangan otak bayi yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Makanan yang Harus Dihindari Dalam MPASI – Makanan bayi harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua. Dalam memberikan MPASI untuk bayi, hindari beberapa jenis makanan sebelum bayi berusia 1 tahun.

Setelah selama 6 bulan bayi diberi ASI eksklusif, bayi akan mulai diperkenalkan pada MPASI atau makanan pendamping ASI. Ketika kesempatan itu sudah datang, orang tua khususnya ibu akan sangat antusias untuk mulai memperkenalkan makanan kepada buah hati tercintanya.

Si kecil yang sebelumnya hanya mengenal ASI sebagai makanan satu-satunya, kini akan mulai mengenal berbagai jenis, rasa dan tekstur makanan. Momen ini akan disambut ibu dengan penuh perhatian.
Dalam mengenalkan MPASI tentunya tidak semudah yang dipikirkan. Makanan yang dikonsumsi bayi pun bukanlah makanan sebagaimana yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Makanan bayi harus benar-benar diperhatikan karena sistem pencernaannya masih belum sempurna seperti halnya orang dewasa. Makanan untuk bayi harus memenuhi berbagai kriteria dari mulai jenis, tekstur, rasa dan kandungan nutrisi pada makanan tersebut.

Makanan yang Harus Dihindari Dalam MPASI

Saat ini banyak makanan bayi yang dijual dalam bentuk kemasan. Namun, makanan bayi yang diolah sendiri lebih baik dibandingkan dengan makanan bayi kemasan. Karena dengan mengolahnya sendiri anda dapat menjaga mutu dan kehigenisannya, serta kandungan nutrisinya pun diketahui dengan jelas.

Beberapa bahan makanan bisa anda olah untuk dijadikan sebagai MPASI. Banyak makanan mengandung nutrisi dan gizi cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Namun, beberapa jenis makanan justru tidak disarankan untuk MPASI. Makanan tersebut tidak dianjurkan diberikan pada bayi sebelum pada waktunya atau sebelum bayi berusia 1 tahun.

Lantas makanan apa yang dimaksud? Berikut ini beberapa jenis makanan yang harus dihindari dalam MPASI.

Makanan yang Harus Dihindari Dalam MPASI

Madu

Makanan yang harus dihindari dalam MPASI yang pertama yaitu madu. Meskipun seperti yang kita ketahui bawa madu adalah pemanis alami yang kaya akan manfaat dan bisa dijadikan sebagai obat tradisional, tetapi pemberian madu pada bayi di bawah usia 1 tahun tidak baik.

Dalam madu terkandung spora Clostridium Botulinum. Spora ini didapatkan lebah ketika mengambil makanannya. Spora yang terdapat pada madu ini mampu bertahan di usus dalam waktu lama, serta akan mengeluarkan racun botulinum.

Senyawa botulinum untuk orang dewasa sebenarnya tidak berbahaya karena sistem pencernaan orang dewasa memiliki keasaman yang tinggi dan sudah sempurna untuk menghilangkan efek racun dari madu.

Untuk bayi, khususnya bayi berusia 1 tahun sistem pencernaannya masih belum sempurna. Kadar asam dalam usus bayi masih lemah dan belum kuat untuk menangkal efek racun botulinum pada madu.
Keracunan yang disebabkan karena botulinum disebut dengan botulisme. Efek keracunan pada bayi bisa sampai menyebabkan kematian. Karena seperti itu, penting menghindari madu dalam menu MPASI bayi anda.

Kacang Utuh

Dalam usia tertentu bayi akan mengembangkan kemampuannya ketika makan. Dimana bayi akan mulai menyukai finger food. Ia akan memegang makanannya sendiri dan kemudian dimasukan ke dalam mulutnya. Ketika dalam tahapan ini, penting bagi orang tua untuk memberikan finger food yang tepat untuk bayi.

Kacang-kacangan dapat dijadikan sebagai finger food. Namun, meskipun mengandung nutrisi tinggi, pemberian kacang utuh sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan bayi tersedak.

Apabila anda bermaksud memberikan kacang-kacangan pada bayi sebagai MPASI, sebaiknya haluskan terlebih dahulu. Anda dapat mengtesnya terlebih dahulu selama 3 hari untuk mengetahui adanya reaksi alergi.

Telur

Telur adalah salah satu bahan makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dalam masa tumbuh kembangnya. Selain kaya akan nutrisi, telur juga mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi.

Namun, faktanya pemberian telur tidak disarankan pada bayi berusia di bawah 1 tahun karena menyebabkan alergi. Akan tetapi, bagian telur yang dapat menyebabkan alergi yaitu bagian putihnya. Sebaiknya hindari makanan pemicu alergi ini atau bagian putih telur sebelum buah hati anda berusia 1 tahun. Selain itu, hindari bagian merah telur yang diolah kurang matang untuk si kecil. Berikan telur pada bayi dengan kematangan yang sempurna.

Garam dan Gula

Penambahan garam dan gula pada MPASI bayi tidak disarankan. Jika anda ingin makanan bayi anda lebih berasa, maka anda dapat menambahkannya perasa dari bahan makanan alami. Perkenalkan makanan dengan tekstur dan rasa secara alami. Biarkan bayi anda menyukai rasa manis dari wortel, rasa gurih dari alpukat dan lain sebagainya. Gula yang diberikan pada bayi sebelum waktunya akan mempengaruhi pertumbuhan gigi bayi atau bahkan membuat gigi bayi rusak. Ketika berusia di atas 1 tahun anda dapat memberikan garam dan gula, namun dengan porsi yang sedikit sekali.

Kacang Tanah

Selain kacang utuh, bayi harus menghindari kacang tanah. Jangan berikan kacang tanah, berikut olahannya hingga anak berusia 3 tahun.

Itulah beberapa jenis makanan yang harus dihindari pada MPASI. Tetap berikan makanan sehat dan seimbang untuk buah hati tercinta guna menunjang tumbuh kembangnya, karena pertumbuhan bayi yang sehat dan perkembangan bayi yang optimal adalah harapan setiap orang tua. Semoga bermanfaat.

Manfaat Beras Merah Untuk Bayi – Salah satu bahan makanan yang bisa dijadikan MPASI yaitu beras merah. Kandungan di dalam beras merah memiliki banyak manfaat untuk bayi.

MPASI atau makanan pendamping ASI diberikan saat usia bayi menginjak 6 bulan. Makanan pendamping ASI itu sendiri merupakan sumber nutrisi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemilihan makanan pendamping ASI untuk bayi harus dilakukan dengan tepat untuk memberikan nutrisi yang bervariasi dan bermanfaat untuk bayi. Makanan pendamping ASI yang mengandung variasi nutrisi akan membantu dalam mengoptimalkan tumbuh dan kembang si kecil. Selain itu, makanan tersebut dapat membantu dalam menunjang kesehatannya.

Salah satu bahan makanan yang dapat jadikan makanan pendamping ASI atau MPASI untuk bayi yaitu beras merah. Beras merah digembor-gemborkan jauh lebih baik dibandingkan dengan beras putih karena kandungan dan manfaatnya. Karena seperti itu, beras merah dianggap sebagai pilihan yang tepat sebagai makanan pendamping ASI.

Manfaat Beras Merah Untuk Bayi

Lantas apa saja manfaat beras merah untuk bayi? Beragam manfaat akan anda dapatkan ketika menjadikan beras merah sebagai makanan pendamping ASI seperti berikut ini.

Manfaat Beras Merah Untuk Bayi

Membantu Proses Perkembangan Dalam Pembentukan Energi

Beras merah memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan beras putih. Manfaat beras merah itu sendiri karena beragam kandungan yang ada di dalamnya seperti vitamin B1, B6, B12 yang tinggi. Karena kandungan yang cukup tinggi tersebutlah beras merah diketahui bermanfaat dan membantu perkembangan untuk pembentukan energi dalam sel tubuh bayi.

Baik Untuk Perkembangan Otak Bayi

Kulit ari yang terdapat pada beras merah mengandung suatu zat yang baik dan bermanfaat untuk perkembangan otak bayi. Bahkan mineral yang terkandung dalam beras merah memberikan manfaat yang baik sebagai asupan bayi yang dapat menunjang pertumbuhan gigi, pertumbuhan rambut, pertumbuhan tulang dan otot bayi. Serat yang terkandung di dalam beras merah yang cukup tinggi baik untuk sistem pencernaan bayi. Zat besi yang terkandung di dalamnya baik dalam memenuhi kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan bayi.

Baik Untuk Perkembangan Jantung dan Jaringan Saraf Bayi

Beras merah mengandung zat tamin, dimana zat tersebut memiliki manfaat untuk perkembangan jantung dan jaringan saraf bayi. Selain itu, kandungan fosfor yang terdapat pada beras merah bermanfaat dalam membantu perkembangan sistem saraf rangka si kecil.

Bermanfaat Terhadap Pola Tidur

Apabila bayi mengkonsumsi beras merah sebagai makanan pendamping ASI, maka selain manfaat di atas yang akan didapatkan, konsumsi beras merah juga akan mempengaruhi pola tidur bayi. Bayi akan memiliki pola tidur yang baik dan cukup yang disebabkan karena adanya kandungan zat tepung pada beras merah. Dimana zat tepung yang terkandung pada beras merah tersebut dapat membantu dalam meningkatkan serotonin jaringan otak bayi. Serotonin itu sendiri berperan dalam mengatur tingkat kantuk sehingga akan lebih teratur.

Gula yang terkandung di dalam beras merah lebih stabil, efeknya bayi tidak akan mudah merasa lapar sehingga si kecil tidak akan bangun ketika malam hari karena rasa lapar yang akan mengganggu aktivitas tidurnya.

Itulah beberapa manfaat beras merah untuk bayi sebagai makanan pendamping ASI. Mengetahui manfaat beras merah untuk bayi yang begitu besar, sekarang anda bisa memutuskan untuk menjadikan beras merah sebagai pilihan untuk makanan pendamping ASI. Anda bisa membuat tepung beras merah untuk dijadikan sebagai persediaan di rumah. Berikut ini cara membuat tepung beras merah.

Cara Membuat Tepung Beras Merah

  • Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu merendam tepung beras merah selama kurang lebih 24 jam atau hingga kulit beras merah pecah. Kulit yang pecah pada beras merah mangandung seng, kalsium dan zat besi yang lebih mudah untuk diserap oleh tubuh bayi.
  • Jika sudah seperti itu, anda bisa mencuci bersih beras merah dan tiriskan.
  • Untuk menghaluskan beras merah agar menjadi tepung, anda bisa memanfaatkan dry mill atau ulekan.
  • Kemudian hasil tumbukan beras merah diayak dengan menggunakan saringan plastik, sehingga dengan begitu tepung yang dihasilkan akan benar-benar halus. Untuk hasil tumbukan yang masih kasar bisa ditumbuk ulang agar lebih halus.

Persediaan tepung beras merah dapat membantu anda dalam menyiapkan makanan untuk si kecil. Dalam menyiapkan menu makanan untuk si kecil, anda bisa mencoba membuat bubur beras merah tempe. Berikut ini resep dan cara membuat bubur beras merah tempe sebagai menu makanan untuk bayi anda.

Bahan Bahan

  • 35 gram tepung beras merah
  • 50 gram tempe, kukus dan potong kotak
  • 100 ml kaldu ayam

Cara Membuat Bubur Beras Merah Tempe

  1. Pertama campurkan air kaldu yang sudah matang dengan tepung beras merah.
  2. Selanjutnya, masukan potongan tempe yang sudah dikukus. Masak hingga semua bahan-bahan matang.
  3. Kemudian anda bisa menyajikannya dalam keadaan hangat.
  4. Bagi anda yang ingin menambah variasi makanan pendamping ASI atau MPASI untuk bayi, menu yang terbuat dari beras merah bisa menjadi pilihan anda. Kandungan yang terdapat di dalam beras merah dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi – Cara untuk menaikan berat badan bayi diantaranya yaitu dengan memperhatikan asupan makanannya. Beberapa makanan diyakini dapat membantu menaikan berat badan bayi.

Menyaksikan buah hati sehat dan tidak ada keluhan atau gangguan satu pun membuat orang tua merasa tenang dalam merawat buah hatinya. Bayi bisa dikatakan sehat apabila berat badannya berada pada level normal. Bayi yang memiliki berat badan kurang dari level normal terkadang membuat orang tua merasa khawatir, oleh karena itu setiap orang tua berusaha dan berlomba-lomba untuk menaikan berat badan bayinya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menaikan berat badan bayi yaitu dengan memperhatikan asupan makanannya. Pemilihan makanan yang tepat, bernutrisi dan bergizi menjadi langkah tepat yang bisa anda lakukan.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Asupan makanan yang dikonsumsi oleh bayi akan ikut menentukan berat badan atau bobot tubuh si kecil. Jika pemberian makanan dilakukan asal-asalan maka pengaruh buruknya pada sistem pencernaan si kecil. Berat badan tidak mengalami kenaikan tetapi justru ia mendapatkan gangguan atau masalah sistem pencernaan. Oleh karena itu, diharapkan orang tua untuk selalu selektif dan hati hati dalam memilih makanan yang tepat sebagai usaha untuk menaikan berat badan bayi.

Beberapa daftar makanan tertentu dapat membantu menaikan berat badan bayi. Lantas apa saja makanan penambah berat badan bayi? Untuk mengetahuinya anda bisa simak langsung penjelasan di bawah ini.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Agar berat badan bayi naik sesuai yang anda inginkan, maka anda harus memberikan makanan sehat dan bergizi secara teratur. Anda bisa mencoba untuk memperkenalkan makanan baru setiap minggunya. Akan tetapi, perlu anda ingat pemberian makanan padat atau makanan pendamping ASI boleh dilakukan ketika anak anda sudah menginjak usia 6 bulan. Pasalnya, pemberian makanan padat yang terlalu dini justru akan menimbulkan masalah kesehatan untuk bayi anda.

ASI

Satu-satunya cara yang bisa anda lakukan untuk menaikan berat badan bayi berusia di bawah 6 bulan yaitu dengan meningkatkan asupan ASI yang berkualitas pada si kecil. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi sebelum ia mendapatkan makanan pendamping ASI. Di dalam ASI terkandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Agar ASI yang diproduksi oleh ibu berkualitas, maka ibu harus mengkonsumsi asupan makanan yang kaya akan nutrisi dan bergizi. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memperbaiki pola makan dan asupan makanannya. Hindari keadaan yang akan membuat ibu stres, karena stres akan mempengaruhi produksi ASI.

Pemberian ASI itu sendiri harus dilakukan hingga bayi merasa kenyang. Dimana salah satu tanda bayi sudah kenyang yaitu ia tertidur sendiri ketika menyusu.

Sayur dan Buah

Sayur dan buah merupakan makanan sehat dan kaya akan nutrisi. Dimana beberapa jenis sayuran dan buah mengandung sejumlah kalori per porsi dalam jumlah yang lebih besar, serta asupan nutrisi yang seimbang, sehingga dengan begitu pemberian buah dan sayur akan membantu bayi dalam menaikan berat badannya.

Salah satu jenis buah sehat yang dapat membantu menaikan berat badan bayi yaitu buah alpukat. Alpukat merupakan buah yang memiliki kandungan lemak tak jenuh cukup tinggi dan sehat, serta jumlah kalori yang cukup dan tepat.

Selain alpukat sebenarnya masih banyak buah lain yang dapat membantu bayi dalam menaikan berat badannya. Buah tersebut mengandung nutrisi dan gizi yang tidak kalah penting, dimana buah yang dimaksud di antaranya yaitu buah pir dan pisang. Kedua jenis buah tersebut mengandung kalori yang baik untuk bayi.

Selain buah, sayuran pun dapat membantu meningkatkan berat badan bayi. Anda bisa menyajikan sayuran sebagai makanan untuk bayi dengan menghidangkannya bersama satu sendok teh mentega dan minyak zaitun pada saat anda memasaknya. Ini dilakukan untuk menambah kandungan lemak.

Gandum

Makanan yang terbuat dari campuran biji-bijian dan gandum memiliki jumlah kalori yang baik, serta menjadi makanan sehat yang baik untuk diberikan pada bayi. Salah satu pusat kesehatan bayi menyarankan bahwa menggabungkan bahan makanan dengan biji-bijian dapat meningkatkan jumlah kalori setiap harinya untuk bayi. Oleh karena itu, anda bisa membuat dan menyajikan makanan untuk si kecil seperti pancake yang terbuat dari bahan utama tepung gandum yang dicampur dengan kacang-kacangan.

Ubi Manis

Ubi manis memiliki cita rasa yang enak dan manis. Di samping itu ubi manis juga bisa dijadikan sebagai makanan penambah berat badan untuk bayi. Pemberian ubi manis ini dilakukan pada bayi dengan usia di atas 6 bulan. Ubi manis memiliki kandungan lemak dengan kadar yang rendah, magnesium, serat, Vitamin A, kalium, Vitamin C dan Vitamin B6 dalam kadar yang tinggi. Selain itu kalori yang terkandung pada ubi manis pun padat dan banyak.

Kebiasaan Makan

Kebiasaan makan bayi merupakan kunci penting dalam menaikan berat badan bayi. Biasanya bayi yang menginjak usia balita akan mengalami sulit makan, sehingga banyak sekali orang tua yang mengeluh akan keadaan tersebut. Penting bagi setiap orang tua untuk membiasakan kebiasaan makan yang baik sejak dini.

Pada saat usia bayi anda 8 bulan, anda bisa memberikan bubur saring yang terbuat dari nasi, sayur dan daging dibandingkan dengan bubur susu. Ini dilakukan agar anak anda terbiasa mengkonsumsi makanan dewasa pada saat usianya menginjak lebih besar.

Dalam pemberian makanan pada bayi anda harus memperhatikan faktor alergi. Beberapa bayi memiliki faktor alergi terhadap bahan makanan tertentu.

Panduan Berat Badan Bayi

Memiliki bayi sehat adalah harapan orang tua. Selain masalah berat badan bayi yang terlalu kurus, beberapa bayi umumnya memiliki masalah berat badan yang berlebihan atau terlalu gemuk/obesitas. Oleh karena itu, masalah kegemukan pada bayi sebaiknya diatasi sejak dini karena hal tersebut justru akan menambah masalah ketika si kecil beranjak dewasa nanti karena ia akan rentan terhadap masalah penyakit. Maka dari itu, penting bagi anda untuk mengetahui berat badan bayi yang ideal seperti berikut ini.

Berat badan bayi biasanya akan turun beberapa gram dibandingkan saat ia lahir. Menghadapi masalah seperti ini anda jangan merasa khawatir karena ini merupakan keadaan yang normal.

  • Hingga usia bayi 3 bulan, berat badannya naik 175-210 gram per minggu.
  • Pada saat usia bayi 5 bulan berat badan seharusnya naik 2x berat badan ketika ia lahir.
  • Pada usia 1 tahun berat badan bayi seharusnya 3x berat badan ketika ia dilahirkan.
  • Usia 2,5 tahun, berat badan seharusnya 4x berat badan ketika ia lahir.

Dengan demikian, makanan penambah berat badan bayi seperti yang sudah disebutkan di atas bisa membantu anda dalam meningkatkan berat badan si kecil. Agar bayi anda mendapatkan cukup nutrisi, maka anda bisa mengkombinasikan makanan penambah berat badan bayi dalam setiap harinya.