Penting mengetahui tips persiapan MPASI saat bepergian untuk membantu dan memudahkan anda.

Liburan bersama dengan keluarga menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu bagi anda yang selama ini selalu disibukan dengan kegiatan rumah dan kegiatan mengurus si kecil. Liburan bersama dengan si kecil tidak akan merepotkan seperti yang dibayangkan, anda tetap bisa menikmati waktu liburan yang menyenangkan dengan kehadiran buah hati tercinta.

Memutuskan liburan atau bepergian dengan si kecil tentu saja ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan, salah satunya yaitu MPASI atau makanan pendamping ASI-nya. Tidak seperti saat di rumah, saat liburan atau bepergian tentu akan cukup sulit dalam menyiapkan makanan untuk si kecil.
Beberapa orangtua memutuskan untuk memesan menu MPASI dari catering khusus MPASI. Namun, dengan memesan menu makanan untuk si kecil, orangtua tidak bisa memastikan bahan yang digunakan adalah bahan yang berkualitas dan ideal.

Persiapan MPSI saat bepergian

Sebelum anda memutuskan pergi berlibur bersama dengan si kecil, alangkah lebih baiknya jika anda menyiapkan MPASI untuk si kecil, termasuk peralatan wajib untuk mendukung MPASI.
Berikut ini, beberapa hal yang harus anda perhatikan saat anda bepergian atau traveling dan harus mempersiapkan MPASI:

Persiapan MPASI Saat Bepergian

Makanan

Saat sebelum bepergian, alangkah lebih baik jika anda membawa makanan yang mudah dibawa dan disimpan. Pastikan makanan tersebut mudah dimakan setiap saat. Anda dapat menyimpan atau menyisihkan kotak makanan sejenak. Beberapa pilihan makanan yang dapat anda bawa di antaranya yaitu buah pisang, roti atau biskuit. Biskuit dapat anda berikan pada si kecil saat ia membutuhkan cemilan.

Jarak Tempuh

Jarak tempuh pun perlu anda perhatikan. Pasalnya, jarak tempuh memiliki pengaruh terhadap makanan yang anda bawa. Selain makanan yang mudah di bawa dan dimakan seperti yang sudah disebutkan di atas, jika perjalanan yang anda tempuh memakan waktu singkat, maka anda dapat mempersiapkan bahan makanan seperti sayuran dan daging matang dalam bentuk puree, maupun potongan kecil yang dibekukan. Buah-buahan juga bisa anda bawa.

Anda dapat memasukan puree dalam toples kecil. Kemudian simpan dalam cooler box yang sudah dlengkapi dengan ice cube untuk menjaga agar puree tetap dalam keadaan beku. Jika anda sudah sampai di tempat tujuan, maka anda bisa langsung meletakan puree dalam kulkas.

Waktu Bepergian

Apabila anda bepergian cukup lama atau selama seminggu, anda dapat menyusun menu MPASI untuk si kecil selama 3 hari. Selain itu, anda dapat mempersiapkan jumlah makanan secukupnya. Sedangkan untuk hari selanjutnya, anda bisa mencari bahan MPASI si kecil yang masih segar di supermarket sekitar atau terdekat dengan kota tujuan anda.

Kotak Makanan

Jika anda memerlukan kotak makanan, maka pastikan anda memiliki kotak makanan yang tidak mudah bocor atau tumpah. Apabila diperlukan, anda dapat menggunakan wadah tahan dingin atau panas seperti misalkan thermos.

Anda harus mencatat waktu pembuatan makanan yang anda bawa. Sebaiknya dahulukan makanan yang dibuat lebih awal untuk diberikan pada si kecil.

Celemek

Celemek penting untuk anda bawa saat bepergian. Terdapat berbagai celemak yang dapat anda pilih, mulai dari celemek berbahan silikon yang mudah dibersihkan, berbahan kain dan lain sebagainya. Pilihlah celemek sesuai dengan kebutuhan bayi anda.

Perhatikan Tempat Menginap dan Peralatan MPASI

Anda harus memastikan jika tempat tujuan atau tempat menginap menyediakan kulkas untuk menyimpan bahan MPASI yang ada bawa. Anda bisa membawa beberapa peralatan seperti misalkan panci elektrik kecil, warmer, grinder, tempat makan, gelas, sendok, pisau kecil dan colokan.

Tips Menu MPASI Saat Bepergian

  • Anda dapat membawa buah yang disukai oleh bayi anda dan bisa langsung dikonsumsi. Beberapa buah yang dapat menjadi pilihan di antaranya yaitu jeruk peras, alpukat dan pisang yang sebelumnya sudah dihaluskan dengan menggunakan grinder.
  • Persiapkan puree yang dibekukan. Anda juga harus membawa cemilan favorit si kecil seperti misalkan biskuit.
  • Ketika waktu makan si kecil sudah tiba, anda dapat memanaskan puree yang dibekukan dengan menggunakan panci elektrik atau warmer.
  • Apabila bayi anda sudah mengkonsumsi makanan yang lebih padat seperti nasi tim, maka selain buah-buahan yang harus anda bawa, anda juga dapat membawa beras dan bumbu makanan atau bahan makanan yang lebih praktis seperti misalkan baby cereal atau oatmeal. Anda dapat menyiapkan potongan sayur yang dibekukan seperti misalkan brokoli, wortel dan lain sebagainya.
  • Apabila anda akan membuat nasi tim menggunakan slow cooker, maka anda dapat membuat ketika malam hari sebelum tidur. Nasi tim akan matang ketika pagi hari saat si kecil meminta sarapan.
  • Jika bayi anda sudah berusia di atas satu tahun, maka pada dasarnya ia sudah bisa menyantap makanan dengan menu seperti anggota keluarga yang lainnya. Namun meskipun begitu anda harus tetap memperhatikan makanan yang diberikan, pastikan makanan tidak pedas dan kebersihannya tetap terjaga. Dengan cara ini anda dapat melatih si kecil agar tidak menjadi pemilih makanan.

Dengan tips persiapan MPASI di atas, liburan anda bersama keluarga , serta si kecil tetap menyenangkan.

Khasiat dan Cara Mengolah Buah Kiwi Untuk Bayi – Meskipun memiliki ukuran yang kecil, tetapi buah kiwi memiliki banyak manfaat untuk bayi. Buah kiwi merupakan salah satu buah yang cocok untuk MPASI bayi.

Buah merupakan makanan sehat yang dapat diberikan pada bayi setelah lulus ASI eksklusif. Dimana bayi mendapatkan makanan pendamping ketika usianya 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupannya, bayi hanya mendapatkan ASI sebagai asupan makanannya.

Ibarat sebagai paket kumplit, buah-buahan mengandung mineral dan vitamin yang hampir lengkap. Oleh karena itu, buah sangat disarankan sebagai MPASI bayi. Hampir semua buah baik dan sehat untuk bayi, dimana salah satunya yaitu buah kiwi. Buah kiwi merupakan buah yang kaya akan serat, manfaatnya sungguh luar biasa untuk kesehatan.

Cara Mengolah Buah Kiwi Untuk Bayi

Sama halnya dengan jenis buah-buahan yang lainnya, buah kiwi mengandung sejumlah nutrisi seperti misalkan mineral, vitamin dan antioksidan. Dimana antioksidan itu sendiri bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga bayi akan terhindar dari beberapa risiko penyakit yang akan menyerangnya.

Buah kiwi memiliki tekstur yang lembut, sehingga cocok diijadikan sebagai MPASI atau makanan pendamping ASI.

Kapan Bayi Boleh Mengkonsumsi Buah Kiwi?

Buah kiwi pada bayi bisa anda kenalkan saat usia bayi 10-12 bulan. Sajikan buah kiwi pada buah hati anda dengan memotongnya menjadi potongan kecil setelah dicuci bersih.

Buah kiwi memiliki biji kecil di dalamnya. Dimana biji-bijian ini bisa dimakan, sehingga tidak akan membuat bayi tersedak.

Manfaat Buah Kiwi Untuk Bayi

Buah kiwi memiliki manfaat yang luar biasa untuk bayi. Berikut ini beberapa manfaat buah kiwi untuk bayi dilihat dari jenis nutrisi yang dikandungnya.

Magnesium

Buah kiwi mengandung magnesium. Dimana magnesium pada buah kiwi ini memiliki manfaat untuk membantu proses pembentukan energi. Hal ini berguna untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi anda.

Serat

Kiwi tinggi akan kandungan serat larut dan tidak larut. Serat yang dikandung dalam buah kiwi tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan bayi. Selain itu, bermanfaat pula untuk meningkatkan kesehatan jantung bayi.

Senyawa Bioaktif

Buah kiwi mengandung senyawa bioaktif yang berperan untuk membantu antioksidan dalam melindungi bayi dari infeksi bakteri. Dengan mengkonsumsi buah kiwi, si kecil tidak akan mudah sakit.

Mencukupi Kebutuhan Vitamin C

Buah kiwi dapat mencukupi kebutuhan vitamin C bayi, karena buah berukuran kecil ini mengandung vitamin C yang cukup tinggi.

Vitamin E

Buah kiwi mengandung vitamin E yang merupakan senyawa antioksidan yang sangat penting untuk membantu mencegah penyakit, serta menjaga agar bayi tetap sehat.

Cara Mengolah Buah Kiwi Untuk Bayi

Buah kiwi dapat anda sajikan untuk bayi dengan berbagai cara. Bagi anda yang masih bingung dalam menyajikan buah kiwi untuk bayi, simak beberapa saran yang dapat anda jadikan referensi seperti berikut ini:

  • Anda dapat menumbuk halus buah kiwi, kemudian jadikan buah kiwi ini seperti jelly atau selai. Anda dapat langsung memberikannya pada bayi anda atau mengoleskannya pada biskuit.
  • Buah kiwi juga bisa anda campurkan dengan yoghurt.
  • Diolah menjadi milkshake yang dicampurkan dengan susu.

Penyajian buah kiwi itu sendiri sebenarnya tergantung dengan kreativitas anda. Sajikan buah kiwi untuk si kecil dengan tampilan yang menarik sehingga bayi anda semangat mengkonsumsinya.

Hal Penting yang Harus Diingat Saat Memberikan Buah Kiwi Pada Bayi

Meskipun buah kiwi memberikan banyak manfaat ketika dikonsumsi oleh bayi, tetapi ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan seperti berikut ini:

  • Hindari memberikan buah kiwi pada si kecil terlalu banyak atau berlebihan karena dapat mengganggu sistem pencernaannya karena buah kiwi mengandung asam yang cukup tinggi.
    Selalu perhatikan gejala alergi pada anak anda.
  • Buah kiwi memiliki biji yang berukuran sangat kecil. Meskipun biji kecil pada buah kiwi tidak akan menyebabkan si kecil tersedak, tetapi dapat menyebabkan iritasi pada perut atau tenggorokan. Untuk itu, berhati-hatilah dalam setiap pemberian buah kiwi pada bayi anda.

Cara Membuat Jus Kiwi Untuk Bayi

Selain saran pengolahan yang telah disebutkan sebelumnya, buah kiwi juga bisa anda olah menjadi jus. Berikut ini cara membuat jus kiwi untuk bayi yang bisa anda simak.

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 1 buah kiwi
  • 100 ml air matang

Cara Membuat Jus Kiwi Untuk Bayi

  1. Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu, mengupas buah kiwi yang sudah anda siapkan. Kemudian, potong buah kiwi dengan ukuran kecil-kecil.
  2. Siapkan blender yang akan digunakan untuk menghaluskan buah kiwi. Lalu masukan buah kiwi yang sudah dipotong-potong tadi. Blender buah kiwi yang sudah ditambahkan air ke dalamnya hingga lembut dan mengental.
  3. Jika sudah seperti itu, anda dapat mengangkat dan menuangkannya ke dalam gelas saji.
    Setelah itu, sajikan jus buah yang satu ini untuk bayi anda.

Dalam memilih buah kiwi untuk bayi anda, sebaiknya pilihlah buah kiwi dengan kualitas terbaik. Untuk meminimalisir kandungan pestisida pada buah kiwi, sebelum anda mengolahnya sebaiknya cuci terlebih dahulu hingga benar-benar bersih sebelum disajikan pada si kecil atau diolah untuk makanan pendampingnya.

Resep Ikan Tuna Untuk MPASI Bayi – Ikan tuna merupakan salah satu jenis ikan yang baik untuk MPASI bayi.

Anda dapat membuat MPASI atau makanan pendamping ASI berbahan dasar ikan tuna sendiri di rumah dengan mudah. MPASI dikenalkan pada bayi saat usia bayi 6 bulan. Karena bayi belum terbiasa dengan makanan padat, maka pengenalan makanan pada bayi harus dilakukan dengan teliti dah hati-hati. Setiap bayi memiliki kondisi berbeda-beda, begitupun ketika ia mendapatkan makanan pendamping untuk pertama kalinya. Beberapa bayi justru dapat menerima langsung makanan dengan rasa dan tekstur baru, namun ada pula bayi yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi sehingga sering kali ia menolak makanan yang diberikan.

Karena sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, untuk itu bahan makanan yang digunakan untuk mengolah MPASI bayi harus benar-benar diperhatikan. Pemilihan bahan makanan harus diperhatikan, baik dari kebersihan, jenis, tekstur dan rasa.

Resep ikan tuna untuk MPASI bayi

Tidak semua bahan makanan dapat diberikan pada bayi. Beberapa bahan makanan justru dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi. Beberapa makanan yang dimaksud di antaranya yaitu susu, kacang-kacangan dan ikan. Sebagai langkah mengurangi resiko alergi pada bayi, maka kapan ikan dapat dikenalkan pada bayi?

Meskipun ikan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, tetapi tidak semua anak dapat diberi menu makanan ikan langsung karena beberapa anak memiliki alergi. Penting membuat catatan menu makanan sebagai langkah mengidentifikasi kemungkinan alergi pada anak anda.

Jika anak anda tidak memiliki riwayat alergi, maka pemberian makanan pendamping berbahan ikan dapat anda lanjutkan. Ikan dapat diberikan saat pemberian makanan padat pertama pada bayi. Beberapa jenis ikan yang dapat dikenalkan di antaranya yaitu ikan air tawar dan beberapa ikan laut seperti ikan sarden, ikan salmon dan ikan tuna karena memiliki kandungan merkuri yang rendah. Berbeda halnya dengan seafood seperti cumi-cumi, udang dan kerang yang dapat anda kenalkan ketika anak anda sudah berusia 1 tahun.

Ikan adalah nutrisi penting, yang mana kandungan gizi dalam ikan dapat membantu perkembangan otak si kecil sehingga menjadi lebih optimal. Ikan mampu mempertajam penglihatan, bahkan berdasarkan penelitian ikan dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Salah satu ikan yang baik diberikan pada bayi seperti yang sudah dibahas sebelumnya yaitu ikan tuna. Anda dapat membuat ikan tuna untuk MPASI bayi dengan mudah di rumah. Berikut ini resep ikan tuna untuk MPASI bayi.

Resep Ikan Tuna Untuk MPASI Bayi

Tim Saring Tuna

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 25 gram ikan tuna
  • 625 ml air
  • 50 gram labu siam
  • 1 sendok teh mentega
  • Tomat
  • Tempe

Cara Membuat Tim Saring Ikan Tuna

  1. Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu membersihkan ikan tuna yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Jika ikan tuna sudah bersih, anda daat memotong-motongnya membentuk dadu.
    Kemudian, potong labu siam, tempe dan tomat yang sudah dicuci. Sisihkan.
  2. Cuci beras yang sudah anda siapkan. Kemudian rebus bersama dengan air, ikan tuna dan tempe hingga menjadi bubur. Jika sudah seperti itu masukan tomat dan labu siam sampai matang.
  3. Tambahkan mentega yang sudah anda siapkan. Kemudian aduk-aduk sampai merata.
  4. Tunggu beberapa menit hingga nasi tim dingin. Kemudian, anda dapat menghaluskannya dengan menggunakan blender.

Tim Beras Merah Tuna

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 600 ml air
  • 20 gram beras merah
  • 25 gram buncis
  • 25 gram ikan tuna
  • 25gram wortel

Cara Membuat Tims Beras Merah Tuna

  1. Pertama, cuci beras merah yang sudah anda siapkan dengan menggunakan air mengalir.
  2. Kemudian, bersihkan ikan tuna dan potong kecil-kecil.
  3. Ambil wortel yang sudah anda siapkan, kemudian kupas kulitnya dan iris tipis.
  4. Siangi buncis dan bersihkan.
  5. Bersihkan tomat, kemudian cincang tomat sampai halus.
  6. Rebus beras merah yang sudah anda bersihkan tadi hingga menjadi bubur dan masukan bahan bahan yang lainnya. Masak hingga semua bahan bahan matang. Jika sudah matang, anda dapat menyajikannya untuk si kecil.

Tim Ikan Tuna Tahu

Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 50 gram tahu
  • 50 gram fillet ikan tuna
  • 2 liter kaldu daging
  • 20 gram beras
  • 50 gram wortel
  • 1 sendok makan jeruk nipis
  • 50 gram kebang kol

Cara Membuat Nasi Tim Ikan Tuna Tahu

  1. Pertama kali langkah yang harus anda lakukan yaitu, melumuri ikan tuna yang sudah anda siapkan dengan air jeruk nipis. Diamkan selama kurang lebih 3 menit. Jika sudah, anda dapat mencucinya hingga bersih.
  2. Kupas wortel, lalu cuci sampai bersih dan potong-potong.
  3. Cuci brokoli, lalu cincang kasar.
  4. Bersihkan beras, kemudian masak beras dengan air kaldu hingga beras menjadi lunak. Masukan wortel dan kembang kol. Kemudian masak sampai matang.
  5. Masukan tahu yang sebelumnya sudah dipotong dadu, masak kembali sampai matang dan mendidih.
  6. Selanjutnya, angkat dan sajikan tim sehat ini pada bayi.

Resep makanan bayi di atas dapat anda jadikan referensi sebagai menu makanan bayi ketika bayi menginjak usia 9 bulan. Dimana saat 9 bulan menu makanan pendamping bayi berbeda dari bulan sebelumnya. Pada usia ini makanan dengan tekstur yang lebih padat dengan tambahan lauk pauk dapat anda berikan.

Sayuran merupakan makanan sehat yang memiliki banyak manfaat untuk anak. Kenali apa saja manfaat sayuran untuk anak yang menakjubkan.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak, orangtua harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh buah hati. Makanan yang mengandung gizi dan nutrisi seimbang baik untuk pertumbuhan anak. Beberapa jenis makanan bermanfaat untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak. Salah satu makanan sehat yang baik dikonsumsi oleh anak yaitu sayuran.

Sudah menjadi rahasia umum, sayuran terkadang tidak disukai oleh anak-anak. Meskipun begitu, bukan berarti orangtua menyerah dan berhenti memberikan sayuran pada anaknya. Membiasakan memberikan sayuran sejak dini merupakan langkah tepat supaya anak dapat membiasakan mengkonsumsi makanan sehat ini.

Manfaat Sayuran Untuk Anak

Sayuran mengandung zat gizi yang sangat baik, serta memiliki banyak manfaat. Beberapa manfaat bisa didapatkan anak ketika ia mengkonsumsi sayuran. Lantas apa saja manfaat sayuran untuk anak?

Ketahui manfaat menakjubkan sayuran untuk anak seperti di bawah ini.

Manfaat Sayuran Untuk Anak

Membantu Pertumbuhan Anak

Vitamin dan mineral penting terkandung dalam sayuran seperti misalkan, vitamin A, vitamin C, vitamin E dan kalsium. Dimana kandungan dalam sayuran tersebut berperan untuk meningkatkan pertumbuhan sel dan membangun jaringan tubuh.

Dapat Melindungi Anak Dari Penyakit

Penyakit yang umum menyerang anak-anak yaitu diabetes tipe 2. Sayuran dan buah-buahan sangat penting karena terdapat kandungan yang bisa melindungi si kecil dari penyakit tersebut. Penting bagi anak untuk membiasakan makan sayuran agar ia bisa mendapatkan manfaat yang menakjubkan dari sayuran. Selain melindungi anak dari penyakit diabetes tipe 2, sayuran juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit kanker, penyakit jantung, darah tinggi dan beberapa penyakit lainnya.

Membantu Mencegah Dehidrasi

Di dalam sayuran terkandung banyak cairan, sehingga konsumsi sayuran dapat membantu anak terhindar dari dehidrasi.

Mencegah Obesitas

Sayuran merupakan makanan sehat yang rendah akan kalori dan lemak, sehingga sayuran baik untuk mencegah obesitas atau kelebihan berat badan pada anak. Di dalam sayuran terkandung nutrisi tinggi yang dapat dengan sempurna diserap oleh tubuh. Anak yang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan tidak dapat diragukan lagi memiliki berat badan yang lebih rendah.

Sayuran Kaya Akan Serat

Dalam sayuran terkandung serat tinggi sehingga akan membuat anak merasa kenyang. Sayuran dapat membantu anak mencegah sembelit. Selain itu, konsumsi sayuran dapat menurunkan risiko anak mengalami penyakit jantung dan kolesterol ketika mereka beranjak dewasa nanti.

Mengandung Mineral yang Dibutuhkan Tubuh

Sayuran mengandung mineral yang dibutuhkan anak untuk membantu pertumbuhannya seperti kalsium dan zat besi. Kalsium berperan penting untuk pertumbuhan gigi dan tulang si kecil. Selain itu, kalsium dapat membantu keseimbangan cairan tubuh dan mengoptimalkan perkembangan sel syaraf dan otak anak.

Mengandung Pro-vitamin A

Sayuran berwarna memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan sayuran yang tidak berwarna. Sayuran berwarna memiliki beta karoten yang berperan untuk mengubah Pro-vitamin A dalam sayuran menjadi vitamin A.

Pro-vitamin A yang terkandung dalam sayuran bermanfaat untuk pertumbuhan mata, tulang, rambut dan kulit bayi. Tidak hanya itu, kandungan Pro-vitamin A bermanfaat untuk menggantikan sel tubuh, mengganti selaput lendir mata, serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi.

Mengandung Vitamin B Kompleks

Di dalam sayuran terkandung vitamin B kompleks yang dapat membantu proses metabolisme pembentukan sel darah merah dan membantu meningkatkan nafsu makan anak, menjaga sistem syaraf, membantu proses perubahan karbohidrat menjadi energi dan membantu tubuh menggunakan oksigen.
Mengetahui begitu menakjubkannya manfaat sayuran untuk anak, maka ada baiknya jika anda mengenalkan sayuran pada anak sejak usia dini. Usai ASI eksklusif atau saat bayi berusia 6 bulan, ia sudah dapat dikenalkan pada makanan pendamping ASI. Saat mengenalkan makanan pendamping, sebelum mengenalkan buah-buahan alangkah lebih baik untuk mengenalkan terlebih dahulu sayuran. Pasalnya, buah-buahan memiliki rasa manis alami yang mana bayi akan menyukainya, lain halnya dengan sayuran yang memiliki rasa hambar. Jika bayi mengenal buah-buahan terlebih dahulu maka ia akan menolak sayuran.

Semua sayuran sehat dikonsumsi oleh si kecil. Namun, beberapa sayuran diketahui baik dikonsumsi bayi saat usia 6-12 bulan adalah seperti berikut ini:

Jenis Sayuran Untuk Bayi Usia 6-12 Bulan

Bayam

Sayuran hijau ini memiliki peran penting untuk perkembangan otak bayi karena bayam kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin B, serta vitamin C, asam folat, mineral, kalsium, mangan fosfor, dan zat besi.

Seledri

Seledri digunakan biasanya untuk menambah cita rasa makanan, seperti bahan tambahan membuat sup. Namun, seledri juga dapat dijadikan sebagai tambahan dalam membuat nasi tim atau bubur bayi. Di dalam seledri terkandung fosfor dan kalsium, dimana untuk 110 gram seledri mengandung sebanyak 50 gram kalsium dan 40 gram fosfor.

Wortel

Wortel baik untuk kesehatan mata karena wortel kaya akan vitamin A.

Labu Siam

Labu siam baik untuk bayi karena kaya akan kalsium dan fosfor. Di dalam 100 gram labu siam terkandung 25 mg fosfor, serta 14 mg kalsium.

Tomat

Di dalam tomat terkandung vitamin C yang cukup banyak, sebanyak 40 mg dalam setiap 100 gram tomat. Di dalam buah tomat terkandung zat yang bernama likopen. Dimana zat ini memberi warna merah pada tomat yang memiliki sifat antioksidan.

Brokol

Brokoli baik untuk bayi dan memiliki banyak manfaat. Brokoli memiliki tekstur yang cukup keras, namun dapat diolah dengan cara yang tepat sebelum diberikan pada bayi. Di dalam brokoli terkandung zat yang kaya akan asam folat dan kalsium.

Bolehkah Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan? Meskipun bayi anda sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), tetapi tidak semua makanan dapat ia terima. Dalam mengolah makanan, sebelum anda menambahkan bahan pelengkap atau bumbu seperti santan, sebaiknya perhatikan aturan dan kapan waktu yang tepat bayi dapat menerimanya.

Selama 6 bulan awal kehidupan bayi, makanan satu satunya hanyalah ASI. Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI dilakukan untuk memperkenalkan berbagai kandungan nutrisi pada bahan makanan. Sebelum berusia 6 bulan kebutuhan nutrisi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. Namun, ada saatnya nutrisi dalam ASI tidak memenuhi lagi kebutuhan bayi, sehingga bayi membutuhkan tambahan nutrisi yang didapatkan dari makanan pendamping ASI.

Sistem pencernaan bayi berbeda dengan sistem pencernaan orang dewasa yang mampu menerima berbagai jenis makanan dengan mudah. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, sehingga penting memperhatikan makanan yang akan diberikan pada bayi. Pemberian makanan pendamping itu sendiri harus dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan usia bayi, baik dari tekstur, jenis makanan atau lain sebagainya.

Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan

Selain selektif dalam memilih makanan bayi, anda juga harus memperhatikan cara mengolah dan penambahan bahan atau bumbu pada makanan yang digunakan. Penambahan garam dan gula pada makanan bayi tidak disarankan karena dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Lantas bagaimana dengan tambahan santan pada makanan bayi?

Santan merupakan cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa. Dalam santan terkandung lemak yang dapat membuat olahan makanan terasa lebih gurih dan sedap. Untuk menyempurnakan rasa, santan biasanya dijadikan tambahan ketika membuat kue atau memasak makanan tertentu.

Kapan Bayi Boleh Diberi Santan?

Meskipun santan memiliki rasa gurih alami dari kelapa, tetapi ada waktu tepat kapan bayi boleh mengkonsumsi makanan bersantan. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga tidak semua makanan dapat diberikan pada bayi. Meskipun si kecil sudah diberi makanan pendamping ASI, tetapi pemberian makanan bersantan sebaiknya tidak dilakukan saat bayi berusia 6 bulan. Anda dapat menunda pemberian makanan bersantan hingga bayi berusia 9 bulan.

Setelah bayi berusia 9 bulan, anda bisa membuat makanan pendamping sesuai usianya atau nasi tim dengan tambahan satu sendok santan dan bahan pelengkap sayuran. Sayuran dibutuhkan bayi untuk melengkapi mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Makanan bayi akan semakin lengkap dengan tambahan lemak dari santan. Dalam membuat makanan bersantan untuk bayi sebaiknya buatlah makanan hanya satu porsi saja. Pasalnya, makanan yang disimpan dalam suhu ruangan dapat cepat basi dan jika tetap dikonsumsi dapat mengganggu sistem pencernaan bayi.

Manfaat Santan Pada Makanan Bayi

Di dalam santan terkandung protein, kalsium, serat dan asam lemak omega 3. Tidak hanya itu, dalam santan juga terkandung asam folat, vitamin C, potasium, tembaga, posfor, magnesium, thiamin, vitamin K, vitamin B6 dan zat besi. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam santan bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi pada masa pertumbuhannya. Berikut ini beberapa manfaat penambahan santan pada makanan bayi:

Meningkatkan Perkembangan Otak Bayi

Asam lemak omega 3 terkandung dalam santan yang bermanfaat untuk kecerdasan dan perkembangan otak bayi.

Melancarkan Metabolisme Tubuh

Lemak alami yang terkandung dalam santan dapat membantu melancarkan proses metabolisme tubuh bayi. Berikan santan pada bayi saat bayi berusia 9 bulan ke atas dan dalam jumlah yang wajar karena seperti yang kita ketahui sistem pencernaan bayi masih sangat rentan.

Membantu Penyerapan Vitamin

Pemberian makanan bersantan pada bayi dapat membantu mengoptimalkan penyerapan vitamin seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K. Dimana semua vitamin tersebut bermanfaat dan dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi.

Membantu Pembentukan Organ

Kandungan lemak pada santan dapat membantu mengoptimalkan pembentukan organ pada tubuh bayi seperti jaringan otot, empedu, ginjal, hati, kelenjar adrenalin dan plasma darah. Dalam beberapa kondisi bayi mungkin tidak menerima makanan bersantan. Untuk itu, anda harus menghentikan penambahan santan pada makanan pendamping bayi.

Sumber Lemak Alami Untuk Bayi

Santan mengandung lemak yang merupakan sumber kalori tinggi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi bayi pada masa pertumbuhannya. Agar kandungan dalam santan dapat diserap dengan optimal, maka berikan makanan mengandung santan pada bayi saat usianya 9 bulan ke atas.

Beberapa bayi tidak dapat menerima santan karena keadaan perut yang masih rentan. Untuk itu, setelah diberi makanan bersantan pastikan anda mengawasi gejala yang terjadi. Sebaiknya hentikan penambahan santan dalam makanan bayi apabila si kecil tidak dapat menerimanya.

Sumber lemak pada makanan tidak hanya terkandung dalam santan. Apabila si kecil tidak dapat menerima santan, maka anda dapat memberikan makanan alternatif sebagai asupan lemak.

Lemak dalam santan memang memiliki manfaat tinggi. Meskipun begitu orangtua tetap harus selektif dalam memilih makanan untuk buah hatinya, karena terkadang beberapa bayi tidak dapat menyerap zat yang terkandung dalam makanan tertentu. Setelah diberikan makanan pendamping ASI, penting untuk selalu memperhatikan keadaan bayi. Alergi dapat saja terjadi dan dialami bayi karena metabolisme yang masih rentan. Atur intensitas dan jumlah dalam memberikan santan pada makanan bayi agar manfaat santan untuk bayi dapat diserap dengan maksimal.