Alopecia areata merupakan salah satu masalah rambut bayi yang dapat menyebabkan kebotakan.
Merawat bayi merupakan pengalaman dan momen yang begitu menyenangkan untuk para orangtua. Orangtua memiliki peran besar dalam merawat buah hatinya dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Perawatan yang tepat akan menjadikan bayi sehat atau terhindar dari masalah kesehatan. Semua bagian tubuh bayi, tidak terkecuali rambut perlu diperhatikan oleh orangtua.

Rambut anak yang indah, sehat dan lebat tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Agar rambut anak seperti yang diharapkan, maka orangtua dapat melakukan perawatan yang terbaik dan dapat dilakukan sejak dini. Namun, terkadang masalah yang menyerang rambut anak kerap kali terjadi. Salah satu masalah rambut anak yang dapat dialami oleh si kecil yaitu alopecia areata. Alopecia areata itu sendiri merupakan masalah kekebalan yang dapat menyebabkan bagian di kepala mengalami kebotakan. Keadaan ini sebenarnya jarang terjadi pada anak di bawah berusia 18 bulan dan sering terjadi pada masa kanak-kanak, bahkan bisa muncul pada usia berapapun.

Apabila bayi anda mengalami masalah rambut yang satu ini, maka sistem kekebalan tubuh bayi bisa saja menyerang folikel rambut. Serangan yang terjadi dapat mengkerutkan folikel, kemudian produksi rambut akan menjadi sangat lambat. Akibatnya tidak ada rambut yang terlihat selama berbulan-bulan atau hingga bertahun-tahun. Kebotakan yang dialami oleh bayi anda dapat sebagian atau seluruh bagian kulit kepala.

Alopecia Areata

Apa Penyebab Alopecia Areata?

Penyebab alopecia areata itu sendiri sebenarnya tidak diketahui dengan pasti. Berdasarkan peneliti, genetik memiliki kaitan dan berperan serta menjadi penyebab keadaan ini. Diketahui, satu dari lima orang dengan masalah ini diduga mempunyai anggota keluarga dengan penyakit yang sama.

Risiko seseorang mengalami alopecia areata akan lebih tinggi jika keluarga memiliki riwayat demam, asma pada bayi, eksim atopik, diabetes anak-anak, atau penyakit auto imun yang lainnya. Namun, faktor luar diduga dapat menyebabkan keadaan ini seperti misalkan virus.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa rambut rontok biasanya terjadi karena keadaan stres atau tertekan. Namun, lain halnya dengan alopecia areata yang tidak sama sekali memiliki kaitan dengan stres.

Mendeteksi Alopecia Areata Pada Bayi

Untuk mengetahui penyebab kerontokan pada bayi karena alopecia areata yaitu, apabila bayi anda berusia kurang dari 6 bulan, dimana ia kehilangan rambutnya, maka penyebabnya kemungkinan besar bukanlah karena alopecia areata. Pada usia kurang dari 6 bulan, bayi kehilangan rambutnya dianggap sebagai keadaan yang normal.

Namun, apabila usia bayi lebih dari 6 bulan, serta terlihat gumpalan rambut rontok, oval, botak, maka bisa saja penyebabnya karena alopecia areata. Ketika bayi anda mengalami masalah rambut yang satu ini, maka kulit kepalanya cenderung terlihat halus. Bahkan terlihat bagian rambut yang pendek.
Tumbuh kembali atau tidaknya rambut bayi karena alopecia areata sebenarnya tidak dapat diprediksi. Namun, apabila area botak pada kepala bayi kurang dari setengah kulit kepala, maka kesempatan rambut untuk tumbuh masih tetap ada. Akan tetapi, dibutuhkan waktu yang cukup lama atau bahkan hingga bertahun-tahun.

Gejala Alopecia Areata

Gejala umum dari masalah ini yaitu kulit kepala mengalami kekosongan rambut alias botak. Bagian yang memiliki kekosongan ini biasanya memiliki bentuk bulat atau bahkan oval.

Pengobatan Alopecia Areata

Sebenarnya belum ada obat untuk mengatasi alopecia areata. Namun, ada obat yang dapat membantu memicu tumbuhnya rambut baru. Apabila anda khawatir mengenai jumlah rambut anak yang rontok, maka anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kulit.

Penyebab Kebotakan Lainnya Pada Bayi

Sebenarnya, selain alopecia areata kebotakan pada bayi dapat disebabkan oleh keadaan yang lainnya seperti misalkan:

Tinea Capitis

Tinea capitis atau lebih sering disebut dengan kadas kulit kepala merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh infeksi jamur dan sering dialami oleh anak. Keadaan ini akan terlihat seperti kulit bersisik pada kepala anak yang tidak ditumbuhi oleh rambut. Area kulit kepala yang terkena masalah ini biasanya memiliki bentuk oval atau bundar.

Untuk mengatasi masalah rambut yang satu ini, anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Untuk mendiagnosanya, biasanya akan dilakukan pemeriksaan mikroskopik. Dokter akan memberikan obat untuk mengatasinya. Biasanya, anak disarankan untuk menggunakan shampo anti jamur. Karena masalah rambut ini dapat menular, maka anak dilarang untuk menggunakan topi, jepit rambut, bantal atau sisir bersamaan dengan orang lain.

Telogen effluvium

Telogen effluvium merupakan keadaan stres yang disebabkan oleh berbagai hal yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Folikel rambut akan berhenti tumbuh dan masuk pada fase istirahat. Antara 6 sampai 16 minggu selanjutnya, kerontokan yang berlebih pada rambut akan terjadi yang dapat memicu terjadinya kebotakan pada sebagian kulit kepala atau bahkan seluruhnya.

Pertumbuhan rambut anak akan kembali terjadi sekitar 6 bulan sampai satu tahun pada saat stres yang dialami anak berakhir.

Trichotillomania

Trichotillomania merupakan keadaan dimana anak memiliki keinginan untuk menarik atau memelintir rambutnya. Trichotillomania disebabkan karena anak mengalami kecemasan atau stres.
Untuk mengatasi trichotillomania, maka anda dapat membantu anak untuk mengatasi stresnya agar kebiasaan ini hilang.

Masalah Endokrin

Pada beberapa anak, penyebab rambut rontok bisa saja karena hypothyroidism. Hypothyroidism merupakan keadaan dimana tiroid tidak memproduksi hormon yang cukup yang dibutuhkan untuk mengatur metabolisme.

Kekurangan nutrisi

Hilangnya rambut dapat juga disebabkan karena kekurangan nutrisi tertentu , meskipun jarang terjadi, seperti berikut ini:

  • Zinc. Zinc merupakan mineral penting yang dibutuhkan dalam berbagai aspek metabolisme. Mineral ini juga berperan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal selama masa kehamilan, masa anak-anak, serta masa menjelang dewasa awal.
  • Vitamin H atau biotin, yang merupakan salah satu vitamin B kompleks yang dapat membantu tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa.
  • Hilangnya rambut juga bisa terjadi sebagai gejala terlalu banyak asupan vitamin A.
  • Kondisi hilangnya rambut dapat kembali membaik dengan sendiri seiring dengan berjalannya waktu, jika penyebabnya seperti berikut:

Mengikat Rambut

Rambut anak dapat rontok karena terlalu kencang ketika mengepang atau mengikatnya. Namun, perawatan yang tepat dapat memulihkan keadaan ini dengan sendirinya.

Gesekan

Gesekan dengan kasur biasanya akan menyebabkan area botak pada kulit kepala bayi, khususnya pada bayi berusia 3-6 bulan. Jika anak anda sudah mulai duduk, biasanya rambutnya akan kembali tumbuh.

Bayi baru lahir

Rambut rontok pada bayi baru lahir umum terjadi, keadaan ini dapat terjadi pada beberapa bulan kehidupan pertamanya. Rambut bayi akan digantikan dengan rambut permanen.

Hal yang Harus Diperhatikan

Apabila bayi anda kehilangan rambutnya, maka anda harus lebih hati hati dan waspada. Upayakan untuk selalu menjaga bayi anda agar terlindung dari sinar matahari. Ketika ke luar rumah, anda dapat memakaikannya topi atau pelindung yang lainnya.

Penyebab rambut rontok pada bayi cukup banyak. Segera bawa bayi anda ke dokter apabila anda menduga keadaan rambut rontok pada bayi dipicu karena masalah kesehatan.

Salah satu masalah pada mata bayi yang umum terjadi yaitu belekan. Belekan yaitu keadaan dimana mata bayi mengeluarkan banyak kotoran, terlebih lagi ketika pagi hari yang dapat membuat bayi kesulitan membuka matanya. Sebagai orang tua, penting mengetahui cara mengatasi mata bayi belekan yang efektif.

Untuk menjaga kesehatan bayinya, orangtua akan melakukan apapun. Namun, terkadang masalah kesehatan seringkali dialami bayi. Salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami oleh bayi yaitu masalah pada mata atau sakit mata pada bayi.

Anda mungkin sering melihat terdapat belek lengket atau kerak mengering di sudut mata bayi anda. Atau bisa saja air mata mengalir ke luar. Jika anda perhatikan dengan seksama, belek tersebut dapat menyebabkan lengket, terlebih lagi setelah bayi bangun tidur.

Cara Mengatasi Mata Bayi Belekan

Sebenarnya mata bayi belekan adalah hal yang wajar, terutama pada bayi baru lahir. Sebanyak 1 dari 20 bayi baru lahir mengalami mata belekan beberapa minggu awal kehidupannya. Namun, beberapa bayi justru mengalaminya berbulan-bulan. Karena bayi terlihat tidak nyaman dan mengalami kesulitan membuka matanya, terkadang kondisi ini menyebabkan orang tua resah.

Penyebab Mata Bayi Belekan

Penyebab utama mata bayi belekan yaitu karena tersumbatnya saluran air mata. Pada saat saluran air mata tersumbat, akan menyebabkan bagian mata bayi mengeluarkan kotoran. Saluran air mata ini seharusnya terbuka karena dapat membantu bayi untuk mengeluarkan air matanya pada saat menangis ketika ia baru dilahirkan. Umumnya, air mata memiliki peran untuk melindungi permukaan mata. Air mata akan mengalir dari sudut mata. Sedangkan apabila saluran air mata tertutup, akibatnya air mata tidak dapat mengalir dan membersihkan mata.

Selain itu, infeksi virus dan bakteri juga dapat menjadi penyebab mata bayi belekan. Ketika proses melahirkan normal, virus atau bakteri dari ibu bisa ditularkan pada si kecil. Infeksi tersebut dapat terjadi secara langsung, bahkan untuk ibu yang tidak mengalami gejala apapun. Risiko akan semakin meningkat apabila ibu hamil mengalami keadaan ketuban pecah dini. Apabila perawatan yang tepat tidak segera dilakukan, maka akibatnya dapat menyebabkan kebutaan pada bayi.

Mata belekan pada bayi dapat terjadi pada satu atau kedua mata bayi. Namun, anda jangan terlalu khawatir karena seiring dengan berjalannya waktu, mata belekan dan lengket pada bayi dapat dengan sendirinya sembuh. Biasanya selama beberapa minggu atau beberapa bulan.

Cara Mengatasi Mata Bayi Belekan

Berikut ini beberapa hal yang dapat anda lakukan sebagai langkah untuk mengatasi mata bayi belekan:

Perhatikan keadaan mata belekan pada bayi

Anda harus memperhatikan keadaan mata belekan pada bayi anda. Apabila mata bayi anda masih normal atau hanya sedikit terdapat belek pada matanya ketika pagi hari, serta tidak mengganggu, maka anda jangan terlalu merasa khawatir. Anda dapat membersihkannya dengan menggunakan kapas bersih yang sudah dicelup ke dalam air hangat. Teknik membersihkannya yaitu dari dalam ke arah luar.
Namun, apabila belek pada mata bayi anda cukup banyak, atau sampai menyebabkan matanya lengket, maka anda bisa mencoba mengompres matanya dengan menggunakan kapas yang sudah dicelupkan ke dalam air hangat. Dengan cara ini kotoran yang menyebabkan mata bayi lengket bisa dengan mudah dibersihkan. Hindari menggunakan cairan pembersih mata.

Atasi penyumbatan saluran air mata apabila terjadi

Apabila infeksi sudah diatasi, maka anda dapat mengatasi penyumbatan air mata. Kemungkinan diperlukan pemijatan untuk membuka saluran air mata bayi yang mengalami sumbatan. Saluran air mata itu sendiri berada di bagian dalam mata atau dekat dengan pangkal hidung. Berikut ini langkah-langkah yang dapat anda lakukan:

  • Sebelum anda memijat pangkal hidung bayi anda, maka sebaiknya cuci terlebih dahulu tangan anda sampai bersih.
  • Upayakan kuku jari anda pendek sehingga tidak melukai kulit si kecil yang masih rentan.
  • Anda harus memastikan jika kulit tangan anda tidak kasar. Pasalnya, kulit yang kasar dapat melukai bayi anda ketika memijatnya.
  • Pijatan yang dilakukan biasanya diawali dengan menggerakan ibu jari di pangkal hidung si kecil atau tepi mata sebelah dalam, kemudian ke arah hidung atau ke arah bawah. Jika tidak, anda dapat melakukan pijatan berputar. Anda bisa melakukan pijat hidung ini sebanyak 2-3 kali sehari.
  • Apabila anda merasa ibu jari terlalu besar, maka anda bisa menggunakan jari yang lainnya untuk memijat bagian tersebut.
  • Pada saat memijatnya anda harus mengingat bahwa kulit dan otot si kecil masih sangat tipis. Sehingga anda harus memijatnya dengan hati hati dan pelan, hindari menekannya terlalu kuat. Anda cukup mengusapnya dengan perlahan.
  • Melakukan pemijatan dengan telaten setiap hari dapat membantu mengeringkan genangan air mata bayi yang mengganggu.

Keadaan yang Harus Diwaspadai

Anda harus waspada apabila terjadi infeksi yang ditandai dengan mata kemerahan pada bayi.
Anda harus segera bawa bayi anda ke dokter apabila belekan yang terjadi lebih dari tiga hari. Namun, sebelum itu anda harus memperhatikan apakah bagian putih mata bayi anda merah atau tidak. Pada saat berkonsultasi anda harus menyampaikan hal ini pada dokter.

Selain itu, keadaan yang lainnya yang patut anda waspadai yaitu:

  • Belek yang keluar pada mata bayi anda semakin banyak.
  • Kotoran mata bayi anda berwarna kekuningan atau kehijauan.
  • Warna kotoran mata putih, namun warna bagian putih mata menjadi kemerahan atau bagian atas
  • kelopak mata menjadi membengkak.
  • Apabila bayi anda menangis terus menerus.
  • Bayi tidak ingin membuka matanya.
  • Bayi nampak kesakitan dan terus menggosok matanya.
  • Silau atau kesakitan ketika melihat cahaya.
  • Struktur mata atau kelopak mata bayi anda tidak teratur.

Hindari Mitos Ini Untuk Mengatasi Mata Bayi Belekan

Menurut kabar yang beredar, terdapat 2 mitos yang biasanya dilakukan oleh ibu-ibu untuk menyembuhkan sakit mata atau mata belekan pada bayi. Ke 2 mitos tersebut yaitu degan meneteskan ASI atau menjilat mata bayi dengan ludah basi.

Namun sebenarnya, kabar tersebut hanyalah mitos belaka dan tidak dianjurkan dilakukan untuk mengatasi keadaan mata belekan pada bayi. Pasalnya, penggunaan air ludah, terutama ludah basi bukan dapat menyembuhkan keadaan ini, melainkan hanya dapat memicu munculnya infeksi pada mata bayi, sehingga bisa semakin memperparah keadaan.

Sedangkan mengatasi mata belekan dengan ASI bukan dengan cara diteteskan, melainkan di oleskan pada ujung mata atau dekat dengan hidung.

Umumnya, masalah belekan akan hilang pada saat saluran mata pada bayi telah terbentuk dengan sempurna. Namun, jika masalah tersebut tetap terjadi dan tetap dialami oleh bayi, terlebih lagi jika usia bayi sudah lebih dari 8 bulan, maka anda perlu membawa bayi anda ke dokter agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Akan tetapi, apabila mata bayi anda disertai dengan infeksi, atau mengalami keadaan yang harus diwaspadai seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan tunggu lama lagi untuk membawa si kecil ke dokter.

Tidak sedikit bayi yang memiliki kelainan bentuk pusarnya, seperti misalkan pusar bodong. Pusar bodong merupakan keadaan pusar yang menonjol. Ketahui apa penyebab dan bagaimana perawatan pusar bodong pada bayi.

Salah satu masalah pada bayi yang sering ditemui yaitu pusar bodong. Pusar bodong itu sendiri merupakan keadaan dimana pusar tidak rata dengan perut atau menonjol. Dimana tonjolan tersebut bisa mencampai diameter sekitar 5 cm. Dalam istilah medis, pusar bodong itu sendiri disebut sebagai istilah hernia umbilikalis.

Mendapati pusar bayinya menonjol atau bodong, tentu saja kekhawatiran menyelimuti hati orangtua. Berbagai pertanyaan muncul dibenak pikiran mereka. Apaka pusar bodong berbahaya? Apakah dapat disembuhkan? Apa pengaruhnya terhadap bayi? Dan lain sebagainya.

pusar bodong pada bayi

Penyebab Pusar Bodong Pada Bayi

Ketika berada dalam rahim ibu, janin mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi dari ibu melalui pembuluh darah atau yang disebut dengan vena dan arteri umbilikalis atau tali pusat. Dimana pembuluh darah tersebut masuk dengan melalui pusar atau bulatan kecil yang berada pada perut bayi.
Setelah bayi terlahir, maka pembuluh darah tersebut kemudian akan digunting oleh dokter atau bidan dan hanya menyisakan tangkainya saja. Tangkai tersebut akan mengering, lepas atau puput dalam waktu 1-2 minggu, yang mana pada akhirnya akan tersisa pusar.

Pada saat puput, tampilan pusar bayi memang akan menonjol. Namun, pada sebagian besar bayi tonjolan tersebut akan lebih besar dari biasanya yang disebabkan karena penutupan cincin pusar pada bgian dalam pusar itu sendiri tidak sempurna. Keadaan seperti ini dapat terjadi pada saat pembentukan organ tubuh bayi ketika masa kehamilan trimester pertama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukan, bahwa keadaan pusar bodong pada bayi juga dipengaruhi karena faktor genetik.

Adakah Cara Untuk Membuat Pusar Bodong Kembali Masuk?

Sebenarnya tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan bentuk pusar ke dalam. Meskipun ada sebagian orang yang menyatakan bahwa bentuk pusar yang menonjol dapat dirubah agar bisa kembali masuk ke dalam, seperti misalnya dengan menindih pusar menggunakan uang logam di atasnya. Namun, diketahui hal tersebut tidak akan membuahkan hasil.

Bentuk pusar bayi sebenarnya tidak memiliki kaitan dengan pemotongan tali pusat atau hal hal lainnya yang dilakukan, baik itu oleh dokter, bidan atau anda sendiri. Bentuk pusar sebenarnya merupakan hasil pertemuan tepi pusat bayi dengan perutnya. Apabila bentuk pusar bayi anda sudah terlanjur bodong maka tidak ada cara yang bisa anda lakukan untuk merubah bentuknya.

Akan tetapi, ada kondisi yang akan membuat pusar bayi menjadi tidak bodong lagi dengan sendirinya. Itupun apabila pusar bodong pada bayi disebabkan karena hernia umbilikalis atau hernia pusar. Tonjolan yang muncul dapat disebabkan karena tali pusar tidak sempurna tertutup sesaat setelah bayi lahir. Hernia umbilikalis biasanya tidak akan menyebabkan masalah. Dan saat bayi berusia 12 tahun sampai 18 tahun, benjolan tersebut akan menghilang.

Hernia umbilikalis biasanya dapat menimbulkan rasa sakit, itupun apabila area tali pusar dengan sendirinya tidak menutup setelah anak berusia 3 atau 4 tahun. Untuk mengatasinya, anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Ciri-Ciri Pusar Bodong

Ciri-ciri pusar bodong itu sendiri yaitu pusar menonjol dengan diameter 1 sampai 5 cm. Akan semakin terlihat ketika bayi menangis, kemudian mengecil apabila bayi sudah tenang.

Bagaimana Cara Merawat Pusar Bodong Pada Bayi?

  • Melakukan perawatan terhadap tali pusat bayi baru lahir sangat penting. Pasalnya, di sana terdapat celah yang dapat menimbulkan infeksi. Cara untuk merawat tali pusat bayi yaitu dengan membersihkannya menggunakan kasa steril dan alkohol, terlebih lagi pada bagian yang dekat dengan dinding perut.
  • Apabila sudah selesai, anda dapat menutup pusar dengan menggunakan kasa steril.
  • Meskipun pusar sudah puput, tetapi anda tetap harus membersihkan dan merawatnya. Waktu yang tepat untuk membersihkan pusar bayi yaitu saat memandikannya yakni dengan menggunakan sabun dan bersihkan bagian dalamnya agar tidak ada air.
  • Hindari memegang pusar bayi dengan tangan kotor. Sebelum merawat bayi, sebaiknya tangan dalam keadaan bersih.
  • Anda dapat mencium pusar bayi setiap hari untuk mengetahui aromanya. Apabila tercium bau busuk, maka pusar bayi anda terinfeksi dan anda harus segera membawa si kecil ke dokter.

Apakah Gurita Dapat Mengatasi Pusar Bodong?

Orangtua jaman dulu biasanya memakaikan gurita pada bayinya dengan tujuan agar pusar bayinya tidak bodong dan bayi tidak masuk angin. Namun, sebenarnya bayi tidak perlu dipakaikan gurita. Jika mau, maka penggunaan gurita tersebut dilakukan selama tali pusat belum puput untuk menghindari terjadinya gesekan terhadap proses penyembuhan lukanya. Akan tetapi, ketika memakaikan gurita pada bayi sebaiknya jangan mengikatnya terlalu kencang. Pasalnya, apabila ikatan terlalu kuat maka bagian diafragma akan tertekan sehingga akibatnya bayi akan mudah muntah. Karena bayi masih menggunakan pernafasan perut, maka akan mengganggu gerak pernafasan bayi. Selain itu, volume perut bayi masih kecil, tekanan yang disebabkan karena ikatan gurita dapat membuat perkembangan organ bagian dalam tertahan.

Sedangkan untuk pusar bodong, apabila bayi memiliki bakat bodong meskipun dipakaikan gurita maka pusarnya akan tetap bodong.

Nafas bayi berbunyi grok-grok sebenarnya dianggap sebagai keadaan normal. Namun, kondisi tertentu perlu diwaspadai.

Beberapa keadaan yang dialami oleh bayi terkadang membuat para orangtua merasa khawatir atau risau. Salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh orangtua yaitu nafas bayi berbunyi dengan suara grok-grok. Selain mengkhawatirkan, keadaan ini juga terkadang membuat orangtua kasihan terhadap bayinya karena tidak nyaman dan mengalami kesulitan bernafas.

Nafas bayi berbunyi grok-grok seringkali dianggap karena dokter tidak membersihkan lendir dengan baik dan benar saat bayi dilahirkan. Bahkan beberapa pendapat lainnya menyatakan bahwa bayi meminum air ketuban, yang mana sisanya tidak dibersihkan dengan baik. Pernyataan tersebut dianggap sebagai pendapat yang keliru. Pasalnya, apabila dalam pertolongan terhadap bayi saluran pernafasannya tidak dibersihkan dengan sempurna, maka akibatnya bayi akan mengalami sesak nafas hebat atau bahkan tidak dapat bertahan hidup.

Nafas-Bayi-Berbunyi-Grok-Grok

Apa Penyebab Nafas Bayi Berbunyi Grok-Grok?

Nafas berbunyi grok-grok pada bayi sehat umumnya disebabkan karena produksi lendir yang meningkat pada saluran pernafasan. Produksi lendir yang meningkat pada saluran pernafasan dapat disebabkan karena infeksi virus, adanya benda asing yang masuk ke dalam saluran pernafasan, atau debu. Keadaan ini dianggap normal dialami oleh setiap orang, baik itu bayi, anak-anak yang usianya lebih tua ataupun orang dewasa.

Orang dewasa mampu dengan mudah mengeluarkan lendir melalui batuk atau bersin. Lendir yang terdapat dalam saluran pernafasan ini akan dibawa keluar oleh suatu mekanisme yang disebut dengan mukosilier. Mukosilier ini bisa diibaratkan sebagai petugas kebersihan yang berada pada saluran pernafasan. Lendir yang terdapat pada saluran pernafasan ini akan sampai pada tenggorokan, bahkan akan kita telan dengan tidak sadar. Apabila jumlah lendir lebih banyak, maka refleks batuk akan terangsang. Sehingga kita akan batuk dengan tujuan mengeluarkan gumpalan lendir.

Berbeda halnya dengan bayi, pada bayi untuk mengeluarkan lendir cukup sulit dilakukan karena mukosilier atau reflek mengeluarkan lendir pada bayi belum begitu baik. Terlebih lagi posisi bayi baru lahir yang selalu tidur.

Sedangkan suara grok-grok yang keras pada bayi disebabkan karena sistem pernafasan bayi yang kecil sehingga dapat terdengar dengan jelas. Seiring dengan bertambahnya usia, maka nafas bayi yang berbunyi grok-grok tersebut akan hilang dengan sendirinya karena sistem pernafasan bayi akan semakin membesar.

Intinya, terdapatnya lendir pada sistem pernafasan bayi dianggap sebagai keadaan yang wajar, yang terpenting tidak mengganggu aktivitas bayi dan bayi tetap semangat minum ASI, berat badannya normal, tidak muntah, lendir bening dan tidak bau. Yang mana nafas seperti itu dianggap wajar.

Kapan Harus Waspada?

Anda harus waspada apabila nafas bayi tidak wajar. Beberapa kondisi tertentu menuntut orangtua untuk lebih waspada terhadap bunyi nafas grok-grok pada bayi seperti berikut:

  • Nafas berbunyi grok-grok yang disertai dengan batuk pada bayi, sering bersin dan peningkatan suhu tubuh yang tinggi. Jika keadaannya seperti ini, maka anda harus segera memeriksa bayi anda ke dokter karena mungkin saja ia terserang virus flu.
  • Apabila suara nafas grok-grok pada bayi besar, terlebih lagi saat bayi menangis. Orangtua perlu waspada, apalagi jika bayi mengalami sulit tidur, dan aktivitasnya terganggu. Ini bisa menjadi tanda bahwa lendir pada saluran pernafasannya tidak wajar.
  • Sekresi lendir yang dapat mengganggu aktivitas makan dan minum bayi. Selain dapat membuat nafas bayi berbunyi grok-grok, keadaan ini juga dapat menyebabkan bayi muntah, yang pada akhirnya akan menyebabkan ia sulit makan, karena adanya lendir pada saluran makannya.
  • Apabila berat badan bayi susah naik yang disebabkan karena lendir yang berlebih.
  • Anda harus waspada jika bunyi nafas grok-grok masih dialami bayi di atas usia 6 bulan, serta bayi tetap memproduksi lendir berlebih.

Bagaimana Cara Menyedot Lendir Pada Bayi?

Berikut ini beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengeluarkan lendir pada bayi:

  • Lendir sekresi itu sendiri sebenarnya berperan untuk membersihkan saluran pernafasan serta mencegah infeksi virus dan kuman dalam tubuh. Apabila lendir pada si kecil berada dalam hidung, maka anda dapat menyedotnya dengan menggunakan pipet khusus.
  • Sebaiknya hindari menyedot lendir dengan menggunakan mulut seperti yang dilakukan oleh orang tua jaman dulu, karena dapat meningkatkan risiko penularan bakteri.
  • Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan lendir yaitu dengan menengkurapkan bayi sambil dipangku. Anda dapat melakukannya sambil menjemurnya ketika pagi hari. Dengan cara ini biasanya lendir akan keluar dengan sendirinya.

Apakah Nafas Berbunyi Grok-Grok Pada Bayi Berbahaya?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bunyi nafas grok-grok pada bayi muncul karena adanya lendir pada sistem pernafasan bayi. Sehingga dengan demikian, suara nafas grok-grok pada bayi tidak berbahaya. Namun, yang perlu orangtua lakukan yaitu mencari apakah terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi atau memperparah keadaan tersebut. Apabila ada, maka penting bagi orangtua untuk menghindarinya semaksimal mungkin.

Anda harus bisa mendeteksi penyebab keadaan ini lebih awal agar lebih mudah untuk melakukan perawatan pada bayi. Perhatikan, apakah bunyi nafas grok-grok tersebut terjadi pada saat cuaca dingin?
Penting untuk mengetahui riwayat penyakit asma pada keluarga. Apabila dalam keluarga terdapat penderita asma, maka anda dapat melakukan konsultasi pada dokter.

Menjaga kesehatan, serta memantau perkiraan berat badan bayi ketika masih dalam kandungan adalah hal penting yang harus ibu perhatikan. Pasalnya, berat badan bayi yang tidak normal dapat menimbulkan beberapa masalah.

Menanti kelahiran sang buah hati merupakan saat yang paling mendebarkan untuk para orangtua. Banyak hal yang ditakutkan oleh orangtua, selain takut menghadapi proses persalinan, mereka juga cemas memikirkan keadaan bayinya saat lahir. Apakah keadaan bayi normal dan tidak ada kekurangan satu pun?

Setelah lahir tidak sedikit orangtua yang mendapati berat badan bayinya tidak normal. Selain berat badan rendah, tidak sedikit pula bayi yang terlahir dengan berat badan lebih.

Berat Badan Bayi Tidak Normal Saat Lahir

Normalnya, saat lahir berat badan bayi adalah mulai dari 2,9 Kg sampai 3,6 Kg. Untuk bayi laki-laki, rata-rata berat lahirnya dari usia kehamilan 37-41 minggu yakni sekitar 3 Kg – 3,6 Kg. Sedangkan untuk berat badan bayi perempuan umumnya yaitu 2,9 Kg – 3,4 Kg.

Berat badan bayi dikatakan bermasalah apabila ia terlahir dengan berat badan yang kurang atau lebih dari berat badan seharusnya. Berat badan bayi yang tidak normal tidak bisa dianggap biasa, karena dapat berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhannya. Dalam beberapa kasus, berat badan bayi yang tidak normal dapat menyebabkan masalah saat kelahiran.

Berat Badan Bayi Rendah (Kurang dari Normal)

Bayi dikatakan memiliki berat badan kurang apabila ia terlahir dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg. Berat lahir rendah tidak hanya akan mempengaruhi kondisi bayi, tetapi kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Kurangnya berat badan bayi saat lahir dapat disebabkan oleh beragam hal.

Penyebab Berat Lahir Rendah Pada Bayi

  • Berat badan ibu saat hamil

Berat badan ibu saat hamil dapat menjadi penyebab bayi terlahir dengan kondisi berat badan yang rendah. Peningkatan asupan makanan guna memenuhi kebutuhan bayi akan berdampak pada kenaikan berat badan ketika hamil. Kenaikan berat badan yang sedikit saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah. Berdasarkan penelitian, kenaikan berat badan saat ibu hamil memiliki hubungan yang positif dengan berat badan bayi saat dilahirkan. Apabila berat badan ibu saat hamil semakin besar, maka semakin besar pula berat badan bayi saat dilahirkan.

  • Status gizi ibu saat hamil

Status gizi calon ibu dapat menentukan asupan yang didapatkan bayi saat dalam kandungan. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa perempuan yang berbadan kurus memiliki risiko dua kali lebih besar melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

  • Jarak waktu melahirkan

Apabila jarak atau waktu kehamilan terlalu dekat dengan waktu melahirkan anak sebelumnya, maka kemungkinan besar tubuh ibu belum menyimpan nutrisi cukup untuk kehamilan yang berikutnya. Saat hamil kebutuhan nutrisi akan meningkat. Bahkan akan semakin tinggi apabila ibu sedang hamil dan harus memberikan ASI. Keadaan ini akan semakin meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah.

  • Masalah kesehatan

Masalah kesehatan ibu dapat menjadi penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan psikologis pun ikut berkontribusi.

Bahaya Berat Badan Bayi Rendah Saat Lahir

Meskipun bayi yang terlahir dengan berat badan rendah dapat tumbuh dengan baik, akan tetapi pada beberapa kasus tidak seperti itu. Biasanya, bayi yang terlahir dengan berat badan rendah, terlebih lagi disertai degan lahir prematur dapat meningkatkan risiko mengalami berbagai masalah kesehatan.

Beberapa masalah kesehatan apabila bayi terlahir dengan berat lahir rendah di antaranya yaitu, bayi mengalami polisitemia atau keadaan dimana darah terlalu kental. Yang mana keadaan ini disebabkan karena sel darah merah yang terlalu banyak. Bayi sangat mudah mengalami kedinginan atau hipotermia, meningkatkan risiko bayi terkena infeksi, gula darah rendah dan mengalami sindrom gangguan pernafasan.

Berat Badan Bayi Lebih dari Normal

Berat lahir bayi disebut besar apabila bayi lahir dengan berat badan lebih dari 4.000 gram. Bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari normal disebut dengan macrosomia.

Keadaan bayi besar sebenarnya cukup sulit untuk  didiagnosa pada saat masih berada dalam kandungan. Sehingga keadaan ini biasanya akan diketahui setelah bayi lahir.

Berat badan bayi saat dalam kandungan biasanya diprediksi dengan ultrasound. Akan tetapi, pengukuran ini dianggap tidak selalu akurat karena bisa saja terdapat perbedaan.

Penyebab Berat Badan Bayi Lebih dari Normal

Beberapa hal diketahui menjadi faktor penyebab bayi lahir dengan berat lahir besar seperti berikut:

  • Faktor yang paling berpengaruh terhadap kasus bayi besar yaitu faktor genetika. Selain itu, kadar gula darah selama hamil yang tidak terkontrol akibat mengalami diabetes gastational atau ibu memang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus.
  • Ibu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil diketahui memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat lahir besar.
  • Jenis kelamin bayi yang dikandung diduga dapat berperan. Dibandingkan dengan bayi perempuan, bayi laki-laki biasanya memiliki berat badan yang lebih besar.
  • Apabila ibu pernah melahirkan bayi dengan berat lahir besar, maka ibu cenderung melahirkan bayi besar pada kehamilan yang berikutnya.
  • Bayi yang lahir lebih bulan atau lebih dari 42 minggu memiliki risiko lebih besar lahir dengan berat badan mencapai 4.500 gram. Penyebab bayi lahir lewat bulan sebenarnya tidak diketahui. Akan tetapi, salah satu penyebabnya diketahui karena faktor genetik. Apabila ibu lahir lewat bulan, maka berpeluang melahirkan bayi lewat bulan.

Bahaya Berat Badan Bayi Lebih

Apabila berat badan bayi anda besar atau lebih saat berada dalam kandungan, maka kemungkinan besar anda akan mengalami kesulitan ketika proses melahirkan. Beberapa masalah yang mungkin akan dialami yaitu kehilangan darah, rusaknya tulang ekor dan parineum robek.

Meskipun jarang terjadi pada proses persalinan, bayi dengan berat badan besar atau lebih dari normal dapat mengalami distosia atau keadaan dimana pundak bayi tersangkut dalam kelamin. Akibat dari keadaan ini, tulang leher bayi menjadi patah.

Bayi yang lahir besar lebih rentan mengalami diabetes militus. Pasalnya, pada bayi dengan berat badan lebih, lemak dalam tubuhnya akan melakukan reaksi resistensi insulin. Sehingga bayi tidak dapat mengolah gula yang masuk pada makanan atau minuman, akibatnya gula dalam darah akan semakin meningkat.

Dalam jangka waktu yang  panjang, apabila berat badan bayi tidak diperhatikan dan bertambah tidak terkendali, ketika ia memasuki usia produktif kemungkinan besar ia dapat mengalami stroke, hiperkolesterol dan gangguan jantung.

Saat sedang hamil, anda harus sering memantau atau memeriksakan kandungan. Kesehatan dan berat badan bayi adalah hal yang penting untuk proses persalinan yang lancar dan tumbuh kembang bayi.  Selain itu, ibu harus sering  memantau kadar gula darah, meskipun sebelumnya ibu tidak memiliki riwayat penyakit diabetes.

Anda tetap harus memberikan ASI eksklusif pada bayi anda, karena seperti yang kita ketahui ASI memiliki banyak manfaat dan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.