Makanan Ibu Menyusui Agar Kulit Bayi Putih Bersih – Meskipun faktor genetis menjadi salah satu penentu warna kulit bayi. Akan tetapi, anda tidak perlu berkecil hati sebab hal ini akan dapat diupayakan dengan menjaga pola makan yang baik. Simak beberapa makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih.

Setiap orangtua yang tengah mengandung tentu mengharapkan kehadiran bayinya sehat dan sempurna. Ibu mana yang akan tega melihat anak yang baru saja mereka lahirkan berada dalam kondisi yang megkhawatirkan. Memiliki bayi yang terlahir dengan keadaan sehat tentu menjadi harapan untuk setiap orangtua. Apalagi jika bayi mereka lahir dengan keadaan putih dan bersih serta terlihat cerah.

Hanya saja, pada umumnya faktor pigmen kulit pada bayi lebih banyak diturunkan secara genetik. Ini artinya bayi yang memiliki orangtua dengan kulit yang putih maka besar kemungkinan kondisi ini dialami oleh bayinya, begitu pula sebaliknya. Hanya saja, untuk orangtua yang memiliki kulit lebih gelap, anda tak perlu berkecil hati. Hal tersebut karena setidaknya mereka pun dapat memiliki kesempatan untuk melahirkan buah hati berkulit putih dan bersih.

Selain faktor genetik yang lebih mutlak, mengupayakan kondisi pigmen kulit pada bayi agar lebih cerah juga bisa diupayakan dengan usaha. Salah satunya adalah dengan menjaga asupan makanan dalam tubuh ibu. Selain dilakukan sejak mengandung si kecil, hal ini pun penting untuk tetap dijalankan selama periode masa menyusui. Dengan menjaga asupan makanan maka akan besar kemungkinannya ayah dan ibu bisa memiliki anak bayi yang lahir dengan kondisi kulit yang putih dan bersih.

Lantas makanan apa saja yang perlu untuk dikonsumsi selama masa menyusui agar kulit bayi putih dan bersih? Nah, untuk lebih jelasnya mari simak dibawah ini.

Makanan Ibu Menyusui Agar Kulit Bayi Putih Bersih

Makanan Ibu Menyusui Agar Kulit Bayi Putih Bersih

Bayi yang lahir dalam keadaan sehat tentu memberikan kebahagiaan sekaligus ketenangan untuk orangtuanya. Terlebih lagi, jika pada saat setelah dilahirkan si kecil tumbuh dengan pigmen kulit yan cerah dan bersih. Hal ini tentu saja menuai kebahagiaan dan rasa senang yang besar.

Akan tetapi, selain faktor genetik yang diturunkan oleh orangtuanya. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan bayi putih bersih lewat konsumsi makanan. Apa sajakah menu makanan tersebut? Mari simak dibawah ini.

Air Kelapa

Air kelapa memiliki kandungan elektrolit yang tinggi dan bermanfaat baik untuk tubuh, salah satunya adalah manfaat antioksidan yang dapat dirasakan. Konsusmi air kelapa selama masa kehamilan adalah hal yang penting dan diperlukan. Akan tetapi, hal ini bukan berarti pasca kehamilan anda diperkenankan untuk menghentikan konsumsi ini. Tetap konsumsi air kelapa selama proses menyusui untuk mendukung kesehatan tubuh dengan baik.

Manfaat air kelapa yang dikonsumsi selama masa menyusui akan memberikan manfaat untuk menghidrasi tubuh. Selain itu, hal ini pun akan dapat bermanfaat untuk menjernihkan air ketuban sehingga kulit bayi dalam kandungan anda tetap bersih dan lebih cerah sewaktu dilahirkan. Untuk itu, tetap konsumsi air kelapa selama masa kehamilan dan menyusui. Sebagaimana kita ketahui besar manfaat dari mengkonsumsi air ini untuk kesehatan dan mendukung pigmen kulit bayi menjadi lebih cerah.

Konsumsi Air Putih

Bukan hanya bermanfaat untuk memasok kebutuhan cairan dalam tubuh agar tidak terhindar dari dehidrasi. Akan tetapi, mengkonsumsi air putih juga akan baik untuk menjernihkan ketuban selama masa kehamilan. Air ketuban yang jernih akan membantu perkembangan pigmen kulit bayi dengan baik. Sehingga demikian, tubuh bayi akan dapat lebih bersih dengan kulit yang lebih cerah. Akan tetapi, bukan hanya selama masa kehamilan. Konsumsi air putih pun penting untuk dilakukan guna menjaga kualitas ASI selama masa menyusui. Tubuh yang terhidrasi akan tentu membuat ASI mengalir deras dan produksinya menjadi lebih lancar.

Konsumsi Kacang Hijau

Mengkonsumsi kacang hijau atau meminum air rebusannya akan sangat bermanfaat selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan nutrisi yang terkandung dalam air kacang hijau akan baik untuk mendukung pertumbuhan janin dalam kandungan. Bukan hanya itu, kandungan protein dan asam folat yang tinggi yang terdapat dalam kacang hijau pun akan sangat bermanfaat untuk menjernihkan air ketuban. Dimana hal ini akan dapat membuat kulit bayi menjadi lebih putih dan jernih. Untuk mendukung perkembangan ini tetap terjadi maka silahkan konsumsi kacang hijau selepas melahirkan hingga masa menyusui.

Konsumsi Sayuran Hijau

Sayuran hijau memiliki kandungan vitamin yang melimpah dan antioksidan yang tinggi. Dimana kandungan ini tentunya akan sangat baik dalam melancarkan sistem pencernaan. Bukan hanya itu, kandungan yang melimpah pada sayuran hijau seperti nutrisi yang baik akan dapat menjadi detoksifikasi yang baik. Sehingga kondisi ini akan dapat membuat tubuh lebih sehat dan terbebas dari zat toxic yang masuk kedalam tubuh. Konsumsi sayuran hijau bukan hanya dianjurkan untuk dilakukan selama masa kehamilan. Namun juga pada masa menyusui hal ini sama pentingnya. Konsumsi sayuran hijau selama masa menyusui akan membuat ibu dan bayinya lebih sehat. Selain itu, pengaruh yang besar akan pula dirasakan oleh si kecil dimana kulitnya akan lebih bersih dan cerah.

Konsumsi Bengkoang

Bengkoang memang telah dikenal sebagai buah yang dapat memberikan manfaat baik untuk kecantikan, salah satunya untuk mencerahkan kulit. Buah bengkoang memiliki rasa yang manis dan menyegarkan. Selain itu, bila buah yang satu ini dikonsumsi oleh ibu menyusui maka manfaatnya akan baik untuk kesehatan. Rutin mengkonsumsi bengkoang selama periode menyusui pun akan membuat pigmen kulit bayi berkembang dengan lebih cerah dan putih bersih. Bengkoang pun dapat dikonsumsi untuk mengatasi rasa mual muntah selama masa kehamilan. Untuk itu, lanjutkan mengkonsumsi bengkoang selama masa kehamilan dan menyusui.

Konsumsi Susu Kedelai

Kandungan yang baik dalam susu kedelai membuatnya dianjurkan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan dan menyusui. Protein yang tinggi dan kandungan vitamin E didalamnya yang berlimpah akan baik untuk kesehatan. Salah satunya manfaat dari bahan ini akan dapat baik untuk mendukung pertumbuhan tulang. Selain itu, rajin mengkonsumsi susu kedelai selama masa kehamilan dan menyusui akan dapat membuat kandungan menjadi lebih cerah dan putih.

Sementara pada saat menyusui, konsumsi susu kedelai akan dapat membuat pori-pori bayi menjadi lebih kecil sehingga kulitnya lebih mulus dan bersih. Untuk itu, mulai saat ini silahkan masukkan menu susu kedelai dan makanan sehat lainnya dalam daftar konsumsi harian anda. Agar tubuh anda lebih sehat dan impian memiliki bayi dengan kulit yang bersih dan putih akan lebih besar peluangnya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari menu makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih dan bersih. Hal ini tidak dapat dicapai dengan mudah dan tidak pula menjamin kulit bayi dan pertumbuhan si kecil dijamin dapat putih dan cerah. Untuk itu, lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Mengatasi Payudara Bengkak Ketika Menyapih – Menghentikan pemberian ASI pada si kecil atau yang juga dikenal dengan sebutan menyapih seringkali menyiksa. Mari ketahui cara mengatasi kondisi payudara bengkak ketika menyapih si buah hati.

Saat usia si kecil sudah lebih besar dan sudah waktunya diberhentikan dari meng-ASI. Maka sudah tiba saatnya anda merelakan agar si buah hati tidak lagi menetek pada ibunya. Proses yang satu ini seringkali disebut dengan menyapih.

Menyapih sendiri sebenarnya dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kesiapan sang ibu. Pada umumnya, ritual ini akan mulai dilakukan ketika bayi sudah berusia 1 tahun atau bisa pula saat si kecil telah berusia 2 tahun.
Hanya saja, tidak mudah tentunya melakukan ritual menyapih pada buah hati. Seringkali si kecil akan terlihat rewel dan tidak karuan saat ibu menolak memberikan mereka ASI. Tindakan tidak tega inilah yang kerap kali menjadi tantangan yang cukup besar dalam menjalankan ritual yang satu ini.

Orangtua mana yang tega melihat anak balitanya terus-terusan rewel hanya karena ingin meng-ASI? Belum lagi, ketidak inginannya untuk makan makanan lain akan membuat ibu bingung menghadapi situasi seperti ini. Tak jarang kegiatan yang satu ini akan mungkin membuat si kecil menjadi sakit karena lama tidak menyusu pada ibunya.

Mengatasi Payudara Bengkak Ketika Menyapih

Hanya saja, mau tidak mau, cepat atau lambat kegiatan menyusui si kecil memang harus dihentikan. Tidak akan selamanya anda memberikan mereka ASI setiap waktu. Apalagi usia yang sudah terlalu besar dan pemberian ASI yang masih dilakukan membuat ASI sudah tidak layak untuk si kecil. Pada akhirnya, ritual memberhentikan memberikan ASI memang harus dilakukan.

Hanya saja, selain beberapa hal diatas, adapula beberapa hal lainnya yang perlu dipersiapkan oleh ibu ketika hendak menyapih bayinya. Seperti misalkan tidak menawarkan ASI saat si kecil lapar dan meminta ASI. Dalam hal ini tentu ibu bisa mulai memperkenalkan jenis makanan lain pada buah hatinya untuk dijadikan pendamping ASI. Hanya saja tentunya, berikan makanan yang lebih bernutrisi untuk si kecil.

Tidak mudah memang memberhentikan pemberian ASI pada si kecil. Selain perasaan dramatis yang akan ibu alami, beberapa dampak fisik pun akan ikur anda rasakan. Dalam hal ini, dampak fisik yang mungkin dirasakan dari kondisi menyapih si kecil diantaranya adalah payudara yang terasa nyeri. Atau mungkin mengalami pembengkakan.
Untuk itulah, proses penyapihan pada umumnya tidak disarankan untuk dilakukan dengan mendadak. Melainkan perlahan dan secara bertahap. Adapun beberapa cara dibawah ini akan menjadi solusi untuk mengatasi payudara bengkak saat menyapih.

Mengatasi Payudara Bengkak Ketika Menyapih

Ada beberapa tips yang akan dapat membantu anda mengatasi payudara yang terasa nyeri selama proses penyapihan. Diantaranya mari kita simak dibawah ini.

Keluarkan ASI Secara Bertahap

Mulailah proses menyapih dengan perlahan dan secara bertahap. Penghentian yang dilakukan secara tiba-tiba akan membuat tubuh menajdi bingung. Yang mana kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit atau bahkan lebih buruk karena payudara anda terlalu penuh dengan ASI. Jika berhenti menyusu dilakukan secara tiba-tiba, maka kemungkinan tubuh anda tidak akan mampu mengatasi transisi dengan mudah. Dalam kondisi ini rasa sakit menjadi hal yang tidak dapat dihindari.

Tubuh anda telah menyiapkan dirinya guna memenuhi kebutuhan nutrisi bayi berdasarkan pada seberapa sering si kecil menyusu. Penghentian meng-ASI yang dilakukan secara tiba-tiba membuat tubuh belum memiliki cukup waktu untuk menghentikan produksi ASI dengn cepat. Dengan artian lain, tubuh anda akan membutuhkan waktu untuk menyadari produksi ASI sudah tidak lagi dibutuhkan.

Adapun efek samping dengan timbulnya rasa nyeri sewaktu memberhentikan kebiasaan menyusu pada anak. Hal ini timbul dikarenakan payudara anda penuh dengan ASI. Dimana kondisi ini menyebabkan mastitis (radang kelenjar air susu) terjadi dan juga menimbulkan saluran ASI menjadi tersumbat.

Jika anda menyapih secara bertahap, butuh waktu lama untuk tubuh sehingga ASI tidak lagi diproduksi. Tubuh bisa memerlukan sedikitnya waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menghentikan produksi ASI. Untuk itu, lakukan kegiatan ini dengan perlahan.

Kompres dengan Es

Perasaan nyeri yang timbul dari pembengkakan payudara selama proses menyapih berlangsung bisa sangat menyakitkan. Untuk itu, guna meredakan kondisi ini anda bisa mengompresnya dengan menggunakan es. Caranya, silahkan siapkan sebuah lap yang bersih dan steril lalu berikan es didalamnya. Gunakan lap ini untuk mengompres bagian payudara anda. Selain menggunakan es untuk mengompres. Anda pun bisa menggunakan saturan beku atau diapers yang sebelumnya sudah anda basahi.

Istirahat yang Cukup

Gejala atau efek samping dari proses menyapih memang membuat anda merasakan perasaan yang tidak nyaman. Tidur akan dapat digunakan sebagai cara untuk meringankan perasaan yang menyiksa dari pembengkakan payudara. Bukan hanya untuk mengatasi kondisi ini. Namun tidur pun memang bermanfaat sebagai obat untuk berbagai penyakit. Untuk itu, pastikan bila anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Kendurkan Bra

Penggunaan bra yang terlalu ketat dan kuat bisa jadi memperparah perasaan sakit yang anda alami saat ini. Belum lagi pembengkakan yang terus terjadi akan membuat anda membutuhkan bra yang lebih longgar. Selain membeli bra yang lebih kendur, cobalah atasi hal ini dengan melonggarkan ikatan bra anda dengan perlahan. Sementara bila masih terasa sakit, maka sebaiknya lepaskan penggunaan bra. Selain itu, cara lain yang dapat digunakan adalah dengan meletakkan daun kubis yang telah dibersihkan pada bagian cup bra. Cara ini akan membuat anda merasa nyaman dan rileks.

Jaga Pola Makan Tetap Sehat

Menjaga kesehatan dengan baik dengan menjaga pola makan adalah solusi yang bijak untuk mengatasi masalah anda. Untuk itu, sebaiknya perhatikan agar tubuh anda tetap terhidrasi dengan baik. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kemungkinan dehidrasi.

Selain itu, cukupi pula kebutuhan makanan dengan baik dan pilihlah makanan sehat untuk dikonsumsi. Hal ini penting sekali agar kebutuhan nutrisi dalam tubuh anda terjaga dengan baik. Kondisi ini tentu akan jauh lebih baik dibandingkan dengan mengkonsumi suplemen dan vitamin.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari mengatasi pembengkakan payudara selama melakukan proses menyapih. Rasa nyeri yang timbul dari kegiatan menyapih tentu akan sangat memusingkan dan membuat anda merasa tidak nyaman.

Jadi demikian, penting sekali untuk segera mencari solusi guna mengatasi masalah ini. Dengan demikian, ibu akan dapat tetap mengurus dan merawat buah hatinya dengan baik. Semoga cara diatas bermanfaat dan bisa digunakan untuk meredakan pembengkakan yang anda alami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada pembahasa artikel lainnya.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif – Mengenai pemberian ASI eksklusif, beberapa pertanyaan sering diajukan oleh ibu.

Setelah melahirkan buah hati, setiap ibu direkomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pada buah hatinya. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, selama enam bulan awal kehidupannya ASI adalah satu-satunya makanan bayi. Dimana ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi.

Mengenai ASI itu sendiri, tidak sedikit ibu yang mengajukan berbagai pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif. Selain karena kurangnya pemahaman, pertanyaan yang diajukan biasanya untuk meyakinkan ibu agar dapat memberikan ASI dengan optimal pada buah hatinya.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Berikut ini daftar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh ibu menyusui.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Apa Itu ASI Eksklusif?

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI atau air susu ibu pada bayi dari 0-6 bulan. Selama rentan waktu tersebut, makanan yang didapatkan bayi hanyalah ASI. Bayi tidak boleh mendapatkan makanan atau minuman yang lainnya meskipun makanan dan minuman tersebut bergizi.

Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, maka makanan selain ASI dapat dikenalkan pada bayi. Meskipun begitu, ASI tetap harus dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun.

Ketika ASI belum keluar, terkadang tidak sedikit ibu yang memberikan air putih atau cairan lainnya pada bayi. Namun, tanpa disadari hal tersebut sudah menggagalkan ASI eksklusif, meskipun cairan tersebut hanya diberikan satu kali pada bayi. Keadaan ini sudah tidak bisa lagi disebut dengan ASI eksklusif, karena lebih tepatnya disebut dengan ASI predominan. ASI predominan itu sendiri merupakan pemberian ASI pada bayi, namun ibu pernah memberikan air atau cairan yang lainnya pada bayi sebelum ASI keluar.

Manfaat Apa Saja yang Didapatkan Bayi Dari ASI Eksklusif?

Mengenai manfaat ASI eksklusif itu sendiri sudah tidak bisa diragukan lagi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada makanan apapun sebaik ASI yang dapat diberikan pada bayi sebelum usianya 6 bulan. Di dalam ASI, khususnya ASI pertama yang keluar atau disebut dengan kolostrum terkandung gizi dengan komposisi tepat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hanya dengan ASI kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi. ASI dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Di dalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi untuk meningkatkan atau memperkuat sistem kekebalan tubuhnya saat bayi lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan risiko bayi terserang berbagai macam penyakit. Selain itu, terdapat banyak manfaat ASI eksklusif yang lainnya, manfaat ASI yang lainnya seperti berikut ini:

  • ASI mampu meningkatkan kecerdasan bayi. Perkembangan kognitif bayi akan semakin meningkat dengan pemberian ASI.
  • Dengan ASI bayi tidak akan mengalami alergi, lain halnya dengan susu formula, susu sapi atau susu kedelai.
  • ASI eksklusif dapat menurunkan risiko bayi mengalami obesitas atau kegemukan saat ia besar nanti.

Saat ASI Eksklusif Bolehkah Bayi Mendapatkan Obat?

Pemberian obat dapat dilakukan saat bayi dalam masa ASI eksklusif. Bayi dapat menerima obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, serta mineral atau vitamin yang diperlukan ketika bayi sakit. Bayi membutuhkan obat agar ia lekas sembuh. Karena seperti itu, pemberian obat pada bayi tidak akan menggagalkan ASI eksklusif. Ketika bayi sakit anda dapat memberikan obat dan terus lanjutkan memberikan ASI karena di dalam ASI terkandung antibiotik yang dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Bagaimana Jika Bayi Diberi Susu Formula, Apakah Masih Dapat Disebut ASI Eksklusif?

Terkadang orang tua tidak percaya diri ASInya dapat memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk memberikan susu tambahan atau susu formula pada bayinya. Pemberian susu formula selama masa ASI eksklusif dapat menggagalkannya.

Keadaan ini bisa disebut dengan ASI parsial. Selain ASI bayi juga mendapatkan makanan lainnya selain ASI, baik susu formula, bubur bayi dan lain sebagainya sebelum bayi berusia 6 bulan.

Apa yang Harus Dilakukan Agar Produksi ASI Cukup Untuk Bayi?

Agar produksi ASI tetap lancar dan kebutuhan ASI untuk bayi tetap terpenuhi, maka anda dapat menyusui bayi dengan rutin. Susui bayi anda setiap 2-3 jam sekali dengan posisi pelekatan dan hisapan yang baik dan tepat. Semakin ibu sering menyusui bayi maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Namun, penambahan jumlah ASI itu sendiri tidak akan terjadi saat itu juga, akan tetapi membutuhkan waktu.

Bagaimana Pemberian ASI Pada Ibu yang Bekerja?

Meskipun ibu bekerja dan tidak selalu berada dekat dengan bayi, tetapi ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Berikut ini tips memberikan ASI selama ibu bekerja:

  • Selama ibu tidak bekerja atau cuti melahirkan, ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif lebih sering.
  • Hindari memberikan asupan makanan lain selama bayi belum berusia 6 bulan.
  • Untuk mengoptimalkan memompa ASI, ibu harus belajar lebih dini atau setelah bayi lahir.
  • Hindari memberikan ASI melalui botol susu. Alangkah lebih baik memberikan ASI dengan sendok atau cangkir. Anda dapat mulai melatih bayi selama 1 minggu sebelum kembali bekerja.
  • Anda harus paham tentang pemberian ASI atau proses penyimpanannya, kemudian informasikan itu semua pada keluarga atau pengasuh bayi.
  • Setelah pulang ke rumah, pemberian ASI dapat dilakukan langsung.
  • Ketika berada di tempat kerja, ibu dapat memerah ASI setiap 2-3 jam sekali. Ini dilakukan untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.

Ketika Sakit Apakah Ibu Tetap Boleh Menyusui?

Ibu akan merasa bingung dan khawatir ketika dirinya sakit. Pada umumnya keadaan ibu sakit bukanlah suatu alasan untuk menghentikan proses menyusui. Hanya saja, ketika sakit ibu membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus si kecil karena ibu membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Ketika menyusui ibu dapat menggunakan masker agar si kecil tidak tertular. Ibu disarankan untuk segera pergi ke dokter, beritahu pada dokter bahwa ibu sedang menyusui. Pasalnya beberapa obat dapat mengkontaminasi ASI. Ada beberapa keadaan atau penyakit tertentu yang melarang ibu untuk menyusui bayinya. Anda dapat meminta informasinya dari dokter.

Apa Tanda Bayi Cukup Menerima ASI?

Ketika sudah cukup menerima ASI, bayi akan menunjukan beberapa tanda seperti berikut ini:

  • Bayi akan terlihat puas setelah menyusu.
  • Setiap bulannya bayi anda menunjukan penambahan berat badan.
  • Setelah menyusui payudara akan terasa lebih lunak.
  • Bayi sering buang air kecil sehingga anda harus mengganti popoknya sebanyak 6-9 kali dalam sehari.
  • Pada bulan pertama kehidupannya, bayi buang air besar sebanyak 3 kali dalam satu hari. Selain itu, feses bayi berwarna kuning terang. Namun, setelah usianya satu bulan frekuensi buang air besar bayi akan mulai berkurang, tetapi anda tetap harus memastikan bayi buang air besar setiap harinya.

Itulah seputar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh para ibu.

Beberapa hal diketahui dapat mempengaruhi produksi ASI. Penting bagi ibu menyusui untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi produksi ASI.

Memberikan ASI atau menyusui bayi adalah tugas dan kewajiban seorang ibu. Seperti yang kita ketahui, ASI dikenal sebagai makanan terbaik untuk bayi karena mengandung gizi komplit yang dibutuhkan oleh bayi. ASI adalah satu-satunya makanan bayi selama enam bulan awal kehidupan bayi.

Ibu tentunya ingin perkembangan dan pertumbuhan buah hatinya optimal, serta kebutuhan gizi yang dibutuhkan terpenuhi. Ibu akan berupaya untuk memberikan ASI yang terbaik pada buah hatinya dan menjaga agar ASI tetap berkualitas. Ibu akan memberikan ASI kapan pun dan dimana pun ketika bayinya membutuhkan.

Faktor yang mempengaruhi produksi ASI

Agar bayi mendapatkan cukup ASI, maka penting bagi ibu untuk menjaga produksi ASI. Mengenai produksi ASI itu sendiri, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhinya. Apa saja faktor yang mempengaruhi produksi ASI? Untuk mengetahuinya anda bisa simak pembahasan di bawah ini.

Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI

1. Makanan

Kualitas dan produksi ASI dipengaruhi oleh makanan yang ibu konsumsi sehari-hari. Selama masa menyusui, ibu harus mengkonsumsi makanan yang sehat, beragam dan mengandung gizi yang seimbang. Jika pola makan ibu tidak tepat dan ibu tidak mengkonsumsi makanan sehat, maka akibatnya produksi ASI akan menjadi terpengaruh. Terdapat berbagai jenis makanan yang dapat mempengaruhi produksi ASI, di antaranya yaitu daun katuk, sayuran hijau, daun pepaya dan lain sebagainya.

2. Keadaan Psikis dan Emosi Ibu

Keadaan psikis dan emosi ibu dapat mempengaruhi refleks pengaliran susu. Refleks ini berperan untuk mengontrol perintah, yang mana perintah tersebut dikirim oleh hipotalamus yang terdapat pada kelenjar bawah otak. Apabila ibu mengalami cemas, tegang, stres, dan kebingungan maka ASI tidak dapat turun dari alveoli menuju ke puting. Keadaan ini biasanya akan terjadi pada awal-awal menyusui, ketika refleks pengaliran susu belum dapat befungsi dengan sepenuhnya. Refleks pengaliran susu itu sendiri dapat berfungsi dengan baik apabila ibu dalam keadaan tenang, nyaman, rileks dan tidak tegang atau merasa cemas. Anda dapat mendengar suara tangisan bayi atau selalu memikirkannya sehingga dapat membantu refleks air susu bekerja. Efeknya produksi ASI akan terbantu.

3. Frekuensi Menyusui

Apabila bayi menyusu semakin sering, maka produksi ASI akan semakin banyak. Selain menyusui langsung, anda juga dapat memerah ASI dengan pompa ASI. Apabila menyusui bayi jarang dilakukan, ASI pun tidak akan dihisap oleh bayi anda yang akan berpengaruh pada pengeluaran ASI.

4. Pemakaian Alat Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi harus ibu perhatikan selama masa menyusui. Pasalnya, pemakaian alat kontrasepsi yang tidak tepat dapat mempengaruhi produksi ASI.

5. Usia Kehamilan Saat Melahirkan

Usia kehamilan dapat mempengaruhi produksi ASI. Bayi yang lahir kurang bulan atau prematur keadaannya sangat lemah dan membuat ia kesulitan ketika menghisap payudara ibu untuk mendapatkan ASI. Sehingga keadaan ini akan menyebabkan produksi ASI menjadi lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang melahirkan bayi normal atau cukup bulan. Penyebab bayi prematur belum mampu menghisap ASI dengan optimal karena lemah, berat badan yang rendah dan belum sempurnanya organ tubuh bayi.

6. Anatomi Payudara

Ukuran payudara tidak mempengaruhi produksi ASI, karena yang mempengaruhi produksi ASI yaitu jumlah kelenjar air susu dalam payudara ibu. Meskipun ukuran payudara ibu kecil, tetapi kelenjar air susunya banyak, maka ibu tetap bisa menghasilkan ASI yang banyak.

7. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang akan menimbulkan banyak efek negatif, khususnya pada ibu menyusui. Merokok akan mempengaruhi jumlah ASI yang ibu produksi karena akan mengganggu hormon prolaktin dan oksitosin. Ketika merokok maka dapat menstimulasi pelepasan hormon adrenalin. Dimana pelepasan hormon adrenalin tersebut dapat menghambat pelepasan hormon oksitosin. Begitu pun dengan minuman yang mengandung alkohol, minuman ini dapat mempengaruhi produksi ASI.

8. Pengaruh Obat-Obatan

Obat-obatan yang dikonsumsi ibu selama masa menyusui mengandung hormon yang dapat mempengaruhi hormon oksitosin dan prolaktin. Dimana kedua hormon ini berfungsi untuk pengeluaran dan pembentukan ASI. Jika kedua hormon ini terganggu, maka akibatnya pembentukan dan pengeluaran ASI pun akan mengalami hambatan.

9. Kemampuan Bayi Menghisap ASI

Hisapan bayi ketika menyusu mempengaruhi produksi ASI. Namun, ada saatnya dimana hisapan bayi menjadi tidak efektif lagi. Beberapa hal yang menyebabkan hisapan bayi menjadi tidak efektif di antaranya yaitu karena teknik pelekatan yang tidak tepat, serta struktur rahang atau mulut bayi yang tidak sempurna. Jika hisapan bayi efektif maka rangsangan ke otak akan menjadi optimal yang akan memerintahkan memproduksi hormon oksitosin dan hormon prolaktin.

10. Perawatan Payudara

Perawatan payudara penting dilakukan selama ibu hamil. Perawatan yang tepat dapat membuat produksi ASI menjadi lancar. Perawatan yang dilakukan akan merangsang payudara dan akan mempengaruhi hypopise supaya mengeluarkan hormon estrogen, progesteron dan oksitosin dalam jumlah yang lebih bayak lagi. Dimana hormon oksitosin dapat menyebabkan terjadinya kontraksi di sel lain yang berada di sekitar alveoli. Efeknya air susu atau ASI akan turun mengalir ke puting dan akhirnya bayi dapat menghisapnya.

Itulah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ASI. Sebisa mungkin cukupi kebutuhan ASI buah hati tercinta agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan optimal.

Ketika ASI berkurang maka proses menyusui akan menjadi terhambat dan si kecil tidak mendapatkan cukup ASI. Untuk mengatasi atau mencari solusi yang terbaik anda harus mengetahui penyebab ASI berkurang.

Setiap orang tua menginginkan kesehatan untuk buah hati tercintanya, terlebih lagi jika ia masih dalam tahap tumbuh kembang. Pemberian asupan nutrisi yang terbaik akan mendukung kesehatan bayi dalam masa tersebut. Dimana nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi bisa didapatkan dari ASI atau air susu ibu.
ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi sebelum usianya 6 bulan. Setelah menginjak 6 bulan, bayi sudah diperkenalkan pada makanan pendamping ASI atau MPASI. Namun, meskipun begitu pemberian ASI seharusnya tetap berlanjut hingga usia bayi 2 tahun.

Manfaat ASI eksklusif untuk bayi sungguh luar biasa besar. Selain bayi yang mendapatkan manfaatnya, dengan menyusui ibu pun akan merasakannya. Kandungan di dalam ASI akan membantu bayi untuk menjaga kesehatan. Beragam kandungan di dalam ASI bermanfaat untuk mendukung kesehatan bayi, pertumbuhan dan perkembangannya.

Penyebab ASI berkurang

Sebisa mungkin ibu akan memberikan yang terbaik untuk anaknya termasuk dalam pemberian ASI. Akan tetapi, terkadang proses menyusui bayi tidak berjalan lancar. Beberapa ibu justru sering mengalami kendala atau hambatan dalam proses pemberian ASI untuk buah hati tercintanya. Dimana salah satu kendala yang sering dialami oleh ibu menyusui yaitu pasokan asinya mulai berkurang. Mengetahui seperti itu tentunya ibu sangat khawatir dan cemas. Mereka takut buah tercintanya tidak mendapatkan cukup ASI untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Pada dasarnya ASI yang diproduksi oleh ibu menyusui akan berbanding lurus dengan yang dibutuhkan oleh bayi. Sehingga jika terdapat masalah atau gangguan pada produksi ASI, dimana ASI semakin sedikit dan berkurang maka kemungkinan ada beberapa faktor yang memicu terjadinya keadaan ini. Lantas apa saja penyebab ASI semakin berkurang?  Berikut ini beberapa kondisi penyebab ASI berkurang.

Penyebab ASI Berkurang

Mengalami Masalah Hormonal dan Endoktrin

Ibu yang mengalami masalah ini disebabkan karena rendahnya atau tingginya kadar tiroi, diabetes dan hipertensi sehingga mengakibatkan wanita sulit hamil. Setelah melahirkan, maka akan berpengaruh terhadap produksi ASI. Untuk mengatasi masalah ini ibu menyusui bisa meningkatkan produksi ASI-nya.

Alat Kontrasepsi Hormonal

Penyebab ASI berkurang lainnya yaitu karena alat kontrasepsi. Umumnya produksi akan semakin berkurang pada ibu yang memakai alat kontrasepsi hormonal. Produksi ASI akan mengalami perubahan dan ASI yang dihasilkan pun akan semakin berkurang. Akan tetapi, dalam hal ini setiap ibu memiliki keadaan yang berbeda-beda. Meskipun alat kontrasepsi hormonal menyebabkan ASI berkurang pada ibu, akan tetapi beberapa ibu tidak mengalami keadaan ini.

Jika penyebab ASI berkurang karena alat kontrasepsi, maka untuk mengatasinya anda bisa berhenti memakainya guna membantu produksi ASI. Konsultasi dengan dokter mengenai alat kontrasepsi yang tepat dan tidak akan mengganggu produksi ASI.

Ibu Pernah Melakukan Operasi Payudara

Operasi payudara terpaksa harus dilakukan karena masalah kesehatan ataupun dengan tujuan untuk kecantikan. Akan tetapi, operasi payudara ini akan menghambat produksi ASI, sehingga ASI yang dihasilkan menjadi sedikit. Selain itu, gangguan yang sama akan dialami oleh ibu yang mengalami piercing pada putingnya . Pengaruh operasi pada produksi ASI tergantung pada prosedur yang dilakukan, jarak operasi dengan melahirkan dan menyusui tanpa adanya komplikasi. Akan tetapi tidak semua wanita mengalami keadaan yang sama. Dimana ada beberapa wanita yang tetap bisa memberikan ASI tanpa adanya hambatan hingga waktu yang telah ditentukan.

Jarang Menyusui Bayi

Produksi ASI akan terganggu apabila payudara tetap dalam keadaan penuh. Keadaan payudara yang selalu penuh dipacu karena ibu tidak sering menyusui bayinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan menyusui sesering mungkin, karena hisapan mulut bayi akan membantu produksi ASI.

Tidak Memberikan ASI pada Malam Hari

Kondisi setiap ibu menyusui umumnya berbeda-beda. Sebagian ibu yang tidak memberikan ASI kepada buah hatinya ketika malam hari akan mempengaruhi produksi ASI. ASI yang diproduksi oleh ibu akan menjadi menurun, serta kadar prolaktin akan lebih banyak ketika malam hari. Oleh karena itu, apabila semakin rendah maka mengakibatkan produksi ASI menjadi semakin menurun.

Teknik Menyusui yang Salah

Teknik atau cara menyusui yang salah menjadi salah satu penyebab ASI berkurang. Apabila bayi anda tidak menempel dengan sempurna ketika disusui, maka kelenjar ASI tidak akan terangsang sehingga akibatnya tidak akan menghasilkan ASI cukup.

Masitis

Masitis merupakan keadaan dimana ASI mengalami gumpalan, menyumbat dan membentuk benjolan pada payudara. Masitis biasanya disebabkan karena ibu tidak menyusui bayinya dangan teratur.

Adanya Jeda Menyusui

Ketika keadaan terganggu, seperti sakit atau lainnya mungkin anda memutuskan untuk berhenti menyusui beberapa hari. Akan tetapi, keadaan ini justru akan menyebabkan produksi ASI menjadi berkurang atau menurun dengan tiba-tiba.

Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium menjadi penyebab ASI berkurang dengan cepat. Apabila tubuh anda tidak memiliki kalsium dalam jumlah yang cukup, maka anda tidak bisa menghasilkan dan memberikan ASI dengan cukup pada buah hati anda. Padahal, salah satu kandungan utama pada ASI yaitu kalsium.

Konsumsi Alkohol yang Berlebihan

Konsumsi alkohol dan kafein yang berlebihan akan menghambat produksi ASI. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi kafein dalam setiap harinya. Jika bisa, hindari konsumsi alkohol dan kafein selama menyusui.

Anemia

Ibu menyusui yang mengalami anemia cenderung mengalami gangguan pada produksi ASI, dimana ASI menjadi berkurang.

Stres

Seperti yang kita ketahui, stres akan memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Stres yang anda alami akan merusak keseimbangan hormonal. Akibatnya produksi ASI akan menjadi berkurang.

Cara Atasi Produksi ASI Berkurang

Jika anda sudah mengetahui penyebab ASI berkurang, maka anda bisa mencari solusi atau cara untuk mengatasi keadaan tersebut. Cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi produksi ASI yang semakin berkurang yaitu dengan menghindari beberapa penyebab di atas. Untuk memperbanyak produksi ASI anda bisa meningkatkan frekuensi pengeluaran ASI itu sendiri. Caranya yaitu dengan sering menyusui bayi anda. Karena semakin sering si kecil menyusui, maka ASI yang diproduksi pun akan semakin banyak. Jika ibu sering memberikan ASI atau menyusui bayinya pada minggu pertama kelahiran akan membantu dalam melancarkan produksi ASI.

Untuk meningkatkan produksi ASI, anda bisa mengosongkan payudara dengan menggunakan alat bantu pompa ASI. Produksi ASI ditentukan oleh pengeluaran ASI itu sendiri. Anda bisa memompa payudara anda di antara waktu menyusui. Teruskan proses memompa ASI selama kurang lebih 5 sampai 10 menit setelah anda selesai menyusui. Pijatan yang anda lakukan ketika memompa ASI akan membantu menstimulasi produksi ASI.

Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab ASI berkurang dan cara mengatasinya, anda bisa melakukan konsultasi langsung dengan ahli laktasi. Pasalnya, kondisi dari setiap ibu memiliki perbedaan, begitu pula dengan penanganan yang dilakukan.