Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Saat Puasa – Tidak sedikit ibu menyusui yang ingin ikut menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadhan. Akan tetapi, demi menjaga kesehatan dan terjaganya asupan nutrisi yang baik dari ASI yang diberikan pada si buah hati. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ibu menyusui saat puasa. Ingin tahu seperti apa? Mari simak informasi menariknya dibawah ini.

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang dijalankan oleh umat Muslim. Meski sebenarnya ada ketetapan tertentu sebagai syarat para pelaku wajib puasa. Akan tetapi terkadang, ibu hamil dan ibu menyusui pun selalu ingin ikut andil dalam menjalankan ibadah yang satu ini.

Hanya saja, banyak kekhawatiran yang menyatakan bila puasa akan dapat mempengaruhi asupan gizi pada tubuh ibu. Sehingga kondisi ini bisa mungkin mempengaruhi produksi ASI untuk si kecil.

Namun demikian, bila memang ibu menyusui dalam kondisi yang memadai untuk menjalankan ibadah puasa. Maka ibadah ini akan dapat dilakukan dengan baik. Hanya saja, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama menjalankan ibadah puasa untuk ibu menyusui. Mari simak hal-hal yang harus diperhatikan ibu menyusui saat puasa. Baca juga: Tips Menjaga Nutrisi dan Gizi Anak Selama Berpuasa

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Saat Puasa

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Saat Puasa

Demi menjaga produksi ASI dan kualitasnya dengan baik maka ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini tentu dilakukan agar kegiatan memberikan ASI pada si buah hati tidak terhalang atau terkendala. Ingin tahu seperti apa? Mari kita simak hal-hal yang harus diperhatikan ibu menyusui saat puasa.

Memenuhi Kebutuhan Serat Lebih Banyak

Saat puasa dalam masa menyusui, ibu akan ada dalam fase hobi makan. Nah, apalagi saat menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, pada saat menjalankan ibadah puasa sebaiknya asupan makanan yang dikonsumsi tidak dilakukan dengan sembarangan. Tubuh yang menahan lapar selama setengah hari penuh akan mungkin membuat anda merasa kelaparan.

Pada saat buka puasa hal ini akan cenderung membuat ibu mengasup tubuhnya dengan aneka makanan. Bahkan makanan yang kurang sehat pun bisa mereka santap kedalam tubuhnya. Namun hal ini bukanlah pilihan yang baik dilakukan. Daripada mengasup tubuh dengan makanan kurang sehat. Sebaiknya pastikan anda mengasup dengan makanan kaya akan serat.

Sayur dan buah adalah pilihan makanan yang baik yang bisa anda konsumsi selama sahur dan berbuka. Selain itu, nutrisi dan gizi dalam bahan makanan inipun akan dapat membantu anda memberikan gizi yang lebih baik dari ASI berkualitas untuk si kecil.

Dapatkan Istirahat yang Cukup

Ketika menjalankan ibadah puasa, ibu menyusui dianjurkan untuk dapat menjaga kesehatannya dengan baik. Hal ini dikarenakan tubuh yang terlalu lelah dan mendapatkan aktivitas fisik yang banyak akan membuat anda mudah lemas. Hal ini bisa mungkin berpengaruh terhadap produksi ASI yang terhambat. Oleh karenanya, ibu menyusui dianjurkan untuk sedikitnya mendapatkan waktu tidur siang sebanyak 1 sampai 2 jam dalam satu hari.

Tetap Makan 3 Kali Sehari

Demi menjaga produksi ASI dalam tubuh yang terjaga dengan baik. Ibu menyusui dianjurkan untuk dapat menjaga porsi dan waktu makannya dengan baik. Meskipun menjalankan ibadah puasa namun anda tetap dapat mengasup makan sebanyak 3 kali dalam satu hari.

Adapun pembagian makanan ini dapat dilakukan pada saat berbuka, sahur dan sebelum tidur. Dengan begini maka asupan gizi yang cukup akan membuat produksi ASI lancar. Sehingga tumbuh kembang si kecil pun akan dapat terjaga dengan baik.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es? – Menyusui adalah proses paling penting dalam memberikan nutrisi untuk si buah hati. Oleh karenanya, kualitas ASI perlu diperhatikan dengan baik saat anda memberikannya pada buah hati. Banyak ibu bertanya, bolehkah ibu menyusui minum es? Untuk menjawab permasalahan ini mari kita simak dibawah ini.

Menyusui merupakan propses alamiah utnuk memberikan makanan bagi anda anak. Seperti yang kita ketahui, sebelum memasuki usia cukup diberikan makanan pendamping. Satu-satunya nutrisi yang diperoleh oleh si buah hati hanya didapat dari ASI. Dengan demikian, penting sekali untuk ibu menyusui untuk selalu memperhatikan kualitas ASI nya dengan baik.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Nah, saat ini tidak sedikit ibu yang merasa khawatir jika makan atau minum minuman dingin dengan es akan mempengaruhi kualitas ASI-nya. Sehingga demikian banyak ibu yang bertanya bolehkah ibu menyusui minum es? Pertanyaan ini tentu banyak diajukan karena ibu merasa khawatir bila kondisi ini malah membuat mereka membahyakan buah hatinya. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak dibawah ini.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Dalam pemberian ASI seringkali ibu terkendala dikarenakan oleh beberapa alasan tertentu, salah satunya adalah jumlah ASI yang dimiliki. Banyak ibu beranggapan bahwa kuantitas dari produksi ASI erat kaitannya dengan apa yang kita makan. Atau dalam artian lain apa yang ibu makan adalah apa yang akan menentukan deras atau tidaknya ASI yang dikeluarkan untuk si buah hati.

Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab ada banyak faktor lainnya yang ikut memainkan peran dalam produksi ASI yang lancar. Diantaranya bukan hanya makanan, namun juga kondisi kesehatan atau kondisi pikiran ibu pun menentukan masalah ini.

Namun demikian, seringkali masyarakat menghubungkan masalah pemberian susu dengan makanan yang mereka konsumsi. Akibatnya masalah ini membuat mereka mengalami kesalahan dalam menentukan menu makanan yang dimakan, termasuk dengan minum air es.

Banyak anggapan yang beredar dimasyrakat bahwa ibu menyusui dilarang mengkonsumsi es. Sebab hal ini akan dapat membuat ASI menjadi beku. Akibatnya kondisi ini membaut ASI ibu menjadi tidak lancar.

Namun tentunya anggapan ini tidaklah benar. Pada kenyataanya ibu menyusui boleh mengkonsumsi air es saat mereka menginginkannya. Hanya saja, memang ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil perlu membatasi konsumsi air es ini.

Jadi demikian, pada intinya konsumsi air es pada ibu menyusui boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan ibu menyusui mampu memperhatikan beberapa variabel tertentu. Nah, dibawah ini adalah beberapa kondisi yang menuntut ibu menyusui mengehntikan konsumsi es apabila kondisi ini dialami.

Beberapa Kondisi yang Perlu Diperhatikan Untuk Ibu Menyusui yang Minum Es

Untuk ibu menyusui yang senang mengkonsumsi air es atau makanan dingin. Simak beberapa rambu-rambu dibawah ini agar konsumsi es tetap aman selama menyusui

Apabila Konsumsi Es Menyebabkan Bayi Flu

Ibu perlu menghentikan konsumsi es jika setelah mengkonsumsi es rupanya bayi anda mengalami flu. Atau pada kondisi lain yang memang disaat bersamaan bayi anda tengah batuk atau pilek. Demi menjaga hal-hal yang lebih buruk. Maka sebaiknya hentikan terlebih dahulu konsumsi es.

Apabila Konsumsi Es Membuat Ibu Sakit

Bila dalam kondisi tertentu mengkonsumsi makanan atau minuman dingin malah membuat ibu sakit. Maka sebaiknya hentikan kebiasaan ini sebab kesehatan ibu perlu tetap terjaga untuk bisa memberikan ASI dengan baik pada buah hatinya.

Mengenali Lebih Dalam Let Down Reflex Kunci ASI Mengalir Deras – Tidak sedikit ibu yang mengeluhkan masalah ASI yang kurang subur atau tidak mengalir deras. Mereka khawatir bahwa kondisi seperti ini akan dapat mempengaruhi perkembangan buah hatinya. Untuk itu, mari kita kenali lebih dalam Let Down Reflex (LDR) kunci dari ASI yang mengalir deras.

Banyak dijumpai ibu menyusui gagal memberikan ASI ekslusif untuk buah hatinya dan menyerah memberikan asupan penting ini pada si kecil. Akhirnya kondisi ini membuat mereka beralih dengan memberikan susu formula atau memberikan makanan pendampaing ASI (MPASI) secara dini.

Memberikan asupan makanan pendamping pada bayi yang belum cukup umur untuk diberikan jenis makanan ini tentu bukanlah tindakan yang bijk. Sebab hal ini mungkin memberikan masalah seperti tersedak atau bayi yang tidak dapat mencerna dengan baik asupan makanan yang ibu berikan. Hal ini dikarenakan sebelum usia 6 bulan, sistem pencernaan pada bayi belum siap untuk menerima segala jenis makanan lebih padat dibandingkan dengan ASI.

Untuk itulah memberikan ASI pada buah hati minimal sampai si kecil berusia 6 bulan adalah hal penting untuk dilakukan. Sebenarnya, masalah ketidak suburan ASI yang terjadi pada beberapa ibu dapat diantisipasi dan diatasi dengan baik. Hanya saja, permasalah utama sudah lebih dulu datang dari kondisi panik yang diraskan oleh si ibu menyusui. Sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi kesuburan ASI.

Nah, salah satu metode untuk memperlancar ASI adalah dengan mengenali tekhnik Let Down Reflex atau LDR.

Mengenali Lebih Dalam Let Down Reflex Kunci ASI Mengalir Deras

Mengenali Lebih Dalam Let Down Reflex Kunci ASI Mengalir Deras

Apa Itu Let Down Reflex (LDR)

Salah satu strategi menyusui yang efektif adalah mengkondisikan ASI agar dapat mengalir dengan deras dan lancar. Kunci pancaran ASI yang adekuat dan memuaskan si bayi terletak pada Let Down Reflex (LDR). Lalu apa sebenarnya tekhnik ini? Kita simak lebih dalam dibawah ini.

Let Down Reflex merupakan reflex yang diakibatkan oleh hormon dalam tubuh yang disebut dengan hormon eksitosin. Kondisi seperti ini akan dapat membuat ASI keluar dengan sendirinya secara deras dan lancar meskipun tidak dalam keadaan menysuui atau pada saat diperah.

Metode yang satu ini tentuk akan sangat bermanfaat terutama untuk ibu menyusui yang seorang pekerja. Ketika ibu berpisah dengan bayi karena pekerjaan maka LDR akan sangat bermanfaat karena membuat kegiatan memerah menjadi jauh lebih efisien, menghemat waktu dan tenaga. Sementara itu tentunya hasil ASI yang dikeluarkan akan jauh lebih banyak.

LDR dipengaruhi oleh kinerja hormon oksitosin yang efeknya pada kelenjar payudara adalah menyemburukan ASI (milk ejection). Dalam tubuh hormon oksitosin akan menyebabkan kontraksi otot-otot myoepithel di sekeliling bagian alveoli mamae atau kantong-kantong penyimpan air susu. Sehingga dengan begini maka ASI akan dapat mengalir ke saluran ASI (duktus lactiferous) dan mencapai sinus belakang areola mamae, yakni bagian hitam yang mengelilingi bagian puting.

Dengan begini pada saat si kecil menghisap bagian payudara maka ia akan menekan sinus dan ASI dapat mengalir keluar melalui lubang-lubang yang ada pada bagian puting susu.

Gejala Let Down Reflex

Sementara itu, dibutuhkan waktu beberapa detik sampai dengan menit untuk dapat memunculkan LDR. Sekitar 50% wanita yang menyusui akan dapat merasakan tanda-tanda LDR berupa perasaan nyeri pada bagian payudara seperti tertusuk dengan jarum. Bukan hanya itu, kondisi ini pun akan mungkin memberikan gejala berupa payudara yang memerah hingga mencapai LDR. Akan tetapi, terasa atau tidaknya kehadiran LDR buakn suatu tanda ada atau tidaknya LDR pada saat bunda akan menyusui si kecil. Akan tetapi, tanda ini akan mulai tidak terasa gejalanya apda saat si kecil beranjak lebih besar.

Tekhnik Melakukan LDR

Pada dasarnya tekhnik menderaskan ASI dengan lebih baik ini memang dapat dipancing atau dirangsang sendiri. Sehingga bunda dapat mengatur kapan dapat melakukan LDR untuk memuaskan si kecil pada saat meng-ASI. Nah, dibawah ini adalah beberapa stimulasi untuk merangsang LDR.

  • Untuk yang pertama sebaiknya pastikan tangan anda dalam keadaan yang bersih. Untuk itu, silahkan bersihkan tangan dengan menggunakan sabun secara merata hingga tangan anda benar-benar steril.
  • Selanjutnya adalah dengan mempersiapkan 2 botol, dimana yang satu berukuran kecil dan yang lainnya berukuran lebih besar (60 ml dan 120 ml). Fungsi dari kedua botol ini tentu saja untuk menampung ASI yang telah diperah.
  • Kemudian bukalah baju bagian depan untuk memudahkan pemerahan ASI. Sementara itu, pastikan untuk menempatkan baju anda ditempat yang bersih.
  • Mulailah untuk menempatkan bibir botol pada bagian puting payudara anda sehingga ASI yang keluar tidak tumpah atau berserakan.
  • Mulailah lakukan stimulasi LDR dengan memejamkan mata kemudian tarik nafas sedalam mungkin. Upayakan agar tubuh anda dalam keadaan rileks yang maksimal.
  • Setelah itu, usaplah puting didalam bra dengan halus secara perlahan utnuk merangsang bagian payudara akan berada dalam kondisi LDR.
  • Bila ASI sudah keluar maka segeralah memerahnya dengan cepat dan tempatkan kedalam botol yang sudah anda siapkan.
  • Selesai dengan bagian payudara yang satu silahkan lanjutkan langkah yang sama pada bagian payudara lainnya dengan ditopang oleh kedua tangan anda sehingga memudahkan proses pemerahan dengan lebih baik.
  • Gesekkan jari pada bagian payudara anda dengan lembut agar payudara tidak memar atau terasa nyeri.
  • ASI yang keluar deras harus segera ditampung dan ditutup dengan rapat untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi atau ketidak layakan ASI untuk dikonsumsi oleh bayi.

Demikianlah beberapa tekhnik yang dapat dilakukan untuk menstimulasi LDR. Sekedar informasi penting untuk diingat bahwa peralihan memerah LDR dari payudara yang kanan ke kiri atau sebaliknya membutuhkan waktu sedikitnya 15 sampai dengan 20 menit untuk mendapatkan ASI yang mengalir lebih deras. Jadi upayakan untuk memberikan jeda pada saat anda hendak mengganti pemerahan.

Hal-Hal yang Dapat Menghambat Let Down Reflex

Normal adanya apabila LDR lebih lama muncul pada saat payudara diperah atau dipompa daripada saat menyusui si kecil. Selain itu, banyak pula faktor penghambat yang membuat LDR menjadi lebih sulit untuk dilaukukan atau bahkan tidak terjadi refleks sama sekali. Sehingga kondisi ini mengakibatkan seolah-olah ASI tidak keluar padahal ASI tetap diproduksi dengan baik didalam bagian payudara anda. Nah, beberapa hal tersebut diantaranya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dibawah ini seperti:

Kecemasan

Perasaan cemas yang dialami oleh bunda pada saat melakukan LDR akan mungkin menimbulkan LDR menjadi lebih lambat atau terhambat pada saat dilakukan. Jadi demikian upayakan untuk tidak merasa cemas berlebihan.

Rasa Malu

Perasaan malu yang dialami pun dapat mempengaruhi terhambatnya LDR. Untuk itu, sebaiknya atasi perasaan ini dengan baik.

Stres

Sama halnya dengan perasaan cemas, kondisi ini pun akan mungkin mempengaruhi LDR menjadi terhambat. Untuk itu, upayakan agar anda merasa lebih tenang dan rileks.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini semoga bermanfaat.

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek – Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber makanan utama dan paling penting untuk bayi sebelum mereka dapat diberikan dengan makanan pendamping. Sebelum usianya menginjak 6 bulan, satu-satunya sumber gizi da nutrisi yang diperoleh oleh bayi pada masa ini hanyalah berasal dari ASI. Selain itu, beberapa manfaat lain dari ASI pun cukup mencengangkan tatkala dilihat dari berbagai aspek. Simak berikut ini.

Seusai proses melahirkan berakhir kini ibu akan dihadapkan pada kewajiban dan perjuangan panjang dalam membesarkan si buah hati tercinta. Salah satu dari serangkaian kegiatan mengurus bayi baru lahir ini adalah kegiatan menyusui. Ya, memberikan ASI pada bayi baru lahir adalah hal penting untuk dilakukan sebab hal ini akan menunjang pertumbuhan si buah hati dengan baik.

ASI adalah merupakan sumber makanan untuk bayi. Semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi pada masa pertumbuhannya bisa tercukupi melalui pemberian ASI oleh ibuhnya. Pemberian ASI secara ekslusif akan memberikan manfaat bukan hanya pada si kecil namun juga untuk ibu. Akan tetapi, sayangnya pengetahuan masyarakat mengenai hal tersebut masih sangat minim sehingga tak sedikit ibu yang mengabaikan pemberian ASI ekslusif untuk buah hatinya yang masih bayi.

Pada kebanyakan kasus yang dijumpai tidak sedikit ibu menyusui yang menghadapi kendala tidak subur ASI akhirnya menyerah dan memberikan bayi mereka susu formula untuk mengganti asupan ASI-nya. Padahal manfaat yang besar dari ASI begitu besar dan baik untuk si kecil. Nah, selain beberapa manfaat tersebut dibawah ini kita simak lebih lanjut mengenai manfaat ASI dilihat dari berbagai Aspek.

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek

Melewatkan saat-saat pemberian ASI pada awal pertumbuhan akan sangat berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi ASI akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil, mencegah bayi dari resiko alegri dan berbagai pengaruh buruk lainya. Nah, dibawah ini adalah beberapa manfaat ASI dillihat dari berbagai aspek yang penting.

Aspek Gizi

Manfaat ASI yang pertama akan kita tinjau dari segi manfaat yang baik yang akan dirasakan oleh si kecil yang mendapatkan asupan ASI dengan baik. Manfaat kolostrum salah satunya adalah dampak besar yang akan dialami oleh si kecil. Didalam kolostrum terdapat zat yang dapat memberikan dukungan kekebalan tubuh terutama IgA yang berfungsi untuk melindungi bayi dari berbagai pengaruh penyakit, infeksi terutama penyakit diare yang akan rentan dialami oleh si buah hati.

Jumlah kolostrum yang diproduksi akan bervariasi tergantung pada hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahirannya. Walaupun jumlahnya mungkin sedikit namun zat yang terkandung didalamnya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dengan baik. Untuk itulah, penting sekali langsung memberikan ASI pada si bauh hati pada saat mereka pertama kali dilahirkan.

Bukan hanya itu, terdapat kandungan dan manfaat yang lain yang ada pada kolostrum, diantaranya adalah protein yang tinggi, vitamin A dan kandungan kabohidrat yang baik. Selain itu, kandungan lemak rendah yang ada didalamnya pun membuat bayi baik mengkonsumsi bahan ini.

Komposisinya yang cukup akan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Bukan hanya itu, manfaat dari kolostrum pun akan dapat membantu pengeluaran mekonium dari tubuh bayi. Mekonium adalah kotoran pertama bayi yang berwarna hitam kehijauan. Selain beberapa manfaat tersebut, berikut ini adalah manfaat lain dari ASI:

  • Selain itu, ASI pun pada dasarnya mudah dicera karena berupa cairan yang memiliki kandungan zat gizi yang begitu berlimpah. Kandungan enzim-enzim yang terdapat didalam ASI pun aan dapat membantu mencernakan zat-zat gizi yang terdapat didalam ASI tersebut.
  • ASI memiliki kandungan zat-zat gizi yang berkualitas tinggi yang berguna untuk mendukung tumbuh kembang si kecil serta mendukung kecerdasan anak dengan lebih baik.
  • Kandungan protein yang tinggi yang terdapat didalam ASI jauh lebih baik dibandingkan dengan protein yang terdapat dalam susu sapi ataupun susu formula.

Aspek Imunologik

Sementara itu bila dilihat dari aspek imunologik ASI memiliki kandungan zat anti infeksi dan bebas dari kontaminasi. Immunolobulin A (Ig.A) yang tedapat didalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi dan baik untuk diberikan pada buah hati ada. Sekretori Ig.A tidak diserap namun dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan dengan lebih baik.

Bukan hanya itu, kandungan lysosom dalam ASI berfungsi untuk melindungi bayi dari virus yang berbahaya. Sementara itu kandungan lain yang terdapat didalam ASI yakni laktoferin dapat berperan sebagai komponen kekebalan tubuh yang mengikat zat besi didalam pencernaan. Sehingga pada intinya ASI adalah asupan wajib untuk diberikan pada buah hati anda.

Aspek Kecerdasan

Kanduangn nutrisi dan gisi yang ada didalam ASI akan dapat membantu perkembangan syaraf dan perkembangan kecerdasan otak anak. Disamping itu, kedekatan antara ibu dan bayi sewaktu memberikan ASI akan dapat dibangun melalui proses yang satu ini. Begitupula halnya dengan perkembanan IQ pada bayi yang dapat didukung dengan lebih baik.

Aspek Neurologi dan Psikologi

Melalui proses menyusui akan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pada seorang ibu. Hal ini akan tumbuh didalam diri si ibu bahwa mereka mampu memberikan ASI sebagai asupan terbaik untuk buah hatinya. Dengan demikian, kondisi ini akan dapat mendorong produksi ASI menjadi lebih lancar dan deras tanpa adanya hambatan.

Selain itu, dengan menyusui akan pula menumbuhkan kedekatan antara ibu dan bayi yang akan berpengaruh terhadap perkembangan aspek psikologis si kecil. Bukan hanya itu, sentuhan kulit ibu dan bayi pun akan dapat membuat si kecil menjadi lebih tenang dan merasa aman. Hal ini akan seraya membuat si kecil tidak rewel.

Aspek Ekonomis

Memberikan ASI secara ekslusif akan dapat membantu anda dari segi ekonomi. Hal ini dikarenakan selama proses menyusui, anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli susu formula. Sebagaimana kita ketahui, harga dari susu formula saat ini cukup tinggi. Ketika anda membiasakan memberikan susu formula maka hal ini akan dapat mungkin membuat anda perlu menyediakan budget yang lebih besar.

Itulah dia beberapa manfaat dari memberikan ASI pada bayi. Melihat manfaatnya yang cukup besar maka penting sekali untuk anda memberikan asupan ini pada si buah hati. Selain membantu si kecil mendukung tumbuh kembangnya dengan lebih baik. Hal ini pun akan tentu membantu membangun kedekatan ibu bersama dengan si kecil sehingga bayi anda tidak akan rewel pada saat disusui.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan.

Cara Mengatasi Gigitan Bayi Sewaktu Menyusui – Bayi yang mulai tumbuh gigi umumnya lebih cenderung seringkali menggigit puting ibu sewaktu disusui. Bila kondisi ini tidak segera ditangani maka akan cukup merepotkan dampaknya. Pasalnya, kondisi ini akan mungkin membuat puting ibu terasa sakit dan payudara menjadi lecet. Simak cara mengatasi gigitan bayi sewaktu menyusui.

Setiap ibu yang memiliki anak bayi dan balita dirumahnya tentu menginginkan jika mereka dapat memberikan ASI yang terbaik untuk buah hatinya. Hanya saja bagi sebagian orang, proses menyusui ini bisa diwarnai dengan pernuh perjuangan. Misalnya, berjuang untuk memperlancar ASI pada bulan-bulan pertama dan lain sebagainya.

Selain itu, kemampuan si kecil dari waktu ke waktu yang terus berkembang membuat mereka mendapatkan hal baru setiap detiknya. Yang kemudian membuat perjuangan menyusui lainnya datang, yakni ketika si kecil mulai menumbuhkan gigi. Anak bayi pada umumnya memang senang bermain, termasuk bermain dengan puting ibunya.

Saat gigi-giginya belum tumbuh, ibu tidak akan merasa khawatir dengan kondisi ini. Akan tetapi, tanda awal pertumbuhan gigi pada si buah hati akan dapat menjadi tantangan yang besar yang akan anda hadapi.

Ketika tumbuh gigi, si kecil biasanya akan merasakan gatal pada bagian gusinya. Kondisi inilah yang menyebabkan bayi yang tengah mengembangkan pertumbuhan gginya akan senang menggigit apapun yan ia lihat, termasuk dengan puting ibunya sewaktu menyusu.

Nah, bila kondisi ini sudah demikian maka persaan sakit akan sering dialami oleh sang ibu. Oleh karenanya penting sekali mencari solusi guna mengatasi kondisi gigitan si kecil pada puting ibu sewaktu menyusui. Untuk itu, mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Cara Mengatasi Gigitan Bayi Sewaktu Menyusui

Cara Mengatasi Gigitan Bayi Sewaktu Menyusui

Pertumbuhan gigi yang terjadi pada si kecil membuat gusinya terasa gatal. Sehingga untuk mengurangi perasaan tidak nyaman tersebut ia akan menghisap payudara dengan kuat dan lantas mengigitnya. Akibatya pada masa ini puting ibu akan terasa sakit dan timbul lecet-lecet.

Selain itu, perasaan nyeri yang ditimbulkan dari kondisi ini akan cukup menyiksa apalagi saat si kecil kembali menyusu. Bahkan banyak ibu yang tak tahan dengan perasaan sakit yang dialami sehingga memilih untuk menghentikan pemberian ASI. Nah, bila kondisi ini terjadi maka jelas akan merugikan. Sementara itu, untuk mengatasi masalah ini ada cara bijak yang dapat dilakukan. Mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Bersikap Tetap Tenang

Terkadang reaksi anda yang berlebihan dengan tiba-tiba akan membuat si kecil terkejut. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada anda dan si kecil ketika anda memberikan reksi yang tiba-tiba. Baik itu si kecil yang menggigit lebih keras karena merasa terkejut atau si kecil akan dibuat menangis keras dengan kondisi ini. Untuk itulah, agar tidak memperburuk kondisi ini maka sebaiknya bersikaplah dengan tenang sewaktu anda mulai merasakan perasaan sakit yang timbul dari gigitan si kecil. Meski menyakitkan dan terasa perih namun anda tidak dianjurkan untuk teriak dengan kencang. Hal ini akan dapat membuat si kecil kaget dan malah menguatkan gigitan yang ia berikan.

Bersikaplah dengan tenang dan usahakan untuk melakukannya dengan perlahan agar si kecil bisa melepaskan sejenak hisapannya. Bila dilakukan dengan perlahan maka si kecil akan dengan mudah mengendurkan hisapannya dan mengurangi perasaan sakit yang ibu rasakan.

Tunjukan Reaksi Anda

Begitu anak menggigit dan terasa perih jangan langsung berteriak atau melakukan tindakan yang tiba-tiba. Alangkah lebih baik untuk menunjukan reaksi anda dengan mengaduh sambil memegang dagunya agar si kecil mau melepaskan gigitannya. Begitu gigitannya sudah lepas, cobalah tatap matanya dan sampaikan pada mereka dengan suara lembut namun tegas “Tidak!” atau “Jangan!” Bayi yang sensitif ummumnya akan menangis melihat reaksi ibunya yang demikian.

Akan tetapi, saat si kecil menangis ada dapat membujuk mereka agar berhenti menangis dengan kembali menyusui mereka. Jika si kecil kembali menggigit maka anda dipersilahkan untuk memberikan ekspresi tidak menyenangkan. Sehingga si kecil akan dapat menghentikan hal ini.

Berikan Pelukan dan Ciuman

Kondisi gusi yang gatal dan terasa tidak nyaman pada si kecil akan terus-terusan membuatnya mencari cara untuk mengurangi perasaan yang seperti ini. Terkadang mereka butuh untuk dialihkan agar tidak terus-terusan berusaha menggigit apa yang mereka jumpai.

Nah, ketika si kecil menggigit puting ibu sewaktu disusui maka cobalah untuk memeluk atau menciumnya. Lakukan hal ini sampai ia mau berhenti menggigit puting anda. Pengalihan ini tentu menjadi cara yang lebih baik dan lebih bijak dibandingkan dengan melakukan tindakan lainnya. Selain itu, sebuah pelukan dan ciuman akan memberikan ketenangan untuk si kecil sehingga mereka akan merasa lebih nyaman.

Siapkan Jari Tangan

Bila menggigit puting mulai dijadikan sebagai kebiasaan si kecil karena perasaan gatal yang membuat tidak nyaman. Maka mungkin anda akan mulai membutuhkan cara lainnya, yakni dengan mempersiapkan jari tangan. Ketika si kecil mulai mengigit dan menguatkan hisapannya sampai membuat payudara anda terasa nyeri. Maka cobalah memasukan jari kelingking ibu ke ujung mulutnya. Dengan begini, gigitan yang kuat pada bagian payudara akan dapat dihentikan dengan perlahan.

Lebih Memahaminya

Penting sekali untuk ibu mulai memahami kapan bayi anda lapar dan kapan ia bosan menyusu. Terkadang seringnya si kecil menggigit bagian puting sewaktu disusu diakibatkan karena mereka sudah mulai merasa bosan. Jadi demikian, untuk mengurangi kemungkinan hal ini ada baiknya jika anda mulai memahami kondisi ini. Bila perlu terapkan jadwal menyusu buah hati anda. Ketika si kecil menyusu pada saat rasa laparnya datang maka akan lebih fokus untuk dirinya memenuhi isi perutnya dibandingkan dengan hanya bermain-main.

Berikan Mainan Karet

Kondisi gatal gusi dalam tahapan pertumbuhan gigi membuat si kecil akan senang menggigit. Selain perasaan gatal yang dialaminya, kondisi ini pun umumnya membuat bagian gusinya terasa nyeri. Sehingga untuk membuatnya merasa nyaman ia akan mencari sesuatu untuk meredakan kondisi ini, yakni dengan cara menggigit apapun yang dilihatnya.

Nah, untuk mengatasi kondisi gigitan puting pada bayi maka cobalah untuk memberikan media agar si kecil bisa lebih leluasa melakukan hal ini. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan mainan karet atau yang juga disebut dengan teether. Alat ini adalah mainan bayi yang memang diperuntukan untuk mengasah dan mendukung pertumbuhan giginya dengan baik. Lewat alat ini, si bayi akan dapat menggigit dengan sepuasnya sehingga alat ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan menggigit putting ibu sewaktu disusui.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari cara mengatasi gigitan bayi sewaktu disusui. Semoga dengan menyimak pembahasan ini dapat memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan. Sampai jumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.