Bolehkah Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan? Meskipun bayi anda sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), tetapi tidak semua makanan dapat ia terima. Dalam mengolah makanan, sebelum anda menambahkan bahan pelengkap atau bumbu seperti santan, sebaiknya perhatikan aturan dan kapan waktu yang tepat bayi dapat menerimanya.

Selama 6 bulan awal kehidupan bayi, makanan satu satunya hanyalah ASI. Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI dilakukan untuk memperkenalkan berbagai kandungan nutrisi pada bahan makanan. Sebelum berusia 6 bulan kebutuhan nutrisi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. Namun, ada saatnya nutrisi dalam ASI tidak memenuhi lagi kebutuhan bayi, sehingga bayi membutuhkan tambahan nutrisi yang didapatkan dari makanan pendamping ASI.

Sistem pencernaan bayi berbeda dengan sistem pencernaan orang dewasa yang mampu menerima berbagai jenis makanan dengan mudah. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, sehingga penting memperhatikan makanan yang akan diberikan pada bayi. Pemberian makanan pendamping itu sendiri harus dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan usia bayi, baik dari tekstur, jenis makanan atau lain sebagainya.

Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan

Selain selektif dalam memilih makanan bayi, anda juga harus memperhatikan cara mengolah dan penambahan bahan atau bumbu pada makanan yang digunakan. Penambahan garam dan gula pada makanan bayi tidak disarankan karena dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Lantas bagaimana dengan tambahan santan pada makanan bayi?

Santan merupakan cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa. Dalam santan terkandung lemak yang dapat membuat olahan makanan terasa lebih gurih dan sedap. Untuk menyempurnakan rasa, santan biasanya dijadikan tambahan ketika membuat kue atau memasak makanan tertentu.

Kapan Bayi Boleh Diberi Santan?

Meskipun santan memiliki rasa gurih alami dari kelapa, tetapi ada waktu tepat kapan bayi boleh mengkonsumsi makanan bersantan. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga tidak semua makanan dapat diberikan pada bayi. Meskipun si kecil sudah diberi makanan pendamping ASI, tetapi pemberian makanan bersantan sebaiknya tidak dilakukan saat bayi berusia 6 bulan. Anda dapat menunda pemberian makanan bersantan hingga bayi berusia 9 bulan.

Setelah bayi berusia 9 bulan, anda bisa membuat makanan pendamping sesuai usianya atau nasi tim dengan tambahan satu sendok santan dan bahan pelengkap sayuran. Sayuran dibutuhkan bayi untuk melengkapi mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Makanan bayi akan semakin lengkap dengan tambahan lemak dari santan. Dalam membuat makanan bersantan untuk bayi sebaiknya buatlah makanan hanya satu porsi saja. Pasalnya, makanan yang disimpan dalam suhu ruangan dapat cepat basi dan jika tetap dikonsumsi dapat mengganggu sistem pencernaan bayi.

Manfaat Santan Pada Makanan Bayi

Di dalam santan terkandung protein, kalsium, serat dan asam lemak omega 3. Tidak hanya itu, dalam santan juga terkandung asam folat, vitamin C, potasium, tembaga, posfor, magnesium, thiamin, vitamin K, vitamin B6 dan zat besi. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam santan bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi pada masa pertumbuhannya. Berikut ini beberapa manfaat penambahan santan pada makanan bayi:

Meningkatkan Perkembangan Otak Bayi

Asam lemak omega 3 terkandung dalam santan yang bermanfaat untuk kecerdasan dan perkembangan otak bayi.

Melancarkan Metabolisme Tubuh

Lemak alami yang terkandung dalam santan dapat membantu melancarkan proses metabolisme tubuh bayi. Berikan santan pada bayi saat bayi berusia 9 bulan ke atas dan dalam jumlah yang wajar karena seperti yang kita ketahui sistem pencernaan bayi masih sangat rentan.

Membantu Penyerapan Vitamin

Pemberian makanan bersantan pada bayi dapat membantu mengoptimalkan penyerapan vitamin seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K. Dimana semua vitamin tersebut bermanfaat dan dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi.

Membantu Pembentukan Organ

Kandungan lemak pada santan dapat membantu mengoptimalkan pembentukan organ pada tubuh bayi seperti jaringan otot, empedu, ginjal, hati, kelenjar adrenalin dan plasma darah. Dalam beberapa kondisi bayi mungkin tidak menerima makanan bersantan. Untuk itu, anda harus menghentikan penambahan santan pada makanan pendamping bayi.

Sumber Lemak Alami Untuk Bayi

Santan mengandung lemak yang merupakan sumber kalori tinggi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi bayi pada masa pertumbuhannya. Agar kandungan dalam santan dapat diserap dengan optimal, maka berikan makanan mengandung santan pada bayi saat usianya 9 bulan ke atas.

Beberapa bayi tidak dapat menerima santan karena keadaan perut yang masih rentan. Untuk itu, setelah diberi makanan bersantan pastikan anda mengawasi gejala yang terjadi. Sebaiknya hentikan penambahan santan dalam makanan bayi apabila si kecil tidak dapat menerimanya.

Sumber lemak pada makanan tidak hanya terkandung dalam santan. Apabila si kecil tidak dapat menerima santan, maka anda dapat memberikan makanan alternatif sebagai asupan lemak.

Lemak dalam santan memang memiliki manfaat tinggi. Meskipun begitu orangtua tetap harus selektif dalam memilih makanan untuk buah hatinya, karena terkadang beberapa bayi tidak dapat menyerap zat yang terkandung dalam makanan tertentu. Setelah diberikan makanan pendamping ASI, penting untuk selalu memperhatikan keadaan bayi. Alergi dapat saja terjadi dan dialami bayi karena metabolisme yang masih rentan. Atur intensitas dan jumlah dalam memberikan santan pada makanan bayi agar manfaat santan untuk bayi dapat diserap dengan maksimal.

Terdapat beberapa kebutuhan gizi bayi dan balita yang harus dipenuhi agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan optimal. Ketahui apa saja kebutuhan gizi bayi/balita dan sumber makanan yang dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan.

Diketahui, kurang gizi menjadi penyebab 3,1 juta kematian anak dalam setiap tahunnya. Untuk memperbaiki kelangsungan hidup anak, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada setiap anak, maka pemberian makanan yang tepat pada bayi merupakan salah satu kuncinya.

Periode yang penting pada kehidupan anak yaitu saat dua tahun kehidupan pertamanya. Pasalnya, asupan nutrisi yang optimal pada periode ini mampu menekan angka kematian anak, serta mampu mengurangi angka kesakitan dan mendukung agar pertumbuhan serta perkembangan anak berjalan dengan optimal.

Kebutuhan Gizi Bayi dan Balita

Kebutuhan Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan

Penting memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia bayi 6 bulan karena ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi dan ibu. Pada 6 bulan awal kehidupan bayi, tidak ada makanan apapun yang diberikan selain ASI. Pasalnya, perut bayi masih belum siap untuk mencerna makanan. ASI sudah memenuhi gizi bayi yang dibutuhkan pada usia ini.

ASI yang keluar untuk pertama kalinya disebut dengan kolostrum. Kolostrum ini memiliki banyak manfaat untuk kekebalan tubuh bayi. Setelah bayi dilahirkan penting untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Jangan biarkan bayi anda tidak mendapatkan kesempatan mengkonsumsi ASI pertama ini. ASI pertama ini mengandung zat gizi dan kekebalan tubuh yang diperlukan oleh bayi.

Kebutuhan Gizi Bayi dan Balita

Saat bayi berusia 6 bulan, maka kebutuhan nutrisi dan energi bayi semakin meningkat. Oleh karena itu diperlukan makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Dari makanan pendamping ASI, penting bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi atau balitanya. Orang tua harus memperhatikan makanan atau pandai-pandai memilih makanan untuk buah hati tercinta. Lantas apa saja kebutuhan gizi bayi dan balita yang harus dipenuhi? Untuk mengetahuinya anda bisa simak langsung pembahasan di bawah ini.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu kebutuhan gizi bayi yang harus dipenuhi. Karbohidrat menjadi sumber energi utama yang dibutuhkan. Anda dapat memberikan sumber karbohidrat dari beberapa bahan makanan. Bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat di antaranya yaitu beras merah, beras, tepung roti, kentang, tepung maizena, pasta, havermut dan lain sebagainya. Dalam memilih sumber karbohidrat pastikan anda memilih bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh bayi atau balita anda.

Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dimana protein ini bermanfaat untuk memelihara jaringan dan sel dalam organ tubuh. Selain itu, protein juga memiliki peran dalam perkembangan otak. Sumber protein dapat anda temukan dari bahan makanan seperti misalkan, tahu, tempe, telur, kacang-kacangan, susu dan olahannya seperti misalkan krim, keju dan yoghurt.

Lemak

Lemak merupakan kompenan utama yang berperan dalam membentuk membran sel otak bayi. Selain itu, lemak merupakan bahan utama sebagai sumber energi, serta dibutuhkan oleh zat-zat tertentu seperti misalkan vitamin A agar dapat diserap oleh tubuh dengan mudah. Sumber lemak bisa anda dapatkan dari bahan makanan seperti misalkan santan, margarin, mentega dan minyak sayur seperti minyak wijen, minyak jagung dan minyak bunga matahari.

Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral dibutuhkan oleh tubuh guna memperlancar metabolisme dalam tubuh. Selain itu, untuk proses pengantaran perintah antara sel saraf. Sumber vitamin dan mineral bisa anda dapatkan dari bahan makanan yang mudah sekali ditemui seperti buah dan sayuran. Buah dan sayuran yang menjadi sumber vitamin dan mineral di antaranya yaitu labu kuning, brokoli, jagung, buncis muda, kacang kapri, jamur merang, wortel, tomat, jeruk, alpukat, pepaya, semangka, pir, melon, apel, pisang dan lain sebagainya.

Air

Kebutuhan air bayi dan balita penting untuk dipenuhi. Air dapat menghilangkan rasa dahaga bayi dan balita, serta berperan dalam melancarkan kerja sistem pencernaan. Untuk memenuhi kebutuhan air untuk buah hati tercinta, anda bisa mendapatkannya dari ASI, air mineral, makanan berkuah, sari buah dan lain sebagainya.

Kalori

Bayi, khususnya bayi yang sudah bergerak aktif atau balita yang sudah bisa merangkak, serta memiliki keinginan untuk meraih benda-benda tertentu kebutuhan kalorinya harus terpenuhi. Energi bisa didapatkan dari makanan yang mengandung kalori, seperti misalkan karbohidrat komplek, protein dan lemak sehat. Untuk bayi, kalori yang dibutuhkan biasanya sekitar 1300-1500 kkal dalam perharinya.

Zat Besi

Zat besi diperlukan tubuh untuk membantu meningkatkan oksigen dalam darah, sehingga dengan begitu kesehatan dan perkembangan bayi dapat terjaga.

Itulah kebutuhan gizi bayi dan balita. Dengan demikian untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati tercinta, anda harus memenuhi semua kebutuhan gizi yang diperlukan. Anda dapat memenuhi kebutuhan gizi buah hati tercinta dari makanan sumber gizi seperti yang sudah disebutkan di atas. Perhatikan dalam setiap memilih makanan sebagai sumber gizi untuk bayi dan balita sesuai yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Nutrisi yang tepat membantu terhadap perkembangan otak bayi. Karenanya, penting mengetahui apa saja nutrisi untuk perkembangan otak bayi.

Anak merupakan segalanya untuk orang tua, oleh karena itu orang tua akan memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya. Orang tua akan merawat dan membesarkan anaknya dengan sebaik mungkin. Anak yang tumbuh dengan sehat dan cerdas adalah harapan semua orang tua.

Pada dasarnya kecerdasan atau kesehatan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari banyaknya faktor pendukung, salah satu faktor yang memiliki peran penting yaitu nutrisi. Oleh karena itu, kecukupan dan kualitas nutrisi merupakan faktor penting. Sudah menjadi tugas orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi untuk buah hati tercintanya.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Supaya anak cerdas dan sehat, maka orang tua perlu memberikan nutrisi pada sang buah hati ketika masih berada di dalam kandungan atau ketika masa kehamilan. Tidak hanya itu, pemberian nutrisi ketika awal kehidupan dan masa tumbuh kembangnya sangat penting. Nutrisi yang seimbang dan tepat pada periode awal kehidupan bayi sangat menunjang dan membantu perkembangan otak si kecil agar tumbuh cerdas seperti yang diharapkan oleh orang tua.

Jika bayi kekurangan nutrisi, maka akibatnya akan menyebabkan berbagai dampak negatif. Dimana risiko kekurangan nutrisi itu sendiri berbeda-beda pada bayi, tergantung dari jenis nutrisi dan keadaan fisik bayi anda. Lantas apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi? Untuk mengetahuinya lebih jelas anda bisa simak pada pembahasan di bawah ini.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Protein

Protein memiliki peran penting terhadap perkembangan otak bayi. Protein berperan dalam mengarahkan sel saraf, serta memindahkan pada tempat yang tepat di otak. Dimana saraf tersebut merupakan saraf yang membuat si kecil bisa berpikir, serta membuat persepsi dari dunia yang ada di sekitarnya. Selain itu, protein membantu dalam mengoptimalkan perkembangan indera bayi. Jika bayi belum mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka ibu menyusui dapat mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung protein seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, daging, ikan dan telur. Makanan tersebut merupakan sumber protein yang baik untuk bayi.

Kolin

Kolin dibutuhkan oleh bayi, terlebih lagi ketika ia masih berada di dalam kandungan dan ketika usia dini pasca melahirkan. Kolin itu sendiri memiliki fungsi untuk membentuk tulang belakang bayi, serta mendukung perkembangan sel otak bayi. Berdasarkan penelitian membuktikan bahwa kolin dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif bayi. Untuk mendapatkan asupan kolin yang seimbang, bayi bisa mendapatkannya dari ASI. Oleh karena itu, penting memberikan ASI yang cukup pada bayi. Sedangkan untuk ibu menyusui alangkah lebih baik untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang menjadi sumber kolin seperti misalkan kacang kedelai, susu dan telur.

DHA atau Omega 3

Untuk mengoptimalkan perkembangan otak, bayi membutuhkan Docosahexaenoic Acid (DHA). DHA ini membantu meningkatkan perkembangan mental bayi dan perkembangan psikomotorik. Dimana ASI atau air susu ibu mengandung DHA yang dibutuhkan oleh bayi.

Vitamin B6

Vitamin B6 merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan. Dimana vitamin B6 penting untuk perkembangan dan pertumbuhan sistem saraf pusat janin. Sedangkan dalam masa perkembangan bayi, vitamin B6 ini dibutuhkan untuk perkembangan kemampuan si kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Makanan sumber vitamin B6 yaitu daging, ikan tuna, roti, kacang-kacangan atau sereal.

Asam Folat

Untuk perkembangan otak bayi, asam folat penting dan dibutuhkan, terutama ketika bayi berada di dalam kandungan. Asam folat itu sendiri dapat membantu dalam mencegah risiko terjadinya cacat tabung saraf, serta tumor otak pada bayi. Ibu hamil direkomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 600 mcg asam folat.

Vitamin B12

Vitamin B12 membantu dalam pembentukan myelin yang terdapat pada jaringan saraf bayi. Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dan manfaatnya dari daging kambing, daging sapi, daging ayam dan ikan.

Seng

Seng membantu dalam mengoptimalkan kinerja dan fungsi otak bayi. Seng itu sendiri memiliki peran dalam pembentukan sel darah putih supaya tubuhnya dapat melawan infeksi. Selain itu, seng berfungsi untuk memastikan sel tubuh selalu berkembang serta memperbaiki kerusakan yang terjadi. Makanan sumber seng di antaranya yaitu daging ayam dan daging sapi.

Zat Besi

Zat besi dibutuhkan oleh bayi supaya otaknya dapat berkembang dengan maksimal. Zat besi adalah mineral yang mana tubuh membutuhkannya untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Anda bisa mendapatkan zat besi dari asupan sayuran, sereal, telur dan daging.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi bisa dijumpai dalam menu makanan sehari-hari. Makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi tersebut sederhana, mudah didapatkan dan tergolong murah.

Selain beragam nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi, untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi pemberian ASI eksklusif harus dilakukan, terlebih lagi pada masa awal kehidupan bayi, yakni sekitar usia 0 sampai 2 tahun. ASI merupakan asupan bayi yang mengandung nutrisi komplet dan bermanfaat untuk bayi.

Itulah nutrisi untuk perkembangan otak bayi yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Anda dapat membuat MPASI sendiri di rumah agar anda dapat mengontrol sendiri mutu dan kehigenisannya. Terdapat beberapa jenis bahan makanan sehat untuk bayi yang dapat anda olah menjadi MPASI.

Setelah bayi anda berusia 6 bulan, asupan yang diterimanya bukan lagi ASI, melainkan ia sudah dapat menerima makanan padat pertama bayi atau MPASI. Menyusui bukanlah satu-satunya kegiatan memberikan asupan makanan pada si kecil, karena sekarang menyiapkan makanan sehat untuk si kecil sudah menjadi kegiatan sehari-hari anda.

Makanan yang diterima bayi tentunya berbeda dengan makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Makanan bayi harus benar-benar diperhatikan, mulai dari jenis, rasa dan kandungan nutrisinya. Makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yang cukup dapat menunjang tumbuh kembang bayi.
Saat ini anda mungkin dapat menjumpai beragam makanan sehat untuk bayi di pasaran. Produk makanan bayi tersebut berupa makanan kemasan atau instan. Banyak orang tua yang menganggap bahwa makanan bayi instan lebih sederhana dan praktis. Karena seperti itu, tidak sedikit orang tua yang memberikan makanan instan kepada buah hatinya.

Makanan Sehat Untuk Bayi

Memberikan makanan instan dalam jangka waktu yang panjang pada bayi rasanya kurang tepat. Pasalnya, anda tidak mengetahui dengan pasti kandungan dari makanan tersebut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya apabila anda mengolah sendiri makanan sehat untuk buah hati tercinta. Dengan mengolah makanan sendiri anda dapat mengetahui kandungan gizi pada makanan tersebut, serta kehigenisan dari makanan bisa anda jaga. Selain itu, makanan buatan sendiri akan bebas pengawet dan tentunya lebih sehat untuk si kecil.

Beragam bahan makanan sehat untuk bayi mudah didapatkan. Berikut ini kami sajikan beberapa jenis bahan makanan sehat yang dapat membantu anda dalam menyusun MPASI atau makanan pendamping ASI untuk buah hati tercinta.

Makanan Sehat Untuk Bayi

Pisang

Seperti yang kita kenal, pisang merupakan salah satu jenis buah yang cocok diberikan pada bayi. Buah pisang mengandung karbohidrat yang akan menyediakan energi untuk bayi anda yang cenderung aktif. Selain itu, dalam buah pisang juga terkandung serat yang baik dan sehat untuk sistem pencernaan buah hati anda.

Buah pisang juga praktis dibawa bepergian. Dalam memilih pisang untuk si kecil, pilihlah buah pisang yang manis dan matang. Ketika mengolahnya, anda bisa menghancurkan atau mengeroknya. Kemudian sajikan untuk si kecil. Dijamin si kecil akan menyukainya.

Bayam

Bayam merupakan sayuran hijau yang mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, mineral, asam folat, kalsium, mangan, fosfor dan zat besi. Bayam berperan untuk pembentukan otak si kecil.
Bayam merah juga sama baiknya dengan bayam hijau. Bayam merah mengandung mineral dan vitamin, terutama kalsium. Tidak hanya itu, bayam merah pun kaya akan zat besi dan fosfor, juga vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C.

Beras Merah

Beras merah baik dijadikan sebagai makanan bayi. Pasalnya, beras merah tidak akan menyebabkan alergi pada bayi.

Di dalam beras merah terkandung vitamin B1, vitamin B12 dan vitamin B6 yang cukup tinggi. Dimana kandungan dalam beras merah berperan dalam perkembangan dan pembentukan energi dalam sel tubuh si kecil.

Alpukat

Alpukat merupakan buah yang tinggi akan kandungan lemak dan protein. Buah ini menjadi salah satu makanan sehat untuk bayi karena memiliki banyak manfaat.

Dalam memilih buah alpukat, sebaiknya pilihlah buah alpukat yang berkualitas untuk bayi anda. Buah alpukat harus benar-benar matang. Sebelum mengolahnya, anda harus mencuci terlebih dahulu luarnya. Kemudian kupas dan hancurkan dagingnya.

Brokoli

Brokoli kaya akan folat yang baik untuk tubuh. Selain itu, brokoli dapat membantu tubuh untuk terhindar dari kanker. Sayuran ini baik diberikan pada bayi karena akan membuatnya selalu nafsu makan. Ini disebabkan karena di dalam brokoli terkandung sulfur.

Pepaya

Buah pepaya mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C dan vitamin E 9. Selain itu, di dalam buah pepaya juga terkandung kalium, tiamin, niasin, zinc, zat besi dan mineral yang lainnya dan tentunya baik untuk perkembangan bayi.

Buah pepaya dapat dimanfaakan untuk mengatasi sulit buang air besar. Buah pepaya mengandung enzim papain dan serat yang baik untuk sistem pencernaan bayi.

Wortel

Wortel mengandung beta karoten yang banyak yang terdapat pada warna kuning tua. Kandungan beta karoten di dalam tubuh akan menjadi vitamin A. Dimana kandungan tersebut memiliki peran dalam pertumbuhan bayi, serta membuat penglihatan menjadi sehat.

Wortel memiliki rasa manis alami sehingga bayi akan menyukainya. Anda dapat menyajikan wortel matang dengan dipotong-potong panjang saat si kecil sudah mampu makan sendiri.

Labu

Labu kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin A yang baik untuk tubuh. Labu memiliki tekstur yang lembut dan rasanya manis alami sehingga bayi akan menyukainya.

Daging

Daging adalah bahan makanan sehat untuk bayi yang menjadi sumber seng dan zat besi. Dimana kandungannya tersebut memiliki peran dalam membantu sirkulasi oksigen dalam darah, untuk perkembangan otak bayi dan pertumbuhannya.

Ketika memilih daging untuk si kecil, anda dapat memilih bagian lulur dalam. Giling daging tersebut dan olah bersama dengan beras merah, juga sayuran.

Ubi Jalar

Ubi jalar sumber dari potasium, beta karoten, vitamin C dan antioksidan. Dimana kandungan yang terdapat pada ubi jalar ini dapat membantu dalam mencegah radikal bebas dan kanker.

Ubi jalar mudah dihancurkan atau dihaluskan. Setelah ubi jalar dikukus, anda dapat memberikannya pada buah hati. Rasa manis alami dari ubi jalar akan disukai oleh bayi anda.

Kuning Telur

Bagian kuning telur mengandung vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin B12, seng dan kolin. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa kandungan di dalam kuning telur ini sangat penting untuk perkembangan otak dan kesehatan bayi.

Dokter menyarankan untuk memberikan bagian putih telur saat bayi berusia 1 tahun. Apalagi jika memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Meskipun keluarga anda tidak memiliki riwayat alergi, sebaiknya berikan kuning telur pada bayi setelah usianya 1 tahun. Anda dapat mencoba untuk memberikannya selama 3 hari berturut-turut. Ini dilakukan agar gejala alergi dapat dideteksi dengan cepat.

Yogurt

Yogurt menjadi salah satu bahan makanan sehat untuk bayi karena mengandung protein, kalsium dan fosfor. Dimana kandungannya tersebut berperan untuk kesehatan tulang dan gigi bayi, serta untuk kekuatan bayi.

Yogurt dilengkapi oleh probiotik yang dapat membantu pencernaan bayi, serta mendukung kekebalan bayi.

Apabila bayi anda memiliki alergi terhadap susu sapi, sebelum memberikan yogurt sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Keju

Salah satu olahan susu ini mengandung kalsium yang baik untuk pertumbuhan gigi dan tulang bayi. Selain itu, keju mengandung vitamin B12 yang dapat membantu dalam mengubah lemak, protein dan karbohidrat menjadi energi.

Itulah beberapa jenis makanan sehat untuk bayi yang dapat anda olah menjadi MPASI. Selalu berikan yang terbaik untuk buah hati anda, termasuk asupan makanannya.