Anda dapat membuat MPASI sendiri di rumah agar anda dapat mengontrol sendiri mutu dan kehigenisannya. Terdapat beberapa jenis bahan makanan sehat untuk bayi yang dapat anda olah menjadi MPASI.

Setelah bayi anda berusia 6 bulan, asupan yang diterimanya bukan lagi ASI, melainkan ia sudah dapat menerima makanan padat pertama bayi atau MPASI. Menyusui bukanlah satu-satunya kegiatan memberikan asupan makanan pada si kecil, karena sekarang menyiapkan makanan sehat untuk si kecil sudah menjadi kegiatan sehari-hari anda.

Makanan yang diterima bayi tentunya berbeda dengan makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Makanan bayi harus benar-benar diperhatikan, mulai dari jenis, rasa dan kandungan nutrisinya. Makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yang cukup dapat menunjang tumbuh kembang bayi.
Saat ini anda mungkin dapat menjumpai beragam makanan sehat untuk bayi di pasaran. Produk makanan bayi tersebut berupa makanan kemasan atau instan. Banyak orang tua yang menganggap bahwa makanan bayi instan lebih sederhana dan praktis. Karena seperti itu, tidak sedikit orang tua yang memberikan makanan instan kepada buah hatinya.

Makanan Sehat Untuk Bayi

Memberikan makanan instan dalam jangka waktu yang panjang pada bayi rasanya kurang tepat. Pasalnya, anda tidak mengetahui dengan pasti kandungan dari makanan tersebut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya apabila anda mengolah sendiri makanan sehat untuk buah hati tercinta. Dengan mengolah makanan sendiri anda dapat mengetahui kandungan gizi pada makanan tersebut, serta kehigenisan dari makanan bisa anda jaga. Selain itu, makanan buatan sendiri akan bebas pengawet dan tentunya lebih sehat untuk si kecil.

Beragam bahan makanan sehat untuk bayi mudah didapatkan. Berikut ini kami sajikan beberapa jenis bahan makanan sehat yang dapat membantu anda dalam menyusun MPASI atau makanan pendamping ASI untuk buah hati tercinta.

Makanan Sehat Untuk Bayi

Pisang

Seperti yang kita kenal, pisang merupakan salah satu jenis buah yang cocok diberikan pada bayi. Buah pisang mengandung karbohidrat yang akan menyediakan energi untuk bayi anda yang cenderung aktif. Selain itu, dalam buah pisang juga terkandung serat yang baik dan sehat untuk sistem pencernaan buah hati anda.

Buah pisang juga praktis dibawa bepergian. Dalam memilih pisang untuk si kecil, pilihlah buah pisang yang manis dan matang. Ketika mengolahnya, anda bisa menghancurkan atau mengeroknya. Kemudian sajikan untuk si kecil. Dijamin si kecil akan menyukainya.

Bayam

Bayam merupakan sayuran hijau yang mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, mineral, asam folat, kalsium, mangan, fosfor dan zat besi. Bayam berperan untuk pembentukan otak si kecil.
Bayam merah juga sama baiknya dengan bayam hijau. Bayam merah mengandung mineral dan vitamin, terutama kalsium. Tidak hanya itu, bayam merah pun kaya akan zat besi dan fosfor, juga vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C.

Beras Merah

Beras merah baik dijadikan sebagai makanan bayi. Pasalnya, beras merah tidak akan menyebabkan alergi pada bayi.

Di dalam beras merah terkandung vitamin B1, vitamin B12 dan vitamin B6 yang cukup tinggi. Dimana kandungan dalam beras merah berperan dalam perkembangan dan pembentukan energi dalam sel tubuh si kecil.

Alpukat

Alpukat merupakan buah yang tinggi akan kandungan lemak dan protein. Buah ini menjadi salah satu makanan sehat untuk bayi karena memiliki banyak manfaat.

Dalam memilih buah alpukat, sebaiknya pilihlah buah alpukat yang berkualitas untuk bayi anda. Buah alpukat harus benar-benar matang. Sebelum mengolahnya, anda harus mencuci terlebih dahulu luarnya. Kemudian kupas dan hancurkan dagingnya.

Brokoli

Brokoli kaya akan folat yang baik untuk tubuh. Selain itu, brokoli dapat membantu tubuh untuk terhindar dari kanker. Sayuran ini baik diberikan pada bayi karena akan membuatnya selalu nafsu makan. Ini disebabkan karena di dalam brokoli terkandung sulfur.

Pepaya

Buah pepaya mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C dan vitamin E 9. Selain itu, di dalam buah pepaya juga terkandung kalium, tiamin, niasin, zinc, zat besi dan mineral yang lainnya dan tentunya baik untuk perkembangan bayi.

Buah pepaya dapat dimanfaakan untuk mengatasi sulit buang air besar. Buah pepaya mengandung enzim papain dan serat yang baik untuk sistem pencernaan bayi.

Wortel

Wortel mengandung beta karoten yang banyak yang terdapat pada warna kuning tua. Kandungan beta karoten di dalam tubuh akan menjadi vitamin A. Dimana kandungan tersebut memiliki peran dalam pertumbuhan bayi, serta membuat penglihatan menjadi sehat.

Wortel memiliki rasa manis alami sehingga bayi akan menyukainya. Anda dapat menyajikan wortel matang dengan dipotong-potong panjang saat si kecil sudah mampu makan sendiri.

Labu

Labu kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin A yang baik untuk tubuh. Labu memiliki tekstur yang lembut dan rasanya manis alami sehingga bayi akan menyukainya.

Daging

Daging adalah bahan makanan sehat untuk bayi yang menjadi sumber seng dan zat besi. Dimana kandungannya tersebut memiliki peran dalam membantu sirkulasi oksigen dalam darah, untuk perkembangan otak bayi dan pertumbuhannya.

Ketika memilih daging untuk si kecil, anda dapat memilih bagian lulur dalam. Giling daging tersebut dan olah bersama dengan beras merah, juga sayuran.

Ubi Jalar

Ubi jalar sumber dari potasium, beta karoten, vitamin C dan antioksidan. Dimana kandungan yang terdapat pada ubi jalar ini dapat membantu dalam mencegah radikal bebas dan kanker.

Ubi jalar mudah dihancurkan atau dihaluskan. Setelah ubi jalar dikukus, anda dapat memberikannya pada buah hati. Rasa manis alami dari ubi jalar akan disukai oleh bayi anda.

Kuning Telur

Bagian kuning telur mengandung vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin B12, seng dan kolin. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa kandungan di dalam kuning telur ini sangat penting untuk perkembangan otak dan kesehatan bayi.

Dokter menyarankan untuk memberikan bagian putih telur saat bayi berusia 1 tahun. Apalagi jika memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Meskipun keluarga anda tidak memiliki riwayat alergi, sebaiknya berikan kuning telur pada bayi setelah usianya 1 tahun. Anda dapat mencoba untuk memberikannya selama 3 hari berturut-turut. Ini dilakukan agar gejala alergi dapat dideteksi dengan cepat.

Yogurt

Yogurt menjadi salah satu bahan makanan sehat untuk bayi karena mengandung protein, kalsium dan fosfor. Dimana kandungannya tersebut berperan untuk kesehatan tulang dan gigi bayi, serta untuk kekuatan bayi.

Yogurt dilengkapi oleh probiotik yang dapat membantu pencernaan bayi, serta mendukung kekebalan bayi.

Apabila bayi anda memiliki alergi terhadap susu sapi, sebelum memberikan yogurt sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Keju

Salah satu olahan susu ini mengandung kalsium yang baik untuk pertumbuhan gigi dan tulang bayi. Selain itu, keju mengandung vitamin B12 yang dapat membantu dalam mengubah lemak, protein dan karbohidrat menjadi energi.

Itulah beberapa jenis makanan sehat untuk bayi yang dapat anda olah menjadi MPASI. Selalu berikan yang terbaik untuk buah hati anda, termasuk asupan makanannya.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi – Cara untuk menaikan berat badan bayi diantaranya yaitu dengan memperhatikan asupan makanannya. Beberapa makanan diyakini dapat membantu menaikan berat badan bayi.

Menyaksikan buah hati sehat dan tidak ada keluhan atau gangguan satu pun membuat orang tua merasa tenang dalam merawat buah hatinya. Bayi bisa dikatakan sehat apabila berat badannya berada pada level normal. Bayi yang memiliki berat badan kurang dari level normal terkadang membuat orang tua merasa khawatir, oleh karena itu setiap orang tua berusaha dan berlomba-lomba untuk menaikan berat badan bayinya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menaikan berat badan bayi yaitu dengan memperhatikan asupan makanannya. Pemilihan makanan yang tepat, bernutrisi dan bergizi menjadi langkah tepat yang bisa anda lakukan.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Asupan makanan yang dikonsumsi oleh bayi akan ikut menentukan berat badan atau bobot tubuh si kecil. Jika pemberian makanan dilakukan asal-asalan maka pengaruh buruknya pada sistem pencernaan si kecil. Berat badan tidak mengalami kenaikan tetapi justru ia mendapatkan gangguan atau masalah sistem pencernaan. Oleh karena itu, diharapkan orang tua untuk selalu selektif dan hati hati dalam memilih makanan yang tepat sebagai usaha untuk menaikan berat badan bayi.

Beberapa daftar makanan tertentu dapat membantu menaikan berat badan bayi. Lantas apa saja makanan penambah berat badan bayi? Untuk mengetahuinya anda bisa simak langsung penjelasan di bawah ini.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Agar berat badan bayi naik sesuai yang anda inginkan, maka anda harus memberikan makanan sehat dan bergizi secara teratur. Anda bisa mencoba untuk memperkenalkan makanan baru setiap minggunya. Akan tetapi, perlu anda ingat pemberian makanan padat atau makanan pendamping ASI boleh dilakukan ketika anak anda sudah menginjak usia 6 bulan. Pasalnya, pemberian makanan padat yang terlalu dini justru akan menimbulkan masalah kesehatan untuk bayi anda.

ASI

Satu-satunya cara yang bisa anda lakukan untuk menaikan berat badan bayi berusia di bawah 6 bulan yaitu dengan meningkatkan asupan ASI yang berkualitas pada si kecil. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi sebelum ia mendapatkan makanan pendamping ASI. Di dalam ASI terkandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Agar ASI yang diproduksi oleh ibu berkualitas, maka ibu harus mengkonsumsi asupan makanan yang kaya akan nutrisi dan bergizi. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memperbaiki pola makan dan asupan makanannya. Hindari keadaan yang akan membuat ibu stres, karena stres akan mempengaruhi produksi ASI.

Pemberian ASI itu sendiri harus dilakukan hingga bayi merasa kenyang. Dimana salah satu tanda bayi sudah kenyang yaitu ia tertidur sendiri ketika menyusu.

Sayur dan Buah

Sayur dan buah merupakan makanan sehat dan kaya akan nutrisi. Dimana beberapa jenis sayuran dan buah mengandung sejumlah kalori per porsi dalam jumlah yang lebih besar, serta asupan nutrisi yang seimbang, sehingga dengan begitu pemberian buah dan sayur akan membantu bayi dalam menaikan berat badannya.

Salah satu jenis buah sehat yang dapat membantu menaikan berat badan bayi yaitu buah alpukat. Alpukat merupakan buah yang memiliki kandungan lemak tak jenuh cukup tinggi dan sehat, serta jumlah kalori yang cukup dan tepat.

Selain alpukat sebenarnya masih banyak buah lain yang dapat membantu bayi dalam menaikan berat badannya. Buah tersebut mengandung nutrisi dan gizi yang tidak kalah penting, dimana buah yang dimaksud di antaranya yaitu buah pir dan pisang. Kedua jenis buah tersebut mengandung kalori yang baik untuk bayi.

Selain buah, sayuran pun dapat membantu meningkatkan berat badan bayi. Anda bisa menyajikan sayuran sebagai makanan untuk bayi dengan menghidangkannya bersama satu sendok teh mentega dan minyak zaitun pada saat anda memasaknya. Ini dilakukan untuk menambah kandungan lemak.

Gandum

Makanan yang terbuat dari campuran biji-bijian dan gandum memiliki jumlah kalori yang baik, serta menjadi makanan sehat yang baik untuk diberikan pada bayi. Salah satu pusat kesehatan bayi menyarankan bahwa menggabungkan bahan makanan dengan biji-bijian dapat meningkatkan jumlah kalori setiap harinya untuk bayi. Oleh karena itu, anda bisa membuat dan menyajikan makanan untuk si kecil seperti pancake yang terbuat dari bahan utama tepung gandum yang dicampur dengan kacang-kacangan.

Ubi Manis

Ubi manis memiliki cita rasa yang enak dan manis. Di samping itu ubi manis juga bisa dijadikan sebagai makanan penambah berat badan untuk bayi. Pemberian ubi manis ini dilakukan pada bayi dengan usia di atas 6 bulan. Ubi manis memiliki kandungan lemak dengan kadar yang rendah, magnesium, serat, Vitamin A, kalium, Vitamin C dan Vitamin B6 dalam kadar yang tinggi. Selain itu kalori yang terkandung pada ubi manis pun padat dan banyak.

Kebiasaan Makan

Kebiasaan makan bayi merupakan kunci penting dalam menaikan berat badan bayi. Biasanya bayi yang menginjak usia balita akan mengalami sulit makan, sehingga banyak sekali orang tua yang mengeluh akan keadaan tersebut. Penting bagi setiap orang tua untuk membiasakan kebiasaan makan yang baik sejak dini.

Pada saat usia bayi anda 8 bulan, anda bisa memberikan bubur saring yang terbuat dari nasi, sayur dan daging dibandingkan dengan bubur susu. Ini dilakukan agar anak anda terbiasa mengkonsumsi makanan dewasa pada saat usianya menginjak lebih besar.

Dalam pemberian makanan pada bayi anda harus memperhatikan faktor alergi. Beberapa bayi memiliki faktor alergi terhadap bahan makanan tertentu.

Panduan Berat Badan Bayi

Memiliki bayi sehat adalah harapan orang tua. Selain masalah berat badan bayi yang terlalu kurus, beberapa bayi umumnya memiliki masalah berat badan yang berlebihan atau terlalu gemuk/obesitas. Oleh karena itu, masalah kegemukan pada bayi sebaiknya diatasi sejak dini karena hal tersebut justru akan menambah masalah ketika si kecil beranjak dewasa nanti karena ia akan rentan terhadap masalah penyakit. Maka dari itu, penting bagi anda untuk mengetahui berat badan bayi yang ideal seperti berikut ini.

Berat badan bayi biasanya akan turun beberapa gram dibandingkan saat ia lahir. Menghadapi masalah seperti ini anda jangan merasa khawatir karena ini merupakan keadaan yang normal.

  • Hingga usia bayi 3 bulan, berat badannya naik 175-210 gram per minggu.
  • Pada saat usia bayi 5 bulan berat badan seharusnya naik 2x berat badan ketika ia lahir.
  • Pada usia 1 tahun berat badan bayi seharusnya 3x berat badan ketika ia dilahirkan.
  • Usia 2,5 tahun, berat badan seharusnya 4x berat badan ketika ia lahir.

Dengan demikian, makanan penambah berat badan bayi seperti yang sudah disebutkan di atas bisa membantu anda dalam meningkatkan berat badan si kecil. Agar bayi anda mendapatkan cukup nutrisi, maka anda bisa mengkombinasikan makanan penambah berat badan bayi dalam setiap harinya.