Penting mengetahui apa saja kesalahan mengganti popok bayi agar anda dapat menghindarinya, serta si kecil tetap nyaman dan sehat.

Merawat bayi terlihat mudah dan menyenangkan. Namun, sebenarnya ibu membutuhkan perjuangan yang keras, karena merawat bayi tidak semudah seperti yang dibayangkan, termasuk ketika mengganti popok bayi.

Bayi tidak bisa terlepas dari popok. Popok bayi itu sendiri ada beberapa jenis, mulai dari popok kain hingga popok sekali pakai. Dari beberapa jenis popok yang ada, kebanyakan ibu biasanya lebih memilih popok sekali pakai karena dianggap lebih praktis

Kesalahan Mengganti Popok Bayi

Mengganti popok bayi tidak semudah seperti yang dibayangkan. Faktanya, beberapa kesalahan mengganti popok bayi sering dilakukan oleh ibu meskipun tanpa disadari. Lantas apa saja kesalahan yang dimaksud? Untuk mengetahuinya, simak beberapa kesalahan mengganti popok bayi seperti berikut ini.

Kesalahan Mengganti Popok Bayi

Tidak Melakukan Persiapan Terlebih Dahulu

Seringkali ibu tidak melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum menggantikan popok buah hatinya. Karena popok dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan tidak berada di jangkauan ibu, maka terpaksa ibu harus membawa popok dan perlengkapan yang dibutuhkan. Ketika ibu mengambil perlengkapan yang dibutuhkan, bisa saja bayi berguling ke pinggir tempat tidur untuk menghampiri ibu. Sebaiknya, hindari meninggalkan bayi seorang diri meskipun hanya sebentar tanpa pengawasan orangtua karena akibatnya akan fatal.

Tidak Menutup Kemaluan Bayi

Tidak sedikit ibu sering melakukan kesalahan yang satu ini. Kemaluan bayi dibiarkan ketika ibu menyiapkan popok baru atau melipat popok bekas yang sudah digunakan. Apabila kemaluan bayi tetap dibuka, khususnya pada bayi laki-laki, maka paparan udara bisa saja menyebabkan bayi buang air kecil. Akibatnya, air pipis bayi dapat mengenai alas tidur, baju ibu atau barang lain yang berada di sekitarnya. Jadi, sebaiknya tutup kemaluan bayi anda dengan menggunakan popok yang bersih.

Membersihkan Kemaluan Bayi dengan Tidak Tepat

Sangat disarankan untuk membersihkan kemaluan bayi dengan tepat pada saat mengganti popoknya. Bersihkan kemaluan bayi anda dengan menggunakan kapas atau tisu basah untuk membersihkan sisa feses atau sisa urine dengan menyapukan dari arah depan ke belakang atau dari arah kemaluan ke anus, bukan sebaliknya. Langkah seperti ini khususnya harus dilakukan pada bayi perempuan. Membersihkan kemaluan dari anus ke kemaluan bukanlah langkah yang tepat karena hanya akan menyebarkan bakteri yang dapat memicu infeksi saluran kencing.

Memasukan Tali Pusat Bayi ke Dalam Popok

Memasukan tali pusat bayi ke dalam popok adalah kesalahan meskipun perekat popok dikendurkan. Hindari hal ini jika tali pusat bayi anda belum puput. Sebaiknya lipat garis pinggang popok ke arah bawah supaya area tersebut tetap dalam keadaan kering. Untuk mencegah iritasi, meskipun tali pusat bayi anda sudah puput, sebaiknya tetap lipat ke bawah selama beberapa hari.

Memakaikan Popok Terlalu Ketat

Memakaikan popok terlalu ketat tidak disarankan karena akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Dengan popok yang terlalu ketat, maka guratan akan muncul pada perut dan kaki bayi anda. Anda dapat merenggangkan perekat popok. Jika tidak berhasil, maka anda harus mengganti popok bayi dengan ukuran yang lebih besar. Apabila pada perut atau kaki bayi anda nampak ruam, maka bisa saja kulit bayi anda sensitif terhadap bahan yang digunakan. Untuk menghindari masalah kulit yang semakin parah, cobalah untuk mengganti popok yang biasa digunakan dengan merek yang lainnya.

Mengarahkan Kemaluan Bayi Laki-Laki ke Atas

Ketika memakaikan popok, seringkali ibu mengarahkan alat kelamin bayi laki-lakinya ke atas. Hal seperti ini jarang disadari, bahkan para ibu tidak mengetahui akibatnya. Ketika mengarahkan alat kelamin ke atas, maka akan membuat urin bayi mengalir ke atas melalui pinggangnya ketika bayi buang air kecil. Apabila hal seperti ini terjadi ketika malam hari, maka mungkin saja ibu tidak akan menyadari bagian pinggang, perut atau punggung si kecil basah. Untuk menghindari hal seperti ini, maka sebelum mengencangkan popok anda harus memastikan jika alat kelamin bayi anda terlipat ke bawah.

Lupa Mencuci Tangan Setelah Mengganti Popok

Setelah mengganti popok bayi disarankan untuk langsung mencuci tangan. Pasalnya, tangan anda bisa saja terpapar oleh kuman. Dimana kuman yang terdapat pada tangan anda bisa saja menyebar ke benda lainnya yang anda pegang.

Membiarkan Tempat Sampah Penuh dengan Popok Bekas

Sebelum penuh, seringkali para ibu tidak mengosongkan tempat sampah dan membiarkan popok bekas menumpuk. Seharusnya, tempat sampah dikosongkan setiap hari dari popok bekas. Ini dilakukan untuk mencegah tempat sampah menjadi bau. Membiarkan tempat sampah penuh dengan popok bekas akan membuat bakteri berkembang biak di sana.

Meskipun terkesan sederhana, tetapi kesalahan mengganti popok bayi ini dapat berakibat pada kenyamanan dan kesehatan bayi anda. Oleh karena itu, ganti popok bayi anda dengan cara mengganti popok bayi yang benar dan tepat. Hindari kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari sering dilakukan tersebut.

Selain menghindari beberapa kesalahan yang sering dilakukan tersebut, penting bagi anda untuk memeriksa popok bayi dengan rutin. Bayi tidak tahan lama kontak langsung dengan urine atau feses pada popoknya karena kulitnya masih sensitif. Oleh karena itu, seringlah mengganti popok bayi dan hindari mengganti popok sampai menunggu benar-benar penuh.

Tidak sedikit orangtua melakukan kesalahan mencuci botol susu bayi. Agar tidak terulang, penting mengetahui apa saja kesalahan mencuci botol susu bayi.

ASI atau air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi. Nutrisi terbaik berada dalam ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Mengetahui seperti itu, seorang ibu akan berusaha memberikan ASI yang berkualitas untuk bayinya.

Namun, terkadang pemberian ASI pada bayi terhambat karena berbagai sebab. Karena alasan tersebut membuat ibu tidak bisa menyusui atau memberikan ASI langsung pada buah hatinya. Sehingga memaksa ibu untuk memberikan ASI perah atau susu formula dengan memanfaatkan botol susu dan dot sebagai medianya.

Kesalahan mencuci botol susu bayi

Memberikan ASI atau susu formula dengan botol susu pada bayi harus memperhatikan beberapa hal, dimana salah satunya yaitu kebersihan dari botol susu itu sendiri. Mencuci botol susu harus dilakukan dengan benar dan teliti agar tidak ada kotoran tersisa yang akan menyebabkan masalah kesehatan pada bayi.

Namun, ketika mencuci botol susu bayi tidak sedikit orangtua yang melakukan kesalahan. Kesalahan mencuci botol susu akan berakibat fatal untuk bayi. Dari banyaknya masalah kesehatan yang rentan dialami oleh bayi, diare pada bayi merupakan salah satunya. Berdasarkan data dari WHO, terdapat sekitar 1,5 juta balita di dunia yang meninggal dalam setiap tahunnya karena diare. Sehingga diare dianggap menjadi penyebab kematian anak balita paling besar kedua.

Diare dapat disebabkan karena banyak kuman dan virus berbahaya yang masih tertinggal dalam botol susu, sehingga akhirnya akan menyebabkan bayi jatuh sakit. Sistem imun bayi masih belum sempurna sehingga wajar saja jika ia mudah sakit, dan sudah menjadi tugas orangtua untuk selalu menjaga kesehatannya dengan memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengannya salah satunya dot dan botol susu bayi.

Untuk menghindari kesalahan mencuci dot bayi dan botol susunya yang mungkin tidak anda sadari, simak beberapa kesalahan seperti berikut ini.

Kesalahan Mencuci Botol Susu Bayi

Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan tidak disadari orangtua ketika mencuci dot bayi:

Tidak Mencuci Tangan

Sebelum mencuci dot dan botol susu bayi penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu, karena bisa saja bibit penyakit berasal dari tangan anda. Kuman penyebab penyakit dari tangan bisa berpindah ke dalam dot dan menjadi sumber penyakit untuk si kecil. Namun, tidak sedikit orang tua yang mengabaikannya atau lupa tidak mencuci tangan terlebih dahulu.

Tidak Membersihkan Dot dengan Tepat

Ketika mencuci dot bayi, mungkin sebagian orangtua hanya fokus saja pada bagian dalam dot dan dot itu sendiri. Hal seperti ini seringkali membuat bagian-bagian yang lainnya tidak diperhatikan, seperti misalkan gelang dot atau leher pengencang dot pada botol. Seharusnya saat membersihkan dot dan botol susu bayi, semua bagian harus dibersihkan dengan menyeluruh, dilepas untuk kemudian dibersihkan satu persatu agar kotoran dapat dibersihkan dengan tuntas.

Tidak Teliti

Seringkali orang beranggapan bahwa dengan merendam botol susu di dalam air panas kuman dan bakteri di dalamnya sudah hilang. Namun faktanya tidak seperti itu, karena bisa saja pada bagian tertentu masih terdapat bakteri dan kuman, namun tidak terlihat oleh kasat mata. Untuk itu, ketika mencuci dot bayi diperlukan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Mencuci Tidak Menggunakan Air Mengalir

Mencuci botol susu seharusnya dilakukan di bawah air mengalir. Pasalnya, hanya merendam botol susu saja tidak akan membuat bakteri atau kotoran dalam dot hilang. Bahkan hal tersebut justru hanya akan membuat kotoran dan bakteri menempel kembali pada dot.

Setelah Disterilisasi Botol Susu Direndam Lama

Merendam botol susu cukup lama setelah dilakukan sterilisasi tidak disarankan. Karena hanya akan membuat sterilisasi yang dilakukan menjadi percuma karena akan membuat bakteri dan kuman kembali menempel pada botol. Setelah dilakukan sterilisasi sebaiknya botol susu ditiriskan terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dengan menggunakan lap khusus botol susu dan simpan di tempat yang bersih.
Itulah kesalahan yang sering dilakukan ketika mencuci dot bayi. Simak cara aman mencuci botol susu bayi di bawah ini:

Cara Aman Mencuci Botol Susu Bayi

  1. Cuci tangan sampai bersih dengan menggunakan sabun sebelum mencuci botol.
  2. Lepaskan seluruh bagian botol, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus pada tiap-tiap bagian botol. Agar proses mencuci menjadi lebih mudah, anda dapat menambahkan sedikit air.
  3. Bersihkan dasar botol susu menggunakan sikat halus dengan arah atau gerakan memutar. Untuk membersihkan sisi dalam botol, anda dapat menggerakan sikat dengan arah naik turun. Kemudian lanjutkan pada bagian bibir dalam botol. Anda dapat menggunakan sikat kecil sehingga dapat menjangkau setiap celah pada tutup botol agar kotoran dapat dibersihkan dengan tuntas.
  4. Jika seluruh bagian botol sudah anda bersihkan, maka anda dapat melanjutkan ke bagian lainnya, yakni bagian gelang dot. Untuk membersihkan seluruh bagian gelang dot, anda dapat memanfaatkan sikat kecil, terlebih lagi untuk bagian ulir di dalamnya yang biasanya sering terlupakan. Bersihkan dot dengan menggunakan sikat yang sama. Saat membersihkan dot, pastikan bahwa tidak ada sisa susu atau kotoran lainnya yang masih tertinggal.
  5. Untuk bagian tutup botol susu, anda dapat mencucinya dengan menggunakan spons pembersih. Bersihkan hingga bagian dalamnya.
  6. Untuk botol yang sudah dibersihkan dengan menggunakan sabun, anda dapat membilasnya dengan menggunakan air. Pastikan gunakan air mengalir untuk membilas botol susu tersebut. Hindari kesalahan mencuci botol susu dengan merendamnya dalam wadah karena akan membuat kotoran kembali menempel.

Proses sterilisasi botol susu bayi:

  1. Jika proses mencuci botol susu sudah selesai, anda dapat melanjutkan pada proses sterilisasi. Cara mensterilkan botol susu bayi bisa dilakukan dengan beberapa metode. Namun, cara paling sederhana yang biasanya digunakan yaitu dengan metode perebusan. Pertama, rebus air dalam panci hingga mendidih. Kemudian, matikan api kompor dan diamkan setiap bagian botol susu yang sudah dicuci dalam panci selama kurang lebih 15 menit. Jika anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal, maka anda dapat memanfaatkan air mineral. Pasalnya, kualitas air keran dalam setiap rumah tidak sama. Jika proses sterilisasi tidak dilakukan dengan perebusan, anda dapat menggunakan alat sterilisator.
  2. Jika sudah, angkat botol susu dengan menggunakan penjepit, lalu tiriskan. Keringkan botol susu dan perlengkapan yang lainnya dengan menggunakan handuk atau lap khusus. Simpan botol susu yang sudah dibersihkan dalam tempat yang bersih. Hindari merendam botol terlalu lama dalam panci, terutama jika air kembali dingin karena hanya akan membuat kuman kembali menempel.

Mencuci botol susu dengan cara yang aman dan tepat akan mengurangi risiko si kecil mengalami masalah kesehatan yang disebabkan karena kurang terjaganya kebersihan botol susu. Untuk itu, hindari kesalahan mencuci botol susu bayi dan cucilah dengan cara yang aman dan tepat.

Kebiasaan buruk bayi jika dibiarkan akan terbawa hingga nanti. Penting mengetahui kebiasaan buruk bayi dan langkah mengatasinya.

Anak merupakan harta paling berharga untuk setiap orang tua. Orang tua akan berusaha untuk memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya, merawat dengan penuh kasih sayang dan membesarkan dengan penuh tanggung jawab.

Terkadang orang tua akan menuruti semua kemauan anaknya agar anaknya tidak rewel dan menangis. Namun, tanpa disadari kebiasaan orang tua dalam merawat bayinya adalah sebuah kesalahan yang justru akan menjadi kebiasaan buruk bayi. Jika kebiasaan buruk bayi tetap dibiarkan, maka akan mempengaruhi pola perilakunya kelak atau terbawa di kemudian hari.

Kebiasaan Buruk Bayi

Apa saja kebiasaan buruk bayi? Dan bagaimana cara mengatasi kebiasaan buruk bayi tersebut? Untuk mengetahuinya lebih jelas anda dapat simak langsung pembahasan di bawah ini.

Kebiasaan Buruk Bayi

Selalu Ingin Ditimang

Kebiasaan buruk pertama bayi yaitu ingin selalu ditimang-timang hingga ia dapat tidur pulas. Bahkan sebelum tidur pulas, namun ia sudah diletakan di tempat tidurnya, biasanya bayi akan menangis dan meminta untuk ditimang kembali.

Kebiasaan menimang bayi dengan bersenandung adalah kebiasaan buruk yang hanya akan membuat bayi ingin kembali melakukan hal seperti ini. Apabila bayi terbiasa dengan rutinitas tidur ini, maka si kecil tidak akan memiliki keterampilan dalam menenangkan dirinya sendiri hingga akhirnya ia tertidur kembali.

Hanya Dapat Tidur Pada Suasana Tertentu

Pada saat bayi masih berada di dalam kandungan atau rahim ibunya, bayi akan mendengarkan suara jantung ibunya yang memompa dan berdetak, juga suara aliran darah dalam tubuh. Akan tetapi, orang tua kebanyakan menyangka bahwa setelah terlahir ke dunia bayi membutuhkan suasana yang tenang untuk tidur sehingga sebisa mungkin orang tua akan selalu menjaga suasana di sekitar tetap dalam keadaan tenang.

Apabila si kecil memiliki kebiasaan tidur dalam keadaan yang tenang dan sunyi, sebaiknya anda jangan membiasakan keadaan tersebut. Ketenangan memang dibutuhkan oleh bayi untuk menjaga kualitas tidurnya. Akan tetapi, ada saatnya dimana suasana lingkungan tidak dalam keadaan tenang dan sunyi.
Jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka kemungkinan anda akan mendapatkan masalah di kemudian hari karena anda harus tetap mempertahankan kondisi lingkungan di sekitar bayi tetap tenang.

Akan Tenang Jika Diberi Susu

Menyusui adalah proses alami yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap bayinya untuk mempererat ikatan batin antara ibu dan bayinya. Ketika menyusu dan berada di dalam dekapan sang ibu, bayi akan merasa lebih nyaman.

Menyusui bayi atau pemberian ASI eksklusif sangat disarakan hingga bayi berusia 6 bulan. Meskipun tidak mendapatkan asupan makanan apapun selain ASI, tetapi kebutuhan bayi sudah terpenuhi dalam ASI. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi yang mudah dicerna, dan mengandung zat berkualitas yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Selain memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi, menyusui dianggap sebagai cara untuk membuat bayi lebih tenang ketika dalam keadaan rewel atau menangis. Hal seperti ini justru akan menjadi kebiasaan buruk untuk bayi. Bayi hanya akan bisa tenang hanya dengan menyusu.

Rewel Apabila Tidak Direspon Tangisannya

Beberapa anak akan semakin rewel dan tangisannya akan menjadi-jadi pada saat ia tidak direspon oleh orang tuanya. Sebenarnya kebiasaan seperti ini bukan kebiasaan yang salah karena bayi masih membutuhkan orang-orang di sekitarnya, terlebih lagi orang tua untuk memenuhi apa yang diinginkan karena bayi belum bisa melakukan apapun.

Akan tetapi, tetap membiarkan bayi dengan kebiasaan tersebut bukanlah cara yang tepat. Bayi harus memiliki kemampuan menghibur dirinya sendiri untuk membuatnya nyaman tanpa harus selalu bergantung pada orang tua untuk bisa diam. Jika orang tua selalu mengikuti kebiasaan buruk bayi ini, maka akibatnya bayi tidak dapat belajar bagaimana cara untuk menenangkan dirinya sendiri ketika sedang rewel.

Namun anda juga harus tetap waspada dan selalu memperhatikan keadaan si kecil. Karena bisa saja si kecil menangis karena ada yang sedang dirasakan. Ketika tangisannya menandakan ia sedang kesakitan, penting bagi anda untuk segera melihat kondisinya.

Anda jangan terlalu terburu-buru untuk merespon rengekan si kecil, apalagi jika usianya sudah memasuki 2 tahun.

Menginginkan Empeng Agar Bisa Tenang

Selain dengan ASI, biasanya bayi akan merasa lebih tenang ketika menangis jika diberikan empeng. Bahkan beberapa ibu selalu mengikuti kebiasaan ini yang terpenting bayinya merasa lebih tenang. Namun, kebiasaan seperti ini justru hanya akan menimbulkan masalah untuk si kecil. Beberapa masalah yang mungkin akan didapatkan oleh bayi yaitu mengalami keterlambatan berbicara atau masalah pada giginya.

Cara Mengatasi Kebiasaan Buruk Bayi

Selalu Ingin Ditimang

Cara yang dapat anda lakukan ketika si kecil selalu ingin ditimang agar bisa tidur yaitu dengan membiasakan tidur sendiri sejak dini. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, anda dapat meletakan bayi anda di tempat tidur setelah ia merasa kenyang dan waktu tidurnya sudah tiba. Jika si kecil gelisah, anda dapat menimangnya sesaat, kemudian jika sudah terlihat mengantuk anda dapat meletakannya di tempat tidur.

Hanya Dapat Tertidur Pada Suasana Tertentu

Apabila anda terjebak karena selalu membiasakan bayi tertidur dalam suasana tenang dan sunyi, untuk mengatasi kebiasaan ini anda dapat secara perlahan memperkenalkan suara-suara lembut seperti suara kipas angin yang akan membuatnya lebih rileks. Jika si kecil sudah terbiasa dengan suara tersebut, anda dapat mengenalkan suara yang lainnya. Anda dapat tetap melakukan pekerjaan rumah tangga ketika si kecil tidur.

Hanya Akan Tenang Jika Diberi Susu

Untuk mengatasi kebiasaan ini, langkah pertama yang dapat anda lakukan yaitu dengan mencari tahu penyebab bayi menangis. Cara ini juga akan membuat anda terlatih untuk berkomunikasi dengan bayi. Komunikasi yang dijalin sejak dini merupakan tahap awal untuk menjaga keharmonisan hubungan di kemudian hari.

Penyebab bayi anda menangis mungkin saja karena ia merasa kepanasan, kedinginan atau ingin tidur. Dengan mengetahui penyebab yang pasti maka anda dapat mengetahui solusi yang tepat untuk menenangkannya.

Harus Selalu Direspon

Jika bayi anda terlihat marah atau gelisah, agar ia dapat belajar untuk mengatasi emosinya anda dapat memberikannya waktu beberapa menit. Anda dapat meletakan bayi anda di bawah mainan gantungnya. Berikan waktu pada bayi anda untuk belajar menenangkan dirinya sendiri. Di lain sisi anda dapat melakukan pekerjaan lainnya.

Apabila si kecil terbangun dari tidurnya, hindari untuk langsung menimang atau mengangkatnya. Berikan waktu pada si kecil untuk menenangkan dirinya sendiri. Anda dapat terus memperhatikan atau duduk di dekatnya.

Hanya Tenang Setelah Diberi Empeng

Sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Jika bayi anda tetap menangis dan menginginkan empeng, anda dapat menawarkan mainan lainnya untuk ditukar dengan empeng.

Seringkali orang tua tidak menyadari melakukan kesalahan ketika merawat bayinya. Hindari kesalahan tersebut dengan mengetahui apa saja kesalahan merawat bayi yang sering dilakukan.

Anak merupakan karunia terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap pasangan. Oleh karena itu, orang tua akan melakukan segala yang terbaik untuk buah hati tercinta termasuk dalam merawat dan membesarkannya.

Merawat bayi merupakan tugas orang tua. Orang tua dituntut untuk merawat bayinya dengan baik dan benar, serta penuh kasih sayang. Namun, dalam merawat dan membesarkan sang buah hati, terkadang orang tua tidak menyadarinya bahwa mereka seringkali melakukan kesalahan. Penting bagi orang tua untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam merawat bayi.

Kesalahan Merawat Bayi

Lantas apa saja kesalahan merawat bayi yang sering dilakukan? Untuk mengetahuinya anda bisa simak pembahasan di bawah ini.

Kesalahan Merawat Bayi yang Sering Dilakukan

Menyentuh Bayi Dengan Tangan Kotor

Saat usia bayi masih di bawah 6 bulan, si kecil membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membentuk sistem imun atau sistem kekebalan tubuhnya. Orang tua memiliki peran penting untuk selalu menjaga kesehatan bayinya dari berbagai serangan virus, bakteri atau penyakit. Namun, tidak sedikit orang tua yang melakukan kontak langsung dengan bayinya dalam keadaan kotor. Kesalahan dalam merawat bayi seperti ini tentunya harus segera dihindari. Setiap hendak memegang atau menggendong bayi usahakan selalu dalam keadaan bersih. Selain itu, batasi si kecil melakukan kontak langsung dengan orang-orang yang kurang sehat.

Berusaha Membuat Bayi Tidur Nyenyak Sepanjang Malam

Orang tua berharap bayinya dapat tidur nyenyak ketika malam hari agar orang tua dapat beristirahat tanpa adanya gangguan. Akan tetapi faktanya tidak seperti itu. Bayi, khususnya bayi baru lahir akan terbangun sekitar 2 sampai 3 jam sekali untuk menyusu. Namun, seiring dengan bertambahnya usia bayi ia akan memilik pola atau jadwal tidurnya sendiri.

Menyimpan Banyak Benda di Tempat Tidur Bayi

Kadang kala orang tua sering menyimpan banyak benda di tempat tidur atau boks bayi. Berbagai benda seperti boneka, selimut berbulu tebal, guling dan bantal yang banyak disimpan untuk membuat bayi tidur lebih nyaman. Namun, pada kenyataannya hal ini tidak disarankan. Banyaknya benda-benda seperti itu di tempat tidur bayi justru hanya akan meningkatkan risiko SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

Mengenakan Pakaian Rapat

Untuk membuat hangat, orang tua seringkali memakaikan pakaian bayi yang terlalu rapat atau tebal. Namun, pakaian seperti ini justru akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Khususnya bayi baru lahir ia akan mudah merasa kepanasan. Karena seperti itu, sebaiknya hindari pakaian yang terlalu rapat atau tertutup. Pakaikan pakaian pada bayi sesuai dengan keadaan cuaca, sehingga dengan begitu bayi tidak akan merasa kedinginan atau kepanasan.

Tidak Memberi Makan Apabila Bayi Tidak Rewel

Ketika bayi tetap tenang atau tidak rewel, bukan berarti ia tidak lapar. Orang tua sering mengabaikan rasa lapar buah hatinya ketika sedang tenang. Bayi harus tetap mendapatkan asupan makanan dengan teratur, terutama bayi baru lahir. Berikan ASI pada si kecil sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Apabila popok si kecil tetap kering atau anda tidak menggantinya sebanyak 6 kali sehari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Membedong Bayi Terlalu Lama

Membedong bayi dilakukan biasanya untuk membuat agar tubuhnya tetap dalam keadaan hangat. Namun, membedong bayi tidak disarankan dilakukan terlalu lama atau sampai seharian. Ketika membedong bayi pastikan ikatannya tidak terlalu kuat.

Menggunakan Baby Walker Untuk Membuat Bayi Lancar Berjalan

Orang tua menganggap penggunaan baby walker dapat membuat bayi cepat dan lancar berjalan. Namun, pendapat ini nyatanya keliru karena justru penggunaan baby walker dapat membahayakan keselamatan bayi. Ketika bayi terlalu keras menggerakan tubuhnya untuk mendorong baby walker, baby walker bisa terbalik atau justru membentur kursi dan meja sehingga menyebabkan bayi terjatuh. Jika anda tetap menggunakan baby walker untuk si kecil, sebaiknya tetap awasi ia ketika menggunakannya.

Tidak Memperhatikan Kesehatan Mulut Bayi

Mengabaikan kebersihan mulut bayi merupakan kesalahan yang perlu dihindari. Khususnya bayi baru lahir ia belum memiliki gigi, meskipun begitu kebersihan mulutnya tetap harus anda jaga. Untuk membersihkan rongga mulutya, anda dapat memanfaatkan kasa steril yang sudah dicelupkan ke dalam air hangat setiap kali si kecil selesai menyusu.

Bayi Muntah Dianggap Wajar

Gumoh atau keluar cairan sedikit pada mulut bayi setelah menyusu terjadi disebabkan karena sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Namun, ketika gumoh pada bayi terjadi lebih sering, anda jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang normal. Segera konsultasikan dengan dokter mengenai keadaan ini.

Memaksa Bayi

Ketika bayi tidak mau makan, enggan mandi atau tidak suka ketika bajunya dilepas, biasanya orang tua sering melakukan tindakan terburu-buru dengan memaksanya. Daripada memaksa, sebaiknya anda mencari cara yang menyenangkan agar si kecil tidak menolak.

Membiarkan Bayi Tidur Tengkurap di Atas Selimut Tebal

Selimut yang tebal, hangat dan lembut dianggap sebagai alas yang paling nyaman untuk bayi, terlebih lagi saat ia tidur tengkurap. Namun, keadaan seperti ini nyatanya akan meningkatkan risiko lebih tinggi bayi mengalami SIDS.

Tidak Mengikuti Saran Dokter Dalam Memberikan Obat

Ketika bayi sedang sakit, agar keadaannya segera pulih orang tua memberikan obat dengan dosis yang lebih atau tidak sesuai dengan yang disarankan oleh dokter. Cara ini tidak disarankan dan perlu dihindari. Selalu ikuti aturan dari dokter dalam memberikan obat untuk si buah hati.

Salah Menganggap Tangisan Bayi

Ketika bayi menangis atau rewel, orang tua terkadang menganggap bayinya kelaparan, sehingga dengan segera si kecil akan disusui atau diberi makan. Namun, tangisan bayi tidak selamanya sebagai tanda bahwa ia ingin makan atau sedang kelaparan. Mungkin saja bayi menangis karena ia terlalu lelah, terlalu banyak rangsangan, kepanasan atau tidak nyaman dengan lingkungan di sekitarnya. Sebaiknya kenali pola tangisan si kecil antara sedang lapar, tidak nyaman, kesakitan dan lain sebagainya. Sehingga dengan begitu anda dapat menemukan solusi yang tepat untuk membuatnya lebih tenang.

Tidak Percaya Naluri

Menjadi seorang ibu dan merawat bayi terkadang menjadi kegiatan yang cukup membingungkan untuk seorang ibu. Dalam memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan, terkadang ibu sering terjebak dan ragu. Setiap ibu memiliki naluri keibuan, oleh karena itu jangan perlu ragu atau bingung ketika hendak mengambil keputusan. Untuk mengatasi keadaan ini, anda dapat meminta saran pada bidan, dokter atau orang-orang terpercaya.

Merawat Bayi Seorang Diri

Terkadang ibu sering lupa melibatkan orang-orang yang ada di sekitar untuk merawat atau mengasuh buah hati tercinta. Sebaiknya, ajak suami atau kerabat terdekat untuk bekerja sama merawat si kecil. Sehingga anda dapat melakukan kegiatan lainnya selama si kecil diasuh dengan ayah atau orang-orang terdekat lainnya.