Baju menyusui akan memudahkan ibu ketika memberikan ASI pada buah hatinya, khususnya ketika berada di tempat umum. Untuk itu, penting bagi ibu untuk mengetahui tips memilih baju menyusui yang tepat.

Selain merawat , tugas seorang ibu yaitu memberikan ASI atau menyusui buah hati tercintanya. Agar buah hatinya mendapatkan cukup ASI, ibu akan melakukan segala hal termasuk menyusui di tempat umum ketika sedang bepergian.

Sudah tidak bisa diragukan lagi, ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi dan menyusui mendatangkan banyak keuntungan untuk ibu. Menyusui bayi secara langsung diketahui dapat semakin mempererat hubungan antara bayi dan ibu. ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga efeknya si kecil tidak akan mudah sakit, serta akan meningkatkan kecerdasannya. Sedangkan bagi ibu, menyusui dapat membantu dalam menurunkan berat badan. Selain itu, dengan menyusui risiko ibu mengalami kanker payudara akan semakin kecil.

Tips Memilih Baju Menyusui

Ibu harus siap menyusui bayinya kapanpun dan dimanapun ketika si kecil membutuhkan. Ketika berada di tempat umum, tentunya ibu tidak dapat menyusui bayinya dengan lebih leluasa seperti di rumah. Untuk itu, beberapa hal perlu ibu perhatikan termasuk baju yang dipakainya.

Agar memudahkan proses menyusui, ibu dapat menggunakan baju menyusui. Selain memudahkan menyusui, dengan baju khusus menyusui ibu akan merasa lebih nyaman dan tidak terganggu ketika harus menyusui bayinya di tempat umum. Lantas seperti apa baju khusus menyusui? Baju menyusui tentunya berbeda dengan baju pada umumnya. Baju menyusui didesain khusus dan dilengkapi dengan beberapa fitur untuk memudahkan ibu ketika menyusui bayinya.

Contoh Baju Menyusui yang Baik

  • Baju menyusui memiliki ciri umum yaitu memiliki bukaan pada bagian depannya, khususnya pada bagian dada ibu. Bukaan di bagian depan ini akan memudahkan ibu ketika mengeluarkan payudara.
  • Dengan baju yang dilengkapi bukaan ini ibu tidak perlu lagi menaikan baju dari bawah, karena ibu hanya tinggal menyibakan bagian tertentu saja dari baju khusus menyusui ini atau membuka resleting atau kancing saja. Selain lebih mudah, baju khusus menyusui ini lebih efektif digunakan.
  • Baju menyusui tidak memiliki ukuran yang ketat atau lebih besar meskipun terbuat dari bahan kaos sehingga tidak akan mengekspos bagian tubuh tertentu.
  • Baju menyusui tidak mengharuskan ibu membuka atasannya hingga ke dada, sehingga perut ibu tidak akan terlihat.

Tips Memilih Baju Menyusui

Meskipun anda sudah mengetahui contoh baju menyusui yang baik, tetapi tidak semua baju menyusui memiliki kualitas yang sama. Untuk itu, penting memperhatikan tips memilih baju menyusui agar anda dapat menyusui bayi dengan nyaman dan tetap tampil modis. Berikut ini tips memilih baju menyusui.

Mencari Model yang Sesuai

Contoh baju menyusui sebelumnya sudah dijelaskan. Dimana baju menyusui ini tersedia dalam berbagai model. Sebelum membeli anda dapat mencari model baju sesuai dengan kebutuhan dan tetap membuat anda tampil modis. Saat ini baju menyusui sudah tersedia dalam berbagai warna dan motif menarik.

Perhatikan Bahan

Dalam memilih baju menyusui, sebaiknya pilihlah baju menyusui yang terbuat dari bahan yang berkualitas sehingga akan membuat anda merasa lebih nyaman. Pastikan anda memilih baju menyusui dengan bahan yang tidak menimbulkan gerah, gatal atau iritasi. Pastikan baju yang dipilih dapat membuat anda merasa lebih nyaman. Anda dapat memilih baju dengan bahan yang ringan seperti katun. Bahan baju yang kasar, selain membuat anda tidak nyaman, si kecil pun akan merasakannya karena ia bersentuhan langsung dengan baju yang anda kenakan.

Sesuaikan Model dengan Bentuk Tubuh

Model atau potongan baju dapat anda sesuaikan dengan bentuk tubuh anda. Selain membuat nyaman, anda juga akan merasa lebih percaya diri. Selain itu, anda dapat memilih baju dengan model yang dapat tetap digunakan meskipun anda sudah tidak menyusui lagi.

Selain baju menyusui, menyusui akan lebih mudah jika didukung dengan perlengkapan menyusui  yang lainnya seperti berikut ini:

Bra Khusus Menyusui

Pada masa menyusui, payudara ibu akan lebih besar dari biasanya. Untuk itu, agar ibu merasa lebih nyaman, bra khusus menyusui dapat dipilih. Bra khusus menyusui ini juga dapat memudahkan ibu menyusui bayinya. Bra menyusui memiliki bukaan pada cup, dimana bukaan ini dapat dengan mudah dibuka dan ditutup.

Apron

Saat sedang menyusui di tempat umum, ibu juga dapat memanfaatkan apron untuk menutupi bagian tubuh tertentu agar tidak terlihat. Saat ini sudah tersedia apron dengan model, warna dan motif yang menarik. Ibu dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Breast Pads

ASI merembes adalah salah satu permasalahan yang kerap kali dialami oleh ibu menyusui. Untuk menghindari ASI merembes dan membuat baju ibu basah, ibu dapat menggunakan breast pads. Breast pads itu sendiri merupakan alat yang digunakan untuk mencegah agar rembesan ASI tidak sampai mengenai baju luar. Breast pads berupa lapisan kain yang dimasukan ke dalam cup bra. Breast pads dapat dicuci dan dipakai ulang. Saat ini, ada juga breast pads sekali pakai. Yang harus ibu perhatikan dalam pemakaian breast pads yaitu ganti sesering mungkin agar tidak terjadi infeksi atau iritasi.

Itulah tips memilih baju menyusui yang akan memudahkan ibu ketika menyusui bayinya saat berada di tempat umum. Semoga bermanfaat.

Agar proses menyusui berhasil, mudah dan nyaman, beberapa perlengkapan menyusui bayi dapat membantu. Ketahui perlengakapan apa saja yang dapat membantu proses menyusui si kecil.

Memberikan ASI eksklusif pada bayi adalah kewajiban seorang ibu. ASI eksklusif terbukti memiliki banyak manfaat untuk bayi. Memberikan ASI eksklusif disarankan hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupan bayi tidak ada lagi asupan makanan apapun selain ASI. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sesuai waktu yang disarankan diketahui memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Agar bayi mendapatkan cukup ASI dan kebutuhannya tercukupi, seorang ibu akan melakukan segala cara untuk menyukseskan proses menyusui. Ibu akan mencoba untuk meminimalisir segala hal yang akan menghambat proses menyusui bayi.

Perlengkapan Menyusui Bayi

Selain meminimalisir segala hambatan yang akan terjadi, untuk menyukseskan proses menyusui dapat didukung dengan perlengkapan menyusui bayi. Meskipun perlengkapan menyusui tidak diwajibkan dimiliki, akan tetapi perlengkapan menyusui ini dibutuhkan untuk memudahkan dan melancarkan pemberian ASI pada buah hati tercinta.

Terdapat beberapa perlengkapan menyusui yang akan memudahkan ibu dalam menyusui bayinya. Apa saja perlengkapan menyusui bayi yang dimaksud? Berikut perlengkapan menyusui bayi.

Perlengkapan Menyusui Bayi

Bantal Menyusui

Kesuksesan menyusui bayi salah satunya dipengaruhi dengan kondisi ibu. Kondisi ibu yang nyaman akan membuat proses menyusui menjadi berjalan lancar. Oleh karena itu, saat menyusui penting membuat ibu merasa nyaman. Nah, untuk membuat ibu nyaman ketika menyusui, salah satu perlengkapan yang dapat mendukung ibu yaitu bantal menyusui. Dengan bantal menyusui ini ibu akan merasa lebih nyaman dan rileks ketika menyusui, punggung akan tersangga sehingga tidak akan merasa pegal. Selain itu, bayi pun akan merasa lebih nyaman ketika berada dipangkuan ibu.

Nipple Shields

Nipple shields digunakan bagi ibu yang kesulitan menyusui bayi karena keadaan puting yang datar. Dengan perlengkapan menyusui ini ibu pemilik puting datar akan menjadi lebih mudah menyusui bayinya. Ketika menggunakan alat ini, maka pakaikan di sekeliling areola serta puting pada saat menyusu. Untuk mengetahui cara pemakaian yang tepat sebaiknya konsultasikan dengan ahli laktasi, karena penggunaan yang tidak tepat akan membuat produksi ASI menjadi berkurang.

Breast Pumps

Breast pumps atau pompa menyusui penting dimiliki oleh ibu bekerja yang tetap ingin memberikan ASI eksklusif. Dalam memilih pompa untuk menyusui ini, ibu dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan, baik pompa menyusui manual atau pompa menyusui elektrik. Sebaiknya pilihlah pompa yang dapat membuat ibu merasa nyaman. Anda dapat menggunakan pompa ini ketika di kantor pada jam istirahat untuk memerah ASI. Kemudian simpan ASI di cooler box. Ketika malam hari, sebaiknya tetap berikan ASI secara langsung dari payudara.

Nursing Apron

Nursing apron ini sangat bermanfaat untuk menyusui bayi ketika berada di luar rumah atau di tempat umum. Dengan nursing apron, ketika menyusui bayi payudara dapat ditutupi sehingga tidak akan terlihat. Mengikuti perkembangan mode, nursing apron kini lebih modern. Jika dulu hanya berbentuk selembar kain dengan tali di leher, kini nursing apron memiliki motif, bahkan bentuk yang bervariatif. Namun, meskipun begitu fungsinya tetap sama yaitu menutupi bagian tubuh tertentu agar tidak terlihat saat menyusui di tempat umum.

Breast Pad

Ketika menyusui, ibu biasanya sering mengalami ASI merembes. Dengan keadaan ini tentunya ibu akan merasa tidak nyaman karena keadaan akan menjadi lembab. Selain itu, dengan keadaan seperti ini ibu tidak akan merasa percaya diri ketika akan bertemu dengan orang. Untuk itulah, bagi ibu yang mengalami kasus ini sebaiknya gunakan breast pad. Breast pada ini digunakan dengan diselipkan dalam bra. Dengan breast pad maka rembesan ASI dapat ditahan sehingga tidak akan membasahi baju, khususnya area payudara.

Bra Khusus Menyusui

Selama masa menyusui, sebaiknya ibu menggunakan bra khusus menyusui. Bra menyusui ini selain akan membuat ibu merasa lebih nyaman, juga akan memudahkan ibu ketika menyusui bayinya. Ketika bayi ingin menyusu, dengan bra khusus menyusui ini anda tinggal membuka kaitan dan langsung bisa menyusui si kecil.

Botol Untuk Menyimpan ASI

Untuk menyimpan ASI perah maka penting untuk menggunakan botol khusus menyimpan ASI. Simpanlah ASI yang sudah anda perah pada botol, kemudian jangan lupa untuk memberi tanggal pada setiap botolnya. ASI perah dapat anda berikan ketika bekerja atau beraktivitas di luar rumah.

Teether

Ketika berusia 5 bulan, biasanya gigi pertama bayi akan mulai tumbuh. Ketika pertumbuhan gigi, gusi akan terasa gatal. Bahkan mungkin bayi akan terpancing untuk menggigit puting payudara ibunya. Untuk menghindari si kecil menggigit puting payudara saat menyusu, anda dapat menyediakan teether. Ketika anda memilih teether sebaiknya pilihlah teether yang lembut dan perhatikan pula kualitasnya.

Itulah beberapa perlengkapan menyusui yang dapat memudahkan anda dalam menyusui buah hati tercinta. Semua perlengkapan di atas bukanlah perlengkapan wajib yang harus anda miliki, anda dapat membelinya sesuai dengan yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Bayi rewel saat menyusu merupakan salah satu keadaan yang menghambat proses pemberian ASI. Untuk meminimalisir keadaan ini penting mengetahui penyebab dan cara mengatasi bayi rewel saat menyusu.

Ketika menyusui bayi, terkadang ibu kewalahan ketika menghadapi bayi yang sering rewel. Bayi rewel saat menyusu menjadi salah satu hambatan sehingga proses menyusui bayi tidak berjalan dengan baik, akibatnya bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Sebisa mungkin seorang ibu akan meminimalisir kendala atau hambatan saat menyusui agar buah hatinya tetap mendapatkan asupan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, termasuk ketika bayi rewel saat menyusu.

Bayi Rewel Saat Menyusu

Bayi rewel saat menyusu disebabkan oleh beberapa hal. Agar dapat meminimalisir keadaan ini, penting mengetahui apa saja penyebab bayi rewel saat menyusu seperti berikut ini.

Penyebab Bayi Rewel Saat Menyusu

Suplai Air Susu yang Terlalu Banyak atau Sedikit

Salah satu keadaan yang menjadi penyebab bayi sering rewel saat menyusu yaitu keadaan dimana suplai air susu ibu terlalu deras. Keadaan ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman ketika menyusu karena kemampuan menyusu bayi masih terbatas.

Selain suplai air susu yang deras, kemungkinan penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena kurangnya suplai susu sehingga bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Oleh karena itu, pastikan suplai air susu anda terjaga.

Hanya Mau Menyusu Pada Satu Payudara

Pada saat bayi terbiasa menyusu hanya pada satu payudara, kemudian dialihkan pada payudara yang satunya akan membuat bayi rewel. Keadaan ini disebabkan karena perbedaan suplai air susu di antara kedua payudara ibu. Untuk mengatasi masalah seperti ini anda bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Rasa ASI yang Tidak Sesuai

Ibu menyusui tidak disarankan mengkonsumsi makanan yang dapat mempengaruhi ASI. Beberapa makanan yang dapat mempengaruhi ASI di antaranya yaitu makanan bercita rasa pedas, alkohol dan lain sebagainya. Selama menyusui, ibu disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya. Makanan sehat seperti itu akan membuat kualitas dari ASI tetap terjaga.

Perhatian Bayi Teralihkan

Anda jangan terlalu merasa khawatir karena bisa saja penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena perhatian bayi teralihkan. Untuk mengatasi keadaan ini anda dapat mencoba untuk menyimpan kain pada dada bayi kemudian tepuk-tepuk dengan lembut. Ini dilakukan untuk membuat bayi kembali tenang.

Keadaan sekitar dapat mempengaruhi proses menyusui. Mungkin saja bayi merasa tidak nyaman karena lingkungan tempat menyusui terlalu ramai atau gelap sehingga ia akan cenderung lebih rewel. Untuk itu, penting memperhatikan keadaan sekitar saat menyusui bayi.

Ketika bayi anda rewel saat menyusu dan membuat anda kewalahan, cara menyusui bayi agar tidak rewel seperti di bawah ini dapat membantu anda.

Cara Menyusui Bayi Agar Tidak Rewel

  • Langkah pertama kali yang harus anda lakukan sebelum menyusui bayi agar bayi tidak rewel dan merasa lebih nyaman, serta menikmati proses menyusui yaitu dengan memperhatikan keadaan payudara. Sebelum menyusu pastikan anda membersihkan payudara terlebih dahulu. Membersihkan payudara dapat dilakukan sekitar 5 atau 10 menit sebelum anda menyusu.
  • Jika sudah, anda dapat mengangkat bayi dan memposisikannya pada posisi yang tepat, posisi yang nyaman baik untuk bayi maupun untuk anda. Kemudian, posisikan mulut bayi pada payudara anda. Usahakan pelekatan dilakukan dengan baik dan benar. Posisikan mulut bayi anda tepat pada areola atau area hitam payudara. Ini dilakukan agar seluruh bagian puting masuk ke dalam mulut bayi sehingga ibu tidak akan merasa sakit dan bayi mendapatkan cukup ASI.
  • Anda dapat memerah payudara saat menyusui bayi dengan menggunakan satu tangan yang tidak digunakan untuk memeluk bayi anda. Langkah ini dilakukan agar ASI yang keluar lebih banyak.
    Biarkan bayi menghisap ASI sesuai dengan kebutuhannya. Hindari mencabut payudara saat bayi sedang menyusu atau menghisap ASI. Lepaskan payudara dari bayi saat bayi sedang tidak menghisap atau ketika bayi berhenti menghisap. Hindari menarik puting susu langsung dari mulut bayi. Namun, alangkah lebih baik menariknya dengan pelan dan perlahan guna kembali merangsang hisapan bayi.
  • Apabila bayi sudah benar-benar kenyang, anda dapat menghentikan proses menyusui bayi. Sesudah menyusu biarkan si kecil beristirahat terlebih dahulu. Kemudian setelah 2 jam menyusu yang pertama, anda dapat kembali menyusui si kecil dengan payudara yang satunya lagi agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi untuk menunjang tumbuh kembangnya.
  • Jika sudah selesai, sebaiknya bersihkan mulut bayi. Anda dapat membersihkan mulut bayi dengan menggunakan air putih. Air putih digunakan hanya untuk membasuh mulut bayi bukan diberikan untuk minum. Selalu menjaga kebersihan mulut bayi setelah menyusu akan menghindari bayi dari masalah kesehatan seperti sariawan. Pasalnya, apabila bayi mengalami sariawan maka akan mengganggu ketika menyusu, akibatnya bayi lebih rewel.

Dengan demikian, setelah mengetahui beberapa penyebab bayi rewel saat menyusu anda dapat menghindarinya. ASI penting untuk menunjang proses tumbuh kembang bayi, sehingga memaksimalkan pemberian ASI pada bayi penting dilakukan agar bayi mendapatkan cukup ASI. Agar proses pemberian ASI maksimal, maka meminimalisir keadaan yang mempengaruhi proses menyusui penting dilakukan.

Posisi dan pelekatan menyusui yang benar menjadi salah satu prinsip keberhasilan/kegagalan proses menyusui. Untuk itu, agar proses menyusui berhasil penting megetahui teknik pelekatan yang benar dan tepat.

Terkadang ketika menyusui bayi, ibu hanya menganggap sebagai kegiatan untuk memberikan ASI dan tidak memperhatikan berbagai hal yang akan menyukseskan proses menyusui, salah satunya yaitu pelekatan atau latch on. Bahkan tidak sedikit ibu yang menganggap bahwa pelekatan saat menyusui tidak penting dan tidak perlu dipelajari.

Selain posisi menyusui, pelekatan merupakan salah stau hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap ibu menyusui. Posisi menyusui dan pelekatan merupakan salah satu prinsip penting yang menentukan keberhasilan atau kagagalan menyusui bayi berdasarkan WHO.

Pelekatan Menyusui yang Benar

Menyusui dengan pelekatan yang tepat akan membantu bayi mendapatkan ASI secara efektif. Selain itu, ibu tidak akan merasa sakit pada bagian puting payudara pada saat si kecil menghisap. Berikut ini teknik pelekatan menyusui yang benar.

Teknik Pelekatan Menyusui yang Benar

Pertama, anda bisa menggendong bayi dengan posisi perut menempel dengan perut bayi.
Posisikan tubuh bayi dengan tepat yakni telinga, bahu dan pinggulnya sejajar. Ini dilakukan agar si kecil mudah menelan ASI yang dihisapnya.

Kemudian sangga payudara dengan menggunakan tangan. Dekatkan payudara ke mulut bayi hingga si kecil membuka mulutnya. Setelah mulutnya terbuka, anda dapat mendekatkan si kecil ke tubuh anda.
Ketika menyusu pastikan mulutnya terbuka lebar. Sehingga dengan begitu, bagian areola payudara anda, terutama areola bagian bawah masuk ke dalam mulut si kecil.

Selama proses menyusui berlangsung dagu bayi harus menempel ke payudara, sehingga hidung bayi tidak akan menempel. Anda harus menjaga supaya dagu bayi tidak menempel pada dadanya.
Selama menyusui sangga tubuh bayi anda, terlebih lagi pada badan dan bokongnya. Penggunaan bantal atau bantal khusus menyusui dapat membantu memudahkan anda dalam menyangga tubuh si kecil.

Seperti apa pelekatan yang baik?

  • Pelekatan yang baik harus memenuhi 4 kriteria seperti berikut:
  • Areola payudara ibu bagian atas harus lebih banyak terlihat.
  • Mulut bayi terbuka dengan lebar.
  • Dagu menempel pada payudara ibu.
  • Bibir bagian bawah terputar keluar.

Tips Menemukan Posisi Menyusui yang Benar dengan Mudah

Apabila saat menyusui anda merasa lebih nyaman, tidak merasa sakit, bayi menyusu dengan rileks tanpa ada masalah, serta terdengar suara bayi menelan ASI, maka posisi menyusui bayi sudah tepat.
Untuk membantu menemukan posisi menyusui yang benar lebih mudah, beberapa hal seperti berikut ini dapat anda perhatikan:

  • Sebelum mulai menyusu anda dapat mencari tempat duduk yang nyaman, baik intuk ibu atau untuk si kecil. Dengan posisi menyusui yang nyaman maka anda tidak perlu lagi mengganti-ganti posisi menyusui.
  • Ketika menyusui bayi, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman dan memudahkan akses untuk menyusui bayi. Sehingga dengan begitu ibu tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu mempersiapkan sebelum menyusui bayi.
  • Gendong si kecil dengan posisi yang dapat membuatnya lebih nyaman. Sehingga akan membuat ia lebih mudah meraih atau melepaskan puting dari mulutnya.
  • Selama menyusui, kontak kulit antara ibu dan bayi akan membuat bayi merasa lebih nyaman. Kontak kulit juga akan membantu tubuh mengeluarkan hormon yang akan memperlancar pengeluaran ASI.
    Jika payudara terasa sakit saat proses menyusui pada menit pertama, anda dapat segera melepaskan puting dari mulut si kecil dengan hati hati dan perlahan. Cara yang dapat anda lakukan yaitu dengan menyelipkan jari di antara payudara dan mulut bayi dengan lembut. Kemudian anda dapat kembali mencoba memposisikan bayi anda agar dapat menyusu dengan benar.
  • Sebelum memasukan puting payudara ke dalam mulutnya, sebaiknya tunggu hingga mulutnya membuka lebar. Untuk memudahkan anda dapat menstimulasinya, caranya yaitu dengan menekan jari pada bibir atau dagu si kecil dengan lembut. Untuk menghindari trauma, sebaiknya jangan paksa si kecil untuk membuka mulutnya.

Nah, berikut ini merupakan posisi menyusui bayi yang biasanya dipilih oleh para ibu.

Posisi Menyusui Bayi

Cradle Position

Posisi seperti ini biasanya digunakan setelah beberapa minggu bayi dilahirkan. Dengan posisi ini ibu akan lebih mudah dalam mengontrol tubuh sendiri atau tubuh bayinya.

Cross-cradle position

Posisi ini adalah posisi menyusui yang merupakan variasi antara posisi cradle.

Clutch/Football position

Posisi ini dapat dipilih oleh ibu yang melahirkan bayinya dengan operasi caesar. Dengan posisi ini maka ibu dapat menjaga bayi agar tidak terlalu dekat dengan bekas jahitan.

Side-lying position

Posisi ini biasanya sering dilakukan ketika ibu terlalu lelah dan ingin beristirahat.

Laid-back breastfeeding position

Di Indonesia posisi ini sering disebut dengan IMD atau inisiasi menyusui dini. Posisi ini dapat dilakukan saat awal-awal kelahiran atau ibu memiliki masalah dengan pelekatan saat menyusui.

Apapun posisi menyusui yang dipilih, anda harus bisa memastikan bahwa bayi menyusu dengan efektif dan ia mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya.

Menyusui bayi seharusnya menjadi momen yang menyenangkan untuk setiap ibu. Dengan menyusui diharapkan mampu membantu mempererat ikatan antara ibu dan bayi. Apabila ibu selalu merasa kesakitan ketika menyusui bayi, sebaiknya konsultasikan dengan ahli laktasi.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur – Bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Ketika tidur pada waktu menyusu, anda dapat membangunkannya agar si kecil tetap menyusu atau mendapatkan ASI.

Menyusui bayi penting dilakukan oleh ibu untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi. Selain asupan bayi yang terpenuhi, ASI atau air susu ibu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bayi. Selain bayi yang mendapatkan manfaatnya, ibu pun akan merasakannya. Memberikan ASI eksklusif disarankan hingga bayi berusia minimal 6 bulan. ASI eksklusif akan secara tidak langsung akan memberikan imunitas alami pada bayi.

Proses menyusui bayi dapat dilakukan dengan berbagai cara, maupun posisi sesuai dengan kenyamanan ibu dan bayi. Serta dari payudara mana saja atau tidak menitik beratkan hanya pada satu payudara saja.

Menyusui bayi sebaiknya dilakukan sejak bayi lahir. Pada bayi baru lahir ibu disarankan untuk menyusui bayi dengan intensitas yang lebih sering karena bayi baru lahir membutuhkan ASI lebih banyak. Pada bayi baru lahir, pemberian ASI atau menyusui dilakukan sebanyak 8 sampai 12 kali dalam sehari. Dimana untuk waktunya sendiri bisa diatur setiap 2 sampai 3 jam sekali.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur

Namun, bayi baru lahir biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Meskipun begitu sebaiknya anda jangan membiarkan si kecil terus tidur sehingga tidak mendapatkan ASI. Anda dapat membangunkan si kecil untuk menyusu.

Lantas seperti apa cara menyusui bayi yang sedang tidur? Perlu diketahui, memberikan ASI ketika si kecil sedang tertidur tidak disarankan karena akan menyebabkan masalah. Oleh karena itu, sebelum menyusuinya sebaiknya bangunkan terlebih dahulu dan hindari menyusuinya sambil tiduran.

Bahaya Menyusui Bayi Sambil Tiduran

Terkadang setelah bayi bangun tidur untuk memudahkan, ibu menyusui bayinya sambil tiduran. Namun, menyusui bayi sambil tiduran justru berbahaya untuk bayi. Berikut ini bahaya menyusui bayi sambil tiduran:

Bayi Tersedak

Menyusui bayi sambil tiduran dapat meningkatkan risiko bayi tersedak ASI. Penyebab bayi tersedak saat tiduran yaitu karena aliran ASI yang terlalu deras saat posisi ibu tidur miring. Ketika tersedak, tentunya bayi akan batuk. Akan menjadi masalah besar apabila ASI yang membuat bayi tersedak masuk ke dalam paru-parunya sehingga akan mengakibatkan si kecil sulit bernafas. Keadaan akan semakin parah apabila ASI masuk ke dalam paru-paru, si kecil akan mengalami batuk kronik.

Infeksi Telinga

Selain tersedak, menyusui bayi sambil tiduran akan membahayakan telinganya. Ketika menyusu bisa saja ASI masuk ke dalam telinga bayi. Meskipun ASI tidak mengandung zat yang berbahaya, tetapi ASI yang masuk ke dalam telinga bayi akan menyebabkan infeksi telinga. Tanpa disadari ASI yang masuk ke dalam telinga bayi akan menumpuk, sehingga akan menyebabkan munculnya kotoran pada telinga bayi. Apabila tidak segera diatasi, maka keadaan ini akan menimbulkan iritasi dan infeksi telinga.

Bayi Sulit Bernafas

Selama masa menyusui, ukuran payudara ibu tentunya akan lebih besar dari sebelumnya. Ini akan berbahaya jika ibu menyusui bayi sambil tiduran. Posisi menyusui sambil tiduran akan membuat bayi sulit bernafas karena tertutup oleh payudara ibu. Bahkan tidak menutup kemungkinan ibu akan ketiduran sehingga tidak sengaja menindih bayi.

Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur

Cara menyusui bayi yang sedang tidur dapat anda lakukan dengan tepat. Berikut ini cara menyusui bayi yang sedang tidur.

Bangunkan Dengan Lembut

Apabila bayi terlelap tidur saat waktu menyusu, anda dapat membangunkan si kecil dengan lembut dan perlahan. Tunggu beberapa saat hingga si kecil memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia sudah terbangun seperti gerakan mata, atau ia merengek. Ketika itu terjadi anda dapat langsung merengkuh bayi. Usap tubuh bayi dengan lembut, kemudian ajak si kecil berbincang hingga pada akhirnya ia terbangun. Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk mengganti popok hingga si kecil benar-benar terbangun.

Rubah Posisi Menyusu Apabila Bayi Tertidur

Ketika menyusu, bayi biasanya sering tertidur karena terlalu mengantuk. Apabila ini terjadi anda jangan membiarkannya. Agar si kecil terbangun dan kembali menyusu, anda dapat merubah posisi menyusui dengan lembut dan perlahan. Dengan gerakan yang anda lakukan ketika merubah posisi menyusui, si kecil akan terbangun dan langsung kembali menyusu.

Tenangkan Bayi Ketika Menyusu Setelah Tidur

Pada saat si kecil sudah terbangun, ada saatnya dimana ia tidak bisa diam atau bahkan menjadi rewel. Si kecil yang terlalu banyak bergerak akan membuat ibu kesulitan ketika menyusuinya. Jika ini terjadi, maka anda dapat membuka pakaiannya. Kemudian dekap si kecil dan ayunkan dengan perlahan dan hati-ati. Anda dapat mengajak si kecil berbicara atau bersenandung. Dengan cara seperti ini si kecil akan menjadi lebih tenang dan akan memudahkan dalam menyusuinya.

Dengan demikian, bangunkan terlebih dahulu bayi saat tidur sebelum menyusuinya. Setelah si kecil bangun, anda dapat menggendongnya kemudian menentukan posisi menyusui yang tepat. Namun, hindari menyusui dengan posisi miring atau tiduran guna menghindari bahaya yang akan terjadi. Itulah cara menyusui bayi yang sedang tidur. Semoga bermanfaat.