Rasa bosan bisa dialami oleh bayi. Ketika merasa bosan, bayi biasanya enggan melakukan sesuatu, bahkan rasa ingin tahunya seakan-akan padam, dan ia cenderung rewel dan gelisah. Untuk mengatasi keadaan seperti ini, penting mengetahui cara mengatasi bayi bosan.

Selain dialami oleh orang dewasa, rasa bosan dapat juga dialami oleh anak-anak, bahkan bayi. Ketika anak mengalami bosan, maka ia cenderung gelisah dan lebih rewel dibandingkan dengan biasanya.
Tangisan bayi ketika bosan biasanya disertai dengan keinginan bayi untuk berpindah. Keinginan bayi tersebut ditandai dengan kaki dan tangan yang meronta-ronta. Dimana bayi melakukannya untuk memberikan isyarat kepada orangtuanya bahwa ia membutuhkan suasana yang nyaman.

Rasa bosan itu sendiri merupakan reaksi normal yang dialami oleh setiap manusia. Dimana rasa bosan ini akan muncul apabila seseorang melakukan aktivitas yang sama atau secara monoton. Tidak semua orang dapat mengalami bosan. Berdasarkan para ahli mengatakan, ada pula yang memiliki ambang kejenuhan atau rasa bosan cukup tinggi. Hal inilah yang dapat membedakan dalam mengatasi rasa bosan, terutama jika bosan dialami oleh anak bayi atau balita.

Mengatasi bayi bosan

Namun, ketika sedang merasa bosan, ada kalanya bayi menolak melakukan eksplorasi, bahkan rasa keingintahuannya seakan-akan padam. Tentu saja, hal ini tidak baik untuk si kecil. Untuk itu, diperlukan cara untuk mengatasi rasa bosan yang dialami bayi.

Lantas bagaimana cara mengatasi bayi bosan dengan cerdas dan efektif? Untuk mengetahuinya, simak langsung penjelasannya di bawah ini.

Cara Cerdas dan Efektif Mengatasi Bayi Bosan

Beberapa cara dapat anda lakukan untuk mengatasi bayi bosan. Berikut ini cara cerdas dan efektif mengatasi bayi bosan:

Berikan Ruang Gerak

Untuk mengatasi bosan pada bayi ketika sedang mengajaknya ke acara keluarga, maka anda dapat memberikan kebebasan padanya. Berikan kebebasan pada bayi anda untuk bermain di matras atau pada kereta dorongnya dengan memberikan mainan favoritnya. Anda dapat memberikan kebebasan pada bayi anda untuk berekspresi. Selain itu, sesekali anda dapat menjadikan bayi anda pusat perhatian atau memberikannya sapaan agar si kecil tidak lagi merasa bosan.

Bawa Benda Favorit

Meskipun bayi anda masih kecil atau usianya masih hitungan bulan, tetapi bukan berarti ia tidak memiliki benda favorit. Si kecil bisa saja memiliki benda favorit baik itu mainan atau benda yang lainnya. Dengan benda  atau mainan bayi  favorit tersebut, bayi anda akan merasa lebih nyaman. Pastikan benda yang menjadi favoritnya aman. Pastikan pula benda tersebut tidak berukuran kecil atau memiliki hiasan kecil, terlebih lagi apabila bayi anda sudah terbiasa memasukan sesuatu ke dalam mulutnya. Untuk mengatasi rasa bosan pada bayi kapan pun dan dimana pun, anda dapat membawa benda-benda favoritnya tersebut.

Melakukan Reaksi yang Dapat Mengalihkan Rasa Bosannya

Untuk mengatasi rasa bosan yang dialami bayi anda, maka anda dapat mencoba untuk melakukan reaksi yang dapat membuat si kecil teralihkan dari rasa bosannya. Reaksi yang dapat anda lakukan bisa tanpa menggunakan alat bantu, seperti misalkan mengeluarkan suara yang dapat membuat bayi anda merasa tertarik atau anda dapat mengalihkan perhatiannya pada benda-benda yang menarik.

Bawa Bayi Pindah

Bayi yang rewel, gelisah dan menangis karena rasa bosan bisa saja disebabkan karena ia merasa tidak nyaman dengan lingkungan di sekitarnya. Pemicu yang biasanya dialami oleh bayi yaitu karena kepanasan. Untuk mengatasi keadaan ini maka anda dapat mengajak bayi anda pindah dari tempat ia berada untuk mencari suasana yang baru. Agar si kecil tidak merasa bosan, anda dapat mengajaknya berinteraksi. Berada pada ruangan tertentu, dan dalam waktu yang cukup lama tidak hanya akan membuat bayi bosan, tetapi orang dewasa pun tentu akan mengalami hal yang sama.

Melibatkan Anak

Jika anda mengajak si kecil ke suatu acara dalam waktu yang cukup lama yang dapat membuatnya menjadi rewel dan gelisah, sebagai tanda bahwa ia sedang mengalami rasa bosan, maka anda dapat mencoba untuk melibatkannya agar ia merasa ada teman dan diperhatikan. Cobalah untuk mengenalkan hal-hal baru pada bayi anda, mengajaknya berinteraksi atau lain sebagainya.

Ciptakan Kegiatan Sendiri

Rasa bosan akan cepat hilang dan kesenangan akan lebih besar dialami oleh si kecil apabila kegiatan yang dilakukan diciptakan sendiri.

Biarkan Anak Bereksperimen

Orangtua biasanya memiliki ketakutan yang berlebih terhadap anak-anaknya. Bahkan karena ketakutan tersebut membuat orangtua seringkali melarang anak untuk melakukan apapun yang ingin dilakukan anaknya. Anak biasanya memiliki kecenderungan untuk mencoba. Untuk itu, anda dapat membiarkan anak untuk bereksperimen, namun pastikan ia tetap berada di bawah pengawasan orang dewasa. Hindari melarang anak anda untuk berkeksperimen meskipun akibatnya rumah berantakan.

Lakukan Aktivitas Bervariasi

Salah satu penyebab anak bosan yaitu karena ia terus menerus melakukan hal yang sama sepanjang waktu. Jika seperti itu penyebabnya, maka anda dapat membuatnya melakukan aktivitas yang bervariasi. Cobalah ajak anak anda untuk membantu anda atau lain sebagainya.

Lakukan Aktivitas di Luar Rumah

Cobalah untuk mengajak bayi anda melakukan aktivitas di luar rumah. Di luar, anak anda dapat menghirup udara segar yang akan menghilangkan kebosanan yang dialaminya.

Lakukan cara cerdas dan efektif untuk mengatasi rasa bosan yang dialami oleh bayi anda. Hindari melakukan hal-hal yang justru hanya akan membuatnya semakin merasa bosan.

Pada kondisi tertentu, anak anda ingin selalu berada dekat dengan anda bahkan ia akan rewel ketika ditinggal pergi. Rasa cemas karena takut berpisah disebut dengan istilah separation anxiety. Penting mengetahui tips atasi bayi rewel saat ditinggal pergi orangtua.

Mungkin anda akan merasa sedikit kesal ketika sudah siap pergi bekerja tetapi di sisi lain anak menangis dan meminta untuk tetap bersama dengan anda. Mungkin anda bertanya-tanya apa yang terjadi dengan si kecil?

Keadaan yang dialami oleh bayi anda lebih dikenal dengan istilah separation anxiety. Separation anxiety merupakan suatu bentuk kecemasan ketika bayi akan ditinggalkan pergi oleh orangtuanya. Keadaan ini merupakan bagian dari perkembangan emosional si kecil yang dimulai ketika bayi dimana ia mengerti akan keberadaan orang-orang di sekitarnya. Pada kondisi tertentu kecemasan akan sangat terlihat pada bayi atau batita, yang mana pada akhirnya ia akan menjadi marah, kesal dan kecewa ketika orangtuanya akan pergi. Dan memang faktanya, ikatan batin antara bayi dan orangtua sangatlah kuat, ia tidak akan merasa nyaman apabila harus dipisahkan dari orangtuanya yang telah menjaga dan merawat bayi.

Tips atasi bayi rewel

Kapan Separation Anxiety Dialami Bayi?

Kecemasan karena perpisahan dapat dialami bayi ketika usianya 6 atau 7 bulan. Namun, biasanya masa kritis akan terjadi saat bayi berusia 10-18 bulan. Kecemasan yang dialami si kecil umumnya terjadi ketika anda atau pasangan pergi untuk bekerja. Selain itu, bayi dapat mengalami kecemasan ketika malam hari. Yang mana kondisi ini akan mereda saat usianya 24 bulan.

Tanda Separation Anxiety Pada Bayi

Untuk mengetahui apakah bayi anda sedang mengalami separation anxiety atau tidak, anda dapat simak tanda-tanda seperti berikut ini:

Bangun Lebih Awal

Karena takut berpisah dengan orangtuanya akan membuat si kecil bangun lebih awal dari biasanya dan hanya akan kembali tidur jika anda berada di dekatnya.

Tidur Bayi Gelisah

Bayi yang takut berpisah biasanya tidak dapat tidur dengan nyaman dan ia cenderung tidur gelisah. Bahkan ia akan lebih sering terbangun ketika malam hari untuk mencari orangtuanya.

Rewel Ketika Sendirian

Bayi akan rewel ketika ditinggal sendirian meskipun itu hanya ditinggal sebentar ke kamar mandi. Si kecil akan merasa terasingkan meskipun hanya beberapa menit saja.

Menangis Saat Ditinggal Bersama Orang Lain

Meskipun sebelumnya baik-baik saja, tetapi ketika mengalami separation anxiety si kecil akan merengek dan menangis ketika ditinggalkan bersama dengan pengasuhnya.

Tidak Senang Main Sendiri

Apabila bayi anda mendadak tidak semangat bermain sendirian meskipun dengan mainan kesayangannya, berarti ia ingin bermain bersama dengan anda.

Cara Mengatasi Rasa Cemas Pada Bayi

Sebagai langkah untuk membantu si kecil mengatasi rasa cemas saat ditinggal pergi, ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan seperti berikut ini:

Kurangi Intensitas Perpisahan

Langkah ini dapat anda tempuh untuk mengatasi rasa cemas yang dialami oleh bayi anda. Setiap kali si kecil merasa cemas saat ditinggal pergi, maka anda dapat mengajaknya. Apabila anda memilih langkah ini, berarti anda menunggu si kecil untuk mengatasi fese ini dengan sendirinya.

Titipkan Bayi Pada Orang yang Dikenalnya

Anda dapat menitipkan bayi anda pada orang-orang yang sudah dikenalnya seperti ayah, nenek, kakek atau saudara lainnya ketika anda harus meninggalkannya untuk bekerja. Meskipun si kecil belum siap menerima kondisi ini dengan sendirinya, tetapi lambat laun ia akan menyesuaikan dirinya sendiri dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Berikan Kesempatan Pada Bayi Untuk Mengenal Pengasuhnya

Apabila tidak ada keluarga dekat yang bisa dimintai tolong dan anda memutuskan menggunakan pengasuh yang belum si kecil kenal, maka saat anda masih berada di sisinya biarkan si kecil mengenal pengasuh terlebih dahulu agar ia lebih akrab saat tiba waktunya anda meninggalkannya untuk bekerja.
Berikan kesempatan pada si kecil agar ia terbiasa tanpa kehadiran orangtua di sampingnya. Jika anda berencana untuk meninggalkannya bersama dengan anggota keluarga karena harus bekerja, beberapa langkah dapat anda lakukan seperti berikut ini:

Lakukan Percobaan

Anda harus melakukan percobaan terlebih dahulu. Awalnya anda harus membatasi kepergian anda tidak terlalu lama atau tidak lebih dari 1 jam. Jika bayi anda sudah terbiasa dengan pengasuhnya, maka anda dapat menambah durasi waktu meninggalkannya.

Berikan Rasa Nyaman

Sebelum anda benar-benar meninggalkan si kecil, anda dapat mengajak pengasuh atau anggota keluarga lainnya untuk berkunjung ke rumah dan bermain bersamanya. Sebaiknya mintalah pengasuh datang lebih awal atau 30 menit sebelum anda berangkat bekerja. Ini dilakukan agar bayi lebih terbiasa dan mengenal pengasuh sebelum anda pergi meninggalkannya untuk bekerja.

Tetap Tenang

Karena ikatan batin antara anak dan ibu kuat, maka si kecil dapat merasakan apa yang sedang anda rasakan. Anda harus tetap tenang dan tunjukan antusias pada pengasuh yang anda pilih. Saat bayi anda menangis, usahakan anda tidak ikut menangis atau marah. Tetaplah tenang karena bayi anda dapat melalui keadaan ini.

Melakukan Latihan di Rumah

Dalam mengatasi perpisahan dengan orangtuanya, akan lebih mudah bagi bayi apabila ia sendirilah yang menginginkannya. Ketika si kecil merangkak ke ruangan lain atas kemauannya sendiri, maka anda jangan melarangnya, biarkanlah. Meskipun begitu bukan berarti anda tidak terus mengawasinya. Tetap awasi si kecil agar ia tetap aman, namun pengawasan yang anda lakukan jangan sampai disadari oleh si kecil.

Anda dapat mengatakan pada anak anda bahwa anda harus pergi meninggalkan rumah. Anda dapat memberitahunya kemana anda akan pergi. Dengan begitu, anak anda akan mengerti dan belajar bahwa tanpa orang tuanya ia akan tetap baik-baik saja.

Hilangkan Ragu

Perasaan tidak tega dan kasihan tentu akan anda rasakan ketika meninggalkan si kecil. Namun, jangan sampai perasaan tersebut membuat anda ragu. Hindari kembali pulang ke rumah hanya untuk menenangkan anak. Karena hal seperti ini justru hanya akan mempersulit anda, anak dan pengasuhnya.

Berpamitan dengan Hangat

Saat anda hendak pergi meninggalkan bayi anda untuk bekerja atau lain sebagainya, anda dapat berpamitan dengan si kecil dengan memberikan pelukan dan ciuman hangat. Namun, hindari berpamitan dalam waktu yang cukup lama. Hindari pula meninggalkannya dengan bersembunyi-sembunyi karena hanya akan membuatnya semakin rewel, bahkan anda akan kesusahan ketika harus meninggalkannya esok hari.

Terkadang rasa takut berpisah akan dialami si kecil ketika malam hari. Untuk mengatasinya, anda dapat membuat waktu tidur si kecil menjadi menyenangkan dan tenang. Anda dapat menghabiskan banyak waktu bersama si kecil di tempat tidur dengan bernyanyi, membaca dan berpelukan.

Kecemasan yang dialami bayi karena takut berpisah dengan orangtua memang dapat membuat bayi dan anda frustasi. Namun, anda tidak perlu terlalu khawatir karena dengan perlahan rasa cemas ini akan berakhir dengan sendirinya.

Ketika tumbuh gigi, bayi cenderung akan lebih rewel karena merasa tidak nyaman. Keadaan ini jangan dibiarkan, anda bisa segera mengatasi bayi rewel saat tumbuh gigi dengan cara yang sederhana dan aman.

Pada usia 6 bulan, perkembangan bayi dan pertumbuhannya yang menakjubkan terlihat dari senyuman manis yang disertai dengan adanya pertumbuhan gigi susu yang pertama. Pertumbuhan gigi pertamanya diawali dengan akar gigi, selanjutnya ujung gigi yang mendorong melalui gusinya.

Pertumbuhan gigi untuk pertama kalinya biasanya terjadi di bagian depan atas atau bagian bawah. Pertumbuhan gigi seperti ini merupakan pertumbuhan yang normal. Namun demikian, keadaan ini bisa saja menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi yang mengalaminya. Karena bayi cenderung rewel ketika tumbuh gigi, tidak jarang orang tua kewalahan dalam menghadapinya. Rasa tidak nyaman ini biasanya disebabkan karena adanya rasa gatal, mudah tersinggung sehingga akan menimbulkan nyeri.

Bayi Rewel Saat Tumbuh Gigi

Sebenarnya tidak ada patokan kapan bayi akan mulai tumbuh gigi. Akan tetapi umumnya bayi tumbuh gigi saat usianya 6 bulan. Pada usia ini tumbuh kembang bayi sudah mulai terlihat, yang ditandai dengan munculnya gigi susu pada bagian depan atas maupun bawah. Akan tetapi, beberapa bayi mengalami pertumbuhan gigi susunya ketika ia berusia 3 bulan. Anda jangan merasa khawatir apabila gigi susunya tumbuh untuk pertama kalinya pada rentan usia 6 sampai 10 bulan. Apabila setelah usia 14 bulan bayi anda tetap tidak tumbuh gigi susu pertamanya, maka sebaiknya anda segera konsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda umum yang sering terlihat ketika kemunculan gigi susu untuk pertama kalinya yaitu ia sering menangis di malam hari dan cenderung rewel, suhu tubuhnya akan terpengaruhi akan tetapi tidak akan melebihi 39 derajat celcius. Tanda-tanda yang paling sering terlihat yaitu bayi sering mengeluarkan air liurnya, serta keinginannya akan sangat tinggi untuk menggigit benda-benda yang berada di sekitarnya. Nafsu makan bayi mengalami penurunan yang disebabkan karena gusinya membengkak. Untuk mengatasi bayi rewel saat tumbuh gigi, beberapa langkah seperti di bawah ini bisa anda lakukan.

Tips Mengatasi Bayi Rewel Saat Tumbuh Gigi

Usap Gusi Bayi

Langkah mengatasi bayi rewel saat tumbuh gigi yang pertama yaitu dengan mengusap gusi yang ditumbuhi akar gigi. Jika bayi anda menolak sebaiknya hindari memaksanya. Lakukan langkah ini dengan penuh kelembutan. Masukan jari anda ke dalam mulut bayi dengan perlahan. Setelah itu, usap-usap gusinya yang terasa sakit. Untuk sebagian, langkah seperti ini akan membuat bayi merasa lebih nyaman.

Hal yang perlu anda perhatikan ketika hendak melakukan cara ini yaitu, pastikan bahwa jari anda dalam keadaan bersih.

Mainan Teether

Mengatasi bayi rewel saat tumbuh gigi selanjutnya yaitu dengan memanfaatkan mainan teether. Mainan teether itu sendiri marupakan mainan bayi berbentuk lingkaran yang bisa dengan mudah digenggam oleh bayi dan aman meskipun dimasukan ke dalam mulutnya. Untuk meredakan rasa gatal dan tidak nyaman pada gusinya yang ditumbuhi gigi, anda bisa mendinginkan terlebih dahulu mainan teether ini di dalam lemari pendingin atau kulkas. Hindari meletakan mainan ini di dalam freezer guna menghindari bahaya yang akan muncul pada gusi bayi.

Mainan bayi ini tersedia dalam berbagai macam merek, bahan dan bentuk. Ketika membelinya pastikan anda membeli mainan yang berkualitas, dan terbuat dari bahan yang tidak akan membahayakan bayi. Selain mainan seperti ini, anda juga bisa memanfaatkan kain flanel bersih yang sebelumnya sudah didinginkan terlebih dahulu. Karena benda ini langsung berhubungan dengan mulut bayi, maka disarankan untuk memberikan perhatian yang lebih, dimana anda harus membersihkannya tiap hari.

Cemilan Sehat

Untuk menghindari bayi memasukan benda-benda tidak jelas yang belum tentu aman untuk bayi, maka sebagai langkah alternatif anda bisa memanfaatkan cemilan sehat, itupun jika usia bayi sudah enam bulan. Cemilan sehat bisa berupa buah-buahan atau sayuran. Sepotong apel atau wortel bisa menjadi pilihan yang tepat untuk bayi anda. Hindari memberikan cemilan yang mengandung gula, seperti misalkan cokelat. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya kerusakan pada gigi bayi. Untuk mengurangi resiko bayi tersedak, sebaiknya selalu dampingi bayi anda ketika mengkonsumsi cemilannya.

Konsultasi Pada Dokter

Apabila bayi tetap rewel dan keadaan ini berpengaruh pada nafsu makannya, anda bisa segera konsultasi pada dokter. Dalam kondisi khusus, dokter mungkin akan meresepkan obat yang dapat meredakan rasa sakit pada gusinya. Sebaiknya hindari memberikan obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Bayi yang mengalami pertumbuhan gigi umumnya sering memasukan benda ke dalam mulutnya dan mengeluarkan air liur lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Untuk mencegah terjadinya ruam karena air liur, sebaiknya sering-seringlah mengusap atau menglap wajahnya, terlebih lagi area sekitar mulut bayi.

Merawat Gigi Bayi Baru Tumbuh

Merawat gigi bayi yang baru tumbuh memerlukan cara khusus sepert berikut ini.
Untuk menjaga kebersihan gigi bayi dan mencegah bakteri menempel pada gigi, maka anda bisa membersihkannya dengan menggunakan kain flanel atau waslap bersih. Lilitkan kain planel atau waslap tersebut pada telunjuk, kemudian mulai bersihkan gigi bayi setelah makan atau sebelum tidur. Setelah usia bayi sudah agak besar, maka anda bisa menggunakan pasta gigi khusus balita.

Setelah gigi bayi anda mulai tumbuh agak banyak, untuk membersihkannya anda bisa beralih menggunakan sikat gigi khusus balita. Pilihlah sikat gigi dengan bentuk yang sesuai dan bulu sikat yang lembut.