Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi – Seringkali tidak sedikit ibu yang menghadapi kekeliruan pada gumoh dan muntah bayi. Kekeliruan ini penting sekali untuk diluruskan dengan baik. Karena bisa jadi muntah pada bayi menjadi pertanda adanya gangguan pencernaan atau kesehatan pada tubuhnya.

Bayi anda setelah selesai menyusu, lantas beberapa saat kemudian mengeluarkan kembali ASI tersebt dari bagian mulutnya. Kondisi ini seringkali membuat ibu kebingungan apakah hal ini adalah gumoh atau muntah pada bayi?

Mengetahui perbedaan gumoh dan muntah pada bayi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan muntah pada bayi bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan pada tubuhnya. Untuk itu, mari simak apa perbedaan gumoh dengan muntah pada bayi dibawah ini. Baca juga: Apa Itu Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir?

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Berbeda halnya dengan muntah yang dirasakan, gumoh pada bayi tidak terlihat seperti muntah. Umumnya pada muntah bayi akan terlihat kepayahan menahan rasa sakit pada perutnya. Hal ini tentu tidak terjadi pada gumoh. Gumoh pada bayi hanya berupa keluarnya air susu dari mulutnya tanpa membuat bayi terlihat sakit atau mengeluh.

Selain itu, perbedaan ini akan nampak terlihat pada bayi yang muntah. Pada kondisi muntah bayi akan terlihat rewel dan menangis. Ia pun akan cenderung terlihat seperti orang yang kesakitan. Bahkan si kecil pun akan mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Pada saat muntah usia disusui, si kecil akan mungkin terlihat berusaha dengan kuat untuk mengeluarkan susu dari mulutnya pada saat ia muntah. Namun berbeda pada gumoh yang akan nampak lebih tenang seolah ia menumpahkan susu secara tidak sengaja. Lantas apa itu gumoh? Mari simak dibawah ini.

Apa Itu Gumoh?

Gumoh pada bayi adalah sebuah kondisi yang normal dan hampir setiap bayi mengalami haln yang serupa. Biasanya pada usia tiga bulan pertamanya, si kecil akan mengalami kondisi gumoh yang sering. Baru pada saat 1 tahun, gumoh akan berhenti dengan sendirinya.

Kondisi gumoh pada bayi dapat terjadi sebab terdapat katup esofagus dan lambung yang berfungsi agar makanan yang masuk kedalam bagian lambung tidak naik ke atas. Nah, pada saat katup tersebut terbuka maka makanan yang sudah masuk kedalam lambung dan ketika katup tertutup maka makanan tidak akan naik kembali keatas. Fungsi katup inilah yang belum terbentuk dengan sempurna pada bayi. Sehingga membuat makanan dapat kembali ke atas.

Bukan hanya itu, bayi yang memiliki ukuran lambung yang kecil pun akan mengalami kondisi ini. Hal inilah yang menyebabkan makanan yang sudah masuk kedalam lambung naik kembali keatas. Kondisi inilah yang kita kenal dengan sebutan gumoh pada bayi.

Lalu Bagaimana Mencegah Gumoh Pada Bayi

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah agar gumoh pada bayi tidak terjadi. Beberapa hal ini dapat kita simak dipoin-poin dibawah ini.

  • Pastikan si kecil dalam posisi tegak setelah selesai meng-ASI
  • Jangan berikan ASI terlalu banyak
  • Biarkan si kecil untuk bersendawa usai meng-ASI
  • Hindari tekanan pada bagian perut bayi pada saat ia meng-ASI
  • Biarkan bayi anda tidur telentang

Demikianlah beberapa informasi menarik yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga informasi mengenai perbedaan gumoh dan muntah pada bayi diatas akan dapat memberikan anda manfaat dan wawasa yang lebih banyak dan lebih luas seputar merawat bayi.

Meskipun gumoh pada bayi dianggap sebagai keadaan yang lumrah, tetapi jika dibiarkan dan tidak diatasi akan menyebabkan kondisi yang serius. Oleh karena itu, penting mengetahui cara mengatasi gumoh pada bayi.

Salah satu keadaan yang sering terjadi pada bayi dan membuat orang tua merasa khawatir yaitu gumoh. Gumoh itu sendiri sebenarnya suatu kondisi yang umum terjadi. Alasan yang membuat bayi sering gumoh yaitu kerena kondisi sistem pencernaan yang belum sempurna atau belum matang, sehingga dengan begitu akan memudahkan isi perut kembali mengalir ke atas atau ke tenggorokan dan dikeluarkan sebagai gumoh.

Gumoh lebih diartikan sebagai muntah ringan tetapi memiliki perbedaan dengan muntah pada umumnya. Pada gumoh cairan yang keluar hanya sedikit dan mengalir atau mungkin hanya menetes saja berupa susu yang bercampur dengan air liur.

Cara Mengatasi Gumoh Pada Bayi

Meskipun gumoh pada bayi dikatan sebagai keadaan yang normal, tetapi gumoh yang terjadi terus menerus justru akan menyebabkan keadaan yang serius. Oleh sebab itu, orang tua harus tetap waspada dan memperhatikan kondisi gumoh yang dialami oleh buah hati tercintanya.

Penyebab Gumoh Pada Bayi

Keadaan yang membuat bayi gumoh yaitu ketika ia minum susu terdapat udara yang masuk, dimana udara tersebut terjebak dengan cairan. Pada saat berada di dalam lambung, udara yang masuk tersebut akan mencari posisi yang tinggi dan akan dikeluarkan ketika si kecil bersendawa.

Keadaan ini juga dipengaruhi oleh sistem pencernaan bayi. Sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sepenuhnya, dimana lambungnya masih kecil dan otot-otot yang terdapat di bawah kerongkongan bayi masih lemah yang menjadi pintu masuk makanan dan mencegah keluarnya kembali isi lambung. Bagian ini akan bertambah matang seiring bertambah besarnya usia si kecil.

Adapun beberapa keadaan yang dapat memicu terjadinya gumoh pada bayi seperti berikut:
Ketika bayi anda menangis berlebihan maka akan memicu terjadinya gumoh. Bayi menangis ketika ia sedang menyusu akan membuat udara lebih banyak masuk bersama dengan susu, bahkan keadaan ini akan menyebabkan bayi tersedak.

Bayi menderita penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD), dimana penyakit ini akan membuat bayi gumoh dalam jumlah yang banyak atau bisa disebut dengan muntah.

Kepekaan bayi terhadap makanan akan memicu terjadinya gumoh pada bayi. Seperti misalkan bayi yang alergi terhadap makanan tertentu, contohnya susu sapi, dimana susu formula atau susu sapi yang diminum oleh sang ibu. Konsumsi obat ibu pun harus diperhatikan karena biasanya memiliki kaitan dengan gumoh.

Cara Mengatasi Gumoh Pada Bayi

Cara mengatasi gumoh pada bayi penting diketahui oleh setiap orang tua yang sering dihadapkan pada gumoh yang dialami oleh bayinya. Gumoh yang tidak diatasi dengan baik akan menimbulkan keadaan berbahaya, dimana cairan gumoh akan masuk ke saluran pernafasan.

Apa yang harus dilakukan ketika bayi gumoh?

  • Ketika bayi anda gumoh atau muntah, maka hindari untuk langsung mengangkatnya. Keadaan ini akan membuat gumoh turun dan masuk ke dalam paru-paru.
  • Apabila gumoh terjadi pada saat bayi berada dalam posisi telentang, maka anda bisa segera memiringkan badan dan kepalanya.
  • Apabila gumoh terjadi ketika bayi sedang digendong dan dalam posisi tegak, bungkukan sedikit badan ke depan.

Cara meminimalisir gumoh pada bayi

  • Apabila bayi anda sering gumoh, maka sebaiknya hindari menyusuinya atau memberikan susu pada saat bayi berada pada posisi berbaring datar. Akan tetapi, usahakan kepala berada pada posisi lebih tinggi dibandingkan dengan perutnya atau sekitar 30 derajat.
  • Setelah selesai menyusu, anda bisa memposisikan bayi anda dalam posisi tegak. Anda bisa menggendongnya hingga ia bersendawa atau melakukan cara membuat bayi bersendawa dengan posisi yang tepat.
  • Setelah bayi anda selesai menyusu, penting untuk menghindari merangsang si kecil dengan aktivitas yang berlebihan. Stimulasi gerakan pada perut akan meningkatkan resiko terjadinya gumoh pada bayi.
  • Disarankan untuk memeriksa dot yang digunakan untuk memberikan ASI atau susu formula pada si kecil. Periksalah lubang dot tersebut, pastikan lubang dot tidak terlalu kecil. Pasalnya, jika lubang dot terlalu kecil akan memungkinkan udara lebih banyak masuk. Sedangkan lubang dot yang terlalu besar justru akan membuat susu mengalir lebih besar dan memicu gumoh terjadi. Oleh karena itu, sebagai solusi yang tepat pastikan lubang dot tidak terlalu kecil maupun tidak terlalu besar.
  • Hindari bayi duduk dikursi khusus bayi setelah selesai menyusu, karena ini akan meningkatkan tekanan pada perut.
  • Berikan bayi anda susu dalam porsi yang sewajarnya saja atau sesuai dengan kebutuhan si kecil. Hindari memberikannya susu secara berlebihan. Untuk mencegah si kecil minum susu terlalu banyak, anda jangan menyusui si kecil dengan menunggunya hingga benar-benar lapar. Ketika bayi terlalu lapar ia akan tergesa-gesa ketika minum susu dan memungkinkan udara lebih banyak masuk. Berikan susu atau ASI sedikit demi sedikit namun sering.

Tetap waspada terhadap gumoh yang dialami oleh bayi anda. Apabila gumoh yang dialami si kecil diiringi dengan keadaan yang tidak wajar, maka anda bisa segera membawa si kecil ke dokter untuk memastikan keadaannya.

Demikian beberapa langkah yang bisa anda lakukan sebagai cara mengatasi gumoh pada bayi.

Bayi muntah setelah diberi ASI sering terjadi pada bayi. Namun, ketika bayi mengeluarkan isi perut melalui mulut tidak selamanya dianggap sebagai muntah, karena bisa saja itu gumoh. Anda bisa meminimalisir terjadinya gumoh setelah bayi diberi ASI.

Bayi umumnya sering mengalami muntah atau gumoh. Namun, gumoh memiliki perbedaan dengan muntah. Keduanya merupakan hal yang biasa dan normal terjadi pada bayi, serta bukanlah suatu tanda atau gejala yang serius pada bayi. Namun, dalam beberapa kasus muntah pada bayi sebagai tanda adanya masalah serius.

Baik itu gumoh maupun muntah yang terjadi pada bayi merupakan suatu keadaan dimana isi lambung keluar. Namun, bedanya pada gumoh isi lambung yang keluar diilustrasikan sebagai air yang mengalir ke bawah, bisa sedikit atau banyak, pasif atau spontan. Sedangkan muntah isi lambung yang keluar lebih banyak, dengan kekuatan lambung atau tanpa adanya kontraksi dari lambung. Bayi berusia 4 bulan ke bawah biasanya sering mengalami gumoh minimal sehari 1 kali. Akan tetapi kejadian ini semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi. Meskipun gumoh pada bayi masih dibilang sebagai keadaan yang wajar dan normal, akan tetapi jika gumoh yang terjadi berlebihan akan menyebabkan berbagai macam gangguan dan masalah seperti menimbulkan komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi itu sendiri.

Bayi muntah setelah diberi ASI

Penyebab Bayi Muntah Setelah Diberi ASI (Gumoh)

Muntah sering kali dikeluhkan oleh orang tua ketika bayi mengeluarkan isi perutnya. Namun, tidak selamanya isi lambung keluar melalui mulut adalah muntah, karena bisa saja bayi mengalami gumoh. Lantas apa penyebab gumoh pada bayi? Berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab gumoh atau bayi muntah setelah diberi ASI.

  • Posisi Menyusui. Sering kali ibu menyusui dengan tidak menerapkan cara menyusui yang benar, dimana posisinya berbaring dan miring menghadap si bayi yang tidur telentang. Posisi seperti ini sebenarnya tidak baik dilakukan. Sebab, cairan atau ASI tidak akan masuk ke dalam saluran pencernaan, melainkan ke saluran napas. Sehingga dengan begitu bayi akan gumoh atau muntah setelah diberi ASI.
  • Pemakaian bentuk dot. Pemberian bentuk dot berpengaruh terhadap terjadinya gumoh pada bayi. Misalkan, apabila bayi anda menyukai dot besar, kemudian ia diberi dot kecil maka ia akan mulai malas untuk menghisap karena lama. Yang mana keadaan ini akan mengakibatkan susu tetap keluar dari dot yang akan memenuhi mulut bayi, udara yang masuk pun akan menjadi lebih banyak. Udara tersebut akan masuk ke lambung sehingga bayi akan mengalami gumoh.
  • Dari mulut, susu atau ASI akan masuk ke dalam saluran pencernaan, kemudian masuk ke dalam lambung. Di antara ke dua organ ini terdapat sebuah klep yang berfungsi sebagai penutup lambung. Yang mana pada bayi klep ini masih belum bisa berfungsi dengan sempurna.
  • Bayi terlalu aktif dapat menjadi penyebab bayi sering gumoh atau bayi muntah setelah diberi ASI, seperti misalkan bayi terus menerus menangis atau menggeliat. Kegiatan seperti ini akan membuat tekanan dalam perut bayi menjadi tinggi, sehingga susu atau ASI yang diminumnya akan kembali dikeluarkan dalam bentuk gumoh atau muntah.

Bagaimana Cara Meminimalisir Gumoh atau Muntah Pada Bayi?

Gumoh atau muntah pada bayi bisa diminimalisir agar tidak terus dialami oleh sang bayi. Berikut ini langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk meminimalisir bayi gumoh atau bayi muntah setelah diberi ASI.

  • Sebaiknya hindari memberikan ASi atau susu ketika bayi anda berbaring. Setelah menyusu disarankan untuk tetap membuat posisi bayi anda tetap tegak selama kurang lebih 30 menit.
  • Setelah bayi menyusui sebaiknya hindari segala hal yang akan merangsang aktivitas.
  • Hindari meletakan bayi pada kursi setelah menyusu karena akan meningkatkan tekanan pada perut.
  • Atur waktu menyusu pada bayi dan kontrol jumlah ASI atau susu yang diberikan pada bayi. Sebaiknya berikan susu atau ASI dalam jumlah sedikit namun sering.
  • Setelah bayi menyusu sebaiknya buat ia bersendawa.
  • Sebaiknya cek lubang dot yang anda gunakan untuk memberikan ASI atau susu kepada bayi anda.
  • Apabila lubang dot terlalu kecil maka udara yang masuk akan lebih meningkat. Sedangkan jika lubang terlalu besar akan membuat susu cepat mengalir sehingga kemungkinan besar bayi akan gumoh atau muntah.
  • Ketika menyusui sebaiknya miringkan posisi bayi. Kepala bayi anda diposisikan lebih tinggi dibandingkan kaki, sehingga posisinya membentuk sudut 45 derajat. Sehingga dengan begitu cairan yang masuk melalui mulutnya akan turun ke bawah dengan mudah.
  • Jangan biarkan bayi terlalu lapar. Ketika bayi terlalu lapar maka ia akan tergesa-gesa ketika menyusu, yang mana akibatnya udara akan dengan mudah masuk.

Hal yang Harus Diperhatikan

Hindari Mengangkat Bayi Saat Gumoh

Sebaiknya hindari mengangkat bayi anda saat ia gumoh atau muntah karena hal ini sangat berbahaya. Ketika bayi diangkat maka muntah atau gumoh akan turun kembali dan masuk ke dalam paru-paru, yang mana akibatnya akan mengganggu paru-paru. Sebaiknya miringkan bayi anda dan biarkan ia gumoh atau muntah.

Jangan Khawatir Ketika Bayi Mengeluarkan Gumoh dari Hidung

Keadaan ini justru lebih baik dibandingkan cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Muntah atau gumoh yang terjadi pada bayi tidak hanya akan keluar dari mulut saja, melainkan bisa juga keluar dari hidung. Hal ini disebabkan karena hidung, mulut dan tenggorokan memiliki saluran yang saling berhubungan.

Hindari Bayi Tersedak

Ketika bayi tersedak maka muntahannya akan masuk ke saluran pernapasan dan keadaan ini sangat bahaya. Lebih bahaya lagi jika bayi tersedak susu yang sudah masuk ke dalam lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah bayi tersedak anda bisa memiringkan badannya.