Benarkah Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan? – Proses kehamilan memang memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kenaikan berat badan sang ibu. Setelah usai melahirkan seringkali banyak ibu dibuat tidak percaya diri dengan penampilannya saat ini. Dengan demikian, tidak heran bila banyak ibu akan mengupayakan segala hal untuk dapat mengembalikan ukuran tubuhnya pada kondisi semula, termasuk saat mendengar rumor bahwa menyusui dapat bantu turunkan berat badan. Lantas benarkah demikian? Simak dibawah ini.

Kondisi kenaikan berat badan yang terus melambung dan membesar tentu menjadi kekhawatiran tersendiri pada benak perempuan. Hal heran bila hal ini membuat beberapa orang yang mengalami kondisi seperti ini dibuat tidak percaya diri dengan penampilannya saat ini. Kenaikan berat badan yang terjadi selama masa kehamilan adalah hal yang lumrah terjadi. Hal ini dikarenakan tubuh ibu memerlukan asupan banyak vitamin dan nutrisi dari konsumsi makanan. Oleh karenanya tidak heran bila ukuran berat ibu selama hamil akan cenderung melambung tinggi.

Namun belakangan ini banyak kabar beredar bahwa kegiatan menyusui si kecil usai melahirkan dapat membantu ibu untuk dapat memangkas lebih cepat berat badan. Lalu benarkah demikian? Mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Benarkah Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan?

Benarkah Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan?

Seringkali seorang wanita setelah usai melahirkan dirundung dengan masalah ketidak percayaan diri seputar ukuran berat badannya. Terutama masalah ini akan semakin terasa nyata dampaknya tatkala anda adalah seorang wanita karir yang dituntut untuk selalu tampil mempesona.

Akan tetapi rupanya belakangan menyerebak berita mencengangkan seputar kegiatan menyusui yang dapat membantu menurunkan berat badan. Salah satunya adalah beberapa selebritis dunia yang mengklaim hal yang satu ini. Sebut saja namanya Rebecca Romijin dan Angelina Jolie. Keduanya mengaku memiliki satu rahasia untuk mendapatkan kembali tubuh ideal seperti yang telah didiamkan, yakni menyusui.

Siapa sangka bahwa rupaya kegiatan yang satu ini mampu membakar sejumlah lemak dalam tubuh bahkan sampai dengan 600 kalori dalam satu harinya. Akan tetapi, benarkah dimikian? Apakah dengan menyusui dapat membantu ibu untuk cepat memiliki tubuh seperti yang telah didambakan?

Jawabannya belum tentu demikian. Sebab sampai saat ini belum ada penelitian yang memang menunjukan bukti secara pasti bahwa menyusui dapat benar-benar menurunkan berat badan atau tidak. Namun menurut seorang penulis The F-Factor Diet, Tanya Zuckebrot, M.S.,R.D, menyusui bukanlah satu-satunya cara untuk dapat menurunkan berat badan.

Lalu berbicara mengenai mengapa ada wanita yang dapat menurunkan berat badan dengan melakukan pemberian ASI pada buah hatinya, Tanya menjawab bahwa menyusui memang dapat membakar sebanyak 300 sampai dengan 500 kalori setiap harinya. Akan tetapi hal yang perlu diingat dari hal ini adalah kegiatan menyusui membutuhkan energi untuk membantu produksi ASI.

Pengaruh Menyusui Terhadap Tubuh

Selain itu, Tanya juga mengungkapkan bahwa seorang wanita menyusui akan dapat kehilangan berat badannya dengan lebih cepat. Hal ini umumnya terjadi karena ibu menyusui tidak mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan kalori ekstra. Jadi demikian, kemungkinan menurunkan berat badan pada ibu menyusui akan lebih besar apabila anda mendukungnya dengan diet yang sehat dan seimbang. Artinya tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak atau kalori yang berlebihan.

Lalu apa lagi yang membuat para ibu baru menjadi langsing? Tanya mengungkapkan bahwa wanita yang mudah mengembalikan ukuran berat badannya setelah melahirkan adalah mereka yang menjaga berat badannya selama kehamilan. Tak heran, sebab hal ini pun disarakan oleh dokter. Wanita hamil tidak disarankan menaikan ukuran berat badannya lebih dari 15 kilogram. Dan setelah melahirkan, ibu akan kehilangan sebanyak 6 kilogram karena berat bayi, cairan dan plasenta darah yang sebelumnya berada dalam perut ibu hamil.

Menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat memang akan sangat didamba oleh para wanita. Akan tetapi, satu hal penting yang perlu untuk diperhatikan adalah ibu menyusui perlu menjalankan diet yang sehat dan aman. Sementara itu, selebihnya wanita bisa menjaga berat badannya selama masa kehamilan mengingat resiko diabetes gestasional, berat badan bayi berlebih sampai dengan resiko komplikasi persalinan dan pre-eklampsia.

Cara Menerapkan Diet Sehat Untuk Ibu Menyusui

Ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badan perlu memperhatikan metode diet yang dijalankan. Hal ini dikarenakan pada masa menyusui anda tetap membutuhkan asupan nutrisi dan gizi dari makanan yang sehat. Nah dibawah ini adalah beberapa tips diet yang sehat yang dapat dijalankan oleh ibu menyusui.

Terapkan Pola Diet Sehat dan Seimbang

Diet yang dijalankan oleh ibu menyusui bukanlah jenis diet ekstrim dengan mengurangi asupan makanan kedalam tubuh. Jenis diet seperti ini tentu bukanlah pilihan yang bijak untuk dijalankan. Sebab bagaimanapun, ibu menyusui masih tetap membutuhkan asupan nutrisi dari makanan guna mendukung produksi ASI dalam tubuhnya.

Untuk itu, penting sekali untuk anda memilih program diet yang aman dan seimbang. Artinya mengurangi konsumsi makanan dengan kalori yang tinggi dan memperbanyak konsumsi terhadap makanan sehat seperti sayur dan buah. Ketika menyusui, ibu tidak dianjutkan untuk melakukan diet yang ketat. Karena hal ini akan dapat membuat persediaan ASI berkurang dan malah tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh si bayi. Untuk ibu yang tidak ingin mengalami peningkatan berat badan menjadi lebih buruk maka sebaiknya lakukan diet dengan mengkonsumsi maksimal sebanyak 2.200 sampai dengan 2.700 kalori setiap harinya.

Rutin Berolahraga

Hal selanjutnya yang penting untuk dilakukan untuk anda yang ingin menurunkan berat badan lebih cepat adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan lebih aman maka konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jenis olahraga apa yang baik untuk dilakukan. Atau apabila anda ingin metode yang lebih praktis, mudah dan lebih murah. Maka tidak ada salahnya untuk meluangkan sedikitnya 30 menit dengan berjalan di komplek rumah ambil mendorong stroller si kecil. Hal ini pun akan tentu menyenangkan itung-itung anda menikmati waktu bermain bersama dengan si buah hati.

Sementara itu, kegiatan olahraga lain yang akan membantu anda untuk dapat menurunkan berat badan dengan lebih cepat adalah dengan melakukan yoga. Yoga dianggap sebagai salah satu sarana olahraga yang akan dapat membakar kalori dengan lebih merata. Untuk itu, cobalah mulai saat ini menggali lebih dalam informasi mengenai jenis yoga yang akan dapat anda pelajari.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya menjaga asupan makanan dan menerapkan pola hidup sehat adalah hal penting yang akan membantu anda untuk mendapatkan ukuran badan yang diinginkan. Selain itu, perhatikan untuk tidak menjalankan pola diet ketat yang menyiksa sebab pada saat menyusui ibu masih membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi penting dari konsumsi makanan yang sehat.
Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan.

Tips dan Trik Memompa ASI Agar Dapat Lebih Banyak – Salah satu masalah umum yang banyak dikeluhkan oleh ibu menyusui adalah kurang atau tidak suburnya produksi ASI. Akan tetapi, sebenarnya ada cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini agar pada saat tertentu si kecil tidak rewel karena tidak ada ASI. Salah satunya adalah dengan memompa ASI dan menyimpannya dengan baik agar anda tidak kekurangan ASI. Nah, simak dibawah ini tips dan trik memompa ASI agar dapat lebih banyak.

Ibu yang mengalami keluhan ASI-nya tidak lancar atau ibu yang bekerja pada umumnya akan menghadapi masalah yang sama saat memberikan ASI untuk buah hatinya. Kebingungan ini biasanya terjadi pada ibu muda ketika telah habis masa cuti kehamilan dan kelahirannya. Beberapa diantaranya merasa berat untuk meninggalkan si buah hati dan tak sedikit diantaranya lebih memutuskan untuk berhenti bekerja.

Akan tetapi, tentunya tidak semua orang memiliki pilihan untuk dapat resign dari pekerjaannya dan memilih menjalankan peran sebagai ibu penuh waktu. Ada beberapa alasan yang membuat mereka harus tetap bekerja meski tengah dalam proses menyusu.

Nah, melihat kasus yang seperti ini anda mungkin akan dibuat kebingungan bagaimana membagi waktu antara kewajiban dan pekerjaan anda saat ini. Namun tenang, saat ini meskipun anda adalah seorang wanita karir anda tetap dapat memberikan ASI pada si kecil, yakni dengan cara memompanya. Yuk, simak tipsnya dibawah ini.

Tips dan Trik Memompa ASI Agar Dapat Lebih Banyak

Tips dan Trik Memompa ASI Agar Dapat Lebih Banyak

Memompa ASI dan menyimpannya ditempat tertentu yang bersih adalah cara dan solusi yang tepat yang banyak dipilih oleh mereka yang tidak dapat memberikan ASI secara langsung. Begitupula dengan ibu yang mengalami masalah dengan ketidak suburan ASI. Daripada membuat bayi mereka menunggu lama saat lapar, mereka lebih memilih untuk dapat memompa ASI-nya. Sehingga dengan segala keterbatasannya mereka berharap dapat memberikan ASI pada si kecil dengan lebih baik.

Sayangnya, meskipun ASI sudah berusaha untuk dikeluarkan dengan menggunakan pompa seringkali kita perlu bekerja keras untuk mendapatkan ASI yang banyak. Hal ini pun membuat anda banyak menghabiskan waktu untuk mendapatkan takaran ASI yang dirasa cukup. Nah, untuk mengatasi masalah ini maka berikut ini adalah beberapa tips dan trik agar memompa ASI bisa lebih banyak dan anda tidak perlu bekerja terlalu keras.

Persiapan yang Matang

Persiapan memberikan ASI perah pada buah hati anda tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa dan dalam waktu yang terburu. Hal ini memerlukan persiapan yang matang dan perlu dilakukan dari jauh-jauh hari sebelum tiba masanya. Anda perlu merencanakannya terlebih dahulu, bila perlu pembicaraan ini sudah harus dipertimbangkan saat sebelum persalinan.

Mulailah dengan membeli peralatan pompa ASI untuk memudahkan anda melakukan hal ini. Sebab tubuh anda memerlukan waktu untuk dapat memproduksi ASI. Oleh karenanya persiapan yang matang perlu benar-benar dicanangkan sebelumnya.

Selain itu, kondisi terburu yang terjadi akan mungkin membuat anda panik dan stress bila ternyata hasilnya masih kurang memuaskan. Perlu diketahui perasaan stres yang terjadi akan membuat produksi ASI menjadi terhambat.

Tentukan Pilihan Anda

Dalam hal memilih metode memerah ASI sebaiknya mulai putuskan dari saat ini. Anda dapat memilih apakah anda akan memerah ASI secara manual dengan menggunakan tangan atau memerahnya dengan menggunakan alat pompa. Ketika anda memilih menggunakan alat pompa atau breastpump maka segera persiapkan peralatan tersebut dengan baik. Latihan atau praktek akan memberikan hasil yang lebih baik untuk anda. Untuk itu, banyaklah meluangkan waktu untuk berlatih menggunakan alat ini. Selain itu, latihan akan dapat membuat anda mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memompa ASI saat ASI sedang deras-derasnya.

Selalu Berpikiran Positif

Memberikan energi baik pada tubuh anda dengan selalu berpikiran positif akan membantu anda menjadi lebih tenang. Sehingga dengan begini maka produksi ASI dalam payudara akan jauh lebih lancar dan lebih deras dibandingkan pada saat anda merasa panik atau stres. Selain itu, dukungan dari pasangan akan membuat anda merasa lebih percaya diri dan yakin bahwa anda bisa tetap memberikan ASI pada si kecil. Yang terpenting jangan pernah merasa takut atau panik saat apa yang anda dapati tidak sesuai dengan harapan anda. Sebab anda akan dapat terus mencobanya dilain waktu.

Hindari Merokok

Merokok selama proses menyusui bukanlah pilihan yang bijak. Sebab hal ini akan dapat memberikan pengaruh yang tidak baik untuk produksi ASI dalam tubuh anda. Paparan nikotin yang ada pada rokok akan menghambat produksi ASI sekaligus mengkontaminasinya. Kontaminasi dari rokok akan dapat mengubah rasa susu yang tentunya mengurangi gizi pada ASI untuk si bayi. Untuk itu, upayakan agar anda tidak merokok selama anda menjalankan kewajiban anda memberikan ASI pada buah hati.

Langkah-Langkah Memompa ASI Agar Lebih Deras

Ada beberapa hal yang perlu untuk dilakukan pada saat anda memompa ASI agar hasilnya lebih banyak. Beberapa hal tersebut dapat disimak dibawah ini.

  • Cucilah tangan anda dengan menggunakan sabun dan air guna memastikan bahwa tangan anda steril saat hendak memerah ASI dengan menggunakan pompa. Lalu setelah itu, keringkan dengan baik menggunakan handuk bersih.
  • Cucilah botol penyimpanan ASI sebelum anda hendak menggunakannya. Pastikan bahwa bagian-bagian dari pompa ASI dibersihkan dengan baik menggunakan air pans dan sabun. Ayah juga bisa membantu ibu melakukan hal ini.
    Setelah itu, kompres terlebih dahulu bagian payudara dengan menggunakan handuk hangat dan lakukan pemijatan kebagian arah menuju puting dengan perlahan.
  • Akan lebih baik jika anda memompa ASI setelah menyusui si kecil sebab pada masa ini ASI sedang deras-derasnya. Tunggu sementara 15 menit dan pompa ASI dengan perlahan menggunakan alatnya.
  • Ketika ASI keluar, segera tampung kedalam botol dan tutupi dengan merata agar ASI tidak terkontaminasi atau membuat kualitas ASI menjadi berkurang.
  • Pompa ASI 3 jam sekali agar ritme produksi ASI tetap terjaga dengan baik. Dengan begini ibu tetap akan dapat menghasilkan ASI yang deras dan banyak saat dipompa.
  • Segera tempatkan ASI dalam lemari pendingin secepat anda mendapatkan takaran yang cukup pada saat memompa ASI. Hal ini akan membantu kesegaran dan kualitas ASI dengan lebih baik.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya, persiapan yang matang dan rasa percaya diri ibu sewaktu memompa ASI akan dapat mendukung kelancaran produksi ASI sehingga ibu dapat memberikan kepuasaan untuk si kecil. Kebutuhan ASI yang tercukupi pada tubuh si kecil akan dapat bermanfaat baik untuk mendukung tumbuh kembangnya berjalan dengan lancar. Untuk itu, tidak sebaiknya ibu menyepelekan pemberian ASI untuk buah hatinya.

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar – Kondisi selepas melakukan operasi caesar seringkali meninggalkan bekas luka yang belum sembuh benar. Akan tetapi, diwaktu yang bersamaan kewajiban bunda untuk tetap menyusui buah hatinya adalah tuntutan yang tidak boleh dilewatkan. Nah, untuk membantu posisi menyusui agar lebih nyaman berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Melahirkan menjadi momen yang paling penting sekaligus mendebarkan untuk setiap wanita. Betapa tidak, perjuangan yang panjang yang telah dinanti selama ini akhirnya akan dapat berbuah. Hanya saja, detik-detik menantikan kelahiran bayi seringkali menjadi hal yang begitu mendebarkan dan penuh dengan rasa panik yang luar biasa.

Proses melahirkan pada setiap wanita memang tidak terjadi dengan mudah. Ada sebagian perempuan yang memang menghadapi kendala dimana mereka tidak dapat menghadapi persalinan yang normal. Kondisi ini akhirnya membuat dokter harus mengambil tindakan alternatif untuk melahirkan si kecil lewat operasi caesar. Operasi ini dilakukan dengan memberikan sayatan pada bagian tertentu diperut ibu untuk memungkinkan bayi dikeluarkan lewat bagian ini.

Akan tetapi tentunya luka yang ditinggalkan selepas melakukan operasi akan membutuhkan masa penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan persalinan yang normal. Hanya saja, hal ini akan sedikit menjadi kendala untuk masa penyembuhan tatkala kewajiban menyusu tidak dapat ditunda. Nah, untuk itulah mari kita simak beberapa hal dibawah ini untuk membuat posisi menyusui menjadi lebih nyaman setelah proses operasi caesar.

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar

Tindakan operasi caesar yang dilakukan oleh dokter pada ibu saat melahirkan umumnya akan meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat sembuh. Walaupun demikian ketika sang bayi lahir mereka tetap membutuhkan asupan ASI sebagai nutrisi yang palling penting untuk pertumbuhannya. Inilah yang memicu banyak kekhawatiran bagi sang ibu karena merasa takut bila mereka tidak dapat memberikan ASI secara ekslusif. Namun berikut ini adalah beberapa posisi menyusui yang akan membantu ibu merasa nyaman setelah melakukan operasi caesar.

Posisi Tidur

Saat pertama kali memberikan ASI pada si kecil setelah proses operasi yang cukup panjang dan melelahkan anda dapat mencoba posisi tidur. Posisi ini akan dapat membantu anda lebih rileks dan merasa nyaman. Adapun posisi yang dapat dipraktikan adalah posisi tidur menyamping dimana tubuh anda miring ke bagian salah satu sisi baik itu kanan maupun kiri. Posisi miring serta mengempit yakni diantara lengan dan tubuh ini akan memudahkan anda untuk memberikan ASI pada si kecil.

Sementara itu, lewat posisi ini anda akan dapat menyesuaikan posisi nyaman anda, apakah miring kebagian kanan atau ke bagian kiri. Bila anda sedikit merasakan nyeri pada bagian perut maka anda bisa menyangganya dengan menggunakan bantal pada bagian depan antara perut dan paha anda. Posisi ini aka dapat melindungi bekas luka operasi pada tubuh ibu dan mengurangi beban pada tubuh bayi.

Posisi Bersandar

Selain posisi tidur diatas, posisi lain yang akan memungkinkan anda mendapatkan posisi yang lebih nyaman adalah posisi bersandar. Anda dapat menggunakan bantuan kursi yang berlengan dan memiliki sandaran yang tegak. Bahkan bila anda masih kurang merasa nyaman maka jangan sungkan untuk meminta sanggahan pada bagian punggung berupa bantal. Selain dibagian belakang, bantal pun akan dapat anda gunakan untuk menyangga bagian lengan. Sebab posisi ini memungkinkan ibu mengangkat si kecil sedikit lebih tinggi. Penggunaan bantal akan membantu anda tidak mudah merasakan pegal.

Peran Suami

Peranan suami untuk ikut terlibat dan membantu anda sewaktu memberikan ASI pada si buah hati akan jauh lebih dibutuhkan. Apalagi jika tidak ada orang lain yang ikut membantu anda. Pastikan untuk ibu mengajak pasangan untuk melihat bagaimana tim medis membantu ibu mengatur posisi dengan nyaman dan benar. Hal ini diharapakan akan dapat membuat suami mampu melakukan hal tersebut dan membantu anda mendapatkan posisi yang nyaman saat dirumah.

Jangan sungkan pula untuk meminta suami membantu menyelangi menggendong si buah hati. Hal ini akan sangat bermanfaat saat ibu merasa pegal dan ingin berganti posisi. Hal ini pun akan dapat dipraktikan bukan hanya dirumah namun ketika sudah keluar rumah sakit dimana nantinya suami andalah yang akan membantu anda.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Setelah Selesai Melakukan Operasi Caesar

Bayi yang lahir lewat operasi caesar pada umumnya akan lebih terlihat lemas dan lesu. Selain itu, si kecil pun akan sering tersiur karena bayi terkena imbasnya dari anestesi pada saat operasi caesar berlangsung. Pemberian ASI sejak bayi dilahirkan akan sangat baik manfaatnya. Hal ini akan memberikan uterus untuk berkontraksi serta dapat kembali pada ukuran semula dengan waktu yang sangat cepat. Untuk itulah, beberapa hal ini penting untuk dilakukan setelah selesai melakukan operasi caesar.

Jangan Hindari Asupan Obat

Hal pertama yang penting untuk dilakukan setelah usainya melakukan operasi caesar adalah dengan tidak menghindari asupan obat kedalam tubuh. Hal ini penting sekali untuk diperhatikan guna menghilangkan perasaan nyeri pasca operasi. Dengan begini, anda pun akan merasa lebih nyaman saat memberikan ASI pada buah hati anda.

Minta Dokter Untuk Segera Melakukan IMD

Usai melakukan operasi caesar dan anda sudah lebih pulih beberapa saat setelahnya. Maka segera minta dokter untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Hal ini dikarenakan menyusui merupakan proses alami dimana setiap ibu bisa diberikan kemampuan untuk dapat menyusui sang buah hatinya. Selain itu, bayi yang lahir dari proses caesar akan terlihat lebih lemas sehingga mereka membutuhkan asupan ASI dengan segera.

Biasanya ibu dengan anestesi lokal bisa melakukan IMD dimana si kecil akan melakukan kontak kulit ke kulit (skin to skin) pada bagian payudara ibu dan berusaha mengisap payudara untuk dapat menyusui. Ibu tak perlu cemas ketika sudah masuk dalam tahapan ini sebab ada petugas medis yang akan membantu anda melakukannya. Yang perlu anda lakukan hanyalah berusaha lebih tenang dan atasi perasaan ngilu yang ditimbulkan dari luka bekas operasi yang akan mungkin mengganggu.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini. Pada dasarnya menyusui atau memberikan ASI pada bayi menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang penting untuk dilakukan. Karena lewat ASI inilah kebutuhan nutrisi dan gizi dalam tubuh si kecil yang akan menunjang tumbuh kembangnya bisa didapatkan dengan baik. Jadi demikian, mengatasi segala kondisi setelah melakukan operasi adalah hal yang penting untuk diupayakan agar ibu bisa langsung memberikan ASI pertama kali untuk buah hatinya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inforasi yang anda butuhkan. Sampai jumpa pada pembahasan yang lainnya.

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek – Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber makanan utama dan paling penting untuk bayi sebelum mereka dapat diberikan dengan makanan pendamping. Sebelum usianya menginjak 6 bulan, satu-satunya sumber gizi da nutrisi yang diperoleh oleh bayi pada masa ini hanyalah berasal dari ASI. Selain itu, beberapa manfaat lain dari ASI pun cukup mencengangkan tatkala dilihat dari berbagai aspek. Simak berikut ini.

Seusai proses melahirkan berakhir kini ibu akan dihadapkan pada kewajiban dan perjuangan panjang dalam membesarkan si buah hati tercinta. Salah satu dari serangkaian kegiatan mengurus bayi baru lahir ini adalah kegiatan menyusui. Ya, memberikan ASI pada bayi baru lahir adalah hal penting untuk dilakukan sebab hal ini akan menunjang pertumbuhan si buah hati dengan baik.

ASI adalah merupakan sumber makanan untuk bayi. Semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi pada masa pertumbuhannya bisa tercukupi melalui pemberian ASI oleh ibuhnya. Pemberian ASI secara ekslusif akan memberikan manfaat bukan hanya pada si kecil namun juga untuk ibu. Akan tetapi, sayangnya pengetahuan masyarakat mengenai hal tersebut masih sangat minim sehingga tak sedikit ibu yang mengabaikan pemberian ASI ekslusif untuk buah hatinya yang masih bayi.

Pada kebanyakan kasus yang dijumpai tidak sedikit ibu menyusui yang menghadapi kendala tidak subur ASI akhirnya menyerah dan memberikan bayi mereka susu formula untuk mengganti asupan ASI-nya. Padahal manfaat yang besar dari ASI begitu besar dan baik untuk si kecil. Nah, selain beberapa manfaat tersebut dibawah ini kita simak lebih lanjut mengenai manfaat ASI dilihat dari berbagai Aspek.

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek

Melewatkan saat-saat pemberian ASI pada awal pertumbuhan akan sangat berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi ASI akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil, mencegah bayi dari resiko alegri dan berbagai pengaruh buruk lainya. Nah, dibawah ini adalah beberapa manfaat ASI dillihat dari berbagai aspek yang penting.

Aspek Gizi

Manfaat ASI yang pertama akan kita tinjau dari segi manfaat yang baik yang akan dirasakan oleh si kecil yang mendapatkan asupan ASI dengan baik. Manfaat kolostrum salah satunya adalah dampak besar yang akan dialami oleh si kecil. Didalam kolostrum terdapat zat yang dapat memberikan dukungan kekebalan tubuh terutama IgA yang berfungsi untuk melindungi bayi dari berbagai pengaruh penyakit, infeksi terutama penyakit diare yang akan rentan dialami oleh si buah hati.

Jumlah kolostrum yang diproduksi akan bervariasi tergantung pada hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahirannya. Walaupun jumlahnya mungkin sedikit namun zat yang terkandung didalamnya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dengan baik. Untuk itulah, penting sekali langsung memberikan ASI pada si bauh hati pada saat mereka pertama kali dilahirkan.

Bukan hanya itu, terdapat kandungan dan manfaat yang lain yang ada pada kolostrum, diantaranya adalah protein yang tinggi, vitamin A dan kandungan kabohidrat yang baik. Selain itu, kandungan lemak rendah yang ada didalamnya pun membuat bayi baik mengkonsumsi bahan ini.

Komposisinya yang cukup akan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Bukan hanya itu, manfaat dari kolostrum pun akan dapat membantu pengeluaran mekonium dari tubuh bayi. Mekonium adalah kotoran pertama bayi yang berwarna hitam kehijauan. Selain beberapa manfaat tersebut, berikut ini adalah manfaat lain dari ASI:

  • Selain itu, ASI pun pada dasarnya mudah dicera karena berupa cairan yang memiliki kandungan zat gizi yang begitu berlimpah. Kandungan enzim-enzim yang terdapat didalam ASI pun aan dapat membantu mencernakan zat-zat gizi yang terdapat didalam ASI tersebut.
  • ASI memiliki kandungan zat-zat gizi yang berkualitas tinggi yang berguna untuk mendukung tumbuh kembang si kecil serta mendukung kecerdasan anak dengan lebih baik.
  • Kandungan protein yang tinggi yang terdapat didalam ASI jauh lebih baik dibandingkan dengan protein yang terdapat dalam susu sapi ataupun susu formula.

Aspek Imunologik

Sementara itu bila dilihat dari aspek imunologik ASI memiliki kandungan zat anti infeksi dan bebas dari kontaminasi. Immunolobulin A (Ig.A) yang tedapat didalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi dan baik untuk diberikan pada buah hati ada. Sekretori Ig.A tidak diserap namun dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan dengan lebih baik.

Bukan hanya itu, kandungan lysosom dalam ASI berfungsi untuk melindungi bayi dari virus yang berbahaya. Sementara itu kandungan lain yang terdapat didalam ASI yakni laktoferin dapat berperan sebagai komponen kekebalan tubuh yang mengikat zat besi didalam pencernaan. Sehingga pada intinya ASI adalah asupan wajib untuk diberikan pada buah hati anda.

Aspek Kecerdasan

Kanduangn nutrisi dan gisi yang ada didalam ASI akan dapat membantu perkembangan syaraf dan perkembangan kecerdasan otak anak. Disamping itu, kedekatan antara ibu dan bayi sewaktu memberikan ASI akan dapat dibangun melalui proses yang satu ini. Begitupula halnya dengan perkembanan IQ pada bayi yang dapat didukung dengan lebih baik.

Aspek Neurologi dan Psikologi

Melalui proses menyusui akan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pada seorang ibu. Hal ini akan tumbuh didalam diri si ibu bahwa mereka mampu memberikan ASI sebagai asupan terbaik untuk buah hatinya. Dengan demikian, kondisi ini akan dapat mendorong produksi ASI menjadi lebih lancar dan deras tanpa adanya hambatan.

Selain itu, dengan menyusui akan pula menumbuhkan kedekatan antara ibu dan bayi yang akan berpengaruh terhadap perkembangan aspek psikologis si kecil. Bukan hanya itu, sentuhan kulit ibu dan bayi pun akan dapat membuat si kecil menjadi lebih tenang dan merasa aman. Hal ini akan seraya membuat si kecil tidak rewel.

Aspek Ekonomis

Memberikan ASI secara ekslusif akan dapat membantu anda dari segi ekonomi. Hal ini dikarenakan selama proses menyusui, anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli susu formula. Sebagaimana kita ketahui, harga dari susu formula saat ini cukup tinggi. Ketika anda membiasakan memberikan susu formula maka hal ini akan dapat mungkin membuat anda perlu menyediakan budget yang lebih besar.

Itulah dia beberapa manfaat dari memberikan ASI pada bayi. Melihat manfaatnya yang cukup besar maka penting sekali untuk anda memberikan asupan ini pada si buah hati. Selain membantu si kecil mendukung tumbuh kembangnya dengan lebih baik. Hal ini pun akan tentu membantu membangun kedekatan ibu bersama dengan si kecil sehingga bayi anda tidak akan rewel pada saat disusui.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan.

Tips Menyusui Bayi Penderita Celah Bibir (Bibir Sumbing) – Banyak ibu merasa khawatir tidak dapat meberikan ASI ekslusif untuk bayi mereka yang lahir dengan ketidaksempurnaan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tips menyusui bayi penderita celah bibir atau yang juga dikenal dengan sebutan bibir sumbing.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi ibu selepas melahirkan anak dengan kondisi celah bibir adalah pemberian ASI. Mereka merasa khawatir bahwa ketidak sempurnaan yang terjadi dengan buah hatinya. Membuat mereka tidak dapat diberikan ASI dan mendapatkan ASI eksluif sebagaimana anak pada umumnya.

Bayi yang lahir dengan kondisi celah bibir dan langit-lagit atau bibir sumbing merupakan sebuah kondisi kelainan umum pada perkembangan janin yang terjadi didalam kandungan. Sumbing adalah celah yang terbuka antara kedua bagian atap mulut atau bibir, atau bisa juga terjadi sebagian maupun keseluruhannya.

Beruntungnya, dewasa ini tekhnologi memungkin bayi yang lahir dengan kondisi bibir sumbing dapat diatasi dengan melalui jalan operasi. Akan tetapi demikian, bayi tetap harus memiliki usia minimal terlebih dahulu sebelum mereka dapat menjalani operasi tersebut. Dalam artian lain, bayi berkelainan sumbing tidak dapat langsung menjalani operasi penyempurnaan pada saat mereka baru saja dilahirkan.

Menghadapi kasus seperti ini tentu anda akan terus-terusan dihadapi dengan ketakutan bagaimana si kecil menyusu. Sebab bagaimanapun, ASI adalah asupan paling penting yang harus diberikan pada si kecil. Anda tentu tidak akan dapat menunggu memberikan ASI pada si kecil sampai dengan proses operasi selesai dilakukan. Hal ini akan mungkin membuat si kecil berada dalam bahaya.

ASI adalah satu-satunya asupan makanan pertama untuk si kecil. Selain itu, ASI pun merupakan asupan nutrisi penting untuk tubuh si kecil. Tanpa diberikan dengan ASI tubuh si kecil tidak akan berkembang dan bertumbuh dengan baik. Untuk itulah, pemberian ASI pada bayi adalah kewajiban penting yang harus selalu diutamakan. Begitupula dengan bayi yang menderita celah bibir atau bibir sumbing mereka ttap berhak mendapakan asupan ASI untuk meningkatkan status gizinya.

tips-menyusui-bayi-penderita-celah-bibir

Nah, bagi anda yang masih merasa khawatir dalam memberikan ASI pada bayi dengan kelainan ini. Tak perlu khawatir kali ini kami akan jelaskan beberapa tipsnya untuk anda.

Tips Menyusui Bayi Penderita Celah Bibir (Bibir Sumbing)

Bayi dengan celah bibir tetap berhak mendapatkan asupan nutrisi dari ASI guna meningkatkan status gizi dan mendukung pertumbuhannya dengan lebih baik. Jadi demikian, tidak ada hal yang tidak mungkin bila ada usaha dari orangtua dan dukungan dari orang-orang sekitar. Bayi dengan kelainan bibir sumber akan tetap dapat menyusu. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan.

Bagaimana Posisi yang Baik Untuk Ibu Saat Menyusui Bayi?

Untuk memudahkan si kecil dapat menyusu, ibu bisa membantu mereka dengan menutup bagian celah bibirnya dengan menggunakan jari. Bayi dengan lubang langit-langit mungkin akan mengalami kesukaran dalam menghisap payudara ibu. Akan tetapi, jangan putus asa cobalah terlebih dahulu.

Pedapat menyatakan bahwa bayi dengan kelainan bibir sumbing tidak akan dapat menyusu dengan benar. Akan tetapi, bila bayi mengalami sumbing pada bagian palatum molle si kecil tetap akan dapat menyusu tanpa mengalami kesulitan. Nah, dibawah ini adalah beberapa posisi lain yang dapat dipraktikan ibu untuk memudahkan si kecil menyusu.

  • Posisi ibu duduk dengan tegak dan vertikal. Posisi ini akan membuat anda merasa nyaman dan memudahkan si kecil menyusu. Sementara itu untuk bayi palatoskizis sebaiknya menyusu dalam posisi tidur sehingga puting akan jauh mencapai bagian faring dengan demikian terjadinya aspirasi akan dapat dihindari
  • Selanjutnya adalah dengan memegang bagian puting susu dan areola sewaktu menyusui. Kondisi ini akan membantu si kecil untuk mendapatkan ASI yang cukup.
  • Ibu jari ibu akan dapat membantu menyumbat celah langit-langit bibir si kecil. Sehingga ia bisa menyusu dengan lebih nyaman.
  • Bila bayi menderita sumbing pada bibir dan bagian langit-langit (labiopalatosziksis) ASI akan dapat dikeluarkan dengan cara yang manual atau dipompa.
  • Sementara itu, bila si kecil kesulitan meng-ASI langsung dari payudara ibu maka anda bisa menggunakan bantuan botol, pipet atau menggunakan dot ASI yang khusus.

Bagaimana Posisi Bayi Saat Menyusu?

Supaya si kecil tidak tersedak sewaktu meng-ASI pada ibunya, maka sebaiknya posisi anda dibantu dengan duduk. Hal ini akan dapat membantu si kecil menyusu dengan lebih baik. Selain itu, kondisi ini akan menghindari ASI yang langsung masuk ke bagian paru-paru. Sementara itu, untuk mengontrol aliran ASI maka tempatkan puting pada bagian pinggir mulut si kecil. Dengan begini, keluarnya air susu dapat diatur melalui bagian dalam pipi si bayi.

Disamping itu, cara lainnya dapat dilakukan dengan mendudukan bayi dipelukan ibu dan hadapkan ke arah ibu. Bantu posisi ini dengan mengganjalnya menggunakan bantal untuk sandaran punggung dan kepala. Setelah itu, tempatkan puting susu kedalam bagian mulut dibagian langit-langit yang tidak berlubang. Lakukan dengan perlahan dan hati-hati.

Bagaimana Bila Tidak Berhasil Menyusui Bayi dengan Cara yang Manual?

Bila kendala yang anda hadapi terlalu besar sewaktu memberikan ASI langsung lewat payudara. Maka kondisi ini dapat kita siasati dengan menampung ASI ibu dalam botol yang khusus. Botol ini umumnya dilengkapi dengan dot yang lentur dan diperuntukan khusus untuk mereka yang memiliki kelainan ini. Sementara itu, untuk memberikannya anda dapat terlebih dahulu menghangatkan ASI dengan merendamnya menggunakan air panas.

Hanya saja, coba perhatikan dengan benar suhu ASI yang anda rendam. Jangan berikan ASI yang terlalu panas. Untuk itu, lakukan percobaan dengan meneteskannya pada bagian punggung tangan anda. Bila ASI dirasakan sudah sesuai maka anda akan dapat memberikan ini pada si buah hati.

Lalu Bagaimana Bila Penggunaan Botol Gagal?

Bila setelah menggunakan media botol anda masih menjumpai kegagalan atau resikonya yang dianggap terlalu besar. Atau mungkin anda belum merasa percaya diri dapat melakukan hal ini. Maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bantuan sendok.

Caranya adalah dengan memerah ASI dan menampungnya dalam wadah. Sementara itu, berikan ASI ini dengan menggunakan sendok plastik khusus bayi. Hal ini dilakukan agar sendok yang anda gunakan tidak menyakiti bagian mulut bayi.

Bagaimana Cara Membersihkan Celah?

Celah yang terdapat pada bayi yang menderita bibir sumbing memang perlu untuk dijaga agar tetap bersih. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membersihkan bagian ini. Adapun hal yang dapat dilakukan untuk membersihkan bagian celah tersebut adalah dengan menggunakan kapas basah. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan timbulnya kerak susu. Untuk itu, jangan merasa takut untuk menyentuh bagian celah. Pastikan tangan anda dalam keadaan yang higienis.

Demikianlah beberapa tips yang dapat diterapkan dalam menyusui anak bayi yang menderita celah bibir (bibir sumbing). Semoga tips ini bermanfaat dan memberikan solusi yang baik untuk anda tetap mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil denga baik.