Alergi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak, terutama bayi. Untuk menghindari risiko alergi pada bayi anda, penting mengetahui tips mencegah alergi pada bayi.

Salah satu masalah kesehatan yang rentan dialami oleh anak-anak yaitu alergi. Alergi merupakan penyakit kronis yang mana jumlah kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun. Alergi itu sendiri adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat asing yang dihirup, tertelan, tersentuh atau disuntikan.

Meskipun umum dialami oleh bayi, tetapi mengetahui penyebab alergi itu sendiri tidak semudah yang dipikirkan. Mengetahui seperti itu, apakah alergi pada bayi dapat dicegah? Atau harus menunggu gejala muncul kemudian di atasi?

Tips mencegah alergi pada bayi

Faktor Risiko Alergi

Risiko bayi mengalami alergi umumnya dipengaruhi oleh riwayat keluarga. Apabila dalam keluarga ditemukan terdapat riwayat alergi, maka kemungkinan bayi mengalami alergi sekitar 5-15%. Bahkan faktor risiko akan menjadi semakin meningkat jika ibu dan ayah memiliki alergi dengan jenis yang sama.

Meskipun begitu, tidak selamanya faktor genetik yang mempengaruhi terjadinya alergi pada bayi. Pasalnya, selain faktor genetik faktor lingkungan dan eksternal ikut mempengaruhi dan menjadi faktor risiko alergi pada bayi.

Tips Mencegah Alergi Pada Bayi

Alergi dapat dicegah sehingga tidak akan menimpa bayi anda. Berikut ini tips mencegah alergi pada bayi.

Masa ASI Eksklusif

Masa bahaya bayi terhadap kepekaan yaitu pada usia empat sampai enam bulan pertama kehidupannya. Oleh karena itu, selama usia ini sebaiknya hindari menyapih bayi dan teruskan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi anda. Hingga usianya 6 bulan, bayi anda akan mendapatkan nutrisi dari ASI.

Memberikan ASI eksklusif pada bayi adalah salah satu cara efektif untuk mencegah alergi pada bayi. Konsumsi pada bulan pertama kehidupan bayi memiliki pengaruh terhadap pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi.

Selama masa memberikan ASI pada buah hati tercinta, ibu harus lebih berhati-hati dalam memilah dan memilih makanan yang dikonsumsi. Perhatikan beberapa jenis makanan yang dapat memicu alergi. Ini dilakukan untuk mencegah alergi pada bayi dari ASI.

Makanan Pendamping ASI

Setelah selesai masa ASI eksklusif atau saat bayi berusia 6 bulan, ia sudah mulai diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI). Makanan pendamping ini akan melengkapi nutrisi yang bayi dapatkan dari ASI. Dalam memperkenalkan makanan padat pada bayi, sebaiknya kenalkan makanan pada si kecil satu demi satu. Dalam mengenalkan jenis makanan tertentu, sebaiknya tunggu hingga beberapa hari sebelum kembali mengenalkan makanan yang lainnya. Ini dilakukan untuk mengetahui reaksi alergi pada bayi anda. Hindari memberikan makanan yang dapat memicu alergi.

Beberapa jenis makanan dapat memicu munculnya alergi seperti berikut ini:

  • Susu sapi. Susu sapi atau susu formula merupakan protein yang asing untuk bayi, sehingga susu sapi atau susu formula dapat memicu reaksi alergi pada bayi. Protein yang terkandung dalam susu sapi dapat menyebabkan alergi menetap pada si kecil, sampai berakhirnya usia anak-anak.
  • Telur ayam. Telur ayam dapat memicu alergi pada bayi. Namun, anak yang memiliki alergi terhadap telur ayam belum tentu alergi terhadap daging ayam.
  • Kacang-kacangan. Sebenarnya kacang-kacangan memiliki sifat yang ringan. Meskipun begitu, beberapa jenis makanan seperti kacang tanah, kacang mede, serta jenis kacang yang lainnya dapat memicu alergi pada bayi.
  • Ikan. Beberapa jenis ikan akan memicu alergi pada bayi. Sebagian bayi diketahui alergi terhadap ikan tuna, salmon dan cod. Untuk itu, guna mencegah terjadinya alergi pada bayi alangkah lebih baik untuk menunda pemberian ikan. Jika si kecil sudah berusia 8 bulan atau 1 tahun, menu makanan berbahan ikan dapat menjadi menu makanan yang seimbang.
  • Kerang-kerangan. Kerang-kerangan, termasuk lobster dan kepiting dapat memicu alergi. Alergi makanan yang disebabkan oleh ikan laut merupakan tipe cepat. Biasanya kurang dari 8 jam gejala alergi sudah dapat terlihat.

Apabila bayi anda memiliki alergi terhadap susu sapi, maka pengenalan makanan pendamping ASI itu sendiri harus disesuaikan dengan komposisi makanan yang memiliki potensi memicu munculnya alergi.

Pengenalan makanan non susu, serta makanan bebas protein susu sapi sebaiknya anda kenalkan pada bayi dengan kisaran usia antara 17-24 minggu. Mengenalkan makanan pada bayi terlalu awal dapat semakin meningkatkan risiko bayi mengalami alergi. Kenalkan secara bertahap dan hati-hati dalam mengenalkan makanan pada bayi.

Formula Khusus

Apabila dalam keluarga terdapat riwayat alergi, serta anda tidak dapat memberikan ASI dan si kecil tidak dapat mengkonsumsi susu formula biasa, maka anda dapat memberikan susu formula khusus pada bayi anda. Susu formula yang dimaksud yaitu susu formula yang sudah melalui proses hidrolisasi, yang mana proteinnya tidak akan menyebabkan alergi pada bayi.

Faktor Lingkungan

Karena faktor lingkungan berperan terhadap alergi pada bayi, maka menciptakan lingkungan yang sehat akan membantu mengurangi risiko alergi pada bayi anda. Pastikan lingkungan bebas dari polusi, terhindar dari asap kendaraan dan asap rokok, serta udaranya sejuk.

Jika muncul gejala alergi pada bayi anda, maka segera konsultasikan pada dokter. Pencegahan lebih dini akan lebih baik dibandingkan dengan munculnya gejala alergi yang jika dibiarkan akan semakin bertambah parah.

Alergi pada bayi merupakan salah satu masalah atau gangguan kesehatan yang umum terjadi pada bayi. Timbulnya alergi pada bayi dipicu oleh beberapa penyebab. Salah satu cara mengatasi alergi pada bayi yaitu dengan menghindarkan bayi dari alergen atau penyebab alergi itu sendiri.

Alergi merupakan suatu respon abnormal terhadap sistem kekebalan tubuh. Alergi terjadi dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan zat tertentu baik dengan cara disuntikan, dihirup, disentuh atau tertelan. Alergi tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Pasalnya, anak atau bayi pun bisa mengalami alergi. Bahkan alergi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh bayi.

Meskipun alergi umumnya sering dialami oleh bayi, tetapi penyebab alergi antara bayi yang satu dengan bayi yang lainnya tidaklah sama. Menentukan penyebab alergi yang dialami bayi nyatanya tidak semudah seperti yang dibayangkan. Namun, diketahui beberapa faktor dapat menjadi penyebab alergi pada bayi.

Mengatasi Alergi Pada Bayi

Penyebab dan Mengatasi Alergi Pada Bayi

Penyebab Alergi Pada Bayi

Mengetahui penyebab alergi pada bayi penting diketahui untuk menemukan solusi yang tepat. Apa saja penyebab alergi pada bayi?

Faktor genetik membawa pengaruh besar terhadap penyebab alergi pada bayi, namun beberapa faktor lainya pun tidak kalah penting. Faktor lain yang dapat menjadi penyebab alergi pada bayi yaitu karena pengaruh makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh si kecil. Selain itu, faktor lingkungan pun bisa mempengaruhinya. Namun, alergi terhadap lingkungan lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan alergi yang disebabkan oleh makanan.

Jenis makanan tertentu dapat menjadi penyebab alergi. Makanan yang dimaksud yaitu susu, kacang, kerang, telur dan ikan. Sedangkan alergi yang disebabkan oleh lingkungan biasanya terjadi setelah usia anak menginjak 18 bulan. Pada usianya itu balita bisa mengalami alergi yang disebabkan karena benda yang terdapat di dalam maupun di luar lingkungannya. Namun, beberapa hal yang diketahui dapat menjadi penyebab alergi pada bayi yaitu debu, tungau, serbuk sari, jamur, kecoa, dan bulu hewan.
Ada juga penyebab alergi lainnya yang dapat menyerang bayi, seperti gigitan serangga yang dapat menyebabkan kulit bayi menjadi memerah, bengkak dan gatal. Bahan kimia tertentu, seperti detergen pun ikut serta sebagai penyebab alergi pada bayi.

Apabila bayi anda mengalami alergi yang disebabkan oleh faktor penyebab di atas, biasanya bayi akan menunjukan beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Bayi mengalami muntah atau mengalami diare pada bayi.
  • Muncul ruam atau kulit memerah.
  • Wajah, lidah atau bibir membengkak.
  • Gatal dan terdapat bilur pada kulit seperti bekas luka.
  • Kesusahan bernapas.
  • Bersin dan batuk.
  • Dalam kasus tertentu bisa saja bayi mengalami hilang kesadaran atau pingsan.

Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi yang Tepat?

Alergi yang dialami oleh bayi umumnya tidak akan terjadi dengan begitu saja, melainkan butuh waktu. Apabila bayi semakin sering mengalami kontak dengan penyebab alergi ,maka semakin sering pula ia mengalami alergi. Hal seperti ini terjadi karena tubuh memiliki batas tertinggi dalam menerima paparan. Apabila paparan tersebut dialami oleh tubuh dengan berlebihan maka reaksi sistem kekebalan atau pertahanan tubuh akan terpicu, akibatnya tubuh akan mengalami alergi.

Oleh karena itu, jika sebelumnya bayi anda tidak alergi terhadap benda atau zat tertentu, namun kemudian timbul reaksi alergi dalam waktu tertentu setelah terpapar beberapa kali, anda jangan merasa heran atau bingung. Penyebab alergi membutuhkan waktu untuk membuat sistem pertahanan tubuh bereaksi dengannya.

Mengatasi Alergi Pada Bayi Berdasarkan Penyebab

Cara mengatasi alergi pada bayi yang terbaik yaitu dengan mengetahui secara pasti apa penyebab dari alergi itu sendiri. Jika kita sudah mengetahui penyebabnya maka bisa dengan mudah untuk menghindari bayi bersentuhan atau melakukan kontak langsung dengan alergen atau penyebab alergi tersebut sehingga alergi pada bayi tidak akan sering kambuh.

Apabila penyebab alergi adalah makanan, hal yang harus anda lakukan yaitu menghindarkan agar bayi anda tidak mengkonsumsi makanan tersebut. Hindari juga makanan yang dapat berpotensi menyebabkan alergi seperti kacang-kacangan.

Sedangkan untuk menghindari bayi anda dari alergi yang disebabkan oleh tungau atau debu yaitu dengan selalu menjaga kebersihan ruangan, tempat tidur dan mainan atau benda-benda yang sering dipegang oleh bayi anda. Begitu pun dengan alergi yang disebabkan oleh kecoak atau jamur.

Apabila anda memiliki hewan peliharaan, sebisa mungkin untuk sering dimandikan agar kebersihannya tetap terjaga. Anda juga harus membatasi kontak bayi anda dengan hewan peliharaan yang dapat menjadi penyebab alergi. Selain itu, batasi pula ruang gerak hewan peliharaan anda.

Apabila serbuk sari penyebabnya, cara mengatasi alergi pada bayi bisa dilakukan dengan mengurangi bepergian ke tempat-tempat yang terbuka, karena cara ini merupakan cara efektif dan paling mudah dilakukan.

ASI merupakan makanan bayi yang mengandung banyak nurisi dan manfaat. Manfaat ASI eksklusif dibutuhkan oleh bayi guna meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuhnya, termasuk untuk mencegah alergi. Oleh karena itu, berikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama dalam hidupnya. Setelah 6 bulan anda bisa mulai memperkenalkan satu persatu makanan pendamping ASI.

Meskipun sudah melakukan cara di atas tetapi alergi tetap tidak bisa menjauh dari buah hati anda, maka anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang tepat dan terbaik. Itulah beberapa cara mengatasi alergi pada bayi berdasarkan penyebabnya.