Home » Perawatan Bayi » Stimulasi Untuk Melatih Bayi Merangkak

Stimulasi Untuk Melatih Bayi Merangkak

Anda dapat melakukan stimulasi untuk melatih bayi merangkak di rumah dengan mudah dan sederhana.

Sebelum bayi belajar berjalan, ia akan melalui beberapa tahapan salah satunya merangkak. Usia bayi berbeda-beda ketika ia mulai merangkak. Bahkan karena seperti itu, terkadang orang tua merasa cemas akan kemampuan merangkak buah hatinya. Usia yang seharusnya sudah bisa merangkak, justru tidak terlihat tanda-tanda bayi belajar merangkak. Umumnya bayi sudah mulai belajar merangkak saat usianya 6 atau 7 bulan.

Sebelum belajar merangkak, tahapan yang dilalui bayi yaitu tengkurap yang memanfaatkan kedua tangan sebagai topangannya. Hal ini bukanlah kegiatan yang mudah untuk bayi, sehingga diperlukan stimulasi agar bayi dapat merangkak.

Melatih Bayi Merangkak

Selain sebagai pertumbuhan bayi, merangkak pun memiliki manfaat penting untuk tumbuh kembangnya yakni berhubungan dengan perkembangan fisik, serta kognitif bayi itu sendiri.

Manfaat Merangkak Untuk Bayi

  • Merangkak akan membuat kekuatan anggota tubuh bayi semakin terlatih. Anggota tubuh yang dimaksud di antaranya yaitu tangan, leher, sendi, otot besar dan otot kecil.
  • Gerakan menyilang saat merangkak dapat mengintegrasi dan memperkuat belahan otak atau area lainnya yang berbeda pada otak. Sekaligus dapat mengoordinasi penggunaan telinga, mata, kaki dan tangan secara simultan.
  • Merangkak dapat membantu bayi dalam pemahaman dan perkembangan bahasa. Pasalnya, bayi dapat terangsang untuk menggunakan telinganya, serta mengembangkan kemampuan mendengar kedua telinga bayi. Selain itu, kepekaan bayi terhadap sentuhan dan visual akan terangsang sehingga akan lebih peka, baik itu terhadap jarak jauh atau dekat.
  • Merangkak dapat membantu meningkatkan produksi myelin di otak. Myelin itu sendiri merupakan zat yang melapisi sel saraf dan berperan dalam membantu otak untuk mengirim dan menerima informasi atau pesan lebih jelas dan cepat. Gerakan menyilang pada saat merangkak akan membuat kedua belah otak berbagi, menyimpan serta mengeluarkan informasi dengan lebih cepat. Selain itu merangkak dapat merangsang bagian otak ekspresif dan reseptif.

Nah, mengingat tahapan merangkak pada bayi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, maka anda dapat memberikan stimulasi untuk melatih bayi merangkak. Apalagi jika bayi anda sudah berusia 7 bulan, namun kemampuan merangkaknya belum juga terlihat baik yang disebabkan karena obesitas, malanutrisi, adanya keterlambatan dalam perkembangan atau mengalami kelainan gerakan kasar.

Lantas seperti apa stimulasi untuk melatih bayi merangkak? Berikut ini langkah yang dapat anda lakukan untuk menstimulasi bayi agar cepat merangkak.

Stimulasi Untuk Melatih Bayi Merangkak

Lakukan Tummy Time

Anda dapat merangsang bayi anda agar dapat mengangkat kepala, perut dan tubuhnya dengan memberikan stimulasi dengan memposisikan bayi tengkurap lebih sering atau tummy time. Tummy time ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk merangsang bayi agar cepat merangkak. Kegiatan tummy time ini dapat anda lakukan ketika sore hari atau setelah bayi selesai mandi saat usia si kecil 2 bulan. Lakukan kegiatan ini dengan hati-hati dan penuh pengawasan.

Hindari Baby Walker

Untuk menstimulasi si kecil merangkak, sebaiknya jangan gunakan baby walker dan turunkan ia dari stroller atau gendongan. Anda dapat meletakan si kecil di ruangan yang luas namun tetap bersih agar si kecil terangsang untuk merangkak. Anda dapat menyediakan karpet atau matras sebagai alas. Jauhkan ia dari benda-benda berbahaya dan pastikan anda tetap mengawasi si kecil.

Bermain dengan Benda Favorit Bayi

Meskipun usia bayi anda masih terbilang muda, tetapi ketertarikan terhadap benda atau mainannya sudah ada. Anda dapat mengajak bermain si kecil dengan benda atau mainan favoritnya tersebut. Mainkan mainan tersebut agar si kecil tertarik untuk meraihnya. Meskipun si kecil belum bisa menggeser tubuhnya tetapi anda tetap harus memberikannya pujian dengan memberinya tepuk tangan. Ketika si kecil berhasil meraih mainannya, anda dapat kembali memberikannya pujian.

Berikan Contoh Merangkak Pada Bayi

Bayi dapat merekam apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Karena seperti itu, anda dapat memberikan contoh merangkak pada si kecil. Ikutlah merangkak bersama dengan bayi anda. Anda harus memastikan bayi anda merangkak pada tempat yang aman dan pastikan tidak ada benda-benda yang berbahaya di sekitarnya.

Sediakan Mainan yang Dapat Membuat Bayi Tertarik Merangkak

Anda dapat menyediakan mainan yang dapat membuat bayi tertarik untuk merangkak seperti misalkan bola atau drum yang dapat menggelinding. Ketika benda tersebut dapat menarik perhatian bayi, maka biasanya ia akan mengejarnya.

Terapi Pijat

Jika bayi anda kesulitan mendapatkan stimulasi maka anda dapat melakukan terapi pijat. Anda dapat merencanakan untuk melakukan terapi pijat seperti misalkan senam atau fisioterapi, okupasi. Namun, alangkah lebih baik jika anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Jika anda sudah berhasil melakukan stimulasi merangkak pada si kecil, maka sebaiknya anda perhatikan kemampuan merangkak bayi anda dengan kedua kaki diluruskan kemudian dikoreksi.

Namun jika bayi anda hanya dapat mengesot dan tidak dapat mengangkat perutnya maka keadaan ini dapat disebabkan karena otot bayi yang masih lemah. Jika seperti ini, anda dapat membantu si kecil dalam meningkatkan kemampuan motorik kasarnya dengan cara khusus atau anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Demikian stimulasi melatih bayi tengkurap. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.