Home » Perlengkapan Bayi » Sippy Cup Untuk Bayi, Bagaimana Aturan Pakainya?

Sippy Cup Untuk Bayi, Bagaimana Aturan Pakainya?

Gelas hisap atau sippy cup untuk bayi merupakan cara terbaik yang dapat anda lakukan agar si kecil bertransisi minum atau menyusu dari dot ke gelas biasa. Untuk itu, penting mengetahui aturan penggunaan gelas hisap.

Menyusui bayi adalah tugas seorang ibu untuk memenuhi asupan makanan bayi berupa ASI. Akan tetapi, terkadang kendala ditemui sehingga menghambat ibu memberikan ASI pada buah hatinya tersebut. Karena seperti itu ibu terpaksa memberikan ASI dengan media lain atau justru beralih dengan susu formula. Dot merupakan salah satu media yang sering digunakan untuk memberikan susu pada bayi. Penggunaan dot adalah hal yang umum, bahkan hampir setiap bayi menggunakan alat yang satu ini. Akan tetapi, faktanya penggunaan dot untuk bayi tidak baik karena salah satu akibatnya akan menyebabkan bayi bingung puting.

Memberikan susu secara langsung atau menggunakan dot, suatu saat bayi harus bisa lepas dan beralih pada gelas. Lantas kapan bayi sudah bisa diperkenalkan pada gelas?

Sippy Cup Untuk Bayi

Berdasarkan para ahli, bahwa usia bayi 6 bulan adalah usia yang tepat mengenalkan cara minum dengan menggunakan gelas atau usia dimana bayi sudah mulai mengenal makanan padat.

Pengenalan minum dengan gelas itu sendiri tidak langsung dilakukan dengan menggunakan gelas yang umum digunakan oleh orang dewasa, bayi perlu belajar dengan bertahap. Dimana salah satu gelas yang bisa digunakan yaitu sippy cup. Belajar minum dengan menggunakan gelas jenis ini akan memudahkan bayi. Pasalnya, gelas ini memiliki prinsip hisap.

Sippy cup itu sendiri difungsikan untuk melatih anak agar ia bisa minum tanpa harus menumpahkan isi yang terdapat di dalam gelasnya. Sippy cup ini biasanya terbuat dari plastik dengan tutup yang dilengkapi dengan moncong yang dapat diputar atau ditarik. Gelas ini tersedia dalam berbagai model, baik dilengkapi dengan pegangan atau tidak, serta beragam pilihan corong.

Menggunakan gelas hisap adalah cara terbaik untuk transisi dari menyusu langsung atau minum susu dari dot ke gelas. Selain itu, gelas hisap atau sippy cup untuk bayi dapat meningkatkan koordinasi antara tangan dan mulutnya. Dengan gelas ini maka akan memberikan kemandirian pada si kecil, serta meminimalisir cairan tumpah saat si kecil sudah memiliki keterampilan motorik.

Beberapa bayi sudah dapat menggunakan gelas hisap saat usianya 6 bulan. Akan tetapi, ada pula yang menggunakannya saat usia 1 tahun. Kebanyakan bayi menggunakan sippy cup dari usia antara 7 sampai 9 bulan.

Beberapa bayi mungkin akan langsung terbiasa dengan menggunakan gelas hisap atau sippy cup. Akan tetapi, beberapa bayi lainnya membutuhkan adaptasi. Anda bisa melakukan tips di bawah ini agar proses transisi berjalan lancar.

Tips Melatih Minum Dengan Sippy Cup Untuk Bayi

  • Anda dapat menunjukan pada si kecil bagaimana caranya mengangkat, mengarahkan sippy cup ke mulut dan memiringkannya agar bisa meminum isinya.
  • Anda dapat memulai dengan menggunakan sippy cup yang memiliki corong lembut atau mirip dengan puting susu ibu. Dibandingkan gelas hisap dengan corong yang tebuat dari plastik, gelas hisap dengan corong lembut akan lebih mudah digunakan oleh bayi anda.
  • Agar mendapatkan gelas yang paling sesuai dengan bayi anda, anda dapat memanfaatkan beberapa sippy cup.
  • Apabila si kecil belum bisa menggunakannya dengan baik, anda jangan terlalu merasa khawatir. Anda harus bersabar dan tetap melatihnya hingga si kecil menguasai. Setidaknya si kecil harus merasa senang ketika diberi gelas hisap sebagai mainan.

Bagaimana Jika Bayi Tetap Menolak Minum Dengan Sippy Cup?

Jika si kecil tetap menolak minum dengan menggunakan sippy cup, anda bisa melakukan trik di bawah ini:

  • Anda harus menunjukan pada si kecil bahwa corong sippy cup memiliki fungsi sama dengan puting susu yang harus dihisap. Untuk menstimulasi refleks menghisap, anda bisa menyentuhkan ujung corong ke atap mulut si kecil.
  • Anda dapat mencelupkan corong sippy cup ke ASI atau susu formula, kemudian berikan pada bayi. Si kecil membutuhkan petunjuk untuk tahu fungsi dari sippy cup tersebut.
  • Setelah si kecil menghisap corong sippy cup, akan tetapi isinya tetap tidak keluar, anda bisa memanfaatkan katup yang dapat mengontrol keluarnya cairan. Ini dapat dilakukan apabila katup dari sippy cup bisa dibongkar atau dipasang.
  • Beberapa bayi mungkin akan minum jus atau air putih dengan menggunakan gelas hisap tapi tidak ASI atau susu. Kadang bayi hanya mengetahui bahwa ASI atau susu diberikan langsung dari payudara ibu atau dot. Agar si kecil tertarik, anda dapat mengisi gelas dengan menggunakan ASI atau susu. Untuk pemberian jus pada bayi sebaiknya batasi.
  • Ajarkan bayi anda minum dari sippy cup tanpa tutup. Masukan beberapa tetes cairan yang terdapat pada sippy cup, kemudian bantu si kecil mengangkat gelas untuk diarahkan pada mulutnya. Apabila si kecil sudah tahu ada cairan di dalam gelas, anda dapat kembali memasangkan tutup gelas tanpa katup. Lalu pasangkan katup dan biarkan si kecil menggunakannya.
  • Apabila bayi anda terbiasa minum susu dari botol susu dan dot, anda dapat meletakan setengah susu yang dikonsumsinya dalam dot. Apabila dotnya sudah kosong, berikan sisa susu yang lainnya dengan menggunakan sippy cup.

Hal yang Harus Diperhatikan

Beberapa hal perlu anda perhatikan mengenai penggunaan sippy cup untuk bayi seperti berikut ini:

  • Ketika membersihkan sippy cup, anda harus membersihkannya hingga benar-benar bersih. Termasuk tutup dan katup sippy cup, bersihkan setelah selesai digunakan. Apabila terdapat cairan yang tertinggal pada bagian sudut katup atau gelas, maka bakteri atau jamur dapat tumbuh. Namun, jika anda harus menunda membersihkan gelas secepatnya setelah digunakan, maka anda setidaknya bisa membilas menggunakan air. Anda harus memeriksa katup dan tutup sippy cup secara berkala. Ini dilakukan untuk memastikan apakah masih berfungsi dan memastikan tidak ada jamur maupun bakteri yang bersarang.
  • Penggunaan gelas hisap harus dilakukan dengan tepat. Penggunaan gelas yang tepat tidak akan menimbulkan risiko besar merusak gigi dibandingkan dengan botol susu.
  • Hindari memberikan gelas hisap berisi susu atau jus pada saat si kecil hendak tidur. Pasalnya, gula akan tertinggal pada mulut bayi dan akan membuat gigi bayi rusak.
  • Pastikan si kecil menggunakan sippy cup yang bersih. Hindari berbagi gelas dengan bayi anda karena dapat meningkatkan bakteri perusak gigi pada air liur si kecil.

Bayi Membutuhkan Tahapan Untuk Mengenal Sippy Cup

  • Apabila bayi anda terbiasa minum dengan menggunakan botol atau dot, anda tidak bisa langsung menghilangkan atau menggantikan dot dengan media yang lainnya. Menghindarkan dot perlu dilakukan dengan bertahap. Anda bisa membatasi penggunaan dot.
  • Lakukan pengenalan sippy cup secara bertahap dan konsisten pada si kecil.

Untuk tahapan selanjutnya atau saat usianya 9 bulan anda bisa mencoba untuk menggunakan gelas yang tutupnya dilengkapi sedotan. Namun, jika si kecil belum siap mencoba gelas seperti itu, anda bisa mencobanya kembali beberapa bulan kemudian hingga terlihat ketertarikan si kecil untuk minum dengan menggunakan sedotan. Bahkan beberapa ibu menunggunya hingga bayi berusia 1 tahun.