Home » Penyakit Bayi » Seputar Penyakit ISPA Pada Balita

Seputar Penyakit ISPA Pada Balita

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat menyerang bayi atau balita yang sering kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu, penting mengenal seputar penyakit ISPA pada balita.

ISPA merupakan keadaan dimana terjadi infeksi parah di sinus, saluran udara, tenggorokan atau paru-paru. Ketika bayi atau balita mengalami penyakit ISPA, maka fungsi pernafasannya akan mengalami gangguan. Apabila tidak ditanangani dengan segera ISPA akan menyebar ke seluruh sistem pernafasan. Akibatnya tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, bahkan keadaan ini dapat berakibat fatal dan bisa saja menyebabkan kematian.

Penyakit ISPA Pada Balita

Faktor Penyebab Penyakit ISPA Pada Balita

Penyebab penyakit ISPA itu sendiri yaitu karena infeksi virus yang akan menyebabkan terjadinya peradangan pada jaringan hidung dan tenggorokan. Rhinovirus adalah atiologi terbanyak dari kurang lebih 200 jenis virus yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA. Beberapa jenis virus lainnya yang dapat menyebabkan ISPA yaitu, Repiratory Syncytial Virus (RSV), Human Metapneumonia Virus dan Parainfluenza Virus, dan Coronavirus. Pada umumnya ISPA tidak akan berbahaya, itupun jika menimpa bayi baru lahir. Si kecil bisa saja mengalami penyakit yang satu ini sebanyak 6-8 kali dalam setiap tahunnya, bahkan risiko akan semakin meningkat apabila ia dititipkan di sekolah atau tempat penitipan anak. Namun, diketahui angka penderita ISPA akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Selain virus, ISPA juga dapat disebabkan karena bakteri pneumokokus. Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis. Akan tetapi bakteri ini juga dapat memicu terjadinya masalah pernafasan yang lainnya seperti misalkan pneumonia pada bayi.

Penyebaran virus dan bakteri yang menjadi penyebab ISPA itu sendiri yaitu melalui partikel cairan saluran pernafasan ketika penderita mengalami batuk atau bersin. Kemudian udara yang mengandung virus penyebab ISPA dihirup. Selain itu, cairan yang mengandung virus atau bakteri penyebab ISPA dapat menempel pada benda tertentu dan dapat menular ketika disentuh.

Gejala Penyakit ISPA Pada Balita

Gejala ISPA biasanya akan timbul 1 atau 3 hari setelah melakukan kontak dengan virus. Berikut ini gejala penyakit ISPA pada balita:

  • Gejala pertama penyakit ISPA yang ditemukan pada anak-anak yaitu tenggorokan terasa tidak nyaman dan gatal.
  • Gejala akan diikuti dengan hidung tersumbat dan keluarnya cairan bening yang encer pada hidung.
  • Gejala pada tenggorokan biasanya akan menghilang selama 1-2 hari. Yang mana akan diikuti dengan keluhan pada hidung yang disertai dengan batuk, baik itu batuk kering atau batuk berdahak.
  • ISPA yang terjadi pada balita biasanya gejala yang ditunjukan akan dominan pada hidung. Akibatnya keadaan ini akan mengganggu tidur si kecil.
  • Gejala demam dapat ditemukan pada si kecil yang mengalami penyakit ISPA.

Keluhan karena penyakit ISPA itu sendiri biasanya akan berlangsung selama kurang lebih 7-10 hari. Akan tetapi gejala batuk, serta keluarnya cairan pada hidung akan bertahan selama kurang lebih 2 minggu.

Perubahan cairan yang keluar dari hidung akan menjadi pekat bahkan berwarna kehijauan atau kekuningan. Keadaan ini biasanya terjadi, bukan tanda adanya infeksi bakteri.

Pengobatan Penyakit ISPA Pada Balita

Untuk mengobati ISPA pada balita, sebaiknya anda harus lebih berhati-hati. Hindari memberikan obat-obatan tanpa adannya resep dari dokter. Penggunaan obat sembarangan justru hanya akan memicu masalah kesehatan yang lainnya. Jangan berikan obat untuk mengatasi ISPA orang dewasa pada si kecil karena akan menimbulkan masalah yang cukup serius.

Ketika gejala ISPA menyerang si kecil, penggunaan balsam bayi pada leher dan dada dapat membuatnya merasa lebih nyaman sehingga kualitas tidurnya akan semakin meningkat.

Untuk mengurangi frekuensi batuk dan produksi dahak anda dapat memanfaatkan madu. Namun ingat, jangan berikan madu pada anak berusia di bawah 1 tahun karena akan menyebabkan penyakit botulisme pada bayi.

Cara Mencegah Penyakit ISPA Pada Balita

Cara mencegah penyakit ISPA penting untuk diketahui. Beberapa langkah dapat dilakukan sebagai pencegahan penyakit ISPA seperti berikut ini:

Terapkan Kebiasaan Mencuci Tangan

Membiasakan si kecil untuk mencuci tangan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah ISPA. Biasanya si kecil suka bermain dengan banyak benda-benda di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan jika benda tersebut telah terpapar oleh virus atau bakteri penyebab ISPA. Untuk itu, setelah si kecil bermain sebaiknya biasakan untuk mencuci tangannya. Selain itu, biasakan juga ia mencuci tangan setelah makan, setelah beraktivitas di tempat umum dan kegiatan lainnya yang akan meningkatkan risiko mengalami ISPA.

Hindari Kebiasaan Mengemut Tangan

Balita biasanya memiliki kebiasaan mengemut tangannya. Ini merupakan kebiasaan buruk yang penting untuk dihindari. Ketika si kecil mengemut tangannya, maka risiko virus atau bakteri penyebab ISPA masuk ke dalam tubuhnya semakin besar.

Hindari Menyentuh Bagian Wajah Tertentu

Penting memperingati si kecil untuk tidak menyentuh bagian wajah tertentu, terutama hidung, mulut dan mata agar si kecil tetap terlindung dari virus atau bakteri penyebab ISPA. Apalagi jika tangan dalam keadaan kotor.

Berikan Buah dan Sayur

Masukan buah dan sayur ke dalam daftar makanannya, terutama sayur dan buah berwarna kuning dan merah karena mengandung vitamin C dan vitamin A yang tinggi. Vitamin ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu mencegah terjadinya infeksi.

Imunisasi

Jangan lupa untuk melakukan imunisasi. Seharusnya pemberian imunisasi lengkap selesai ketika si kecil berusia 1 tahun. Jika telat atau tidak tercapai, anda dapat segera melakukan imunisasi pada si kecil. Jenis penyakit saluran pernafasan yang serius dapat dicegah dengan imunisasi seperti misalkan batuk rejan, tuberkulosis dan campak.

Jaga Kebersihan Lingkungan

Menjaga kebersihan merupakan salah satu langkah tepat untuk mencegah agar si kecil tidak terpapar bakteri atau virus penyebab ISPA.

Beri Makanan yang Bergizi

Anda dapat menerapkan pola makan sehat dan memberikan makanan yang bergizi pada bayi anda. Anak yang memiliki gizi baik biasanya jarang menderita penyakit yang serius karena tubuhnya mampu menangkal infeksi.

Jauhkan Anak dari Penderita ISPA

Apabila anda memiliki kerabat atau tetangga yang menderita penyakit ISPA, sebaiknya jauhkan sementara waktu anak anda dari penderita ISPA. Bayi dan balita sangat mudah tertular virus, termasuk virus penyebab ISPA.

Hindari Asap Rokok dan Polusi Udara

Hindarkan bayi anda dari asap rokok. Selain dapat meningkatkan risiko si kecil menderita ISPA, asap rokok akan menyebabkan balita mudah mengalami pneumonia. Selain asap rokok anda juga harus menghindarkan si kecil dari polusi udara.

Demikian seputar penyakit ISPA pada balita baik penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan yang dapat dilakukan. Lebih baik mencegah dibandingkan dengan mengobati, untuk itu lakukan beberapa langkah mencegah penyakit ISPA pada balita dengan langkah seperti di atas. Akan tetapi, jika terlihat gejala yang merujuk pada penyakit ISPA seperti yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya anda segera bawa si kecil ke dokter.