Home » Penyakit Bayi » Roseola Pada Bayi, Kenali Gejala dan Pengobatan

Roseola Pada Bayi, Kenali Gejala dan Pengobatan

Roseola merupakan salah satu masalah kesehatan yang masuk ke dalam kategori penyakit menular. Waspadai masalah kesehatan ini pada bayi dan anak dengan mengenal gejela, penyebab dan pengobatan roseola pada bayi.

Bayi sangat rentan terhadap masalah kesehatan, mulai dari masalah kesehatan yang ringan hingga masalah kesehatan yang berat. Salah satu masalah kesehatan bisa dialami oleh bayi yaitu roseola.
Mendengar masalah kesehatan yang satu ini mungkin terasa asing untuk kita semua. Masalah kesehatan ini kurang umum terdengar dibandingkan dengan masalah kesehatan yang lainnya. Lantas apa itu roseola?

Roseola atau di dalam bahasa medis disebut dengan roseola infantum merupakan masalah kesehatan berupa infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang bayi dan anak-anak. Dimana bayi dan anak-anak yang paling rentan mengalami masalah ini yaitu bayi berusia 6 bulan hingga usia 1 1/2 tahun.
Masalah kesehatan yang satu ini perlu diwaspadai oleh setiap orang tua. Untuk itu, penting mengetahui lebih lanjut mengenai masalah kesehatan ini baik itu gejala, penyebab dan cara mengatasinya.

Roseola Pada Bayi

Gejala Roseola Pada Bayi

Gejala penyakit roseola itu sendiri akan muncul setelah virus penyebab masalah kesehatan ini berinkubasi di dalam tubuh bayi atau anak selama kurang lebih 1 sampai 2 minggu. Biasanya pada tahap awal setelah bayi dan anak-anak terserang penyakit ini yaitu ia mengalami demam dengan suhu yang tinggi, sakit tenggorokan, batuk pada bayi yang disertai dengan pilek, dan mengalami penurunan pada nafsu makan.

Selain gejala yang telah disebutkan tadi, biasanya pada beberapa kasus penderita roseola mengalami pembengkakan kelenjar pada leher, pembengkakan pada kelopak mata dan diare pada bayi yang ringan.
Setelah beberapa hari kemudian atau sekitar tiga sampai empat hari, demam yang dialami oleh anak atau bayi akan mereda. Namun, gejala akan berlanjut dengan timbulnya ruam berwarna merah muda. Yang mana biasanya ruam tersebut akan muncul di daerah seperti perut, dada dan punggung. Dalam beberapa kasus, ruam  yang tidak terasa gatal dan sakit akan muncul di area kaki atau wajah. Dalam satu atau dua hari ruam biasanya akan sedikit demi sedikit menghilang.

Penyebab Roseola Pada Bayi

Roseola pada bayi itu sendiri disebabkan karena virus HHV-6 atau virus herpes tipe 6. Penularan virus penyebab roseola itu sendiri sama halnya dengan kasus pilek. Anak atau bayi penderita roseola batuk atau bersin dan mengeluarkan butiran liur, kemudian butiran liur tersebut dihirup oleh bayi atau anak anda atau secara tidak langsung bisa saja anak anda memegang benda-benda tertentu yang sudah terkontaminasi oleh virus HHV-6. Penyebaran virus penyebab roseola juga bisa terjadi karena bayi atau anak anda berbagi penggunaan benda dengan anak penderita roseola seperti halnya sendok, gelas atau piring.

Cara Mengobati Roseola Pada Bayi

Roseola itu sendiri biasanya akan sembuh pada penderitanya dalam waktu satu minggu, atau terhitung dari bayi atau anak mengalami demam hingga muncul ruam hanya dengan melakukan perawatan di rumah. Akan tetapi beberapa keadaan tertentu perlu anda waspadai dan si kecil perlu di bawa ke dokter seperti misalkan, anak anda mengalami demam dengan suhu yang tinggi atau lebih dari 39,4 derajat Celcius, meskipun setelah tiga hari ruam yang terdapat pada kulitnya masih menetap dan belum hilang, mengalami kejang karena demam yang tinggi. Akan tetapi komplikasi kejang yang disebabkan karena demam pada bayi dalam kasus roseola adalah keadaan yang jarang terjadi.

Ketika anak anda mengalami demam usahakan ia mendapatkan istirahat dengan cukup di atas tempat tidur hingga kondisinya benar-benar pulih. Anda harus menjaga suhu dikamar si kecil agar tetap sejuk dan hindari memberikannya selimut tebal.

Penuhi kebutuhan cairan anak anda meskipun ia tidak merasa haus, salah satunya yaitu ASI. Hal ini dilakukan agar demam yang dialaminya cepat mereda serta ia terhindar dari keadaan dehidrasi. Hindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dari dokter.

Ketika si kecil menderita masalah kesehatan roseola maka disarankan untuk tidak memanfaatkan spons mandi hangat dalam menurunkan demam. Spons mandi justru hanya akan membuat anak merasa tidak nyaman. Selain itu, sebaiknya anda juga menghindari memandikan si kecil dengan menggunakan air dingin.

Cara Mencegah Roseola Pada Bayi

Bayi atau anak-anak yang sebelumnya sudah pernah terkena roseola biasanya tidak akan terkena untuk yang kedua kalinya, pasalnya antibodi sudah terbentuk dalam melawan virus HHV-6. Oleh karena itulah, roseola jarang ditemukan pada orang dewasa kecuali apabila penderita belum mengalami masalah yang satu ini ketika ia kecil atau kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sampai saat ini sebenarnya masih belum ditemukan vaksin yang digunakan untuk mencegah roseola. Oleh karena itu, satu-satunya cara pencegahan penyakit roseola yaitu dengan menjauhkan bayi atau anak dari anak penderita roseola agar tidak terpapar. Begitu pun sebaliknya, apabila anak anda mengalami roseola maka sebaiknya hentikan semua aktivitasnya yang biasa dilakukan di luar rumah, seperti bermain, belajar atau lain sebagainya sampai gejala yang ditimbulkan karena penyakit ini benar-benar sembuh.