Retinopati Prematuritas (ROP), Masalah Mata Pada Bayi Prematur

Posted on

Retinopati prematuritas (ROP) merupakan salah satu gangguan mata pada bayi prematur. Ketahui seputar retinopati prematuritas berikut ini.

Kehamilan adalah masa yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Agar janin yang dikandung dalam keadaan sehat, ibu senantiasa menjaga kehamilannya dengan baik hingga tiba saatnya bayi dilahirkan.

Namun, terkadang karena alasan tertentu ibu harus melahirkan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Bayi yang lahir kurang bulan atau bukan pada waktunya disebut dengan bayi prematur. Melahirkan bayi prematur tentu bukan keinginan semua ibu, karena semua ibu ingin anaknya lahir normal tanpa masalah apapun.

Retinopati Prematuritas

Kelahiran prematur ini terjadi ketika tubuh ibu lebih cepat siap melahirkan padahal usia kandungan belum waktunya melahirkan dan bayi belum siap untuk dilahirkan. Beberapa hal diketahui menjadi penyebab kelahiran prematur seperti misalkan ibu memiliki komplikasi saat kehamilan, ukuran rahim ibu besar, usia ibu saat hamil, gaya hidup yang tidak sehat, mengalami infeksi vagina dan rahim, adanya kelainan pada struktur rahim, mengalami stres, melahirkan bayi prematur sebelumnya, jarak kehamilan yang pendek dan lain sebagainya.

Bayi prematur rentan terhadap masalah kesehatan karena bayi prematur memiliki waktu berkembang lebih pendek dalam rahim ibu dibandingkan dengan bayi yang lahir tepat pada waktunya. Salah satu masalah kesehatan bayi prematur yaitu gangguan penglihatan. Pasalnya, penyempurnaan perkembangan penglihatan pada bayi ketika berada dalam kandungan terjadi ketika minggu-minggu terakhir usia kehamilan. Sehingga apabila bayi lahir lebih dini atau lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan risiko bayi mengalami gangguan penglihatan menjadi lebih tinggi. Dari beberapa gangguan mata pada bayi prematur penyakit retinopati lebih sering ditemukan.

Pengertian Retinopati Prematuritas(ROP)

Retinopati prematuritas atau ROP adalah salah satu jenis gangguan mata yang sering dialami oleh bayi prematur. Berdasarkan National Eye Institute, penyakit retinopati ini dapat dialami oleh bayi yang lahir pada minggu ke-31 masa kehamilan atau sebelum usia tersebut. Penyakit retinopati itu sendiri merupakan kondisi dimana pembentukan pembuluh darah retina mengalami gangguan pada bayi prematur.

Penyebab Retinopati Prematuritas

Saat 3 bulan setelah terjadinya pembuahan pembuluh darah retina mulai terbentuk. Dimana pembentukan pembuluh darah pada retina tersebut akan terbentuk sempurna saat bayi dilahirkan. Apabila bayi lahir kurang bulan, maka perkembangan akan mengalami hambatan. Ketika keadaan umum bayi membaik pembuluh darah retina akan mulai terbentuk lagi, umumnya akan berkembang dengan sempurna.

Gangguan retinopati dapat menjalar sehingga akan menyebabkan masalah pada bagian bagian mata yang lainnya. Beberapa gangguan mata yang disebabkan karena retinopati di antaranya sebagai berikut:
Gangguan Mata yang Terjadi Karena Retinopati Prematuritas(ROP)

Kelainan Pembuluh Darah Retina

Pada kasus retinopati karena kelahiran prematur, maka pembuluh darah retina akan tumbuh dengan abnormal yakni ke dalam cairan jernih yang mengisi bagian belakang mata. Dalam keadaan ini membuat pembuluh darah retina tidak memiliki jaringan pendukung sehingga akan menjadi rapuh dan sering menyebabkan terjadinya perdarahan dalam mata. Pembentukan jaringan parut akan terjadi yang akan menarik retina dari lapisan dalam menuju ke arah pusat bola mata sehingga dapat menyebabkan retina terlepas. Karena keadaan ini maka bayi dapat mengalami masalah pada penglihatannya. Bahkan kebutaan akan terjadi dalam kasus yang cukup berat.

Leukokoria

Keadaan ini merupakan gejala terjadinya katarak kongenital. Katarak kongenital itu sendiri merupakan katarak yang terjadi pada bayi baru lahir. Katarak merupakan masalah kesehatan mata yang menyebabkan penglihatan menjadi buram yang disebabkan karena terjadinya kekeruhan pada lensa mata. Katarak kongenital ditandai dengan munculnya bercak putih pada pupil yang disebut dengan leukokoria.

Nistagmus

Pada bayi yang menderita kelainan ini akan membuat bola matanya bergerak tidak terkendali, baik ke atas, ke bawah, berputar atau ke kanan dan ke kiri. Kelainan mata ini dapat dialami oleh salah satu mata bayi atau keduanya.

Strabismus (juling)

Kelainan mata juling pada bayi ini membuat salah satu atau kedua mata bayi tidak bisa difokuskan pada objek tertentu dengan bersamaan. Penyebab keadaan ini yaitu karena otot-otot penggerak bola mata tidak seimbang. Penyebab lainnya karena terdapat masalah pada kemampuan salah satu bagian mata dalam memusatkan penglihatan yang disebabkan karena kerusakan retina atau rabun, sedangkan untuk bagian mata yang lainnya dalam keadaan normal.

Myopia

Myopia atau disebut juga dengan rabun jauh merupakan gangguan mata yang membuat mata tidak mampu melihat benda yang letaknya jauh. Keadaan ini membuat mata hanya mampu melihat benda yang letaknya dekat saja.

Pengobatan Penyakit Retinopati Prematuritas

Pada kasus retinopati yang ringan biasanya penyembuhan akan terjadi dengan spontan sendirinya. Hanya saja, meskipun penyembuhan sudah terjadi tetapi bayi tetap memiliki risiko mengalami rabun dekat, gangguan penglihatan atau mata juling.

Sedangkan untuk kasus retinopati yang berat biasanya dilakukan pembedahan laser atau cryotherapy yang dilakukan sebagai upaya menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal, serta untuk mengurangi gangguan penglihatan lainnya dan pelepasan retina. Apabila retina lepas, untuk mengembalikan ke tempatnya diperlukan pembedahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *