Home » Penyakit Bayi » Pneumonia Pada Bayi, Kenali Gejala & Pencegahan

Pneumonia Pada Bayi, Kenali Gejala & Pencegahan

Pneumonia Pada Bayi – Umumnya pneumonia hampir sama dengan pilek, sehingga keadaan ini sering diabaikan oleh orang tua. Padahal, penyakit ini merupakan penyakit serius yang akan mengancam jiwa.

Pneumonia itu sendiri merupakan radang akut yang terjadi pada jaringan paru atau alveoli yang diakibatkan karena adanya infeksi kuman sehingga akan mengganggu pernafasan. Selain kuman atau bakteri, penyebab lain dari pneumonia itu sendiri yaitu virus dan fungi.

Gejala yang ditimbulkan dari pneumonia umumnya hampir sama dengan gejala pilek, serta tidak ada efek yang dramastis yang terlihat. Sehingga dengan begitu, kebanyakan orang tua sering mengabaikan penyakit ini dan menganggap hanya penyakit ringan semata. Akan tetapi, penyakit ini merupakan penyakit berbahaya yang akan menyebabkan penderitanya kematian, terlebih lagi pada anak yang mana paru-parunya tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk mendapatkan oksigen bagi tubuhnya. Dan keadaan inilah yang umumnya kurang dipahami oleh para orang tua.

Pneumonia Pada Bayi

Pneumonia menjadi penyebab tunggal kematian pada anak, terbesar di dunia. Sampai saat ini penyakit pneumonia membunuh sampai dua juta balita. Jika digabungkan angka ini lebih tinggi dari kematian yang disebabkan oleh malaria, AIDS dan campak.

Penyebab pneumonia yang meliputi bakteri, virus dan fungi melalui beberapa rute untuk bisa mencapai paru-paru. Kuman bisa saja masuk ke dalam paru-paru melalui udara kotor yang terhirup melalui jalan hidung, tenggorokan hingga sampai pada paru-paru dan menyebabkan terjadinya infeksi paru-paru. Dimana keduanya menyebar melalui darah.

Bayi baru lahir merupakan paling rentan tertular penyakit yang satu ini dari sang ibu, melalui proses kelahiran sebagai jalannya. Akan tetapi selain bayi, anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah juga rentan terkena penyakit yang satu ini. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif menyebabkan ia kekurangan zat besi. Dan penderita AIDS atau campak memiliki resiko terkena penyakit ini lebih tinggi. Selain itu, kelompok lain yang rentan terkena penyakit ini yaitu anak-anak yang tinggal di lingkungan padat, kotor dan jorok.

Gejala Pneumonia Pada Bayi

Gejala yang ditimbulkan karena penyakit pneumonia pada anak berbeda-beda tergantung penyebab dan usianya. Berikut ini gejala penyakit pneumonia:

  • Gejala penyakit pneumonia biasanya diawali dengan gejala pilek seperti demam yang disertai dengan pilek dan batuk, nafsu makan hilang dan sakit kepala.
  • Setelah itu pada perkembangan penyakit ini, gejala yang ditimbulkan berupa gejala penting seperti sesak nafas dan nafas cepat.
  • Apabila usia bayi anda kurang dari 2 bulan, maka nafasnya akan lebih cepat dari 60 kali dalam setiap menitnya. Sedangkan jika usia si kecil antara 2 bulan sampai 12 bulan, maka nafasnya akan lebih cepat dari 50 menit kali setiap menitnya. Untuk anak usia 1-5 tahun nafasnya 40 kali lebih cepat dalam setiap menit.
  • Anak mengalami sesak nafas. Dimana untuk kategori sesak nafas itu sendiri ditandai dengan nafas pendek, serta hidung kembang kempis.
  • Apabila penyakit pneumonia sudah berat, gejala yang terlihat biasanya adanya tarikan pada dinding dada bawah ke dalam, mengalami penurunan pada kesadaran dan suhu tubuh, serta kejang-kejang.
  • Anda bisa melakukan penghitungan nafas anak anda, untuk menentukan apakah nafasnya cepat atau tidak. Apabila memang benar nafasnya cepat, anda bisa segara membawa anak anda ke dokter agar ia mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Pengobatan Pneumonia

Tidak semua anak harus dirawat di rumah sakit. Apabila penyakit pneumonia yang dialaminya masih tergolong ringan, perawatan bisa dilakukan di rumah. Cukup dengan pemberian obat yang diresepkan dari dokter dengan dosis yang tepat dan pemberian obat yang teratur, dalam beberapa minggu ia bisa sembuh total. Itupun tergantung dengan imunitas anak.

Apabila tidak dilakukan pengobatan yang optimal, maka efeknya yaitu akan terjadi kerusakan pada organ paru-parunya. Apabila gejala yang ditunjukan oleh anak semakin memburuk, maka orang tua harus membawa kembali anaknya ke rumah sakit

Jika penyakit pneumonia dialami oleh anak berusia di bawah 2 tahun, maka ia harus dirujuk ke rumah sakit, jika tidak akibatnya akan fatal. Dimana penyakit tersebut akan berkembang menjadi penyakit berat.

Tips Mencegah Pneumonia Pada Bayi

Bayi yang memiliki daya tahan tubuh lemah, kurang imunisasi, lingkungan kurang sehat, memiliki resiko lebih tinggi mengalami penyakit yang satu ini. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit pneumonia pada anak harus dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Yang mana salah satunya yaitu dengan meningkatkan kekebalan tubuh bayi anda. Anda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi atau balita, terlebih lagi mineral seng atau zinc dan vitamin A. Usahakan untuk memberikan ASI atau air susu ibu selama 6 bulan. Lakukan imunisasi lengkap pada anak. Selalu jaga kebersihan tempat tinggal dari asap rokok, polusi udara, kendaraan, asap pembakaran dan lain sebagainya.

Sebagai orang tua anda harus selalu waspada terhadap gejala apapun yang dialami oleh anak anda. Meskipun mungkin gejala yang dialami merupakan gejala penyakit ringan, tetapi anda harus tetap membawa ia ke dokter untuk memastikan keadaannya.