Home » Perawatan Bayi » Perhatikan Posisi Tidur Bayi yang Aman

Perhatikan Posisi Tidur Bayi yang Aman

Posisi tidur bayi akan menunjang kualitas tidurnya. Anda harus memilih posisi tidur yang aman dan terbaik untuk bayi.

Tidur akan memberikan banyak manfaat bagi bayi, selain merangsang perkembangan otak si kecil, tidur juga akan membantu mengeluarkan hormon pertumbuhan. Ketika bayi tidur nyenyak, maka pertumbuhan otak bayi akan berjalan dengan optimal sehingga kelak si kecil akan tumbuh cerdas dan tentunya tumbuh sesuai dengan yang anda harapkan. Akan tetapi, hal tersebut juga harus diiringi dengan stimulasi atau rangsangan yang diberikan dalam proses belajar.

Ketika memperhatikan bayi tidur, banyak orang tua yang bertanya-tanya posisi seperti apa yang terbaik untuk bayi tidur? Setiap bayi biasanya menunjukan posisi yang berbeda-beda ketika tidur. Berikut ini beberapa posisi tidur bayi.

Posisi Tidur  Bayi

Posisi Tidur Bayi

Posisi Telentang

Posisi tidur telentang merupakan posisi yang sangat umum kita lihat. Bayi yang umumnya sering tidur dengan posisi telentang yaitu bayi berusia 0 sampai 3 bulan. Dalam usia itu bayi masih belum bisa berguling, sehingga posisi ini dikatakan sebagai posisi tidur bayi yang baik dan aman. Tidur dengan posisi telentang diketahui akan mengurangi kematian yang diakibatkan oleh Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS hingga 50%. Biasanya banyak orang tua memilih posisi tidur seperti ini untuk menghindari kematian akibat SIDS.

Posisi Tidur Miring

Posisi tidur miring ke kanan biasanya banyak dipilih oleh bayi prematur. Terlebih lagi jika bayi minum dengan menggunakan selang atau masih memakai alat bantu untuk pernafasan. Ini bertujuan agar proses pengosongan di dalam lambung menjadi lebih mudah. Bahkan ketika si kecil sudah bisa pulang, biasanya dokter tetap menganjurkan untuk tidur dengan posisi miring guna mencegah terjadinya gumoh yang lebih banyak.

Dalam menerapkan bayi tidur dengan posisi miring, hal yang harus anda lakukan yaitu tetap mengawasinya dan lakukan pergantian posisi. Usahakan untuk tidak menerapkan pada satu sisi saja melainkan bergantian, baik sisi kiri maupun sisi kanan. Hal ini dilakukan untuk menghindari bentuk kepala bayi yang tidak proposional.

Posisi Tidur Tengkurap

Tidur dengan posisi ini akan membuat bayi tidur dalam waktu yang lama. Beberapa pihak mengatakan bahwa tidur dengan posisi ini akan membuat bayi lebih nyenyak, lebih nyaman, tidak banyak menangis dan gerak pernafasan serta perkembangan motorik bayi menjadi lebih baik. Dalam posisi ini mungkin si kecil akan merasa seperti dipeluk oleh ibunya dan perut akan terasa lebih hangat karena menempel pada tempat tidurnya.

Akan tetapi, tidur dengan posisi ini hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Berdasarkan data statistik, sindorm kematian mendadak atau SIDS banyak terjadi pada bayi dengan posisi tidur tengkurap. Posisi tidur ini tidak disarankan untuk bayi berusia di bawah 1 tahun karena akan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak.

Jika bayi suka dengan posisi tidur ini, anda tetap harus mengawasinya dan batasi dalam jangka waktu tertentu saja. Selain itu, usahakan mulut dan hidung bayi anda tidak terhalangi oleh benda apapun yang akan menyulitkannya ketika bernafas.

Tips Aman Menidurkan Bayi

Selain posisi tidur bayi yang harus anda perhatikan, beberapa hal lain perlu anda perhatikan guna mencegah sindrom kematian mendadak. Berikut ini upaya menidurkan bayi agar terhindar dari sindrom kematian mendadak.

  1. Anda harus memastikan kasur bayi tidak terlalu empuk dan pakailah sprei yang pas. Hindari menidurkan bayi pada tempat tidur air, sofa, kursi, bantal atau permukaan yang empuk lainya.
    Ketika tidur pakaikan ia pakaian yang nyaman dan tidak berlebihan. Untuk suhu ruangan, sebaiknya sesuaikan jangan terlalu hangat maupun terlalu dingin.
  2. Jangan menyimpan bantal terlalu banyak, boneka, selimut dan hindari pula menggunakan pelapis di pinggiran box.
  3. Jangan biarkan siapa pun merokok di dekat atau di sekitar bayi anda. Usahakan ruangan bayi terbebas dari asap rokok dan asap lainnya.
  4. Upayakan untuk menyusui bayi, karena manfaat ASI eksklusif sangat banyak. Berdasarkan bukti ilmiah, sindrom kematian mendadak akan menurun dengan proses ini. Menurut para ahli ASI atau air susu ibu dapat melindungi bayi dari infeksi yang akan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak atau SIDS.
  5. Selain menidurkan bayi di tempat yang aman, anda juga harus menidurkan bayi di ruangan yang sama atau tempat tidur yang sama dengan anda setidaknya hingga usia si kecil 12 bulan. Karena dengan menidurkan bayi dekat dengan anda, anda bisa merespon kebutuhan si kecil dengan cepat. Tidak hanya itu, bayi juga akan merasa lebih nyaman ketika berada dengan ibunya. Berdasarkan penelitian, ketika bayi tidur di ruangan yang sama dengan ibunya, resiko bayi meninggal akibat sindrom kematian mendadak atau SIDS dapat berkurang hingga 50 persen.
  6. Jika bayi anda memiliki gangguan asam lambung atau GERD, anda bisa konsultasikan mengenai posisi tidur yang tepat untuk bayi anda.

Sebagai orang tua yang bijak sebaiknya anda bisa membaca posisi tidur yang disenangi oleh bayi anda. Ketika tidur buatlah si kecil merasa nyaman sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak. Akan tetapi anda tetap harus memperhatikan posisi tidur si kecil.