Home » Penyakit Bayi » Penyebab Sakit Perut Pada Bayi & Cara Mengatasi

Penyebab Sakit Perut Pada Bayi & Cara Mengatasi

Bayi hanya bisa menangis ketika merasa sakit perut karena ia belum bisa mengungkapkannya. Karena seperti itu, penting bagi anda untuk mengetahui penyebab sakit perut pada bayi berdasarkan gejala yang ditunjukan.

Sakit perut merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi. Sakit perut bisa dialami oleh siapa saja, baik orang dewasa, anak-anak atau bahkan bayi. Sakit perut yang dialami oleh orang dewasa dan bayi tentunya berbeda. Dalam mengidentifikasikan sakit yang dirasa, orang dewasa akan lebih mudah. Lain halnya dengan bayi, dimana ia hanya bisa menangis dan membuat orang tua khawatir.

Ketika melihat bayi menangis terus menerus karena sakit perut, orang tua terkadang sulit dan bingung menentukan penyebabnya. Sehingga mereka tidak bisa menentukan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Penyebab Sakit Perut Pada Bayi

Oleh karena itu, ada baiknya jika anda mengetahui penyebab sakit perut pada bayi untuk mencari solusi yang tepat sesuai dengan gejala yang ditunjukan oleh si kecil.

Penyebab Sakit Perut Pada Bayi dan Cara Mengatasi

Kolik

Kolik atau disebut juga dengan sakit perut biasanya sering dialami oleh bayi berusia antara 10 hari sampai tiga bulan. Penyebab kolik itu sendiri sampai saat ini tidak diketahui. Akan tetapi, diketahui kolik merupakan hasil kontraksi cepat dan berat pada usus, akibatnya akan menimbulkan rasa sakit.
Sakit yang dirasa oleh si kecil ketika menderita kolik yaitu ketika sore hari menjelang malam hari dan awal malam hari. Karena rasa sakit ini, bisa saja disertai dengan tangisan, buang gas lebih sering, kaki ditarik mendekati dada, dan bayi cenderung lebih rewel dibandingkan dengan biasanya.

Sebagai langkah untuk mengatasi kolik pada bayi, anda bisa melakukan berbagai pendekatan seperti, mengayunkan bayi dengan perlahan-lahan, membedong bayi dengan nyaman dalam selimut, menggendong bayi sambil berjalan atau memberikan dot pada bayi.

Flu Perut atau Gastroenteritis

Penyakit ini biasanya memiliki hubungan dengan muntah dan diare. Sakit perut yang datang dan pergi biasanya terjadi. Pada kebanyakan kasus, flu perut pada bayi yang disebabkan oleh virus tidak memerlukan pengobatan khusus karena akan hilang dengan sendirinya dalam waktu seminggu atau lebih. Rasa sakit yang muncul biasanya hanya berlangsung antara satu atau dua hari, kemudian rasa sakit akan menghilang. Akan tetapi lain halnya dengan kasus yang disebabkan oleh parasit Giardia lamblia.

Dimana parasit ini akan menyebabkan nyeri periodik dengan berulang, serta tidak terlokalisasi hanya pada bagian perut yang satu saja. Sakit perut ini bisa terjadi hingga beberapa minggu atau bahkan bulan. Efeknya nafsu makan akan hilang dan penurunan berat badan akan terjadi.

Untuk mengatasi sakit perut ini, sebaiknya anda segera membawa si kecil ke dokter. Pasalnya, pengobatan yang tepat lebih efektif untuk mengatasi sakit perut yang menyertainya.

Sembelit

Salah satu gejala yang ditimbulkan karena sembelit yaitu sakit perut. Akan tetapi, gejala paling umum yang disebabkan oleh sembelit yaitu intensitas buang air besar menjadi kurang. Tinja yang dikeluarkan biasanya akan lebih keras dan kering seperti pada keadaan normal. Bayi akan merasa tidak nyaman pada saat buang air besar.

Untuk mengatasi keadaan ini, anda bisa memberikannya cukup cairan. Apabila keadaan sudah semakin parah, obat pelunak tinja bisa diberikan atau anda bisa segera membawanya ke dokter.

Alergi Susu

Apabila bayi anda muntah, diare, muncul ruam dan terdapat tinja pada darah setelah mengkonsumsi susu, bisa saja itu disebabkan karena alergi susu. Dalam keadaan ini, protein yang terdapat pada susu sedang direspon oleh tubuh si kecil.

Meskipun bayi anda mengalami alergi susu, akan tetapi anda tetap harus memberikannya kalsium guna menunjang tumbuh kembangnya.

Kembung

Perut kembung terkadang sulit untuk diidentifikasikan. Ketika keadaan ini menimpa, biasanya si kecil hanya bisa rewel dan menangis karena merasa tidak nyaman terdapat gas di dalam perutnya. Biasanya gas yang terdapat di dalam perut bayi disebabkan karena ia mengkonsumsi sayuran seperti kol atau pemanis buatan. Jika penyebabnya karena makanan, untuk selanjutnya anda bisa menghindarinya.

Intususepsi

Intususepsi merupakan keadaan langka yang menjadi penyebab bayi sakit perut. Intususepsi merupakan penyakit perut yang umum dialami oleh anak berusia di bawah 2 tahun. Masalah ini terjadi ketika salah satu bagian usus terselip ke bagian usus yang lainnya dan terperangkap. Usus akan menjadi tersumbat dan menyebabkan sakit yang parah.

Ketika keadaan ini terjadi, biasanya si kecil akan sering menangis dan kaki sering ditarik ke arah perutnya. Hal ini biasanya akan diikuti dengan periode tenang dan tidak mengalami sakit apapun, serta sering tidak mengalami stress. Selain itu, si kecil juga mungkin akan muntah dan fesesnya berwarna gelap, berdarah dan berlendir. Rasa sakit yang muncul sering parah dan dengan periode menjerit dan tenang atau lesu. Untuk mengetahui penyebab sakit perut karena masalah ini anda perlu membicarakannya dengan dokter anak.

Ketika dilakukan pemeriksaan, dokter akan memberikan sinar X-ray yang disebut dengan barium enema atau enema udara. Melakukan tes ini juga dilakukan tidak hanya untuk diagnosis saja, akan tetapi melepaskan usus yang terjebak. Apabila prosedur ini tidak mampu melepaskan usus yang terjebak atau terlilit, maka operasi diperlukan untuk mengatasi keadaan ini.