Penyebab dan Gejala Keracunan Makanan Pada Balita

Posted on

Keracunan makanan merupakan salah satu permasalahan yang rentan dialami oleh anak usia balita. Penting mengetahui gejala keracunan makanan pada balita agar anda dapat segera mengatasinya.

Setiap orang tua tentu mendambakan buah hatinya tumbuh sehat. Melihat pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan optimal adalah harapan semua orang tua. Orang tua akan berusaha memberikan makanan yang sehat dan bergizi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anaknya.

Pemberian makanan itu sendiri dilakukan saat si kecil berusia 6 bulan. Saat itu beragam jenis makanan dapat diberikan sesuai dengan tahapan usia. Semakin usia si kecil besar dan kemampuan makannya sudah semakin berkembang, maka makanan yang diberikan pun bisa lebih bervariasi lagi.

Keracunan Makanan Pada Balita

Biasanya orang tua akan sangat antusias ketika memberikan makanan pada buah hatinya. Namun, tak jarang pemberian makanan menimbulkan masalah pada si kecil. Dalam beberapa kasus anak mengalami keracunan makanan.

Keracunan makanan itu sendiri merupakan keadaan yang terjadi akibat penderita mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi oleh virus, bakteri atau parasit. Selain itu bisa juga karena racun yang dikeluarkan dari makanan tersebut. Kontaminasi pada makanan tersebut dapat terjadi ketika makanan sedang diolah dengan cara yang tidak benar, atau ibu membeli bahan makanan yang memang sebelumnya sudah terkontaminasi.

Keracunan pada si kecil rentan terjadi ketika memasuki usia 6 bulan, ketika anak sudah mulai mengkonsumsi makanan padat atau ketika usia balita. Keracunan makanan pada si kecil disebabkan karena ketidaktahuan atau kelalaian orang tua dalam mengolah makanan.

Selain tidak mengolah makanan dengan baik dan benar, keracunan makanan pun disebabkan karena beberapa penyebab seperti di bawah ini:

Penyebab Keracunan Makanan

Makanan tidak disimpan dalam suhu yang tepat atau tidak disimpan di dalam kulkas, terlebih lagi untuk makanan produk olahan susu atau daging.

  • Menyimpan makanan pada ruangan dengan suhu hangat dalam waktu yang cukup lama.
  • Makanan yang dikonsumsi sudah melewati tanggal kadaluarsa.
  • Makanan yang dikonsumsi sudah disentuh oleh orang yang sakit.
  • Adanya kontaminasi silang, seperti misalkan ibu memakai pisau yang digunakan untuk memotong daging mentah untuk memotong makanan lainnya, seperti misalkan roti.

Gejala Keracunan Makanan Pada Balita

Ketika buah hati anda mengalami keracunan makanan, maka ia akan menunjukan tanda atau gejala. Biasanya setelah mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi, si kecil akan mengalami kram perut, bahkan diikuti dengan muntah-muntah. Si kecil sering buang air besar, dimana pada fesesnya terdapat darah, nanah atau lendir. Mengalami demam, serta nafsu makan hilang dan tubuhnya terlihat lemas dan menggigil.

Gejala yang ditimbulkan akibat keracunan makanan itu sendiri akan muncul sekitar 4-24 jam setelah balita mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi. Gejala yang dialami dapat berlangsung cukup lama atau sekitar 3-4 hari. Namun bisa juga mengalaminya dalam waktu yang lebih lama lagi, apabila anak yang menderita keracunan tanpa disengaja masih mengkonsumsi makanan yang beracun.
Gejala akibat keracunan ini akan lebih cepat terlihat pada anak-anak, karena tubuh si kecil masih rentan. Seperti misalkan gejala akan muncul dalam waktu 2 jam setelah mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Balita Keracunan Makanan?

  • Ketika terlihat gejala-gejala keracunan makanan setelah si kecil mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi, sebaiknya anda jangan terlalu panik. Kepanikan yang anda alami hanya akan membuat anda tidak tahu apa yang harus diperbuat.
  • Yang harus anda lakukan yaitu memeriksa keadaan atau suhu tubuhnya apabila si kecil sering buang air besar dan mengalami muntah-muntah. Karena tidak menutup kemungkinan ia pun mengalami demam.
  • Ketika buang air besar anda harus memeriksa tinjanya. Perhatikan apakah pada tinjanya terdapat lendir atau darah.
  • Anda harus membuat si kecil merasa nyaman, baringkan dan hindari memberikan makanan yang harus dikunyah terlebih dahulu. Anda dapat memberikan oralit sedikit demi sedikit pada si kecil.
  • Ingat dan telusuri kembali makanan apa yang menyebabkan si kecil keracunan.
  • Ketika anak anda mengalami keracunan makanan, anda harus tetap memenuhi kebutuhan cairannya. Jangan sampai ia kekurangan cairan karena efeknya akan berbahaya. Apabila ia tidak mau minum cairan apapun, anda dapat mencoba memberikannya buah-buahan yang mengandung banyak air untuk dihisap, seperti misalkan buah melon.
  • Jika sudah dalam masa pemulihan, hindari makanan yang sulit dicerna. Anda dapat memberikan makanan pada si kecil berupa sup, jelly, atau yoghurt. Diare yang dialami si kecil karena keracunan makanan ini dapat berlangsung selama kurang lebih satu minggu.

Kapan Balita Harus Dibawa Ke Dokter?

Anda harus segera membawa anak anda ke dokter apabila keadaannya seperti berikut:

  • Ketika si kecil muntah dan terus mengalami diare, sedangkan asupan cairannya tidak terpenuhi.
    Ketika si kecil mau minum, akan tetapi keadaannya tidak kunjung membaik. Bahkan ia tetap mengalami diare dan demam.
  • Jika keadaannya sudah cukup parah, mungkin dokter akan menganjurkan untuk membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Karena bisa saja si kecil harus diinfus di rumah sakit.

Balita atau anak-anak masih sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Untuk itu, sebagai orang tua anda harus lebih waspada dan hati-hati, baik itu ketika mengolah atau menyiapkan makanan untuk si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *