Penyebab dan Tanda Anemia Pada Bayi

Posted on

Selain orang dewasa, anemia juga dapat dialami oleh bayi. Anemia yang terjadi pada bayi akan membuat bayi rentan sakit. Kenali penyebab dan tanda atau gejala anemia pada bayi.

Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenal anemia sebagai istilah untuk menggambarkan dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Anemia biasanya sering dikeluhkan oleh orang dewasa, dimana keadaan ini menyebabkan pusing penderitanya. Namun, tahukah anda? Selain orang dewasa ternyata bayi rentan mengalami penyakit yang satu ini.

Anemia pada bayi adalah kondisi yang perlu diwaspadai oleh setiap orang tua. Anemia yang dialami oleh anak adalah kondisi cukup serius karena bisa jadi anak yang menderita anemia mengalami masalah mental dan fisik yang permanen.

Tanda Anemia Pada Bayi

Penyebab Anemia Pada Bayi

  • Anemia adalah keadaan dimana oksigen tidak terbawa oleh sel-sel darah merah dalam jumlah yang cukup ke jaringan tubuh. Diketahui berbagai kondisi dapat menyebabkan terjadinya anemia, termasuk turunan yang disebut sebagai anemia sel sabit. Akan tetapi, penyebab umum dari anemia yaitu karena kurangnya zat besi dalam tubuh.
  • Zat besi dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk pembentukan hemoglobin, pigmen merah untuk membawa oksigen di dalam darah. Apabila jumlah zat besi tidak memadai dalam tubuh bayi, maka jumlah sel darah merah akan menjadi sedikit, serta ukurannya akan lebih kecil dibandingkan dengan keadaan normal. Keadaan ini akan mengakibatkan jaringan tubuh bayi tidak mendapatkan asupan oksigen secara normal.
  • Biasanya anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan lebih rentan mengalami penyakit yang satu ini karena mereka membutuhkan lebih banyak zat besi tambahan untuk tubuhnya.
  • Anemia defisiensi besi dapat terjadi hanya dalam waktu semalam saja. Keadaan ini disebabkan karena kurangnya zat besi terus menerus dari waktu ke waktu.

Anemia Dapat Membuat Bayi Rentan Sakit

Kurangnya zat besi dalam tubuh akan menyebabkan bayi mudah lelah, sehingga ia tidak akan mendapatkan stimulasi karena malas bergerak. Zat besi yang ada dalam darah merah memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh, oksigen penting untuk proses pembentukan energi agar tubuh tidak mudah lelah dan aktivitas dapar berjalan lancar. Kurangnya zat besi akan membuat pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang, sehingga akan menyebabkan daya tangkap dan daya konsentrasi menjadi menurun.

Zat besi adalah salah satu unsur penting untuk mempertahankan sistem imun tubuh agar tidak mudah sakit atau terserang penyakit. Apabila kadar Hb bayi kurang dari 10g/dl, maka ia akan mudah terserang penyakit menular.

Gejala Anemia Pada Bayi

Ketika mengalami anemia, beberapa gejala dapat dialami bayi seperti berikut ini:

  • Bayi akan mudah rewel dibandingkan dengan biasanya
  • Enggan atau sulit makan
  • Kulit berubah menjadi pucat
  • Suhu tubuh bayi terkadang dingin
  • Daya tahan tubuh bayi menurun, tandanya bayi lebih mudah jatuh sakit dibandingkan dengan bayi seusianya

Faktor Risiko Anemia Pada Bayi

Anak berusia 9 sampai 24 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia. Akan tetapi, faktor risiko tertinggi dapat terjadi pada:

  • Bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah usia 2 bulan atau lebih. Umumnya bayi normal lahir dengan cadangan zat besi yang terkumpul selama bulan-bulan terakhir sebelum persalinan. Dimana cadangan dari zat besi ini bisa bertahan hingga 4-6 bulan. Berbeda halnya dengan bayi normal, bayi prematur memiliki cadangan zat besi hanya sekitar 2 bulan.
  • Bayi normal dan bayi yang mengkonsumsi susu formula rendah zat besi. Akan tetapi, saat ini susu formula diperkaya dengan zat besi.
  • Bayi yang mengkonsumsi susu sapi sebelum usianya 1 tahun. Di dalam susu sapi terkandung kadar zat besi rendah. Susu yang dikonsumsi bayi akan mengganggu penyerapan zat besi oleh tubuh. Selain itu, susu juga akan menggantikan makanan mengandung zat besi yang seharusnya dikonsumsi oleh si kecil. Di lain sisi, susu dapat mengiritasi lapisan usus bayi sehingga akan menyebabkan terjadinya perdarahan. Perdarahan yang terjadi serta rendahnya zat besi akan menyebabkan anemia.

Pencegahan Anemia Pada Bayi

Beberapa langkah dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan anemia pada bayi seperti berikut ini:

  • Memberikan ASI eksklusif pada bayi. Di dalam ASI terkandung kadar zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.
    Apabila usia bayi sudah lebih dari 6 bulan, berikan makanan pendamping atau MPASI dari
  • makanan yang mengandung tinggi zat besi seperti jenis sayuran hijau, serta makanan lainnya. Berikan makanan tersebut secara bertahap sesuai dengan usia bayi.
  • Apabila bayi anda lahir prematur atau berat badan rendah, anda dapat konsultasikan dengan dokter mengenai suplemen zat besi yang tepat.
  • Berikan makanan pada bayi yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi pada usus. Makanan yang dimaksud di antaranya yaitu sayuran dan buah-buahan yang mengandung tinggi vitamin C.

Apabila keadaan atau gejala yang ditunjukan oleh bayi anda semakin parah, anda dapat segera membawa bayi anda ke dokter. Penting untuk memperhatikan setiap perubahan kondisi si kecil agar anda dapat melakukan tindakan dengan segera. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *