Home » Perawatan Bayi » Penyebab Bayi Sering Buang Angin

Penyebab Bayi Sering Buang Angin

Terkadang orang tua khawatir ketika bayinya sering buang angin. Oleh karena itu, penting mengetahui penyebab bayi sering buang angin untuk mengetahui solusi yang tepat dalam mengatasinya.

Kentut atau buang angin merupakan keadaan atau proses alamiah tubuh. Buang angin dialami oleh setiap orang, termasuk bayi. Gas yang dikeluarkan oleh bayi umumnya tidak dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi keadaan tertentu membuat orang tua panik ketika menghadapi bayinya buang angin terlalu sering. Mereka khawatir terjadi gangguan kesehatan pada buah hatinya.

Buang angin atau kentut yang dialami oleh bayi adalah keadaan normal, akan tetapi jika bayi kentut atau buang angin dengan frekuensi yang sering maka anda harus tetap mewaspadainya. Sebelum menyatakan bayi anda sering buang angin, anda harus mengetahui terlebih dahulu perbedaannya dengan keadaan yang normal. Si kecil seringakali kentut atau buang gas sebanyak 3 sampai 4 kali dalam durasi dua puluh menit.

Penyebab bayi sering buang angin

Kerap kali orang tua bertanya-tanya akan penyebab bayi sering buang angin, ini dilakukan untuk mencari atau menemukan solusi yang tepat dalam mengatasinya. Berikut ini penyebab bayi sering buang angin.

Penyebab Bayi Sering Buang Angin

Produksi Gas Berlebihan

Faktor pemicu utama seringnya buang angin pada bayi yaitu disebabkan karena jumlah atau produksi gas di dalam tubuh bayi berlebihan. Terdapat mikroorganisme di dalam usus besar yang memiliki fungsi dalam melakukan fermentasi zat makanan yang tidak mampu diserap oleh usus halus, dimana salah satunya yaitu gas. Akumulasi gas yang terlalu banyak di dalam usus besar bisa disebabkan karena bayi anda menelan banyak udara ketika ia sedang menyusu atau minum susu formula.

ASI yang dikonsumsi oleh bayi mengandung banyak laktosa, yakni zat sejenis karbohidrat. Sementara itu, enzim yang berfungsi sebagai pengurai laktosa masih belum terbentuk secara sempurna pada bayi berusia di bawah 4 bulan. Keadaan ini akan menyebabkan laktosa turun ke usus besar dan akan dilakukan fermentasi oleh mikroorganisme di dalam usus besar.

Selain itu, keadaan lainnya yang membuat bayi sering buang air besar yaitu karena ibu menyusui mengkonsumsi makanan yang mengandung gas. Dimana makanan yang mengandung banyak gas diantaranya yaitu jenis kacang-kacangan, kol dan makanan olahan susu. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gas akan memberikan gas yang lebih banyak pada ASI, sehingga akan berdampak pada bayi.

Gejala Sering Kentut Pada Bayi

Bayi yang berusia di bawah satu tahun, terlebih lagi pada masa awal 6 bulan kehidupannya sangat rentan mengalami masalah yang berkaitan dengan gas pencernaan. Beberapa gejala yang biasanya ditunjukan yaitu perut kembung pada bayi, perut buncit dan ia sering mengeluarkan gas. Keadaan tersebut akan membuat bayi tidak nyaman, sehingga akibatnya bayi akan mudah rewel, menangis, gelisah atau mungkin saja mengalami gangguan pada tidurnya.

Cara Mengatasi Bayi Sering Buang Angin

Beberapa langkah bisa anda lakukan sebagai cara mengatasi bayi sering kentut atau buang angin seperti berikut:

Ubah posisi ketika menyusu

Apabila bayi anda masih minum ASI, maka ada baiknya apabila anda mengubah-ubah posisinya ketika si kecil sedang menyusu. Ini dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi udara yang tertelan ketika bayi sedang menyusu.

Sendawakan bayi setelah selesai menyusu

Anda bisa menyendawakan bayi setelah ia selesai menyusu. Anda bisa menepuk-nepuk punggung si kecil secara berkala dan lembut setiap 3 atau 5 menit. Ini dilakukan agar udara yang tertelan dapat keluar sebagian.

Kurangi konsumsi makanan mengandung gas

Jika anda masih menyusui bayi anda, maka penting sekali untuk mengurangi atau membatasi konsumsi makanan yang mengandung gas berlebihan.

Pilih dot yang tepat

Apabila bayi anda mengkonsumsi ASI atau susu formula dengan menggunakan botol dan dot, sebaiknya perhatikan dalam pemilihan dot. Pilihlah dot yang tepat sesuai dengan volume susu yang diminum oleh bayi anda. Dot dengan lubang yang terlalu kecil akan memungkinkan bayi menelan udara lebih banyak, sedangkan dot dengan lubang yang terlalu besar akan membuat aliran susu deras. Oleh karena itu, pilihlah dot dengan lubang yang tidak terlalu kecil atau tidak terlalu besar.

Pijatan lembut

Apabila terdapat banyak gas di dalam perut bayi, anda bisa melakukan pijatan lembut pada perut bayi anda. Agar ia merasa lebih nyaman anda bisa menambahkan minyak telon. Minyak telon akan memberikan kehangatan pada perutnya, serta membantu memperlancar gerakan udara dalam melewati saluran sistem pencernaannya. Sehingga dengan begitu, cara ini dilakukan untuk meminimalisir bayi rewel ketika ia sering buang angin.

Lebih teliti memilih makanan bayi

Bagi bayi yang sudah mengkonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI, sering buang angin disebabkan karena perutnya dalam keadaan kembung. Dimana keadaan perut kembung itu sendiri disebabkan karena intoleransi makanan. Oleh karena itu, untuk mengatasi keadaan ini disarankan untuk lebih teliti dalam memilih makanan untuk bayi. Pilihlah makanan yang tepat dan mengandung banyak nutrisi, namun tidak akan menimbulkan masalah kesehatan pada bayi. Terlebih lagi apabila keluarga memiliki riwayat intoleransi atau alergi terhadap makanan tertentu.

Dengan demikian bagi anda yang sering khawatir ketika bayi sering buang angin, saat ini bisa diberikan pertolongan pertama dengan langkah-langkah di atas. Akan tetapi, jika keadaannya semakin bertambah parah atau disertai dengan gejala yang membuat janggal, maka anda bisa segera membawa bayi anda ke dokter untuk memastikan keadaannya. Sebaiknya hindari pemberian obat tanpa resep dari dokter.