Home » Perawatan Bayi » Penyebab Bayi Gelisah Saat Tidur

Penyebab Bayi Gelisah Saat Tidur

Selalu gelisah saat tidur akan menyebabkan kualitas tidur bayi menurun. Untuk menemukan solusi yang tepat, anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab bayi gelisah saat tidur.

Berbeda dengan orang dewasa, bayi yang gelisah saat tidur tidak bisa menyesuaikannya sehingga membuat ia cenderung rewel. Orang tua kerap kali kebingungan menghadapi bayinya yang mengalami keadaan ini. Ketika bayi mengalami gelisah dalam tidurnya, posisi tidurnya cenderung berubah-rubah, berguling-guling, tegang dan nafasnya tidak teratur. Beberapa faktor diketahui menjadi penyebab bayi gelisah pada saat tidur, mulai dari faktor fisik bayi hingga berkaitan dengan psikologinya.

Bayi gelisah saat tidur akan membuat tidurnya tidak nyenyak, sehingga kualitas tidurnya akan terganggu. Seperti yang kita ketahui tidur merupakan aktivitas penting untuk bayi. Bahkan bayi dianjurkan banyak tidur, selain untuk merangsang tumbuh kembang otak, hormon pertumbuhan dikeluarkan saat tidur. Tidur memiliki andil dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Apabila tidur bayi terganggu, maka kadar sel darah putih di dalam tubuhnya akan menurun. Sehingga apabila sudah seperti ini efektivitas sistem kekebalan tubuh anak akan menjadi terganggu, akibatnya bayi akan gampang sakit. Oleh karena itu, memaksimalkan kuantitas dan kualitas tidur harus diketahui oleh orang tua, salah satunya cara mengatasi bayi gelisah saat tidur.

Penyebab bayi gelisah saat tidur

Langkah utama mengatasi bayi gelisah saat tidur yaitu dengan mengetahui terlebih dahulu penyebabnya, kemudian anda bisa menentukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Berikut ini beberapa keadaan yang sering dikaitkan sebagai penyebab bayi gelisah saat tidur.

Penyebab Bayi Gelisah Saat Tidur

Kolik

Kolik merupakan masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan penyebab bayi gelisah saat tidur. Kolik umumnya terjadi pada bayi saat bulan pertama kelahirannya. Ketika si kecil mengalami kolik, maka ia cenderung lebih rewel, gelisah saat tidur, menangis kesakitan dan perutnya menjadi kembung.
Langkah yang bisa diambil untuk mengatasi keadaan ini yaitu dengan menghindari beberapa jenis makanan yang mengandung gas pada saat anda menyusui si kecil. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan diserap oleh bayi melalui ASI, sehingga berdampak pada kesehatan si kecil. Penting bagi ibu menyusui untuk menghindari makanan yang dapat mengganggu kesehatan si kecil.

Lapar

Bayi cenderung gelisah dan tidak bisa tidur ketika merasa lapar. Bayi yang tidak mendapatkan makanan atau ASI sebelum tidur akan cenderung lebih rewel dan akan sering terbangun dari tidurnya. Oleh karena itu, guna menghindari bayi gelisah saat tidur, sebaiknya pastikan si kecil dalam keadaan kenyang. Anda dapat memberinya makan 1 jam sebelum ia ditidurkan. Ketika mendapatkan cukup makanan, ia akan merasa lebih nyaman dan tidak akan sering terbangun.

Flu dan Batuk

Ketika masalah kesehatannya terganggu, seperti misalkan si kecil mengalami batuk dan flu pada bayi, maka ia akan mengalami kesulitan ketika tidur. Hanya dalam hitungan menit si kecil dapat tidur dan kembali bangun. Bahkan keadaan ini akan semakin diperparah dengan tersumbatnya hidung bayi sehingga ia akan mengalami kesulitan ketika bernafas.

Jika penyebab bayi gelisah saat tidur karena keadaan ini, maka sebagai solusinya anda bisa memposisikan kepala si kecil lebih tinggi dari kakinya. Jika hidung si kecil tersumbat, anda bisa memanfaatkan alat penyedot ingus khusus untuk bayi. Untuk melegakan pernafasannya, oleskan minyak telon pada dada si kecil.

Ruam Popok

Ruam popok pada bayi bisa menjadi penyebab bayi gelisah saat tidur. Penyebab dari ruam popok itu sendiri terjadi karena kebersihan area popok yang kurang terjaga. Dalam keadaan tertentu, bakteri yang terdapat pada urine akan terurai menjadi amonia, sehingga bayi akan mengalami ruam yang bertambah parah. Dimana keadaan ini akan membuat bayi tidak nyaman dan tidurnya akan terganggu.
Apabila si kecil terlanjur terkena ruam popok, agar keadaannya tidak bertambah parah beberapa langkah bisa anda lakukan seperti berikut:

  • Rutin periksa keadaan popok si kecil, jika sudah basah segera ganti popoknya.
  • Untuk menghindari iritasi, hindari penggunaan tisu.
  • Ketika hendak mengeringkan bagian basah, anda cukup menepuk-nepuk kulitnya. Hindari menggosok kulitnya.
  • Jangan biarkan si kecil selalu menggunakan popok karena kulit bayi juga perlu bernafas.
  • Hindari penggunaan bedak karena bedak akan memicu kulit bayi teriritasi.
  • Gunakan ukuran popok satu ukuran lebih besar selama si kecil menjalani proses penyembuhan dari ruam popok.
  • Apabila anda menggunakan popok kain, setelah digunakan harus dicuci hingga bersih, serta hindari menggunakan pewangi pakaian.
  • Jangan gunakan popok pada si kecil terlalu kencang.

Basah

Biasanya rata-rata bayi berusia 6 bulan akan buang air kecil sekitar 5 sampai 7 kali setiap malam. Jika anda menemukan popok si kecil basah, maka anda bisa segera menggantinya. Keadaan yang tetap dibiarkan akan menyebabkan ruam popok pada bayi.

Stres

Stres dapat mempengaruhi tidur si kecil, sehingga ia cenderung gelisah. Untuk mengatasinya anda bisa mencoba membantu menenangkan si kecil dengan rutinitas tidur tenang.

Untuk mendukung situasi tidur yang mempengaruhi kualitas tidurnya, maka anda bisa menciptakan suasana yang sejuk, nyaman dan hening. Untuk menghindari bayi tidur gelisah, matikan lampu kamar atau ruangan dan gunakan penerangan hanya lampu tidur saja.