Home » Penyakit Bayi » Penyakit Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Mata Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Beberapa penyakit mata pada bayi perlu diwaspadai oleh setiap orang tua dan perlu diidentifikasi secara cepat sebelum penyakit mata pada bayi tersebut bertambah parah.

Berbeda dengan orang dewasa atau anak berusia diatasnya, bayi umumnya lebih rentan terhadap masalah kesehatan atau penyakit yang menyerang tubuhnya. Penyakit yang menyerang bayi bisa berupa penyakit ringan bahkan sampai penyakit berat sekalipun. Dimana keadaan ini disebabkan karena sistem imun atau kekebalan tubuh bayi yang masih sangat lemah, sehingga tubuhnya masih belum bisa menangkal serangan penyakit.

Dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang atau menimpa bayi, salah satu penyakit yang sering dialami yaitu penyakit mata pada bayi. Mata merupakan panca indera yang berfungsi sebagai penglihatan. Dimana panca indera yang satu ini sangat sensitif, terlebih lagi jika masih bayi. Apabila terjadi sedikit saja masalah pada mata, maka akibatnya akan menjadi fatal untuk mata bayi itu sendiri.
Mengingat mata merupakan organ yang sangat penting, oleh karena itu penting mengetahui jenis penyakit mata yang sering dialami oleh bayi. Tujuannya untuk mendeteksi lebih cepat jika suatu saat bayi anda mengalami gejala yang ditimbulkan, sehingga penanganan atau pengobatan bisa dilakukan dengan cepat.

Penyakit Mata Pada Bayi

Berikut ini jenis penyakit mata pada bayi yang perlu diwaspadai.

Jenis Penyakit Mata Pada Bayi

Infeksi

Infeksi mata merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dialami oleh bayi baru lahir. Dimana beberapa bayi baru lahir bisa saja mengalami peradangan pada matanya yang disebabkan ketika ia melewati saluran lahir. Sedangkan bayi yang usianya lebih besar bisa mengalami infeksi mata karena ia tertular oleh orang di sekitar yang sedang sakit mata. Mata yang terinfeksi akan terlihat memerah, membengkak dan sering muncul kotoran mata.

Katarak

Tepatnya di dalam mata, terdapat lensa yang dapat membantu mata untuk fokus. Dalam keadaan normal lensa mata seharusnya sejernih kristal. Bayi yang mengalami katarak, lensa matanya akan menjadi buram sehingga dengan begitu cahaya tidak akan bisa masuk. Katarak yang dialami oleh bayi biasanya terdeteksi oleh dokter selama pemeriksaan secara keseluruhan pada bayi atau ditemukan saat ia dilahirkan. Apabila kondisi katarak yang dialami cukup berat, dimana pupil mata terlihat memutih, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi.

Saluran Air Mata Tersumbat

Umumnya mata akan berair apabila menangis dan terjadi sumbatan pada saluran mata. Pada bayi, mata berair disebabkan karena perkembangan dan pembukaan saluran air mata mengalami keterlambatan. Akan tetapi, kondisi ini dianggap bukan kondisi yang serius. 1 di antara 20 bayi bisa mengalami kondisi seperti ini, baik itu pada kedua matanya atau salah satu matanya. Akan tetapi, apabila tidak segera diatasi masalah mata yang satu ini akan memicu terjadinya infeksi.

Strabismus

Strabismus merupakan keadaan dimana mata tidak sejajar. Seperti misalkan, satu mata mengarah ke dalam dan satunya lagi mengarah ke luar. Strabismus itu sendiri umumnya memiliki beberapa bentuk sesuai dengan keadaan. Kesejajaran kedua mata memang tidak akan tetap setelah lahir. Akan tetapi, seharusnya setelah berusia 4 bulan kedua mata sudah lurus. Apabila setelah melewati usia 4 bulan mata tidak menunjukan kesejajaran, maka anda bisa membawa si kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut. Jika strabismus tidak ditangani dengan benar maka akibatnya akan menyebabkan amblyopia.

Amblyopia

Amblyopia sering juga disebut sebagai mata malas. Masalah mata ini merupakan keadaan dimana mata dalam keadaan sehat kehilangan penglihatannya. Biasanya keadaan ini terjadi pada anak yang matanya tidak seimbang. Akibatnya, si kecil lebih sering menggunakan satu matanya. Mata yang lainnya akan mulai kehilangan penglihatan karena sering tidak digunakan.

Ptosis

Ptosis merupakan penyakit mata yang terjadi disebabkan karena perkembangan otot pada mata tidak berkembang dengan sempurna. Sehingga akibatnya kelopak mata akan turun. Orang yang menderita penyakit mata ini biasanya akan terlihat seperti orang mengantuk.

Prematur Retinopathy

Pada bayi yang lahir tidak tepat pada waktunya, kurang bulan atau yang lebih dikenal dengan prematur, pembuluh darah yang terdapat pada retina tidak berkembang dengan baik dan sempurna. Pembuluh darah tersebut terkadang berkembang abnormal yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada mata bagian dalam. Penyakit mata yang satu ini hanya bisa terdekteksi dengan melakukan pemeriksaan ophthalmic. Dimana pemeriksaan ini seharusnya dilakukan pada bayi prematur seminggu setelah ia dilahirkan. Apabila penyakit mata yang satu ini kasusnya cukup berat, maka mata akan diberikan perawatan sebagai langkah pencegahan. Kelainan mata ini tidak hanya terjadi pada bayi lahir prematur, tetapi memiliki resiko lebih tinggi pada bayi yang memiliki berat badan rendah, infeksi, dan mengalami kelainan sesak nafas.

Untuk memastikan keadaan mata bayi, apakah sehat atau sebaliknya, orang tua harus melakukan pemeriksaan antenatal. Pemeriksaan antenatal merupakan pemeriksaan yang dilakukan dari ujung kepala hingga ujung kaki, termasuk dilakukan pemeriksaan secara spesifik pada mata, pinggul dan jantung. Pemeriksaan antenatal ini sebaiknya dilakukan setelah 72 jam bayi dilahirkan, kemudian dilakukan lagi di antara minggu ke 6 atau minggu ke 8.