Home » ASI (Air Susu Ibu) » Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini Bayi Baru Lahir (IMD)

Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini Bayi Baru Lahir (IMD)

Inisiasi menyusui dini bayi baru lahir memiliki banyak manfaat. Dimana prosedur ini dilakukan secara bertahap setelah satu jam si kecil dilahirkan.

ASI memiliki peran penting sebagai makanan utama dan perlindungan untuk bayi, khususnya bayi baru lahir dari serangan penyakit. Proses menyusui bayi dapat dimulai dengan inisiasi menyusui dini atau IMD. Namun, sayangnya tidak sedikit orang yang mengetahui seberapa penting inisiasi menyusui dini untuk bayi.

Menurut World Health Organizations (WHO) merekomendasikan bahwa proses IMD atau inisiasi menyusui dini dijalankan selama 1 jam pertama pada awal kehidupan bayi. Proses inisiasi menyusui dini ini dilakukan dengan cara meletakan si kecil pada dada ibu segera setelah si kecil keluar. Kemudian, tanpa dibantu dan secara alami, bayi akan mencari puting ibunya.

Inisiasi Menyusui Dini

Inisiasi menyusui dini (IMD) memiliki banyak manfaat. Lantas apa saja manfaat dari inisiasi menyusui dini? Berikut ini beberapa manfaat menjalankan proses inisiasi menyusui dini.

Manfaat Inisiasi Menyusui Dini Bayi Baru Lahir

  • Manfaat pertama yang bisa didapatkan oleh bayi yaitu, keadaan bayi akan tetap hangat karena kulit bayi dan ibu bersentuhan langsung. Dimana keadaan ini dapat menurunkan risiko terjadinya hipotermia atau keadaan bayi yang kedinginan.
  • Ibu dan bayi akan merasa lebih tenang dan nyaman. Kegiatan ini akan membantu sistem pernafasan dan detak jantung bayi menjadi lebih stabi, sehingga bayi tidak rewel.
  • Sentuhan, serta hisapan bayi terhadap puting susu ibu akan merangsang lepasnya oksitosin. Dimana oksitosin ini memiliki peran penting untuk kontraksi rahim ibu. Efeknya akan mempermudah keluarnya plasenta atau ari-ari, serta membantu mengurangi terjadinya perdarahan.
  • Hisapan bayi juga dapat merangsang hormon lainnya sehingga ibu akan merasa lebih rileks, tenang dan lebih mencintai bayinya. Ibu akan lebih mampu dalam menahan rasa sakit, serta timbulnya perasaan bahagia. Selain itu, dapat merangsang drainase ASI sehingga dengan begitu ASI matang akan cepat keluar dan produksi ASI akan semakin meningkat.
  • Inisiasi menyusui dini akan semakin meningkatkan ikatan psikis antara ibu dan bayi.
  • Bayi akan mendapatkan kolostrum atau susu pertama yang memiliki banyak manfaat dan berharga yang tidak akan ada tandingannya. Dimana manfaat kolostrum ini kaya akan antibodi dan zat penting lainnya yang berguna untuk daya tahan tubuh bayi dan pertumbuhan ususnya.
  • Bayi yang berhasil menjalankan prosedur inisiasi menyusui dini akan sukses dalam menjalankan program ASI eksklusif selama 6 bulan awal kehidupannya.
  • Mengurangi kematian bayi baru lahir.

Tahapan Inisiasi Menyusui Dini Bayi Baru Lahir

Inisiasi menyusui dini pada bayi baru lahir ini dilakukan 1 jam setelah bayi dilahirkan. Setelah lahir, bayi akan dikeringkan seperlunya saja tanpa menghilangkan vernix atau kulit putih bayi yang memiliki fungsi menyamankan kulit si kecil. Mengeringkan bagian tangan bayi harus dihindari karena berperan penting untuk proses inisiasi menyusui dini.

Tahap 1

Bayi akan ditengkurapkan pada dada sang ibu. Kulit si kecil harus menempel dengan kulit ibu tanpa adanya pembatas apapun. Apabila perlu ibu dan bayi bisa diselimuti.

Selama 30 sampai 45 menit pertama, bayi akan istirahat dengan kondisi siaga. Sesekali biasanya bayi akan membuka matanya lebar-lebar, kemudian akan melakukan kontak mata dengan sang ibu. Pada tahap pertama ini, bayi akan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru atau peralihan dari rahim ke luar kandungan sang ibu.

Tahap 2

Pada waktu 45 sampai 60 menit selanjutnya, bayi akan mulai mengeluarkan suaranya, menggerak-gerakan mulut dan kemudian memasukan tangan ke mulutnya. Dengan mencium dan merasakan cairan ketuban yang terdapat pada tangannya, maka dapat membantu bayi dalam menemukan puting payuara ibunya. Aroma cairan ketuban memiliki persamaan dengan cairan yang dikeluarkan oleh puting sang ibu. Karena seperti itu, bidan maupun dokter biasanya tidak akan mengeringkan tangan bayi setelah mereka lahir.

Tahap 3

Tahap ketiga adalah fase dimana bayi mengeluarkan air liurnya. Seperti manusia pada umumnya, bayi akan mengeluarkan air liur secara alami sebagai tanda bahwa mereka sedang dalam keadaan lapar.

Tahap 4

Pada tahap keempat, bayi sudah memiliki insting untuk mendapatkan atau menemukan sumber makanan, yakni puting payudara ibunya. Agar dapat mencapai puting sang ibu, bayi akan menggerakan kaki mungilnya dengan menekan perut ibu, kemudian akan merambat menuju areola atau puting payudara ibu.

Tahap 5

Pada tahap yang kelima, bayi akan mulai menjilat kulit ibu, menghentakan kepalanya ke dada sang ibu, menyentuh puting payudara dengan menggunakan tangannya, serta menoleh ke kiri dan ke kanan. Apabila sudah tiba pada sasaran, yakni puting payudara ibunya, maka bayi akan mulai menjilat, membuka mulutnya dan kemudian mengulum puting sang ibu.

Setelah menyusui awal selesai yang ditandai dengan lepasnya hisapan, maka si kecil kemudian dapat dilepaskan dari ibunya.

Jika kondisi memungkinkan, sebaiknya ibu dan bayi tetap bersama atau dilakukan rawat gabung. Sehingga dengan begitu ibu dapat menyusui bayinya kapan pun. Selain itu, ini juga dilakukan untuk meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi.

Mengingat begitu banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari inisiasi menyusui dini, maka akan disayangkan apabila buah hati anda tidak mendapatkan kesempatan ini.