Home » ASI (Air Susu Ibu) » Payudara Sakit Saat Menyusui, Penyebab & Penanganan

Payudara Sakit Saat Menyusui, Penyebab & Penanganan

Banyak ibu mengeluh payudara sakit saat menyusui, dimana keadaan tersebut bisa saja menghambat proses menyusui. Untuk itulah, penting mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Menyusui bayi merupakan tugas seorang ibu dan wajib dilakukan, karena ASI merupakan asupan bayi yang memiliki banyak manfaat dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya. Bayi mendapatkan ASI eksklusif dari usia 0-6 bulan, setelahnya ASI didampingi dengan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Agar buah hatinya mendapatkan manfaat baik dari ASI, maka dari itu ibu akan memberikan ASI yang terbaik untuk bayinya. ASI yang berkualitas memiliki pengaruh besar pada bayi.

Payudara Sakit Saat Menyusui

Namun di samping itu, terkadang masalah dialami ibu yang menyebabkan proses menyusui menjadi terhambat, sehingga bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Masalah yang kerap kali dialami oleh ibu menyusui yaitu adanya rasa sakit pada payudara.

Tidak sedikit ibu yang memutuskan untuk menunda menyusui bayinya sementara waktu hingga keadaan payudaranya kembali pulih. Namun, tahukah anda memutuskan untuk tidak menyusui bayi justru akan menyebabkan bayi tidak mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yan cukup.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan solusi yang tepat, anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab payudara sakit saat menyusui. Umumnya, penyebab payudara terasa sakit saat menyusui disebabkan karena berbagai macam alasan, selain itu tingkatannya pun beragam. Berikut ini penyebab payudara sakit saat menyusui dan cara penanganannya.

Penyebab dan Penanganan Payudara Sakit Saat Menyusui

Payudara Terasa Penuh

Payudara terasa sakit dan mengalami pembengkakan terjadi karena air susu pada payudara sudah mulai penuh. Payudara umumnya memproduksi ASI berdasarkan dengan kebutuhan bayi dan bisa menyesuaikan dengan jadwal menyusui. Oleh karena itu, ketika anda menyusui bayi setiap 2 sampai 3 jam, dimana pada suatu waktu anda terlambat menyusui bayi anda, maka akibatnya payudara terasa kencang.

Payudara akan terasa penuh saat minggu pertama kelahiran. Pasalnya, bayi belum bisa menyusu pada payudara ibunya langsung dengan baik. Selain itu, bayi yang lahir kurang bulan atau prematur biasanya tidak cukup kuat untuk menghisap ASI. Begitu pun bayi yang memiliki masalah pada lidahnya.

Jika anda merasakan terdapat benjolan pada salah satu payudara, penyebabnya mungkin karena terdapat sumbatan pada saluran ASI. Untuk mengatasi keadaan ini anda bisa mengeluarkan ASI dari payudara. Apabila payudara anda terlalu keras, maka si kecil tidak akan bisa menghisapnya. Untuk itu, anda bisa mengompres payudara dengan menggunakan air hangat. Kemudian, sebelum bayi anda menyusu anda bisa mengeluarkan ASI menggunakan pompa atau tangan. Jika payudara anda sudah lebih kendur, maka ia bisa menghisapnya dengan baik.

Luka Pada Puting

Puting payudara lecet dan payudara terasa sakit seringkali terjadi pada saat posisi menyusui bayi yang tidak tepat. Untuk mendapatkan posisi menyusui yang nyaman, baik untuk anda maupun bayi cobalah untuk menyusui dengan berbagai posisi menyusui.

Obat alami untuk mengatasi puting luka yaitu air liur bayi dan ASI. Untuk mengurangi luka pada payudara, anda bisa mengoleskan sedikit ASI setelah selesai menyusui. Namun, jika puting payudara masih terasa sakit dan pecah meskipun sudah beberapa hari, ada baikya jika anda pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin saja keadaan ini disebabkan karena infeksi.

Jamur

Mulut atau lidah bayi bisa saja mengalami jamur atau sering disebut dengan Oral Thrush atau penyakit pada mulut bayi. Jamur tersebut bisa menyebabkan infeksi pada mulut si kecil dan bisa menularkan pada puting payudara ibu.

Apabila keadaan puting sudah lecet, maka infeksi yang disebabkan oleh jamur akan lebih mudah menular ke puting. Dimana gejala yang biasanya terlihat seperti misalkan, puting berwarna merah, pink atau putih. Sakit yang akan ibu rasakan tidak hanya saat menyusui saja, akan tetapi selang beberapa waktu setelah menyusui. Agar keadaan ini bisa diatasi dengan baik, anda bisa segera pergi ke dokter.

Mastitis

Mastitis merupakan salah satu masalah yang menimpa payudara atau disebut juga dengan infeksi payudara. Mastitis terjadi ketika saluran susu yang terhambat tidak diatasi dengan baik dan akan menyebabkan payudara terasa sakit. Infeksi payudara biasanya diiringi dengan demam. Jika keadaannya seperti ini, maka untuk mengatasi mastitis anda bisa segera pergi ke dokter. Biasanya untuk mengatasi dokter akan meresepkan antibiotik.

Agar payudara segera kosong, maka anda disarankan untuk tetap menyusui. ASI yang berasal dari payudara yang tersumbat dan mengalami mastitis tetap baik dan aman untuk si kecil. Bayi mungkin saja akan menolak menyusu dari payudara yang terasa sakit. Dimana penyebabnya bukan karena rasa ASI yang berbeda, akan tetapi tekstur payudara yang terasa lebih keras dan membuat ia tidak nyaman menyusu pada payudara tersebut.

Gigitan Bayi

Ketika mulai tumbuh gigi pada gusi bayi, setelah selesai menyusu biasanya ia lebih sering menggigit puting payudara ibunya. Jika si kecil tetap menggigit, maka anda bisa melepaskannya dengan menyisipkan kelingking ke ujung mulutnya. Masukan kelingking di antara gigi atas dan gigi bawah supaya gigitan bayi terlepas.

Vasospasm

Vasospasm merupakan sebuah kondisi yang jarang terjadi, akan tetapi dialami oleh beberapa ibu. Vasospasm itu sendiri merupakan keadaan dimana puting terasa sensitif dengan udara dingin. Pada saat bayi selesai menyusu, biasanya puting akan berubah menjadi putih, biru atau ungu, rasanya sakit seperti ditusuk.

Untuk mengatasi keadaan ini, anda bisa menjaga agar kondisi selalu dalam keadaan hangat, baik itu sebelum atau sesudah menyusui.