Home » ASI (Air Susu Ibu) » Penyebab dan Mengatasi Bayi Rewel Saat Menyusu

Penyebab dan Mengatasi Bayi Rewel Saat Menyusu

Bayi rewel saat menyusu merupakan salah satu keadaan yang menghambat proses pemberian ASI. Untuk meminimalisir keadaan ini penting mengetahui penyebab dan cara mengatasi bayi rewel saat menyusu.

Ketika menyusui bayi, terkadang ibu kewalahan ketika menghadapi bayi yang sering rewel. Bayi rewel saat menyusu menjadi salah satu hambatan sehingga proses menyusui bayi tidak berjalan dengan baik, akibatnya bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Sebisa mungkin seorang ibu akan meminimalisir kendala atau hambatan saat menyusui agar buah hatinya tetap mendapatkan asupan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, termasuk ketika bayi rewel saat menyusu.

Bayi Rewel Saat Menyusu

Bayi rewel saat menyusu disebabkan oleh beberapa hal. Agar dapat meminimalisir keadaan ini, penting mengetahui apa saja penyebab bayi rewel saat menyusu seperti berikut ini.

Penyebab Bayi Rewel Saat Menyusu

Suplai Air Susu yang Terlalu Banyak atau Sedikit

Salah satu keadaan yang menjadi penyebab bayi sering rewel saat menyusu yaitu keadaan dimana suplai air susu ibu terlalu deras. Keadaan ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman ketika menyusu karena kemampuan menyusu bayi masih terbatas.

Selain suplai air susu yang deras, kemungkinan penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena kurangnya suplai susu sehingga bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Oleh karena itu, pastikan suplai air susu anda terjaga.

Hanya Mau Menyusu Pada Satu Payudara

Pada saat bayi terbiasa menyusu hanya pada satu payudara, kemudian dialihkan pada payudara yang satunya akan membuat bayi rewel. Keadaan ini disebabkan karena perbedaan suplai air susu di antara kedua payudara ibu. Untuk mengatasi masalah seperti ini anda bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Rasa ASI yang Tidak Sesuai

Ibu menyusui tidak disarankan mengkonsumsi makanan yang dapat mempengaruhi ASI. Beberapa makanan yang dapat mempengaruhi ASI di antaranya yaitu makanan bercita rasa pedas, alkohol dan lain sebagainya. Selama menyusui, ibu disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya. Makanan sehat seperti itu akan membuat kualitas dari ASI tetap terjaga.

Perhatian Bayi Teralihkan

Anda jangan terlalu merasa khawatir karena bisa saja penyebab bayi rewel saat menyusu yaitu karena perhatian bayi teralihkan. Untuk mengatasi keadaan ini anda dapat mencoba untuk menyimpan kain pada dada bayi kemudian tepuk-tepuk dengan lembut. Ini dilakukan untuk membuat bayi kembali tenang.

Keadaan sekitar dapat mempengaruhi proses menyusui. Mungkin saja bayi merasa tidak nyaman karena lingkungan tempat menyusui terlalu ramai atau gelap sehingga ia akan cenderung lebih rewel. Untuk itu, penting memperhatikan keadaan sekitar saat menyusui bayi.

Ketika bayi anda rewel saat menyusu dan membuat anda kewalahan, cara menyusui bayi agar tidak rewel seperti di bawah ini dapat membantu anda.

Cara Menyusui Bayi Agar Tidak Rewel

  • Langkah pertama kali yang harus anda lakukan sebelum menyusui bayi agar bayi tidak rewel dan merasa lebih nyaman, serta menikmati proses menyusui yaitu dengan memperhatikan keadaan payudara. Sebelum menyusu pastikan anda membersihkan payudara terlebih dahulu. Membersihkan payudara dapat dilakukan sekitar 5 atau 10 menit sebelum anda menyusu.
  • Jika sudah, anda dapat mengangkat bayi dan memposisikannya pada posisi yang tepat, posisi yang nyaman baik untuk bayi maupun untuk anda. Kemudian, posisikan mulut bayi pada payudara anda. Usahakan pelekatan dilakukan dengan baik dan benar. Posisikan mulut bayi anda tepat pada areola atau area hitam payudara. Ini dilakukan agar seluruh bagian puting masuk ke dalam mulut bayi sehingga ibu tidak akan merasa sakit dan bayi mendapatkan cukup ASI.
  • Anda dapat memerah payudara saat menyusui bayi dengan menggunakan satu tangan yang tidak digunakan untuk memeluk bayi anda. Langkah ini dilakukan agar ASI yang keluar lebih banyak.
    Biarkan bayi menghisap ASI sesuai dengan kebutuhannya. Hindari mencabut payudara saat bayi sedang menyusu atau menghisap ASI. Lepaskan payudara dari bayi saat bayi sedang tidak menghisap atau ketika bayi berhenti menghisap. Hindari menarik puting susu langsung dari mulut bayi. Namun, alangkah lebih baik menariknya dengan pelan dan perlahan guna kembali merangsang hisapan bayi.
  • Apabila bayi sudah benar-benar kenyang, anda dapat menghentikan proses menyusui bayi. Sesudah menyusu biarkan si kecil beristirahat terlebih dahulu. Kemudian setelah 2 jam menyusu yang pertama, anda dapat kembali menyusui si kecil dengan payudara yang satunya lagi agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi untuk menunjang tumbuh kembangnya.
  • Jika sudah selesai, sebaiknya bersihkan mulut bayi. Anda dapat membersihkan mulut bayi dengan menggunakan air putih. Air putih digunakan hanya untuk membasuh mulut bayi bukan diberikan untuk minum. Selalu menjaga kebersihan mulut bayi setelah menyusu akan menghindari bayi dari masalah kesehatan seperti sariawan. Pasalnya, apabila bayi mengalami sariawan maka akan mengganggu ketika menyusu, akibatnya bayi lebih rewel.

Dengan demikian, setelah mengetahui beberapa penyebab bayi rewel saat menyusu anda dapat menghindarinya. ASI penting untuk menunjang proses tumbuh kembang bayi, sehingga memaksimalkan pemberian ASI pada bayi penting dilakukan agar bayi mendapatkan cukup ASI. Agar proses pemberian ASI maksimal, maka meminimalisir keadaan yang mempengaruhi proses menyusui penting dilakukan.