Home » Penyakit Bayi » Mengenal Penyebab Kelainan Kongenital Pada Bayi

Mengenal Penyebab Kelainan Kongenital Pada Bayi

Kelainan kongenital merupakan kelainan bawaan. Penting mengetahui apa saja penyebab kelainan kongenital pada bayi baru lahir.

Kehamilan merupakan peristiwa penting untuk pasangan suami istri yang tengah menanti kehadiran sang buah hati. Agar calon buah hati selalu dalam keadaan sehat dan lahir selamat, maka calon orang tua akan melakukan segala cara. Karena itulah mengapa kelahiran menjadi masa yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Lantas apa yang akan terjadi apabila ada masalah pada buah hati tercinta?

Kelainan kongenital merupakan kelainan yang terjadi pada bayi dan mempengaruhi pertumbuhan struktur dalam tubuh bayi yang muncul ketika kehidupan dan hasil dari konsepsi sel telur. Kelainan kongenital ini merupakan penyebab utama dalam terjadinya lahir mati, abortus atau kematian setelah ia dilahirkan. Kematian yang terjadi pada bayi pada bulan pertama setelah ia dilahirkan dalam masa kehidupan, penyebabnya sering kali karena kelainan kongenital yang cukup berat.

Penyebab Kelainan Kongenital Pada Bayi

Bayi yang terlahir dengan kelainan kongenital yang cukup berat biasanya akan terlahir dengan berat badan yang rendah, bahkan pada masa kehamilan berat bayi rendah atau kecil. Berat badan bayi di bawah batas normal atau rendah bersamaan dengan kelainan kongenital biasanya sebanyak 20% bayi akan meninggal pada minggu-minggu pertama masa awal kehidupannya.

Selain dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorik dan radiologik dilakukan untuk memperkuat diagnosa pada kelainan kongenital setelah bayi dilahirkan. Tidak hanya itu, anda juga bisa melakukan pemeriksaan dengan menggunakan ultrasonografi, pemeriksaan air ketuban dan pemeriksaan pada darah janin.

Penyebab Kelainan Kongenital Pada Bayi

Pada dasarnya penyebab langsung kelainan kongenital pada bayi baru lahir sulit diketahui, akan tetapi beberapa faktor diduga menjadi penyebab kelainan kongenital pada bayi.

  • Faktor Kromosom dan Genetik

Faktor genetik memiliki kaitan dan berperan penting pada beberapa kelainan kongenital. Beberapa kelainan kongenital yang terjadi pada bayi baru lahir ini adalah penyakit yang diwariskan melalui gen abnormal yang berasal dari kedua orang tua atau salah satu orang tuanya. Gen abnormal tersebut merupakan gen pembawa sifat individu dan terdapat pada kromosom dalam setiap sel yang ada pada tubuh manusia. Apabila terdapat satu gen yang hilang atau rusak, maka bayi akan mengalami kelainan kongenital.

Pola Pewarisan Kelainan Genetik

Autosomal dominan

Apabila penyakit atau kelainan muncul meskipun hanya ada satu gen saja yang cacat dari salah satu orang tuanya, maka kelainan ini bisa disebut dengan autosomal dominan. Seperti misalkan akondroplasia dan sindroma Marfan.

Autosomal resesif

Apabila terjadi penyakit atau kelainan bawaan memerlukan 2 gen dimana masing-masing berasal dari ke 2 orang tua. Kelainan ini disebut dengan autosomal resesif. Sepeti misalkan kistik fibrosis atau Tay-Sachs.

X-linked

Apabila anak laki-laki memiliki kelainan gen dari ibunya, dimana kelainan ini disebut dengan X-linked. Pasalnya, gen tersebut seharusnya dibawa oleh kormosom X. Seperti misalkan buta warna atau hemofilia.

Faktor Gizi

Berdasarkan penelitian, kelainan kongenital pada bayi baru lahir bisa juga disebabkan karena ibu hamil atau ketika mengandung kekurangan gizi dalam masa kehamilannya.

Faktor Fisik di Dalam Rahim

Ketika berada di dalam rahim sang ibu, bayi terendam di dalam ketuban sehingga akan melindunginya dari cedera. Jumlah cairan ketuban yang tidak normal akan menyebabkan bayi mengalami kelainan bawaan. Di samping itu, jumlah cairan yang kurang atau sedikit justru akan menghambat pertumbuhan paru-paru bayi, serta pertumbuhan anggota gerak atau mengalami kelainan pada ginjal, akibatnya proses pembentukan pada air kemih akan menjadi lambat.

Faktor Hormonal

Di duga faktor hormonal juga menjadi penyebab kelainan kongenital pada bayi baru lahir. Bayi yang lahir dari ibu yang memiliki riwayat atau menderita diabetes melitus kemungkinan akan mengalami kelainan atau masalah dalam pertumbuhannya atau memiliki resiko kelainan lebih besar dibandingkan dengan bayi normal.

Alkohol

Alkohol bisa menjadi penyebab kelainan kongenital pada bayi baru lahir. Alkohol akan mengakibatkan kurang sempurnanya kaki, lengan, bentuk wajah atau bayi mengalami keterbelakangan mental. Selain itu, pertumbuhan janin pun akan terhambat. Umumnya bayi yang terlahir dari wanita yang memiliki berat badan premium akan memiliki masalah dan berpengaruh pada pemikiran, ingatan dan perilaku.

Asap Rokok

Seperti yang kita ketahui asap roko tidak baik untuk kesehatan. Tidak hanya itu, asap rokok akan mengakibatkan pertumbuhan janin menjadi terhambat dan menyebabkan kelahiran bayi prematur. Selain itu, asap rokok akan menyebabkan gangguan pada perkembangan otak, sistem pernafasan bayi dan sistem kardiovaskular pada bayi.

Narkoba

Narkoba akan menyebabkan bayi terlahir tidak normal, kalsium di dalam darah rendah, bayi lahir prematur, rendahnya gula darah dan infeksi sepsis.

Itulah beberapa penyebab kelainan kongenital pada bayi baru lahir. Agar bayi terlahir sehat dan tidak ada kekurangan satu pun, maka menjaga kesehatan selama masa kehamilan adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap ibu. Kesehatan pada ibu hamil memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan janin di dalam kandungan. Untuk menghindari kelainan kongenital pada bayi, anda bisa menghindari beberapa penyebab yang bisa dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat seperti menghindari narkoba, rokok dan alkohol.