Home » ASI (Air Susu Ibu) » Mengenal Kandungan Nutrisi Pada ASI

Mengenal Kandungan Nutrisi Pada ASI

Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi merupakan hal yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua. Penting bagi anda untuk mengetahui apa saja kandungan nutrisi pada ASI. Berikut ini macam-macam kandungan nutris pada ASI.

Kelahiran sang buah hati ke dunia ini mendatangkan kebahagiaan tersendiri untuk setiap orang tua. Tugas anda sebagai seorang ibu yaitu merawat bayi dan membesarkannya serta memberikan haknya untuk menyusu secara eksklusif hingga usianya minimal 6 bulan. Tetapi akan lebih baik jika ia mendaptkan ASI hingga usianya 2 tahun. Dengan menyusui inilah, akan menentukan kulitas si kecil di masa yang akan datang. Jika anda memiliki pengetahuan dalam menyusui yang baik, baik cara menyusui yang benar dan hal yang bersangkutan dengan masalah ASI dan menyusui maka bayi anda pun akan semakin berkualitas.

Kandungan Nutrisi Pada ASI

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, kandungan nutrisi pada ASI umunya dibagi menjadi 2, yaitu nutrisi makro dan nutrisi mikro. Untuk nutrisi makro meliputi protein, lemak dan karbohidrat. Sedangkan nutrisi mikro yaitu mineral dan viamin.

Kandungan Nutrisi Pada ASI

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu kandungan nutrisi pada ASI atau air susu ibu yang penting. Sumber utama dari karbohidrat yaitu dari laktosa. Karbohidrat memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang bayi, terutama berperan untuk meningkatkan pertumbuhan tubuh si kecil, serta jaringan otaknya. Kandungan laktosa di dalam ASI hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kandungan laktosa di dalam susu formula atau susu sapi. Dengan mengkonsumsi ASI resiko si kecil mengalami diare sangat rendah, karena penyerapan kandungan ini oleh sistem pencernaan akan lebih optimal dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula. Intinya, karbohidrat menjadi penghalang dari serangan bakteri jahat, serta bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam sistem pencernaan.

Protein

Bayi membutuhkan kadar protein yang cukup besar. Manfaat dari protein yang terkandung di dalam ASI untuk bayi yaitu sebagai pembentuk dan pengganti sel tubuh yang sudah mati. Protein yang terkandung di dalam ASI faktanya jauh lebih besar dengan kandungan protein yang terdapat di dalam susu formula atau susu buatan. Selain unggul dalam kualitasnya, protein dalam ASI juga lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan protein yang terkandung di dalam susu formula. Pasalnya, terdapat perbedaan porsi dan daya serap pada kandungan protein keduanya.

Lemak

Kandungan lemak di dalam ASI lebih tinggi dibandingkan dengan susu formula. Kandungan lemak ini dibutuhkan sebagai pendukung pertumbuhan otak bayi. Lemak omega 3 dan omega 6 banyak ditemukan di dalam ASI. Selain itu, ASI juga mengandung lemak lainnya seperti DHA dana ARA yang dibutuhkan untuk perkembangan retina mata dan jaringan saraf.

Di dalam ASI terkandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang. Sedangkan susu formula mengandung lebih banyak asam lemak jenuh. Mengkonsumsi asam lemak jenuh dalam jumah yang banyak tidak baik untuk kesehatan pembuluh darah dan kesehatan jantung.

Vitamin

Di dalam ASI terkandung banyak jenis vitamin. Vitamin tersebut semuanya memiliki manfaat dan fungsi yang berbeda. Vitamin A dalam ASI bermanfaat untuk indera penglihatan si kecil.

Kandungan vitamin A yang terkandung di dalam kolostrum sangat besar. Namun, kandungan tersebut akan semakin berkurang ketika memasuki periode transisi ASI matang. Yang mana ASI sebagian besar sudah berbentuk cairan. Namun meskipun begitu masih mengandung zat penting yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh kembangnya. Selain bermanfaat untuk kesehatan, vitamin A juga bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh bayi, pertumbuhan dan pembelahan sel.

Vitamin larut di dalam air seperti vitamin B, vitamin C dan asam folat terdapat di dalam ASI. Asupan ibu berpengaruh terhadap kadar vitamin ini. Vitamin B1 dan B2 yang terkandung di dalam SI cukup tinggi. Akan tetapi kadar vitamin B6 dan B12, serta asam folat rendah pada ibu yang memiliki gizi kurang. Vitamin B dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf pada tahap awal, oleh karena itu ibu menyusui perlu mendapatkan vitamin ini. Sedangkan vitamin B12 ibu bisa mendapatkannya dari makanan sehari-hari.

Vitamin D bermanfaat untuk kekuatan tulang si kecil. Akan tetapi kadar vitamin D di dalam ASI tidak banyak. Anda bisa mensiasatinya dengan menjemur bayi di bawah matahari pagi hari guna mencegah masalah tulang yang akan muncul pada usia 0-6 bulan. Vitamin E memiliki peran untuk ketahanan dinding sel darah merah.

Mineral

Kalsium adalah kandungan mineral utama yang terdapat di dalam ASI. Daya serap kandungan ini terhadap tubuh merupakan hal yang paling penting. Meskipun lebih rendah dibandingkan dengan susu formula atau susu buatan lainnya, akan tetapi daya serap kandungan ini mencapai 20 sampai 50 persen. Sedangkan susu formula hanya 4 sampai 7 persen. Jika bayi kekurangan mineral maka ia akan mengalami pertumbuhan yang terlambat dan mendapatkan masalah kesehatan lainnya. Intinya, daya serap oleh tubuh bayi lebih penting dibandingkan dengan kadar yang diberikan.

Kandungan zat besi yang terdapat di dalam ASI atau susu formula sebenarnya rendah. Namun, bayi yang mendapatkan ASI memiliki resiko lebih rendah kekurangan zat besi. Mineral zinc dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme tubuh.

Itulah beberapa kandungan ASI yang memiliki banyak manfaat untuk bayi. Mengetahui kandungan ASI begitu luar biasa, maka menyusui bayi dengan benar dan sesuai waktu yang telah ditentukan harus anda lakukan.