Home » Penyakit Bayi » Mengatasi Infeksi Telinga Pada Bayi

Mengatasi Infeksi Telinga Pada Bayi

Infeksi telinga yang tidak segera diatasi akan menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting mengatasi infeksi telinga pada bayi dengan segera.

Bayi sangat rentan terhadap serangan penyakit. Hal ini disebabkan karena sistem imunitas bayi belum terbentuk dengan sempurna. Berbeda halnya dengan orang dewasa dimana kekebalan tubuhnya sudah kuat, anak-anak dan bayi masih bisa dengan mudah terpapar oleh serangan penyakit dari luar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan bayinya dengan baik.

Bakteri dan virus menjadi sumber yang paling umum yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi dan membawa penyakit ke dalam tubuhnya. Keberadaannya yang hampir ada di setiap tempat semakin meningkatkan resiko si kecil terserang oleh sumber penyakit tersebut.

Mengatasi Infeksi Telinga Pada Bayi

Salah satu jenis penyakit yang datang disebabkan oleh virus dan bakteri yaitu infeksi telinga. Gangguan kesehatan yang menimpa telinga bayi ini kerap kali membuat si kecil merasa tidak nyaman karena kesakitan. Pada masalah kesehatan ini, ruang yang terdapat di belakang gendang telinga atau tempat ketiga tulang pendengaran, biasanya menjadi sasaran utama dari infeksi ini. Bayi yang mengalami penyakit ini akan mengalami peradangan serta adanya tumpukan cairan pada telinga di bagian tengahnya.

Kasus infeksi telinga itu sendiri cukup sering ditemukan pada anak-anak. Umumnya anak-anak yang sering mengalami infeksi telinga yaitu anak berusia enam bulan sampai 2 tahun. Dimana kondisi ini dianggap sebagai kondisi umum yang menyerang anak-anak. Bayi yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami infeksi telinga yaitu bayi berusia 6 sampai 18 bulan.

Masalah kesehatan yang menyerang organ pendengaran ini biasanya terdeteksi setelah bayi diketahui mengalami penyakit sistem pernafasan, seperti misalkan sakit tenggorokan atau pilek pada bayi. Ini disebabkan karena bentuk dan ukuran telinga pada bayi belum berkembang dengan baik. Selain bayi atau anak-anak, sebenarnya orang dewasa pun bisa mengalami masalah kesehatan yang satu ini.

Gejala umum yang ditimbulkan karena penyakit ini biasanya berupa demam pada bayi, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, bayi merasa sakit kepala, kehilangan keseimbangan dan lain sebagainya. Sedangkan bayi yang berusia lebih kecil biasanya ia akan lebih sering menarik-narik bagian daun telinganya.

Untuk mencegah timbulnya komplikasi karena infeksi telinga, maka cara mengatasi infeksi telinga pada bayi perlu segera dilakukan seperti berikut.

Cara Mengatasi Infeksi Telinga Pada Bayi

Sebenarnya sebagian besar kasus infeksi telinga tidak membutuhkan penanganan intensif dari dokter. Dalam beberapa hari kondisi ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika masalah kesehatan ini menimpa bayi, maka penanganan dibutuhkan dengan segera. Dampak yang ditimbulkan pun tentunya akan berbeda apabila terjadi pada bayi. Apabila anda membawa bayi anda ke dokter, biasanya dokter tidak akan meresepkan obat antibiotik, kecuali apabila gejala yang ditunjukan oleh bayi anda berlangsung lebih dari 24 jam.

Beberapa anak biasanya akan membaik setelah diberikan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Meskipun keadaannya sudah membaik, tetapi pengobatan antibiotik harus tetap dilakukan dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti anjuran dari dokter.

Pengobatan yang tidak dilakukan dengan tuntas biasanya akan menyebabkan infeksi telinga timbul kembali. Setelah keadaan bayi sembuh, biasanya dokter meminta untuk memeriksa kembali si kecil. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi infeksi dan ciri yang memungkinkan bayi anda mengalami masalah yang satu ini.

Anak-anak atau bayi yang mengalami infeksi telinga yang terjadi dengan berulang atau timbul cairan seperti lem biasanya membutuhkan penanganan serta konsumsi antibiotik yang lebih lama.

Selain itu, pengobatan lain namun jarang dilakukan yaitu dengan melakukan penyisipan grommet, yakni tabung ventilasi khusus yang memiliki fungsi untuk mencegah terkumpulnya cairan pada sisi dalam gendang telinga, serta untuk mempertahankan pendengaran. Metode pengobatan ini merupakan metode yang umum dan dilakukan di bawah anestesi.

Pencegahan Infeksi Telinga Pada Bayi

Sampai saat ini sebenarnya masih belum ditemukan metode khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi telinga pada si kecil. Namun meskipun begitu ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko infeksi telinga pada bayi di antaranya yaitu anak yang mengkonsumsi susu formula, interaksi si kecil dengan anak yang menderita infeksi telinga dan orang tua yang menerapkan kebiasaan yang tidak sehat.

Mengetahui seperti itu, berikut ini beberapa hal yang bisa anda lakukan agar bayi anda terhindar dari infeksi telinga:

  • Sebaiknya hindarkan bayi anda dari lingkungan berasap atau penuh dengan asap rokok. Hindari merokok dihadapan bayi anda.
  • Berikan ASI yang cukup pada buah hati anda, hindari memberinya susu formula. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Di dalam ASI terkandung nutrisi yang baik untuk kesehatan bayi dan zat antibodi untuk kekebalan tubuh bayi. Oleh karena itu, dibandingkan dengan susu formula sebaiknya utamakan pemberian ASI. Berikan ASI hingga batas minimal usia bayi, yakni 6 bulan awal kehidupannya. Meskipun si kecil sudah mendapatkan makanan pendamping ASI, tetapi disarankan untuk tetap memberikannya hingga usia 2 tahun atau sesuai kebutuhannya.
  • Jangan berikan makan ketika si kecil sedang berbaring.

Demikian cara mengatasi infeksi telinga pada bayi yang biasanya dilakukan, serta cara pencegahan dari infeksi telinga itu sendiri. Semoga bermanfaat.