Home » ASI (Air Susu Ibu) » Mengapa ASI Belum Keluar Pasca Melahirkan?

Mengapa ASI Belum Keluar Pasca Melahirkan?

Proses pemberian ASI pada bayi terkadang terhambat karena ASI belum keluar pasca melahirkan. Keadaan ini membuat ibu khawatir bayinya tidak mendapatkan cukup ASI. Lantas mengapa ASI belum keluar pasca melahirkan dan apa penyebabnya?

Kelahiran sang buah hati adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Melahirkan adalah sebuah momen yang mendebarkan sekaligus membahagiakan karena malaikat kecil akan hadir melengkapi keluarga.

Setelah kelahiran dan bayi dinyatakan sehat, orang tua kini memiliki tugas baru untuk merawat, membesarkan dan mendidik anaknya, dan ibu harus memenuhi asupan makanan bayi. Makanan bayi selama 6 bulan awal kehidupannya adalah ASI. ASI merupakan makanan terbaik yang mengandung nutrisi dan gizi komplit untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi.

ASI Belum Keluar Pasca Melahirkan

Namun, terkadang masalah muncul saat memberikan ASI atau menyusui bayi. Beberapa ibu seringkali mengeluh karena setelah beberapa hari kelahiran ASI tetap saja tidak keluar, sehingga keadaan ini menghambat proses menyusui bayi. Sebenarnya keadaan tersebut normal terjadi pada beberapa ibu. ASI akan keluar biasanya setelah dua sampai tiga hari setelah melahirkan.

Tubuh ibu secara alami sebenarnya akan langsung membuat atau memproduksi ASI. Pasalnya, setelah melahirkan terdapat hormon pada tubuh ibu. Produksi ASI ini dipengaruhi oleh hormon yang sudah ada sejak ibu hamil. Hormon yang dimaksud yaitu hormon prolaktin. Ketika hamil hormon prolaktin akan dihambat oleh hormon progesteron sehingga ASI tidak akan keluar saat ibu hamil.

Bagaimana jika ASI tetap tidak keluar meskipun sudah melewati tiga hari pasca melahirkan? Pada beberapa ibu ASI mungkin tetap tidak keluar atau bahkan ASI yang keluar hanya sedikit, akibatnya bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Masalah menyusui ini dapat disebabkan karena berbagai faktor.

Penyebab ASI Belum Keluar Pasca Melahirkan

Ketika ASI tetap saja belum keluar, tentunya kekhawatiran akan menyelimuti ibu. Beberapa faktor diduga dapat menjadi penyebab ASI belum keluar setelah melahirkan seperti berikut ini:

Kelahiran

Kelahiran menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan belum keluarnya ASI. Faktor kelahiran meliputi beberapa hal, di antaranya:

  • Selama proses persalinan ibu menggunakan cairan infus. Cairan infus tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada payudara ibu, sehingga akan mempengaruhi ketersediaan ASI. Biasanya ASI akan kembali normal setelah keadaan payudara ibu membaik.
  • Ibu mengalami stres saat persalinan karena poses persalinan yang dianggap lama dan menyakitkan hingga proses persalinan caesar. Keadaan ini akan mempengaruhi hormon stres, sehingga akan berdampak pada pengeluaran ASI.
  • Adanya plasenta yang tertinggal pasca melahirkan yang dapat menyebabkan ASI tidak keluar.
    Ibu mengalami kehilangan banyak darah karena setelah proses melahirkan ibu mengalami perdarahan.
  • Obat penghilang rasa sakit biasanya diberikan saat proses persalinan. Dimana obat tersebut dapat menghambat keluarnya ASI.

Payudara Ibu

Masalah pada payudara ibu yang dapat mempengaruhi ASI di antaranya:

  • Payudara ibu belum berkembang sempurna yang disebabkan karena jaringan kelenjar susu tidak cukup.
  • Bentuk puting payudara ibu ikut mempengaruhi seperti bentuk puting datar atau masuk ke dalam.
  • Ibu pernah melakukan operasi pada payudara atau mengalami cedera pada bagian payudara yang menyebabkan rusaknya jaringan saraf yang memiliki hubungan dengan pengeluaran ASI.
  • Ibu melahirkan bayi prematur. Dimana kelahiran prematur ini akan membuat pertumbuhan jaringan payudara yang memproduksi ASI terhenti pada akhir kehamilan. Saat kelahiran hanya sedikit jaringan yang memproduksi ASI.

Kesehatan Ibu

Masalah kesehatan ibu dapat mempengaruhi hormon yang memiliki hubungan dengan produksi ASI. Masalah kesehatan ibu yang dimaksud di antaranya:

  • Obesitas. Jika sebelum hamil ibu menyusui mengalami obesitas, maka resiko tertundanya pengeluaran ASI akan menjadi tinggi atau ASI yang keluar hanya sedikit. Karena keadaan seperti ini berhubungan dengan produksi prolaktin.
  • Saat kehamilan ibu mengalami diabetes.
  • Gestational ovarian theca lutein cysts. Kista yang berkembang saat kehamilan ini dapat menyebabkan hormon testosteron meningkat, akibatnya akan menekan produksi ASI setelah ibu melahirkan.
  • Beberapa obat yang digunakan oleh ibu dapat menyebabkan terhambatnya produksi ASI, seperti kontrasepsi hormonal.
  • Selain beberapa faktor di atas, penyebab asi belum keluar pasca melahirkan yaitu karena pemisahan ibu dan bayi pasca melahirkan, dan awal menyusui yang tidak sesuai. Apabila ibu jarang menyusui bayinya pasca melahirkan maka produksi ASI akan semakin sedikit atau bisa saja berhenti.

Cara Mengatasi ASI Belum Keluar

Ketika ASI belum keluar anda jangan panik dulu. Tetap tenang dan lakukan beberapa langkah yang mampu memancing pengeluaran ASI seperti berikut:

  • Cara memancing pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan kontak kulit antara ibu dan bayi.
    Ibu dapat memijat payudara atau memompa ASI dengan rutin.
  • Selain itu, ibu dapat melakukan relaksasi ibu menyusui untuk memperlancar pengeluaran ASI.
  • Terhambatnya pengeluaran ASI pada ibu akan menyebabkan bayi kurang ASI. Salah satu akibat bayi kurang ASI yaitu penurunan pada berat badannya. Penurunan berat badan pada bayi akan menyebabkan hambatan pada perkembangan fisik bayi, serta mental bayi. Anda harus terus memperhatikan dan memantau berat badan bayi anda.

Itulah beberapa faktor yang menjadi penyebab ASI belum keluar dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.