Home » Tak Berkategori » Memahami Pola Buang Air Besar Bayi

Memahami Pola Buang Air Besar Bayi

Pola buang air besar bayi umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dimana faktor yang mempengaruhi di antaranya yaitu faktor usia, faktor organik atau fungsi sistem saraf dan organ, serta makanan yang dikonsumsi oleh bayi itu sendiri.

Mengetahui pola buang air besar pada bayi penting bagi setiap orang tua. Pasalnya, dengan mengetahui pola buang air besar pada buah hatinya diharapkan orang tua mampu mendeteksi gangguan kesehatan pada bayinya dengan segara untuk menghindari terjadinya komplikasi.

Nah, berikut ini pola buang air besar bayi.

Pola Buang Air Besar Bayi

Pola Buang Air Besar Bayi

Frekuensi Buang Air Besar Bayi Eksklusif

Frekuensi buang air besar pada bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif umumnya selalu berubah-ubah sesuai dengan usianya. Hingga 3 minggu kehidupan awalnya, bayi seharusnya buang air besar minimal sebanyak satu kali dalam sehari. Akan tetapi, pada usia ini biasanya bayi akan lebih sering untuk buang air besar.

Ketika usianya memasuki bulan kedua, mungkin saja bayi tidak akan buang air besar hingga beberapa hari. Akan tetapi jika keadaan ini berlangsung lama, anda harus membawa bayi ke dokter untuk diperiksa. Apabila perut bayi tidak keras dan keadaannya baik, maka ia dalam keadaan normal. Selama bayi anda buang air kecil sebanyak 6 kali dalam sehari, warna urin normal dan kenaikan berat badannya pun normal, berarti ia baik-baik saja.

Frekuensi Buang Air Besar Bayi dengan Susu Formula

Seharusnya bayi yang minum susu formula buang air besar rutin setiap hari. Sebab, di dalam susu formula terdapat formulasi yang harus di buang.

Warna Feses Bayi

Warna Feses Normal

Bayi yang mengkonsumsi ASI atau air susu ibu normalnya memiliki warna feses kuning cerah. Dimana feses seperti ini biasanya disebut dengan golden feses. Hasil warna kuning pada feses itu sendiri berasal dari lemak yang dicerna dengan bantuan cairan empedu.

Sedangkan warna normal feses pada bayi yang mengkonsumsi susu formula atau mengkonsumsi ASi yang diselingi dengan susu formla cenderung kuning tua atau gelap, cokelat tua, kecokelatan, cokelat kehijauan atau kuning kecokelatan.

Warna Feses Lainnya

Tidak selamanya warna feses bayi kuning emas. Dimana feses bayi bisa saja berwarna lain karena disebabkan oleh beberapa hal. Berikut ini beberapa warna feses bayi lainnya.

Feses Berwarna Hijau

Fese berwarna hijau pada bayi sebenarnya masih tergolong keadaan normal. Dimana warna feses ini muncul karena bayi tidak mendapatkan hindmilk atau ASI matang dengan cukup, akan tetapi hanya mendapatkan foremilk saja. Akan tetapi, kondisi feses bayi yang berwarna hijau ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Pasalnya, jika bayi kekurangan hindmilk maka pertumbuhan fisiknya akan mengalami keterlambatan. Hindmilk mengandung lemak yang sangat dibutuhkan oleh bayi.

  • Kekurangan hindmilk itu sendiri disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:
  • ASI yang diproduksi ibu terlalu berlimpah sehingga si kecil hanya menghabiskan foremilk.
  • Terjadinya pelekatan yang kurang atau tidak tepat. Dimana pelekatan yang kurang tepat ini akan menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI secara optimal.

Foremilk itu sendiri hanya mengandung lemak yang sedikit dan lebih banyak mengandung gula. Sehingga dengan begitu akan terjadi perubahan pada proses pencernaan dan akibatnya feses berubah warna menjadi hijau.

Feses Kuning dengan Busa atau Lendir

Terkadang bayi memiliki feses berwarna kuning dengan lendir atau busa. Untuk bayi yang mengkonsumsi ASI, feses ini sebagai tanda bahwa ia kekurangan hindmilk. Sedangkan busa pada feses tandanya ia kelebihan laktosa yang ditemukan pada foremilk.

Feses Merah

Feses berwarna merah bisa saja disebabkan karena adanya darah pada feses. Feses berwarna merah ini bisa saja cair atau menggumpal. Untuk memastikan keadaannya, sebaiknya segera hubungi dokter.

Feses Putih Keabuan

Feses berwarna putih keabuan atau kuning pucat perlu diwaspadai. Pasalnya, feses ini bisa saja menandakan bahwa si kecil mengalami gangguan pada hati atau saluran empedu.

Tekstur Buang Air Besar Bayi

Bayi Mengkonsumsi ASI eksklusif

Umumnya bayi baru lahir memiliki tekstur feses yang lembek. Dimana feses ini merupakan zat buangan yang dibawa ketika ia dalam kandungan. Feses ini disebut dengan mekonium. Selanjutnya, fesesnya akan menjadi gumpalan padat, seperti jeli atau berupa cairan. Akan tetapi, selama feses si kecil mengandung ampas anda jangan merasa khawatir. Ketika feses bayi cair, bukan berarti ia mengalami diare. Namun meskipun begitu anda harus waspada terhadap keadaan tersebut.

Bayi Mengkonsumsi Susu Formula

Bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya memiliki tekstur feses yangt menggumpal atau bulat-bulat. Bayi yang mengkonsumsi susu formula terkadang bisa saja mengalami sembelit karena susu formula lebih lambat dicerna dibandingkan ASI atau air susu ibu. Terlebih lagi jika susu formula yang dikonsumsi oleh bayi tidak sesuai atau tidak cocok. Apabila bayi anda masih dalam masa percobaan susu formula, maka penting bagi anda untuk tetap memperhatikan keadaan fesesnya.

Buang Air Besar Bayi yang Mendapatkan MPASI

Apabila bayi anda sudah diperkenalkan atau mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, idealnya ia buang air besar setiap hari. Pada bayi yang sudah mengkonsumsi MPASI warna feses akan sama dengan warna makanan yang ia konsumsi. Ketika bayi baru diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, biasanya ia akan lebih mudah mengalami sembelit. Dimana sembelit itu sendiri merupakan masalah sistem pencernaan bayi yang ditandai dengan adanya kesulitan ketika buang air besar, terasa nyeri ketika buang air besar atau bahkan sampai adanya luka pada anus dan mungkin saja berdarah. Apabila bayi anda berusia di bawah 2 tahun, sebaiknya hindari untuk terlalu banyak memberikan makanan yang mengandung serat. Apabila si kecil mengalami sembelit, maka anda bisa memberikannya buah yang kaya akan kandungan air.

Beberapa hal perlu anda perhatikan pada bayi. Dari mulai makanan yang dikonsumsi oleh bayi hingga pola buang air kecil dan buang air besarnya. Dari pola buang air kecil dan pola buang air besar bayi, maka dapat dilihat indikasi kecukupan cairan. Apabila bayi memperlihatkan beberapa tanda seperti di bawah ini, maka segeralah bawa ia ke dokter.

  • Bayi berusia 5-21 hari dalam wkatu 24 jam tidak buang air besar.
  • Pada usia lebih dari 5 hari bayi masih mengeluarkan mekonium.
  • Feses bayi berwarna cokelat.
  • Feses yang dikeluarkan bayi sedikit.
  • Bayi cenderung jarang buang air besar.

Dengan melihat pola buang air besar bayi, maka kita bisa mengetahui apakah si kecil mendapatkan cukup asupan dan cairan atau sebaliknya.

Pola buang air besar pada bayi yang mengkonsumsi air susu ibu atau ASI berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Perbedaan tersebut dari bentuk atau tekstur, warna dan frekuensinya. Namun meskipun begitu, anda jangan terlalu panik. Apabila terdapat perubahan yang disertai dengan kondisi bayi yang tidak wajar segeralah bertindak.