Home » Penyakit Bayi » Masalah Pencernaan Bayi yang Umum Terjadi

Masalah Pencernaan Bayi yang Umum Terjadi

Masalah sistem pencernaan tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, anak, balita, bahkan bayi rentan mengalaminya. Beberapa masalah pencernaan bayi yang umum terjadi harus anda ketahui untuk mendeteksi gejala dan solusi yang tepat.

Bayi masih sangat rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk masalah sistem pencernaan. Masalah pencernaan pada bayi merupakan masalah yang sering dialami oleh seorang bayi. Masalah pencernaan bayi jika tidak ditangani dengan baik justru akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya yang berbahaya.

Tidak banyak orang tua yang tahu apa saja masalah pencernaan bayi, sehingga kadang kala orang tua salah mendeteksi adanya masalah kesehatan sistem pencernaan pada bayinya dan dianggap sebagai masalah lainnya.

Masalah Pencernaan Bayi

Berikut ini beberapa masalah pencernaan bayi yang umum terjadi.

Masalah Pencernaan Bayi

Diare Karena Alergi

Masalah pencernaan bayi yang sering terjadi yaitu diare. Biasanya diare pada bayi disebabkan karena alergi terhadap protein susu sapi. Gejala yang ditimbulkan ketika bayi mengalami diare yaitu diare berlendir, terkadang kulit bayi gatal dan kemerahan yang disertai dengan batuk berdahak. Masalah sistem pencernaan bayi ini bisa diatasi dengan menghentikan konsumsi susu sapi pada bayi. Sebagai gantinya anda bisa memberikan susu kedelai atau susu khusus, dimana proteinnya sudah diproses terlebih dahulu sehingga tidak akan menyebabkan alergi. Selain itu, menghindari produk makanan yang mengandung susu sapi perlu dilakukan.

Radang Usus Buntu

Radang usus buntu sebenarnya jarang terjadi pada bayi. Akan tetapi kemungkinan bayi mengalami usus buntu tetap ada. Radang usus buntu dalam istilah medis disebut dengan Appendicitis atau peradangan yang terjadi pada usus buntu. Penyebab radang usus buntu yaitu karena adanya kotoran atau sisa makanan yang terperangkap di dalam usu buntu. Peradangan usus buntu ini akan menyebabkan rasa nyeri, bahkan membuat usus rentan pecah.

Gejala yang muncul yaitu sakit perut, terlebih lagi pada area pusar yang bergerak ke arah samping kanan bawah, merasa mual dan muntah, adanya penurunan nafsu makan, demam dan diare.

Irritable bowel syndrome

Irritable bowel syndrome merupakan gangguan terhadap fungsi seluruh sistem pencernaan bayi yang mengakibatkan munculnya rasa sakit perut, diare atau sembelit. Sebenarnya penyebab dari masalah pencernaan ini masih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, beberapa ahli mengemukakan bahwa masalah sistem pencernaan ini memiliki kaitan dengan kontraksi usus yang tidak normal. Gejala yang muncul yaitu, adanya perubahan pada pola buang air besar, sering mengalami diare, dan jarang mengalami sembelit.

Hipertrofi pilorus stenosis (Hypertrophy Pyloric Stenosis)

Penyebab dari masalah sistem pencernaan bayi ini yaitu karena adanya kelainan pada saluran pencernaan. Tandanya yaitu adanya penyempitan pada usus 12 jari yang terjadi disebabkan karena penebalan otot dinding usus, akibatnya makanan dan minuman yang dikonsumsi si kecil akan dimuntahkan kembali. Gejala yang ditunjukan yaitu muntah yang muncul ketika usia bayi 2 sampai 12 minggu.

Usus terlipat

Masalah pencernaan ini terjadi apabila satu bagian usus masuk ke dalam usus lainnya yang berada di atasnya. Masalah sistem pencernaan ini terjadi secara spontan dan sering dialami oleh bayi berusia 5 sampai 10 bulan. Ketika mengalami masalah pencernaan yang satu ini biasanya bayi akan sering menangis, bayi muntah dengan muntahan berwarna hijau, mengalami diare berdarah apabila ususnya sudah total tersumbat, kesulitan buang air besar dan buang angin.

Atresia bilier

Atresia bilier merupakan masalah sistem pencernaan yang sering dialami oleh bayi pada minggu pertama kelahirannya. Gangguan ini berupa penyumbatan total pada aliran empedu yang diakibatkan karena saluran empedu sebagian hilang atau seluruhnya. Untuk penyebabnya masih belum diketahui. Akan tetapi diduga berkaitan dengan infeksi Rotavirus, virus Sitomegalo Rubella, dan Reovirus tipe 3.

Bayi yang mengalami masalah pencernaan bayi ini kemungkinan akan mengidap penyakit kuning sejak ia dilahirkan, buang air besar berwarna putih dan buang air kecil berwarna cokelat.

Perdarahan saluran cerna atas

Ketika muntah bayi akan mengeluarkan cairan muntah yang disertai dengan bercak darah yang masih segar atau berwarna kehitaman seperti kopi. Penyebab masalah pencernaan ini yaitu karena adanya luka pada usus 12 jari atau karena varises pada kerongkongan bayi yang pecah. Ketika bayi anda mengalami masalah pencernaan ini sebaiknya segera bawa ia ke dokter.

Kolik infantile

Sering ditemukan bayi usia 6 bulan mengalami sakit perut mendadak. Keadaan ini dialami oleh sekitar 20 % bayi berusia 2 sampai 4 bulan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi dihubungkan dengan sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna.

Refluks

Refluks merupakan masalah pencernaan bayi yang umum terjadi. Refluks dialami oleh sekitar 50% bayi berusia kurang dari 3 bulan dan dialami oleh 5% bayi berusia 10 sampai 12 bulan.

Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa biasanya dialami oleh bayi yang mana akan hilang setelah usianya 3 sampai 4 tahun.

Kembung

Kembung pada bayi biasanya disebabkan karena sistem pencernaan bayi masih belum berfungsi dengan baik. Mengatasi kembung pada bayi bisa dilakukan dengan perawatan sederhana di rumah. Akan tetapi bayi perlu di bawa ke rumah sakit jika menunjukan gejala lainnya yang berbahaya.

Cegukan

Cegukan akan dialami oleh bayi karena umumnya bayi belum bisa makan dan minum dengan sempurna.

Itulah beberapa masalah pencernaan bayi yang umum terjadi. Bawa si kecil segara ke dokter jika ia mengalami masalah pencernaan yang serius.