Home » Penyakit Bayi » Masalah Kesehatan Bayi Prematur

Masalah Kesehatan Bayi Prematur

Bayi prematur atau lahir kurang bulan rentan mengalami masalah kesehatan. Ketahui masalah kesehatan bayi prematur agar anda bisa memahami dan melakukan penanganan yang tepat.

Kehamilan merupakan masa yang paling membahagiakan untuk pasangan. Malaikat kecil akan hadir ke dunia ini dan melengkapi kehidupan. Karena begitu berartinya anak, maka setiap orang tua akan selalu memberikan semua yang terbaik untuk anaknya, menjaga anaknya tetap sehat meskipun masih berada di dalam kandungan.

Orang tua akan menanti kehadiran buah hatinya selama 9 bulan. Akan tetapi, pada beberapa kasus kelahiran bayi berlangsung lebih awal atau bayi lahir prematur. Bayi lahir kurang bulan memiliki kondisi yang berbeda dengan bayi yang lahir cukup bulan atau normal. Bayi peramtur memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan atau komplikasi, meskipun tidak semua bayi prematur mengalaminya. Akan tetapi lahir kurang bulan akan menyebabkan bayi mengalami masalah kesehatan, baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Masalah Kesehatan Bayi Prematur

Secara umum, semakin si kecil lahir dini maka resiko mengalami komplikasi akan semakin tinggi. Bobot tubuh bayi menyumbang peran penting. Saat dilahirkan beberapa masalah mungkin akan muncul. Sedangkan untuk penyakit lainnya akan muncul dalam hitungan bulan setelah bayi dilahirkan.

Karena seperti itu, penting mengetahui masalah kesehatan yang mungkin akan dialami oleh bayi prematur. Ini dilakukan agar orang tua dapat memahami perawatan yang tepat, serta mengetahui cara mengatasi masalah kesehatan yang dialami oleh bayi prematur.

Berikut ini masalah kesehatan bayi prematur yang sering terjadi.

Masalah Kesehatan Bayi Prematur

  • Intraventricular hemorrhage (IVH)

Intraventricular hemorrhage (IVH) merupakan sebuah masalah kesehatan dimana terjadinya pendarahan pada otak. Dimana masalah kesehatan ini muncul dan dialami oleh sebagian bayi prematur. Bayi yang lahir pada minggu ke 32 memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami masalah kesehatan yang satu ini. Darah muncul biasanya pada tiga hari awal kehidupannya dan dokter akan mendiagnosanya.
Pendarahan yang terjadi di otak biasanya bersifat ringan dan akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi pendarahan yang terjadi di otak ini akan menyebabkan struktur pada otak terisi cairan dan berkembang dengan cepat. Akibatnya, terdapat tekanan pada otak sehingga bayi rentan mengalami lumpuh otak, serta mengalami masalah dalam sikap dan belajarnya.

  • Penyakit Kuning

Bayi yang lahir kurang bulan atau bayi prematur memiliki resiko lebih tinggi mengalami penyakit kuning pada bayi. Pasalnya, hati pada bayi prematur belum bisa berkembang dengan sempurna sehingga mengalami kesulitan dalam membuang sisa buangan atau disebut dengan bilirubin.

Tidak hanya itu, bayi prematur juga sangat sensitif pada efek dari bilirubin yang meningkat. Bayi yang mengalami peyakit kuning biasanya memiliki warna mata dan kulit kekuningan atau berbeda dengan warna mata dan kulit bayi pada umumnya.

Penyakit kuning ini bisa diatasi dengan tepat oleh dokter. Dimana penyakit ini biasanya tidak akan menimbulkan efek yang berbahaya. Akan tetapi, apabila kadar bilirubin menjadi semakin tinggi, maka akan menyebabkan kerusakan pada otak bayi.

Masalah penyakit ini dapat dicegah, karena biasanya kadar bilirubin yang tinggi bisa langsung diketahui dari pemeriksaan darah yang dilakukan. Oleh karena itu, apabila bayi anda bisa dirawat dengan menggunakan cahaya khusus, maka perawatan ini bisa membantu mengeluarkan bilirubin. Dalam beberapa kasus bayi membutuhkan tranfusi darah.

  • Apnea

Apnea merupakan keadaan dimana nafas berhenti sementra selama bayi tidur. Biasanya nafas bayi prematur bisa berhenti selama kurang lebih 20 detik. Interupsi pernafasan yang dialami oleh bayi ini biasanya diiringi dengan lambatnya detak jantung.

Untuk mencegah terjadinya apnea, biasanya bayi prematur akan dimonitor. Ketika bayi berhenti bernafas, biasanya cara stimulasi yang biasa dilakukan yaitu menepuk tubuh bayi atau menyentuh telapk kaki bayi.

  • Infeksi

Sistem imun atau kekebalan tubuh bayi prematur belum terbentuk sempurna atau belum matang. Dimana dengan sistem imun seperti ini, bayi akan mengalami kesulitan dalam melawan virus, bakteri atau organisme yang dapat menyebabkan infeksi.

Salah satu infeksi serius yang biasanya sering terjadi pada bayi yaitu pneumonia atau infeksi paru, sepsis atau infeksi darah, dan meningitis.

Bayi bisa mengalami masalah kesehatan yang satu ini karena penularan dari ibu atau pada saat proses melahirkan. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

  • Anemia

Anemia biasanya dialami oleh bayi prematur. Dimana bayi yang mengalami masalah kesehatan ini tidak memiliki banyal sel darah merah. Pada keadaan yang normal, bayi menyimpan zat besi ketika pada masa kehamilan, dimana zat besi tersebut digunakan pada masa kehamilan lanjut dan saat ia dilahirkan untuk membuat sel darah merah. Akan tetapi, bayi prematur atau lahir terlalu dini tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyimpan zat besi.

Bayi yang mengalami masalah kesehatan yang satu ini biasanya akan mengalami beberapa masalah, dimana di antaranya yaitu masalah makan atau pertumbuhan yang lambat. Masalah kesehatan ini akan semakin buruk apabila terdapat masalah pada pernafasan atau jantung. Jika bayi anda mengalami anemia, maka anda bisa segera melakukan konsultasi pada dokter. Demikian beberapa masalah kesehatan bayi prematur.