Home » Penyakit Bayi » Waspada Kondisi Testis Tidak Turun Pada Bayi Laki-Laki

Waspada Kondisi Testis Tidak Turun Pada Bayi Laki-Laki

Orang tua harus lebih waspada terhadap kondisi testis tidak turun pada bayi karena akan menyebabkan masalah yang serius jika tidak segera ditangani. Penting bagi orang tua untuk mengetahui seputar testis tidak turun pada bayi.

Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya terlahir dengan keadaan sehat dan sempurna atau tidak ada yang kurang satu pun. Agar buah hatinya tumbuh sehat orang tua tentunya akan merawat bayi dan membesarkannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Namun, pada kondisi tertentu orang tua seringkali dikhawatirkan akan masalah yang menimpa bayi laki-lakinya. Masalah yang menimpa bayi laki-laki yang kerap kali mengundang kekhawatiran yaitu kondisi dimana testis tidak turun pada bayi. Kondisi ini harus menjadi perhatian, orang tua harus waspada akan masalah kesehatan yang menimpa buah hatinya ini. Diketahui, sebanyak 3 dari 100 bayi laki-laki lahir dengan testis tidak turun.

Testis Tidak Turun Pada Bayi

Kondisi testis tidak turun atau undescended testicle merupakan masalah dimana kondisi testis bayi belum berpindah pada posisinya yang tepat atau dalam skrotum. Keadaan ini biasanya hanya mengenai satu testis saja. Akan tetapi pada beberapa kasus testis tidak turun menimpa pada keduanya.

Umumnya keadaan testis tidak turun pada bayi dialami oleh bayi laki-laki yang terlahir prematur atau terlahir dengan berat lahir rendah atau keadaan tubuhnya sangat kecil.

Ketika mendapati testis tidak turun pada bayi laki-laki anda, sebaiknya anda jangan langsung khawatir atau panik. Sebenarnya beberapa bulan pertama setelah kelahiran, kondisi testis tidak turun pada bayi akan bergerak pada posisi yang tepat dengan sendirinya. Akan tetapi jika setelah 6 bulan kelahiran testis bayi anda tidak turun, anda harus memeriksakan keadaannya pada dokter.

Penyebab Testis Tidak Turun Pada Bayi

  • Penyebab dari kondisi testis tidak turun pada bayi itu sendiri sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Umumnya pada bayi laki-laki testis akan bergerak turun ke dalam kantung atau skrotum setelah masa kehamilan memasuki usia 28 minggu atau kurang lebih 7 bulan. Testis yang tidak turun dapat terjebak pada selangkangan. Hal ini menjadi salah satu alasan testis tidak turun lebih banyak dialami oleh bayi laki-laki yang lahir prematur. Bayi yang lahir prematur tidak memiliki waktu yang cukup bagi testis untuk bergerak menuju ke tempatnya yakni pada skrotum.
  • Faktor lain yang diketahui dapat memicu terjadinya testis tidak turun pada bayi yaitu kemungkinan karena kurangnya hormon dari ibu atau kurangnya hormon testis yang berperan agar pertumbuhan testis berjalan dengan normal. Beberapa keadaan dapat mempengaruhi pergerakan testis. Penggunaan hormon selama masa kehamilan dapat mempengaruhi testis.
  • Selain itu, testis tidak turun pada bayi kemungkinan juga disebabkan karena paparan dalam lingkungan. Pengaruh dari bahan kimia tertentu diketahui menjadi andil yang menyebabkan kondisi testis tidak turun. Akan tetapi, bukti tersebut masih belum lengkap.
  • Bagian dari alasan yang lainnya yaitu karena faktor keturunan yang mana bayi mewarisinya dari orangtuanya sendiri.
  • Terkadang testis tidak turun pada bayi dapat terjadi karena masalah kesehatan lainnya. Masalah kesehatan yang dimaksud yaitu adanya lubang kecil pada dinding otot perut atau yang lebih sering disebut dengan hernia pada bayi.

Faktor Risiko Testis Tidak Turun Pada Bayi

Terdapat beberapa faktor risiko testis tidak turun pada bayi seperti berikut ini:

  • Bayi laki-laki yang lahir kurang bulan atau prematur
  • Bayi laki-laki lahir dengan berat badan rendah
  • Patologi yang dapat menghambat pertumbuhan janin seperti misalkan cacat dinding rahim atau Down Syndrome
  • Riwayat keluarga yang memiliki kondisi yang sama atau adanya gangguan perkembangan pada sistem reproduksi lainnya
  • Selama kehamilan ibu menerapkan gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan mengkonsumsi alkohol selama masa kehamilan, ibu seorang perokok aktif atau pasif, diabetes tipe 1, kegemukan atau diabetes gestasional tipe 2
  • Orangtua yang terpapar oleh pestisida

Tanda Testis Tidak Turun Pada Bayi

Kondisi testis tidak turun pada bayi umumnya cukup sulit untuk dideteksi, terlebih lagi kondisi ini tidak menyebabkan rasa sakit atau menunjukan gejala yang lainnya. Namun, beberapa kondisi tertentu patut anda waspadai seperti skrotum terlihat lebih halus, kurang berkembang yang terjadi baik pada satu sisi atau kedua sisinya, atau terlihat datar dan kecil. Bahkan jika sengaja merabanya anda tidak merasakan adanya benjolan pada bagian tersebut.

Kapan Harus Periksa Ke Dokter?

Kondisi testis tidak turun pada bayi akan terdeteksi pada saat pemeriksaan bayi tepat setelah bayi dilahirkan. Apabila dokter menyatakan bahwa kondisi testis anak anda tidak turun, anda harus bertanya kapan dan seberapa sering pemeriksaan dilakukan. Apabila testis tetap tidak turun pada bayi meskipun usianya sudah 6 bulan, kondisi ini biasanya akan menjadi permanen.

Pengobatan yang dilakukan saat anak anda usianya masih muda dapat mengurangi risiko komplikasi yang akan dialami di masa yang akan datang. Risiko yang mungkin terjadi seperti kanker testis atau kemandulan.

Ketika anak anda tumbuh dewasa, dimana sebelumnya kondisi testisnya normal namun ia mendapati testisnya tidak lengkap, beberapa kondisi mungkin saja dapat terjadi seperti misalkan:

  • Testis ke atas: Keadaan ini terjadi karena testis kembali ke inguinal. Untuk membuat skrotum kembali ke bawah anda tidak dapat menggunakan tangan.
  • Penyusutan testis: Keadaan ini terjadi karena adanya pergerakan naik dan turun di antara skrotum dan pangkal paha. Untuk menurunkan skrotum anda dapat meminta bantuan dokter. Keadaan ini disebabkan karena otot refleks skrotum.

Anda harus segera membawa si kecil ke dokter jika terdapat perubahan pada alat kelamin. Jika anda khawatir akan perkembangannya, anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter.

Penanganan Testis Tidak Turun Pada Bayi

Penanganan terbaik untuk mengatasi kondisi testis tidak turun pada bayi yaitu dengan menyerahkan pengobatan pada dokter. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melihat dan menunggu perkembangan pada bayi yang baru dilahirkan.

Apabila kondisi ini tetap berlanjut, bahkan hingga bayi berusia lebih dari 6 bulan, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk melakukan pembedahan melalui jalan operasi. Bedah yang dilakukan untuk mengatasi kondisi ini biasanya akan dilakukan saat si kecil berusia 9 bulan sampai 15 bulan.

Pengobatan lain yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan terapi hormon. Terapi ini bekerja untuk membantu menurunkan testis ke skrotum. Namun, metode pengobatan ini akan menimbulkan efek samping pada si kecil. Untuk terapi lainnya bisa dilakukan dengan suntikan hormon HCG atau Human Chorionic Gonadotropin yang dilakukan untuk membuat testisnya turun ke bawah.

Gaya hidup yang tepat dapat membantu mengatasi testis tidak turun pada bayi. Untuk memastikan perkembangannya apakah normal atau tidak, anda harus sering memeriksa kondisi testis bayi anda, bahkan setelah dilakukan operasi. Perhatikan proses pertumbuhannya dan anda dapat memeriksa lokasi testis bayi anda ketika mengganti popok atau ketika memandikannya.

Pada saat usia anak tumbuh dewasa, anda dapat berbicara tentang keadaan testisnya. Jika anak anda memasuki usia pubertas penting untuk membicarakan perubahan fisik yang akan terjadi. Anda dapat menjelaskan padanya cara untuk memeriksa testis.