Home » Perawatan Bayi » Kesalahan Merawat Bayi yang Sering Dilakukan

Kesalahan Merawat Bayi yang Sering Dilakukan

Seringkali orang tua tidak menyadari melakukan kesalahan ketika merawat bayinya. Hindari kesalahan tersebut dengan mengetahui apa saja kesalahan merawat bayi yang sering dilakukan.

Anak merupakan karunia terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap pasangan. Oleh karena itu, orang tua akan melakukan segala yang terbaik untuk buah hati tercinta termasuk dalam merawat dan membesarkannya.

Merawat bayi merupakan tugas orang tua. Orang tua dituntut untuk merawat bayinya dengan baik dan benar, serta penuh kasih sayang. Namun, dalam merawat dan membesarkan sang buah hati, terkadang orang tua tidak menyadarinya bahwa mereka seringkali melakukan kesalahan. Penting bagi orang tua untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam merawat bayi.

Kesalahan Merawat Bayi

Lantas apa saja kesalahan merawat bayi yang sering dilakukan? Untuk mengetahuinya anda bisa simak pembahasan di bawah ini.

Kesalahan Merawat Bayi yang Sering Dilakukan

Menyentuh Bayi Dengan Tangan Kotor

Saat usia bayi masih di bawah 6 bulan, si kecil membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membentuk sistem imun atau sistem kekebalan tubuhnya. Orang tua memiliki peran penting untuk selalu menjaga kesehatan bayinya dari berbagai serangan virus, bakteri atau penyakit. Namun, tidak sedikit orang tua yang melakukan kontak langsung dengan bayinya dalam keadaan kotor. Kesalahan dalam merawat bayi seperti ini tentunya harus segera dihindari. Setiap hendak memegang atau menggendong bayi usahakan selalu dalam keadaan bersih. Selain itu, batasi si kecil melakukan kontak langsung dengan orang-orang yang kurang sehat.

Berusaha Membuat Bayi Tidur Nyenyak Sepanjang Malam

Orang tua berharap bayinya dapat tidur nyenyak ketika malam hari agar orang tua dapat beristirahat tanpa adanya gangguan. Akan tetapi faktanya tidak seperti itu. Bayi, khususnya bayi baru lahir akan terbangun sekitar 2 sampai 3 jam sekali untuk menyusu. Namun, seiring dengan bertambahnya usia bayi ia akan memilik pola atau jadwal tidurnya sendiri.

Menyimpan Banyak Benda di Tempat Tidur Bayi

Kadang kala orang tua sering menyimpan banyak benda di tempat tidur atau boks bayi. Berbagai benda seperti boneka, selimut berbulu tebal, guling dan bantal yang banyak disimpan untuk membuat bayi tidur lebih nyaman. Namun, pada kenyataannya hal ini tidak disarankan. Banyaknya benda-benda seperti itu di tempat tidur bayi justru hanya akan meningkatkan risiko SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

Mengenakan Pakaian Rapat

Untuk membuat hangat, orang tua seringkali memakaikan pakaian bayi yang terlalu rapat atau tebal. Namun, pakaian seperti ini justru akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Khususnya bayi baru lahir ia akan mudah merasa kepanasan. Karena seperti itu, sebaiknya hindari pakaian yang terlalu rapat atau tertutup. Pakaikan pakaian pada bayi sesuai dengan keadaan cuaca, sehingga dengan begitu bayi tidak akan merasa kedinginan atau kepanasan.

Tidak Memberi Makan Apabila Bayi Tidak Rewel

Ketika bayi tetap tenang atau tidak rewel, bukan berarti ia tidak lapar. Orang tua sering mengabaikan rasa lapar buah hatinya ketika sedang tenang. Bayi harus tetap mendapatkan asupan makanan dengan teratur, terutama bayi baru lahir. Berikan ASI pada si kecil sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Apabila popok si kecil tetap kering atau anda tidak menggantinya sebanyak 6 kali sehari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Membedong Bayi Terlalu Lama

Membedong bayi dilakukan biasanya untuk membuat agar tubuhnya tetap dalam keadaan hangat. Namun, membedong bayi tidak disarankan dilakukan terlalu lama atau sampai seharian. Ketika membedong bayi pastikan ikatannya tidak terlalu kuat.

Menggunakan Baby Walker Untuk Membuat Bayi Lancar Berjalan

Orang tua menganggap penggunaan baby walker dapat membuat bayi cepat dan lancar berjalan. Namun, pendapat ini nyatanya keliru karena justru penggunaan baby walker dapat membahayakan keselamatan bayi. Ketika bayi terlalu keras menggerakan tubuhnya untuk mendorong baby walker, baby walker bisa terbalik atau justru membentur kursi dan meja sehingga menyebabkan bayi terjatuh. Jika anda tetap menggunakan baby walker untuk si kecil, sebaiknya tetap awasi ia ketika menggunakannya.

Tidak Memperhatikan Kesehatan Mulut Bayi

Mengabaikan kebersihan mulut bayi merupakan kesalahan yang perlu dihindari. Khususnya bayi baru lahir ia belum memiliki gigi, meskipun begitu kebersihan mulutnya tetap harus anda jaga. Untuk membersihkan rongga mulutya, anda dapat memanfaatkan kasa steril yang sudah dicelupkan ke dalam air hangat setiap kali si kecil selesai menyusu.

Bayi Muntah Dianggap Wajar

Gumoh atau keluar cairan sedikit pada mulut bayi setelah menyusu terjadi disebabkan karena sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Namun, ketika gumoh pada bayi terjadi lebih sering, anda jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang normal. Segera konsultasikan dengan dokter mengenai keadaan ini.

Memaksa Bayi

Ketika bayi tidak mau makan, enggan mandi atau tidak suka ketika bajunya dilepas, biasanya orang tua sering melakukan tindakan terburu-buru dengan memaksanya. Daripada memaksa, sebaiknya anda mencari cara yang menyenangkan agar si kecil tidak menolak.

Membiarkan Bayi Tidur Tengkurap di Atas Selimut Tebal

Selimut yang tebal, hangat dan lembut dianggap sebagai alas yang paling nyaman untuk bayi, terlebih lagi saat ia tidur tengkurap. Namun, keadaan seperti ini nyatanya akan meningkatkan risiko lebih tinggi bayi mengalami SIDS.

Tidak Mengikuti Saran Dokter Dalam Memberikan Obat

Ketika bayi sedang sakit, agar keadaannya segera pulih orang tua memberikan obat dengan dosis yang lebih atau tidak sesuai dengan yang disarankan oleh dokter. Cara ini tidak disarankan dan perlu dihindari. Selalu ikuti aturan dari dokter dalam memberikan obat untuk si buah hati.

Salah Menganggap Tangisan Bayi

Ketika bayi menangis atau rewel, orang tua terkadang menganggap bayinya kelaparan, sehingga dengan segera si kecil akan disusui atau diberi makan. Namun, tangisan bayi tidak selamanya sebagai tanda bahwa ia ingin makan atau sedang kelaparan. Mungkin saja bayi menangis karena ia terlalu lelah, terlalu banyak rangsangan, kepanasan atau tidak nyaman dengan lingkungan di sekitarnya. Sebaiknya kenali pola tangisan si kecil antara sedang lapar, tidak nyaman, kesakitan dan lain sebagainya. Sehingga dengan begitu anda dapat menemukan solusi yang tepat untuk membuatnya lebih tenang.

Tidak Percaya Naluri

Menjadi seorang ibu dan merawat bayi terkadang menjadi kegiatan yang cukup membingungkan untuk seorang ibu. Dalam memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan, terkadang ibu sering terjebak dan ragu. Setiap ibu memiliki naluri keibuan, oleh karena itu jangan perlu ragu atau bingung ketika hendak mengambil keputusan. Untuk mengatasi keadaan ini, anda dapat meminta saran pada bidan, dokter atau orang-orang terpercaya.

Merawat Bayi Seorang Diri

Terkadang ibu sering lupa melibatkan orang-orang yang ada di sekitar untuk merawat atau mengasuh buah hati tercinta. Sebaiknya, ajak suami atau kerabat terdekat untuk bekerja sama merawat si kecil. Sehingga anda dapat melakukan kegiatan lainnya selama si kecil diasuh dengan ayah atau orang-orang terdekat lainnya.