Home » Makanan Bayi » Kesalahan Memberi Makan Bayi yang Perlu Dihindari

Kesalahan Memberi Makan Bayi yang Perlu Dihindari

Tidak sedikit orang tua melakukan kesalahan ketika memberi makan bayinya. Apa saja kesalahan itu? Untuk menghindarinya, penting mengetahui beberapa kesalahan memberi makan bayi.

Kelahiran buah hati menjadi momen yang paling membahagiakan untuk setiap pasangan, terlebih lagi bagi pasangan baru. Akan tetapi, nyatanya menjadi orang tua bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Sebagai orang tua, kita harus lebih berhati-hati dalam memperhatikan buah hati, baik kesehatan maupun perawatan yang tepat.

Selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi hanya mengkonsumsi ASI sebagai asupannya. Pada saat usia bayi memasuki 6 bulan ia sudah mendapatkan makanan pendamping ASI. Dimana ketika itu tugas orang tua semakin bertambah, mereka harus memperhatikan jadwal makan dan makanan untuk si buah hati.

Kesalahan memberi makan bayi

Pemilihan makanan untuk bayi harus dilakukan lebih teliti. Karena hal itulah, memilih dan mempersiapkan makanan untuk bayi menjadi hal yang membingungkan untuk orang tua. Bayi masih sangat sensitif terhadap rangsangan, sehingga seringkali orang tua merasa takut memberikan makanan salah yang akan meyebabkan gangguan kesehatan.

Dan memang nyatanya, tidak sedikit kesalahan yang biasanya dilakukan oleh orang tua ketika memberikan makanan pada bayinya. Tidak jarang mereka bertindak tanpa mempertimbangkan kesehatan bayinya. Selain itu, terkadang orang tua menerapkan pola makan yang tidak tepat untuk bayinya. Kesalahan memberi makan bayi jika dilakukan terus menerus akan mendatangkan resiko. Oleh karena itu, penting mengetahui apa saja kesalahan memberi makan bayi, agar orang tua bisa segera menghindarinya.

Kesalahan Memberi Makan Bayi

Terlalu Dini Memberikan Makanan Padat

ASI merupakan asupan pertama bayi, dimana pemberian ASI eksklusif dilakukan minimal hingga usia bayi 6 bulan. Akan tetapi, tidak banyak orang tua yang menerapkan prosedur ini. Dimana sebelum usia yang ditentukan yakni 6 bulan, kerap kali mereka sudah memberikan makanan padat pada buah hatinya. Keadaan ini tentunya akan sangat beresiko mempengaruhi sistem pencernaannya.

Beberapa resiko yang akan dialami bayi apabila mendapatkan makanan padat lebih dini seperti berikut:

  • Sistem serap makanan akan mengalami gangguan, ini disebabkan karena saluran pencernaan dan ginjal masih belum berfungsi sempurna.
  • Bayi akan lebih mudah tersedak, karena si kecil belum mampu mengunyah makanan dan menelannya dengan baik. Makanan tersebut akan menutupi saluran pernafasan si kecil, akibatnya bayi akan kesulitan dalam bernafas. Bahkan keadaan ini akan menyebabkan kematian.
  • Kontak terhadap alergi akan menjadi lebih cepat. Sehingga dengan begitu respon alergi terhadap bayi akan menjadi sering.
  • Akan terjadi invaginasi, yakni keadaan dimana masuknya usus bagian atas ke dalam usus bagian bawah. Dimana keadaan ini akan menyebabkan perut si kecil menjadi sakit berkepanjangan dan ia akan mengalami sulit makan. Jika keadaannya seperti ini maka dibutuhkan pertolongan dengan segera, pasalnya jika dibiarkan akan menyebabkan kematian pada bayi.

Diberikan Susu Terus Menerus

Selain pemberian makanan padat terlalu dini, kasus yang sering terjadi yaitu anak terus menerus diberi susu karena ia tidak mau makan. Pemberian makanan padat atau makanan pendamping ASI harus dilakukan tepat pada waktunya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Menunda pemberian makanan pendamping ASI setelah tiba waktunya tidak baik untuk sistem pencernaan si kecil. Karena keadaan ini akan menyebabkan jonjot usus tidak terangsang.

Apabila jonjot usus tidak terangsang, maka lapisannya akan tetap tipis. Lapisan yag tipis ini akan mempengaruhi ketahanan si kecil. Jika usus terserang infeksi, maka akan semkin terkikis dan habis.
Selain itu, anak yang sudah waktunya diberi makan tetapi ditunda-tunda, maka kebutuhan gizi dan nutrisinya tidak akan terpenuhi. Keadaan ini akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

Mengabaikan Keseimbangan Gizi

ketika sudah mendapatkan makanan padat, si kecil biasanya memiliki makanan favorit. Yang menjadi kesalahan yaitu, dimana orang tua selalu memberikan menu favoritnya setiap kali si kecil makan, bahkan secara terus menerus tanpa adanya menu variasi. Hal seperti ini merupakan kesalahan yang perlu dihindari. Bayi membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang seimbang seperti misalkan karbohidrat, protein, lemak, buah dan sayuran. Berikan variasi makanan pada si kecil sehingga ia bisa mengenal lebih banyak tekstur dan rasa makanan.

Memberikan Vitamin

Biasanya untuk meningkatkan nafsu makan bayi, orang tua langsung memberikan vitamin pada buah hatinya. Memberikan vitamin pada bayi memang tidak dilarang, akan tetapi pemberian vitamin itu sendiri hanya boleh diberikan dalam keadaan tertentu saja seperti misalkan ketika si kecil baru pulih dari sakit atau ketika ia sedang dirawat di rumah sakit. Apabila terlalu banyak asupan vitamin pada bayi, maka akan meningkatkan resiko si kecil terkena diare.

Mengolah Makanan dengan Bumbu Tambahan

Terkadang orang tua merasa bahwa makanan untuk bayinya hambar dan tidak memiliki rasa. Biasanya agar makanan lebih berasa orang tua menambahkan bumbu tambahan ketika mengolah dan menyiapkan makanan bayi. Pemberian bumbu tambahan pada bayi dalam jumlah yang sedikit masih bisa ditolerir, yang terpenting memiliki tujuan untuk mengenalkan rasa pada si kecil. Agar si kecil lebih banyak mengenal rasa, pemberian kecap dan kaldu bisa diberikan. Itupun dilakukan setelah bayi berusia 6 bulan atau ketika ia sudah mendapatkan makanan pendamping ASI.

Memberikan Telur Mentah

Tidak sedikit orang tua yang meyakini bahwa memberikan telur mentah pada bayi akan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Itu merupakan pendapat yang salah, karena pemberian telur mentah pada bayi sangat beresiko. Yang menjadi masalahnya yaitu tidak tahunya kebersihan dari telur yang diberikan. Bisa saja telur yang diberikan sudah terkontaminasi oleh kuman-kuman. Alangkah lebih baik sebelum memberikan telur pada bayi atau anak diolah terlebih dahulu dengan cara direbus. Daya tahan tubuh bayi dan anak masih lemah, sehingga orang tua perlu memperhatikan asupan makanannya.

Tidak Bersih

Daya tahan tubuh bayi masih lemah dan rentan terserang oleh berbagai penyakit. Oleh karena itu, sebagai orang tua anda harus memperhatikan kebersihannya baik dari makanan yang dikonsumsi atau alat makannya. Apabila kebersihan makanan bayi tidak terjaga, maka kemungkinan besar ia akan mengalami diare.

Untuk mencegah resiko yang akan terjadi, penting bagi orang tua untuk menghindari kesalahan memberi makan bayi seperti di atas.

Tahapan Pemberian Makan yang Tepat

Baru lahir

Asupan pertama dan utama bayi semasa 6 bulan awal kehidupannya hanyalah ASI. Berikan ASI sedini mungkin atau begitu ia lahir. Lama dan waktu menyusui disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

6 bulan

Pada usia ini bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI. Makanan padat pertamanya yaitu makanan bertekstur lumat, seperti bubur susu dari tepung. Buah-buahan yang sudah dibuat jus atau dikerok seperti pepaya dan pisang bisa diberikan. Makanan padat yang diberikan hanya makanan pendamping ASI. Sedangkan untuk pemberian ASI masih tetap dilakukan hingga batas waktu tertentu.

7 bulan

Pada usia ini bayi sudah bisa diperkenalkan pada menu makanan bayi 7 bulan seperti nasi tim. Dalam periode ini pemberian nasi tim harus disaring terlebih dahulu agar lebih mudah dicerna dan tidak mempersulit pencernaan.

8-12 bulan

Pada usia ini, nasi tim bisa menjadi pengganti bubur susu sepenuhnya, yakni untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Bagi anak yang sudah berusia di atas 12 bulan sudah bisa diberikan makanan sama dengan anggota keluarga lainnya. Akan tetapi tetap perhatikan jenis makanan dan kandungan nutrisinya.