Home » Bayi Baru Lahir » Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir – Bayi baru lahir atau bayi muda acapkali mengalami gejala non-spesifik dan tanda bahaya yang mengindikasikan adanya penyakit yang parah. Tanda-tanda ini mungkin terlihat saat atau setelah persalinan. Ataupun pada beberapa hari setelah si bayi berusia 1 bulan setelah kelahiran. Untuk itu, waspadai dan kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan baik.

Memiliki bayi baru lahir adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Wajar bila rasanya, kita ingin memberikan segala sesuatunya dengan baik untuk si buah hati kita yang baru saja lahir. Naluri alamiah seorang ibu dan orangtua akan dengan sendirinya ingin melindungi si kecil dari sesuatu yang akan mungkin membahayakannya.

Bukan sebuah hal yang berlebihan bila anda ingin melakukan hal tersebut pada si kecil. Apalagi jika mengingat si kecil adalah darah daging anda dan kehadirannya dicapai dengan perjuangan yang tidak mudah. Selain itu, umumnya bayi baru lahir memang terlihat begitu rentan. Jadi, bukanlah sebuah hal yang berlebihan bila anda begitu ingin melindungi dan menjaganya dengan baik.

Jangankan melihat si kecil berada dalam bahaya atau tubuhnya yang dihinggapi dengan masalah. Melihat bekas gigitan nyamuk pada lengannya saja, akan mungkin membuat anda merasa panik. Belum lagi, buah hati anda yang masih begitu kecil umumnya belum mampu berkomunikasi. Sehingga kesakitan atau keluhan kesehatan yang mereka alami tidak akan mungkin bisa diketahui dengan mudah. Selain menangis atau tertawa, tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh bayi baru lahir.

Sementara itu, tubuhnya yang rentan terhadap segala macam hal membuat bayi baru lahir akan mudah terserang dengan penyakit. Belum lagi, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna, membuat penyakit akan mudah menyerang bayi baru lahir.

Sehingga demikian, tak jarang hal ini membuat orangtua yang memiliki bayi baru lahir akan dibuat sedikit risau mengenai masalah kesehatannya. Hal ini tentunya diperparah dengan ketidakmampuan bayi untuk mengkomunikasikan sesuatu membuat ibu sulit untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada bayi.

Ya, neonatus atau bayi baru lahir dan bayi muda memang seringkali mengalami gejala non-spesifik atau tanda yang menunjukan adanya indikasi penyakit dalam tubuhnya. Tanda-tanda seperti ini mungkin dapat dilihat saat atau setelah persalinan. Atau bisa pula pada beberapa hari sampai dengan usia si kecil 1 bulan setelah persalinan. Baik si kecil yang masih berada di rumah sakit atau pada saat mereka sudah berada di rumah.

Perhatian penuh, terhadap kesehatan bayi adalah hal penting yang perlu dilakukan oleh pada orangtua. Terlebih lagi untuk mereka yang memiliki bayi prematur. Sebab tentunya penanganan lebih dini terhadap jenis penyakit tertentu akan dapat mencegah kemungkinan penyakit yang lebih parah.

Memang tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh bayi baru lahir ketika terjadi gangguan kesehatan dalam tubuhnya. Selain menangis dan menjadi rewel, umumnya akan cukup sulit untuk ibu memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan buah cintanya.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Untuk itulah, kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir adalah hal penting untuk dilakukan. Berusahalah untuk menjadi ibu yang siaga dan waspada, terutama bila anda melihat sesuatu yang janggal dengan si kecil.

Nah, dibawah ini kami bantu anda kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan mengenali beberapa hal dibawah ini.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Mengapa penting mengetahui tanda bahaya pada bayi baru lahir? Hal ini dikarenakan bayi baru lahir umumnya memang lebih rentan terhadap gangguan penyakit. Jika mereka jatuh sakit biasanya kondisi ini akan berubah cepat menjadi kondisi yang serius dan berat. Bahkan, pada kondisi tertentu yang lebih parah kematian bisa menjadi hal yang amat mengerikan.

Gejala sakit pada bayi baru lahir memang sulit untuk dikenali. Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapatkan pertolongan sehingga kemungkinan terburuk dari kondisi ini bisa dihindari.

Banyaknya kasus kematian pada bayi umumnya dipengaruhi karena terlambat diagnosa, terlambat memutuskan membawa bayi berobat ke dokter dan bahkan terlambat sampai ke tempat pengobatan. Nah, untuk mewaspadai kondisi tersebut berikut ini kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir.

Bayi Tidak Mau Menyusu

Bayi baru lahir umumnya akan lebih sering menyusu karena mereka membutuhkan zat untuk dapat bertumbuh dan berkembang. Selain itu, satu-satunya sumber asupan makanannya hanya didapat dari ASI. Jadi ketika bayi anda tidak mau menyusu sebaiknya curigai kondisi ini.

Bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup akan membuat asupan nutrisi dalam tubuhnya berkurang. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan tubuhnya. Selain itu, bayi yang tidak menyusu bisa jadi tubuhnya merasa lemas atau mungkin si kecil mengalami dehidrasi yang berat.

Kejang

Kejang pada bayi memang seringkali menjadi hal yang sering terjadi. Akan tetapi, yang perlu anda perhatikan dari hal ini adalah bagaimana kondisi yang memicu kejang pada si kecil. Apakah kejang terjadi saat si kecil demam. Apabilala ya, maka kemungkinan demam tersebut mengakibatkan kondisi buruk pada tubuh si kecil.

Segera konsultasikan masalah ini dengan dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa anda dapatkan. Selain itu, bila rupanya kejang terjadi saat tidak demam, maka mungkin masalah yang lebih besar terjadi dengan kesehatan si kecil.

Lemah

Bayi baru lahir pada umumnya memang belum banyak melakukan aktvitas. Akan tetapi, anda bisa mengenali bayi anda baik-baik saja dari pergerakan dan raut wajahnya. Bayi yang baik-baik saja umumnya akan terlihat ceria dan aktif bergerak meski hanya terbaring. Akan tetapi, pada bayi yang lemah umumnya mereka akan terlihat lesu dan tidak mau menyusu. Untuk itu, sebaiknya kenali tanda bahaya bayi baru lahir yang satu ini.

Merintih

Bayi baru lahir memang belum dapat mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan dengan baik. Akan tetapi bayi anda bisa merintih karena kondisi tertentu. Bahkan setelah anda memberikan mereka ASI atau setelah anda menenangkan mereka. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter bila kondisi si kecil semakin parah.

Sesak Nafas

Frekuensi nafas pada bayi umumnya lebih cepat dibandingkan dengan kita atau anak-anak lain yang lebih besar. Umumnya, sekitar 30-60 kali per menit bayi bisa menghembuskan nafas dalam waktu tersebut.

Nah, apabila bayi anda kurang dari 30 kali per menit atau lebih dari 60 kali per menit menghembuskan nafasnya maka mungkin anda perlu waspada dengan hal ini. Perhatikan dinding dadanya, terdapat tarikan yang berat atau tidak dibagian tersebut. Bila ya, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kemungkinan buruk dari kondisi ini.

Diatas adalah segelintir tanda yang perlu diketahui dari Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir. Semoga bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.