Home » Penyakit Bayi » Kenali Gejala dan Penularan Tifus Pada Bayi (Tipes)

Kenali Gejala dan Penularan Tifus Pada Bayi (Tipes)

Tidak hanya orang dewasa, tifus juga bisa terjadi pada bayi. Oleh karena itu penting bagi setiap orang tua untuk paham seputar penyakit tifus pada bayi, baik penularan tifus pada bayi, gejala pengobatan dan pencegahan.

Penyakit tifus merupakan penyakit sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri. Masalah sistem pencernaan ini sering dialami oleh anak atau dewasa. Namun, meskipun begitu bukan berarti jika bayi bebas dari serangan masalah kesehatan ini. Tifus merupakan penyakit infeksi yang selalu ditemukan di tengah masyarakat dan dialami mulai dari usia bayi hingga dewasa.

Di Indonesia sendiri, penderita demam tifus atau demam tifoid cukup banyak. Dimana penderitanya diperkirakan 900 per 100.000 penduduk dalam setiap tahunnya, yang mana masalah sistem pencernaan ini lebih sering menyerang anak usia 3 sampai 19 tahun. Penderita tifus tersebar dimana-mana dan ditemukan dalam setiap tahunnya.

Penularan tifus pada bayi

Penyebab tifus itu sendiri yaitu kuman Salmonella typhi. Kuman yang satu ini mudah sekali menyebar, terlebih lagi pada tanah dan air yang sanitasinya kurang terjaga. Kuman penyebab tifus ini biasanya bersarang pada makanan yang tercemar, air kotor, sampah dan lingkungan yang kebersihannya kurang terjaga. Sedangkan binatang yang menjadi penyebar dari kuman yang satu ini yaitu kecoa dan lalat.

Gejala dan Penularan Tifus Pada Bayi

Penularan Tifus Pada Bayi

Umumnya penularan tifus pada bayi terjadi melalui makanan atau minuman yang kebersihannya kurang terjaga. Pada bayi yang usianya lebih dari 6 bulan, dimana ia sudah mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, jika pengolahan, penyajian dan pemberian makanan kurang diperhatikan kebersihannya, maka bayi anda memiliki resiko lebih tinggi mengalami tifus. Seperti misalkan, ketika memberi makan anda mengajak si kecil berjalan-jalan sementara tempat makanan dibiarkan terbuka.

Keadaan ini akan memudahkan lalat untuk hinggap menyebarkan kuman penyebab tifus.
Selain melalui makanan yang tercemar, tifus juga biasanya ditularkan ke bayi melalui orang dewasa yang membawa kuman penyebab tifus. Orang yang membawa kuman tifus ini sebelumnya pernah sakit tifus, namun ia tidak melakukan pengobatan sampai tuntas dan benar-benar sembuh. Meskipun gejala tifus sudah bisa diatasi, tetapi kemungkinan besar kuman penyebab tifus akan tetap bertahan di dalam tubuh dan menyebar ke orang lain. Terlebih lagi apabila orang tersebut tidak mencuci tangan setelah dari toilet, kemudian ia mengolah makanan.

Makanan yang sudah tercemar oleh kuman penyebab tifus akan masuk ke dalam lambung, kemudian masuk ke kelanjar limfoid usus kecil, selanjutnya akan masuk ke dalam peredaran darah. Kuman penyebab tifus tersebut akan sampai ke dalam peredaran darah dalam waktu yang cukup singkat, yakni 24 sampai 72 jam setelah kuman tersebut masuk melalui mulut. Parahnya, meskipun gejala tifus belum terlihat tetapi kuman penyebab tifus tersebut sudah mencapai hati, limpa, kandungan empedu, sumsusm tulang bahkan sampai ginjal. Masa inkubasi yaitu sekitar 5 sampai 9 hari. Kuman akan kembali masuk ke dalam aliran darah untuk yang ke dua kalinya, kemudian muncul gejala demam tifoid.

Gejala tifus Pada Bayi

Tifus pada bayi umumnya sulit dideteksi dibandingkan dengan orang dewasa. Sehingga dengan begitu mendiagnosis tifus pada bayi sulit untuk dilakukan. Umumnya, ketika bayi mengalami tifus ia hanya bisa menangis dan rewel karena rasa tidak nyamannya. Bahkan ketika merasakan sakit, ia hanya bisa menangis. Menentukan gejala tifus pada bayi secara spesifik tidaklah mudah, terlebih lagi jika bayi mengalami demam selama 1 sampai 2 hari. Akan tetapi, setiap orang tua perlu waspada terhadap serangan tifus pada bayi seperti berikut:

  • Si kecil mengalami demam dan suhunya turun naik dalam waktu lama atau lebih dari 5 hari. Demam akan naik ketik sore atau malam hari dan turun ketika pagi sampai siang hari.
  • Bayi menderita gangguan buang air besar seperti diare pada bayi atau sulit buang air besar. Hal ini terjadi karena kuman penyebab tifus pada bayi menyerang sistem pencernaan sehingga mengganggu penyerapan cairan.
  • Dalam beberapa kasus bayi justru mengalami gangguan konstipasi atau mengalami kesulitan ketika buang air besar.
  • Lidah nampak kotor atau memutih, sedangkan ujung lidah kemerahan.
  • Bayi mengalami mual dan muntah. Penyebab dari keadaan ini yaitu kuman sudah berkembang biak pada hati dan limpa, sehingga terjadi pembengkakan dan menekan lambung.
  • Jika gejala tifus pada bayi muncul, maka segeralah bawa bayi anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Pengobatan tifus yang akan dilakukan oleh dokter biasanya dilihat dari kondisi bayi itu sendiri serta penyebaran kuman dalam tubuh bayi. Jika masih dalam kondisi ringan, biasanya dokter akan menyarankan untuk lebih banyak istirahat di rumah dan memberikan antibiotik. Sedangkan jika tifus yang dialami oleh bayi cukup parah, maka perawatan secara medis akan dilakukan untuk menghentikan invasi kuman penyebab tifus.

Beberapa pencegahan bisa dilakukan agar bayi tidak terserang tifus. Di antaranya yaitu perhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi oleh si kecil, lakukan imunisasi wajib yang dijadwalkan, perhatikan kebersihan si kecil setelah buang air kecil maupun buang air besar.

Sudah menjadi tugas anda sebagai orang tua menjaga kesehatan si kecil. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk memahami setiap kondisi atau masalah kesehatan yang mungkin saja akan menimpa si kecil seperti tifus.